<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429</id><updated>2011-04-21T17:58:18.440-07:00</updated><category term='PEMILU 2009'/><category term='indonesia'/><category term='soeharto'/><category term='gambar'/><category term='iklan'/><category term='PKS'/><title type='text'>Nopo Mawon Saged Wonten Mriki</title><subtitle type='html'>Nopo Mawon Saged Wonten Mriki.....sugeng pinarak wonten bloge bocah Kemejing, Kendaga, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-7556357872756738924</id><published>2008-11-10T22:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T22:50:14.071-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PEMILU 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PKS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gambar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soeharto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iklan'/><title type='text'>Foto Soeharto Pada Iklan PKS ( Partai Keadilan Sejahtera )</title><content type='html'>assalamu'alaikum&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat......kemarin malam saya lihat acara tv di TVONE ada perbincangan tentang iklan PKS yag menampilkan gambar soeharto.....&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SRkpZ1jXNhI/AAAAAAAAAZs/OS4fZcNsxE0/s1600-h/aa.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 98px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SRkpZ1jXNhI/AAAAAAAAAZs/OS4fZcNsxE0/s400/aa.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267286763035375122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;disini saya akan sedikit menanggapi iklan tersebut....kalo menurut saya sih...iklan itu bagus sekali.....jarang jarang partai polotik yang tergugah untuk mengedepankan kebaikan orang...walaupu kita tahu soeharto itu sangat menyakitkan jika dikenang oleh bangsa indonesia..&lt;br /&gt;tapi coba lihat baik-baik gambar ini&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SRkp3VHltiI/AAAAAAAAAZ0/-bYevTeDD-Q/s1600-h/ad.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SRkp3VHltiI/AAAAAAAAAZ0/-bYevTeDD-Q/s400/ad.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267287269725025826" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;menyakitkan memang kalo dilihat dari kaca mata kejelekan................tapi....coba kita kenang jasa-jasa yang telah beliau lakukan buat indonesia...dijaman soeharto hidup indonesia tenang...makmur......bensin murah......rakyat sejahtera...dsb.....coba kita rasakan sekarang ...buat makan aja kita susah.........lowongan kerja jarang.....dan banyak kesusahan yang lainya...&lt;br /&gt;jadi menurut saya PKS sangat jeli dalam mengambil topik dakwah lewat politiknya..so.........saya sangat setuju dengan iklan PKS...mengenang jasa2 para pahlawan kita....&lt;br /&gt;maju terus PKS....menangkan PEMILU 2009...saya pribadi siap dukung !!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;semoga partai PKS  menjadi media dakwah lewat politik....amien..&lt;br /&gt;wassalamu'alaikum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-7556357872756738924?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/7556357872756738924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=7556357872756738924&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7556357872756738924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7556357872756738924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/11/foto-soeharto-pada-iklan-pks-partai.html' title='Foto Soeharto Pada Iklan PKS ( Partai Keadilan Sejahtera )'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SRkpZ1jXNhI/AAAAAAAAAZs/OS4fZcNsxE0/s72-c/aa.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-5878225005381105612</id><published>2008-08-10T10:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T10:32:59.533-07:00</updated><title type='text'>Proposal Nikah</title><content type='html'>Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga¡¨, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di  majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al Qur’an dan Al Hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah  (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.&lt;br /&gt;Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.&lt;br /&gt;Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.&lt;br /&gt;Mendapatkan cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).&lt;br /&gt;Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).&lt;br /&gt;Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan Pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ¡§Man Jadda Wa Jadda¡¨ (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).&lt;br /&gt;Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).&lt;br /&gt;Termasuk  tathhir (mensucikan diri).&lt;br /&gt;Secara materi, Insya Allah siap. ¡§Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya¡¨  (Qs. At Thalaq (65) : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.&lt;br /&gt;Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.&lt;br /&gt;Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.&lt;br /&gt;Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.&lt;br /&gt;Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad) dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na’udzubillahi min dzalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang: Ir, DR, SE, SH, ST, PhD dsb.&lt;br /&gt;Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari  manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)&lt;br /&gt;Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.&lt;br /&gt;Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki Niat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innamal a’malu binniyat……. Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Ketika Memilih Pendamping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”. (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ¡§Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : “Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)..Subhanallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. “Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a : Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan (”Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama” - Qs. Al Ahzab (33),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meraih Pernikahan Ruhani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS  PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs. Al Maidaah (5) : 87).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan “Jazakumullah Khairan katsiira”. “Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-5878225005381105612?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/5878225005381105612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=5878225005381105612&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5878225005381105612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5878225005381105612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/proposal-nikah.html' title='Proposal Nikah'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-5464061034720642608</id><published>2008-08-06T03:00:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T03:02:08.198-07:00</updated><title type='text'>Sheikh Abdulaziz Bin Baz</title><content type='html'>Sheikh Abdulaziz Bin Baz     &lt;br /&gt;             &lt;br /&gt; His Childhood and Youth     &lt;br /&gt;        The sheikh’s father died when he was only three placing, therefore, a big responsibility on his mother to raise the sheikh. As  a matter of fact, when asked about his childhood, the sheikh said, “my father died when I was three years old; and I only had my mother who took care of me and educated me encouraging me to learn more about Shariah [Islamic Law]; she also died when I was twenty six.” In fact, his mother played an important role in bringing him up and later in directing him toward memorizing the Qur’an, at the age of fourteen, and studying different Islamic books. Life was not easy for the sheikh; when he was thirteen or so, he had to work with his older brother, Muhammad, selling “Bshuts”, men’s gowns, on the market. Despite the fact that he helped a great deal in supporting his family, he had never forgotten to study Qur’an, Hadith, Fiqh (Jurisprudence), and Tafsir. In 1346 H, when the sheikh was sixteen, he started losing his eyesight after being afflicted with a serious infection in his eyes. By the time he was twenty, he had totally lost his sight and become blind. Nonetheless, his thirst for knowledge was unquenchable; he dedicated his full time to studying Islamic books benefiting and learning from different sheikhs.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His Education      &lt;br /&gt;     At that time, there were no schools like today. However, the sheikh managed to gain a great deal of Islamic knowledge through his constant reading of Islamic literature as well as his accompaniment to different scholars and sheiks whom he learned and benefited from a lot. Some of these sheikhs are:&lt;br /&gt;1. sheikh Muhammad Bin Ibraheem Bin Abdullateef AlAsheikh. Bin baz had stayed with this sheikh for almost ten years. He was later chosen by his sheikh to be the judge of Al-Kharj.&lt;br /&gt;2. sheikh Muhammad Bin Abdullateef Bin Hassan AlAsheikh.&lt;br /&gt;3. sheikh Sa’ad Bin Hamad Bin Ateeque, the judge of Riyadh city at that time.&lt;br /&gt;4. sheikh Hammed Bin Farris; Bin Baz benefited a lot from this sheikh in the field of Arabic grammar.&lt;br /&gt;5. sheikh Sa’ad Wakhas AlBukhari, one of Makkah’s best scholars in Tajweed (mastery of reading the Holy Qur'an’an).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Job Titles      &lt;br /&gt;      The sheikh had assumed a number of posts and responsibilities such as &lt;br /&gt;1. the judge of Kharj; upon the recommendation of sheikh Muhammad Bin Abdullateef AlAsheikh, sheikh Bin Baz was appointed as the judge of Al-Kharj from 1357 H to 1371 H.&lt;br /&gt;2. in 1371 H and after spending fourteen years in Al-Kharj as a judge, he was transferred t Riyadh where he became a teacher in the Riyadh Institute of Science, he taught in the Faculty of Shariah [Islamic Law] from 1373 H to 1381 H.&lt;br /&gt;3. in 1381 H  he was then appointed Vice President, and later President, of the Islamic University in Madinah.&lt;br /&gt;4. in 1395 H a royal decree named him Chairman of the [Government] Department of Scientific Research and Ifta [guidance] with the rank of Minister.&lt;br /&gt;5. and in 1414 H  he was appointed Grand Mufti of the Kingdom of Saudi Arabia and Head of the Council of Ulema (Senior Scholars). Over the years, he held a large number of positions as president or member of various Islamic councils and committees, and chaired a number of conferences both within the Kingdom and overseas, in addition to writing a great number of books in different fields and issuing a large body of fatwa [religious decrees]. In 1402 H he was awarded the King Faisal International Prize for Service to Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His Achievements     &lt;br /&gt;      Indeed the sheikh had set an example to the Muslim youth wherever they may be; his main concern besides studying Shariah was Da’wah both inside and outside the country. Sheikh Bin Baz also had undertaken a number of charitable organizations and activities such as: &lt;br /&gt;1. his endless support for Da’wah organizations and Islamic centers all over the world.&lt;br /&gt;2. the establishment and supervision of schools for teaching the Holy Qur'an.&lt;br /&gt;3. the foundation of an organization that facilitates marriage for Muslim youth.&lt;br /&gt;4. the popular radio program, Nurun AlaDarb [light on the path], which hosting one of the sheikhs, discusses a lot of problems answering different questions by listeners as well as providing fatwa if needed. This program is considered one the most radio programs ever broadcast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His Books and Writings &lt;br /&gt;      Although sheikh Bin Baz was busy with so many things in his life including his job as minister, he managed to write a good  number of books on different issues. The number of books written by sheikh Bin Baz exceeds sixty and it is hard to name them all in here; however, the subject matter that he mainly wrote on was Hadith, Tafsir, Fara'ed’ed, Tawheed, Fiqh and also a great deal of books on Sa’lat, Za'kat, Da’wah, Hajj and Umrah.&lt;br /&gt;His Lectures and Lessons &lt;br /&gt;      Sheikh Bin Baz life was full of lectures and sermons which he delivered in public or privately at his mosque. Like his books, his lectures and sermons were so many but they revolved majorly around the situation of the Muslim world and around issues that concerned the Islamic Ummah [nation]. In addition, the sheikhs time was devoted to the lessons he gave after Fajer prayer, giving fatwa during the day, meeting delegates from Muslim countries and sitting with the people after Maghrib prayer to solve their problems and offer help as much as he could. He also used to invite people after Isha prayer to have lunch with him.&lt;br /&gt;His Death &lt;br /&gt;     On Thursday morning May 13, 1999 and at the age of ninety, sheikh Bin Baz died. The next day, following Friday prayer, Custodian of the Two Holy Mosques King Fahad bin Abdulaziz, Crown prince Abdullah, Prince Sultan, sheikhs, scholars and hundreds of thousands of people performed funeral prayers at the Holy Mosque in Makkah for late sheikh Abulaziz Bin abdullah Bin Baz .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-5464061034720642608?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/5464061034720642608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=5464061034720642608&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5464061034720642608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5464061034720642608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/sheikh-abdulaziz-bin-baz.html' title='Sheikh Abdulaziz Bin Baz'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-2225780132228228086</id><published>2008-08-06T02:59:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T03:00:51.603-07:00</updated><title type='text'>Utsman bin Mazh'un radhiallahu 'anhu</title><content type='html'>Utsman bin Mazh'un radhiallahu 'anhu&lt;br /&gt;YANG PERNAH MENGABAIKAN KESENANGAN HIDUP DUNIAWI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya anda hendak bermaksud menyusun daftar nama-nama shahabat Rasulullah saw menurut urutan masa masuknya ke dalam Agama Islam, maka pada urutan keempat belas tentulah anda akan tempatkan Utsman bin Mazh'un . · · · &lt;br /&gt;Anda ketahui pula bahwa Utsman bin Mazh'un ini seorang Muhajirin yang mula pertama wafat di Madinah, sebagaimana ia adalah pula orang Islam pertama yang dimakamkan di Baqi' ... · &lt;br /&gt;Dan akhirnya ketahuilah bahwa shahabat mulia yang sedang anda tela'ah riwayat hidupnya sekarang ini, adalah seorang suci yang agung tapi bukan dari kalangan yang suka memencilkan diri, ia seorang suci yang terjun di arena kehidupan Dan kesuciannya itu berupa amal yang tidak henti-hentinya dalam menempuh jalan kebenaran, serta ketekunannya yang pantang menyerah dalam mencapai kemashlahatan dan kebaikan.. ·· &lt;br /&gt;Tatkala Agama Islam cahayanya mulai menyinar dari kalbu Rasulullah saw dan dari ucapan-ucapan yang disampaikannya di beberapa majlis, baik secara diam-diam maupun terang-terangan, maka Utsman bin Mazh'un adalah salah seorang dari beberapa gelintir manusia yang segera menerima panggilan Ilahi dan menggabungkan diri ke dalam kelompok pengikut Rasulullah .... Dan ia ditempa oleh berbagai derita dan siksa, sebagaimana dialami oleh orang-orang Mu'min lainnya, dari golongan berhati tabah dan shabar.... &lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw mengutamakan keselamatan golongan kecil dari orang-orang beriman dan teraniaya ini, dengan jalan menyuruh mereka berhijrah ke Habsyi, dan beliau siap menghadapi bahaya seorang diri, maka Utsman bin Mazh'un terpilih sebagai pemimpin rombongan pertama dari muhajirin ini. Dengan membawa puteranya yang bemama Saib, dihadapkannya muka dan dilangkahkannya kaki ke suatu negeri yang jauh, menghindar dari tiap daya musuh Allah Abu Jahal, dan kebuasan orang Quraisy serta kekejaman siksa mereka .... &lt;br /&gt;Dan sebagaimana muhajirin ke Habsyi lainnyaa pada kedua hijrah tersebut, yakni yang pertama dan yang kedua, maka tekad dan kemauan Utsman untuk berpegang teguh pada Agama Islam kian bertambah besar. &lt;br /&gt;Memang, kedua hijrah ke Habsyi itu telah menampilkan corak perjuangan tersendiri yang mantap dalam sejarah ummat Islam.  Orang-orang yang beriman dan mengakui kebenaran Rasulullah saw serta mengikuti Nur Ilahi yang diturunkan kepada beliau, telah merasa muak terhadap pemujaan berhala dengan segala kesesatan dan kebodohannya. Dalam diri mereka masing-masing telah tertanam fithrah yang benar yang tidak bersedia lagi menyembah patung-patung yang dipahat dari batu atau dibentuk dari tanah liat…..! &lt;br /&gt;Dan ketika mereka berada di Habsyi, di sana mereka menghadapi suatu agama yang teratur dan tersebar luas, mempunyai gereja-gereja, rahib-rahib serta pendeta-pendeta. Serta agama itu jauh dari agama berhala yang telah mereka kenal di negeri mereka, begitu juga cara penyembahan patung-patung dengan bentuknya yang tidak asing lagi serta dengan upacara-upacara ibadat yang biasa mereka saksikan di kampung halaman mereka. Dan tentulah pula orang-orang gereja di negeri Habsyi itu telah berusaha sekuat daya untuk menarik orang-orang muhajirin ke dalam agama mereka, dan meyakinkan kebenaran agama Masehi. &lt;br /&gt;Tetapi semua yang kita sebutkan tadi mendorong Kaum Muhajirin berketetapan hati dan tidak beranjak dari kecintaan mereka yang mendalam terhadap Islam dan terhadap Muhammad Rasulullah saw. .... Dengan hati rindu dan gelisah mereka menunggu suatu saat yang telah dekat, untuk dapat pulang ke kampung halaman tercinta, untuk ber'ibadat kepada Allah yang Maha Esa dan berdiri di belakang Nabi Besar, baik dalam mesjid di waktu damai, maupun di medan tempur di saat mempertahankan diri dari ancaman kaum musyrikin .... &lt;br /&gt;Demikianlah Kaum Muhajirin tinggal di Habsyi dalam keadaan aman dan tenteram, termasuk di antaranya Utsman bin Mazh'un yang dalam perantauannya itu tidak dapat melupakan rencana-rencana jahat saudara sepupunya Umayah bin Khalaf dan bencana siksa yang ditimpakan atas dirinya. &lt;br /&gt;Maka dihiburlah dirinya dengan menggubah sya'ir yang berisikan sindiran dan peringatan terhadap saudaranya itu, katanya: &lt;br /&gt;"Kamu melengkapi panah dengan bulu-bulunya&lt;br /&gt;Kamu runcing ia setajam-tajamnya&lt;br /&gt;Kamu perangi orang-orang yang suci lagi mulia&lt;br /&gt;Kamu celahan orang-orang yang berwibawa&lt;br /&gt;Ingatlah nanti saat bahaya datang menimpa&lt;br /&gt;Perbuatanmu akan mendapat balasan dari rakyatielata': &lt;br /&gt;Dan tatkala orang-orang muhajirin di tempat mereka hijrah itu  beribadat  kepada  Allah  dengan  tekun serta mempelajari ayat-ayat al-quran yang ada pada mereka, dan walaupun dalam perantauan tapi memiliki jiwa yang hidup dan bergejolak..., tiba-tiba sampailah berita kepada mereka bahwa orang-orang Quraisy telah menganut Islam, dan mengikuti Rasulullah bersujud kepada Allah .... &lt;br /&gt;Maka bangkitlah orang-orang muhajirin mengemasi barang-barang mereka, dan bagaikan terbang mereka berangkat ke Mekah, dibawa oleh kerinduan dan didorong cinta pada kampung halaman. Tetapi baru saja mereka sampai di dekat kota, ternyatalah berita tentang masuk Islamnya orang-orang Quraisy itu hanyalah dusta belaka. &lt;br /&gt;Ketika itu mereka merasa amat terpukul karena telah berlaku ceroboh dan tergesa-gesa. Tetapi betapa mereka akan kembali, padahal kota Mekah telah berada di hadapan mereka...? &lt;br /&gt;Dalam pada itu orang-orang musyrik di kota Mekah telah mendengar datangnya buronan yang telah lama mereka kejar-kejar dan pasang perangkap untuk menangkapnya. Dan sekarang ..., datanglah sudah saat mereka, dan nasib telah membawa mereka ke tempat ini.... ! &lt;br /&gt;Perlindungan, ketika itu merupakan suatu tradisi di antara tradisi-tradisi Arab yang memiliki kekudusan dan dihormati. &lt;br /&gt;Sekiranya ada seorang yang lemah yang beruntung masuk dalam perlindungan salah seorang pemuka Quraisy, maka ia akan berada dalam suatu pertahanan yang kokoh, hingga darahnya tak boleh ditumpahkan dan keamanan dirinya dan perlu dikhawatirkan. &lt;br /&gt;Sebenarya orang-orang yang mencari perlindungan itu tidaklah sama kemampuan mereka untuk mendapatkannya. Itulah sebabnya hanya sebagian kecil saja yang berhasil, termasuk di antaranya Utsman bin Mazh'un yang berada dalam perlindungan Walid bin Mughirah. Ia masuk ke dalam kota Mekah dalam keadaan aman dan tenteram, dan menyeberangi jalan serta gang-gangnya, menghadiri tempat-tempat pertemuan tanpa khawatir akan kedhaliman dan marabahaya .... &lt;br /&gt;Tetapi Ibnu Mazh'un, laki-iaki yang ditempa al-Quran dan dididik oleh Muhammad saw. ini memperhatikan keadaan sekelilingya. Dilihatnya saudara-saudara sesama Muslimin, yakni golongan faqir miskin dan orang-orang yang tidak berdaya, tiada mendapatkan perlindungan dan tidak mendapatkan orang yang sedia melindungi mereka.... &lt;br /&gt;Dilihatnya mereka diterkam bahaya dari segala jurusan, dikejar kedhaliman dari setiap jalan. Sementara is sendiri aman tenteram, terhindar dari gangguan bangsanya. Maka ruhnya yang biasa bebas itu berontak, dan perasaannya yang mulai bergejolak, dan menyesallah ia atas tindakan yang telah diambilnya. &lt;br /&gt;Utsman keluar dari rumah dengan niat yang bulat' dan tekad yang pasti hendak menanggalkan perlindungan yang dipikul Walid. Selama itu perlindungan tersebut telah menjadi penghalang baginya untuk dapat menikmati derita dijalan Allah dan kehormatan senasib sepenanggungan bersama saudaranya Kaum Muslimin. Kaum Muslimin merupakan tunas-tunas dunia beriman dan generasi alam baru yang esok pagi akan terpancar cahaya keseluruh penjuru, cahaya keimanan dan ketauhidan….. &lt;br /&gt;Maka marilah kita dengar cerita dari saksi mata yang melukiskan bagi kita peristiwa yang telah terjadi, katanya &lt;br /&gt;"Ketika Utsman bin Mazh'un menyaksikan penderitaan yang dialami oleh para sahabat Rasulullah SAW, sementara ia sendiri pulang pergi dengan aman dan tenteram disebabkan perlindungan Walid bin Mughirah, katanya: 'Demi Allah, sesungguhnya mondar-mandirku dalam keadaan aman disebabkan perlindungan seorang tokoh golongan musyrik, sedang teman-teman sejawat dan kawan-kawan seagama menderita adzab dan siksa yang tidak kualami, merupakan suatu kerugian besar bagiku…..! &lt;br /&gt;Lalu ia pergi mendapatkan Walid bin Mughirah, katanya: "Wahai Abu Abdi Syams, cukuplah sudah perlindungan anda…." &lt;br /&gt;"Kenapa wahai keponakanku…?" ujar Walid, mungkin ada salah seorang anak buahku yang menggangumu…?" &lt;br /&gt;'Tidak", ujar Utsman, "hanya saya ingin berlindung kepada Allah, dan tak suka lagi kepada lain-Nya…..!" Karenanya pergilah anda ke mesjid serta umumkanlah maksudku ini secara terbuka seperti anda dahulu mengumumkan perlindungan terhadap diriku!" &lt;br /&gt;lalu pergilah mereka berdua ke mesjid, maka kata Walid: "Utsman ini datang untuk mengembalikan kepadaku jaminan perlindungan terhadap dirinya". &lt;br /&gt;Ulas Utsman: "Begitulah kiranya apa yang dikatakan itu…., ternyata ia seorang yang memegang teguh janjinya……,hanya keinginan saya agar tidak lagi mencari perlindungan kecuali kepada Allah Ta'ala .. .!" &lt;br /&gt;Setelah itu Utsman pun berlalu, sedang di salah satu gedung pertemuan kaum Quraisy, Lubaid bin Rabi'ah menggubah sebuah sya'ir dan melagukannya di hadapan mereka, hingga Utsman jadi tertarik karenanya dan ikut duduk bersama mereka. &lt;br /&gt;Kata Lubaid:&lt;br /&gt;"Ingatlah bahwa apa juga yang terdapat di bawah:kolong ini selain daripada Allah adalah hampa!"&lt;br /&gt;"Benar ucapan anda itu", kata Utsman menanggapinya.&lt;br /&gt;Kata Lubaid lagi:&lt;br /&gt;"Dan semua kesenangan, tak dapat tiada lenyap dan sirna!"&lt;br /&gt;"Itu dusta!", kata Utsman, "karena kesenangan surga takkanlenyap.. .". &lt;br /&gt;Kata Lubaid: "Hai orang-orang Quraisy! Demi Allah, tak pernah aku sebagai teman duduk kalian disakiti orang selama ini. Bagai mana sikap kalian kalau ini terjadi?" &lt;br /&gt;Maka berkatalah salah seorang di antara mereka: "Si toloI ini telah meninggalkan agama kita .. .! Jadi tak usah digubris apa ucapannya!" &lt;br /&gt;Utsman membalas ucapannya itu hingga di antara mereka tejadi pertengkaran. Orang itu tiba-tiba bangkit mendekati Utsman lalu meninjunya hingga tepat mengenai matanya, sementara Walid bin Mughirah masih berada di dekat itu dan menyaksikan apa yang terjadi. Maka katanya kepada Utsman: "Wahai keponakanku, jika matamu kebal terhadap bahaya yang menimpa, maka sungguh, benteng perlindunganmu amat tangguh ...!' &lt;br /&gt;Ujar Utsman: "Tidak, bahkan mataku yang sehat ini amat membutuhkan pula pukulan yang telah dialami saudaranya di jalan Allah .. .! Dan sungguh wahai Abu Abdi Syamas, saya berada dalam perlindungan Allah yang lebih kuat dan lebih mampu daripadamu!" &lt;br /&gt;"Ayuhlah Utsman", kata Walid pula, "jika kamu ingin, kembalilah masuk ke dalam perlindunganku ...!"&lt;br /&gt;"Terima kasih ...!" ujar Ibnu Mazh'un menolak tawaran itu. &lt;br /&gt;Ibnu Mazh'un meninggalkan tempat itu, tempat terjadinya peristiwa tersebut dengan mata yang pedih dan kesakitan, tetapi jiwanya yang besar memancarkan keteguhan hati dan kesejahteraan serta penuh harapan.... &lt;br /&gt;Di tengah jalan menuju rumahnya dengan gembira ia mendendangkan pantun ini:&lt;br /&gt;"Andaikata dalam mencapai ridla Ilahi&lt;br /&gt;Mata.ku ditinju tangan jahil orang mulhidi&lt;br /&gt;Maka Yang Maha Rahman telah menyediakan imbalannya&lt;br /&gt;Karena siapa yang diridlai-Nya pasti berbahagia&lt;br /&gt;Hai ummat, walau menurut katamu daku ini sesat&lt;br /&gt;Daku 'kan tetap dalam Agama Rasul, Muhammad&lt;br /&gt;Dan tujuanku tiada lain hanyalah Allah dan Agama yang haq&lt;br /&gt;Waiaupun lawan berbuat aniaya dan semena-mena". &lt;br /&gt;Demikian Utsman bin Mazh'un memberikan contoh dan teladan utama yang memang layak dan sewajamya.... &lt;br /&gt;Dan demikianlah pula lembaran kehidupan ini menyaksikan suatu pribadi utama yang telah menyemarakkan wujud ini dengan harum semerbak disebabkan pendiriannya yang luar biasa dan kata-kata bersa;irapnya yang abadi dan mempesona: &lt;br /&gt;"Demi Allah, sesungguhnya sebelah mataku yang sehat ini amat membutuhkan pukulan yang telah dialami saudaranya di jalan Allah ...! Dan sungguh, saat ini saya berada dalam perlindungan Allah yang lebih kuat dan lebih mampu daripadamu.. .!" &lt;br /&gt;Dan setelah dikembalikannya perlindungan kepada Walid, maka Utsman menemui siksaan dari orang-orang Quraisy. Tetapi dengan itu ia tidak merana, sebaliknya bahagia, sungguh-sungguh bahagia.. .! &lt;br /&gt;Siksaan itu tak ubahnya bagai api yang menyebabkan keimanannya menjadi matang dan bertambah murni .... &lt;br /&gt;Demikianlah, ia maju ke depan bersama saudara-saudara yang beriman, tidak gentar oleh ancaman, dan tidak mundur oleh bahaya &lt;br /&gt;Utsman melakukan hijrah pula ke Madinah, hingga tidak diusik lagi oleh Abu Lahab, Umayah,'Utbah atau oleh gembong-gembong lainnya yang telah sekian lama menyebabkan mereka tak dapat menidurkan mata di malam hari, dan bergerak bebas di siang hari. &lt;br /&gt;Ia berangkat ke Madinah bersama rombongan shahabat-shahabat utama yang dengan keteguhan dan ketabahan hati mereka telah lulus dalam ujian yang telah mencapai puncak &lt;br /&gt;kesulitan dan kesukarannya, dan dari pintu gerbang yang luas dari kota itu nanti mereka akan melanjutkan pengembaraan ke seluruh pelosok bumi, membawa dan mengibarkan panji-panji Ilahi, serta menyampaikan berita gembira dengan kalimat-kalimat dan ayat-ayat petunjuk-Nya .... &lt;br /&gt;Dan di kota hijrah Madinah al-Munawwarah itu tersingkaplah kepribadian yang sebenamya dari Utsman bin Mazh'un, tak ubah bagai batu permata yang telah diasah, dan ternyatalah kebesaran jiwanya yang istimewa. Kiranya ia seorang ahli ibadah, seorang zahid, yang mengkhususkan diri dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Ilahi .... &lt;br /&gt;Dan ternyata bahwa ia adalah orang suci dan mulia lagi bijaksana, yang tidak mengurung diri untuk tidak menjauhi kehidupan duniawi, tetapi orang suci luar biasa yang mengisi kehidupannya dengan amal dan karya serta jihad dan berjuang di jalan Allah .... &lt;br /&gt;Memang, ia adalah seorang rahib di larut malam, dan orang berkuda di waktu siang, bahkan ia adalah seorang rahib baik di waktu siang maupun di waktu malam, dan di samping itu sekaligus juga orang berkuda yang berjuang siang dan malam ... ! &lt;br /&gt;Dan jika para shahabat Rasulullah saw. apalagi di kala itu, semua bejiwa zuhud dan gemar beribadat, tetapi Ibnu Mazh'un memiliki ciri-ciri khash .... Dalam zuhud dan ibadatnya ia amat tekun dan mencapai puncak tertinggi, hingga corak kehidupannya, baik siang maupun malam dialihkannya menjadi shalat yang teuus-menerus dan tasbih yang tiada henti-hentinya. &lt;br /&gt;Rupanya ia setelah merasakan manisnya keasyikan beribadat itu, ia pun bermaksud hendak memutuskan hubungan dengan segala kesenangan dan kemewahan dunia. &lt;br /&gt;Ia tak hendak memakai pakaian kecuali yang kasar, dan tak hendak makan makanan selain yang amat bersahaja. &lt;br /&gt;Pada suatu hari ia masuk masjid, dengan pakaian usang yang telah sobek-sobek yang ditambalnya dengan kulit unta, sementara Rasulullah sedang duduk-duduk bersama para shahabatnya. &lt;br /&gt;Hati Rasulullah pun bagaikan disayat melihat itu, begitu juga para shahabat, air mata mereka mengalir karenanya. Maka tanya Rasulullah saw. kepada mereka: &lt;br /&gt;"Bagaimana pendapat kalian, bila kalian punya pakaian satu stel untuk pakaian pagi dan sore hari diganti dengan stelan lainnya ... kemudian disiapkan di depan kalian suatu perangkat wadah makanan sebagai ganti perangkat lainnya yang telah diangkat ... serta kalian dapat menutupi rumah-rumah kediaman kalian sebagaimana Ka 'bah bertutup..." &lt;br /&gt;"Kami ingin hal itu dapat terjadi, wahai Rasulullah', ujar mereka, "hingga Kita dapat mengalami hidup ma'mur dan bahagia... !" &lt;br /&gt;Maka sabda Rasulullah saw, pula: "Sesungguhnya hal itu telah terjadi ... ! Keadaan kalian sekarang ini lebih baik dari keadaan kalian waktu lalu ... !" &lt;br /&gt;Tetapi Ibnu Mazh'un yang turut mendengar percakapan itu bertambah tekun menjalani kehidupan yang bersahaja dan menghindari sejauh-jauhnya kesenangan dunia ... ! &lt;br /&gt;Bahkan sampai-sampai kepada menggauli isterinya ia tak hendak dan menahan diri, seandainya hal itu tidak diketahui oleh Rasulullah saw. yang segera memanggil dan menyampaikan kepadanya:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya keluargamu itu mempunyai hak atas dirimu….!" &lt;br /&gt;Ibnu Maz·h'un amat disayangi oleh Rasu!uilah saw. ....&lt;br /&gt;Dan tatkala ruhnya yang suci itu berkemas-kemas hendak berangkat, hingga dengan demikian ia merupakan orang muhajirin  pertama  yang  wafat  di  Madinah,  dan yang mula-mula merintis jalan menuju surga, maka Rasulullah saw berada di sisinya. &lt;br /&gt;Rasulullah  saw.  membungkuk  menciumi  kening  Ibnu Mazh'un serta membasahi kedua pipinya dengan air yang berderai dari kedua mata beliau yang diliputi santun dan duka cita hingga di saat kematiannya. Wajah Utsman tampak bersinar gilang-gemilang .... &lt;br /&gt;Dan bersabdalah Rasulullah saw. melepas shahabatnya yang tercinta itu:&lt;br /&gt;"Semoga Allah memberimu rahmat, wahai Abu Saib .... &lt;br /&gt;Kamu pergi meninggalkan dunia, tak satu keuntunganpun yang kamu peroleh daripadanya, serta tak satu kerugian pun yang dideritanya daripadamu." &lt;br /&gt;Dan sepeninggal shahabatnya, Rasulullah yang amat penyantun itu tidak pernah melupakannya, selalu ingat dan memujinya .... Bahkan untuk melepas puteri beliau Rukayah, Yakni ketika nyawanya hendak melayang, adalah kata-kata berikut:&lt;br /&gt;"Pergilah susul pendahulu hita yang pilihan. Utsman bin Mazh'un ...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ Kembali ke Tokoh Sebelumnya ] [ Print artikel ]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-2225780132228228086?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/2225780132228228086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=2225780132228228086&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/2225780132228228086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/2225780132228228086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/utsman-bin-mazhun-radhiallahu-anhu.html' title='Utsman bin Mazh&apos;un radhiallahu &apos;anhu'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-2655358720616734004</id><published>2008-08-06T02:57:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T02:58:56.750-07:00</updated><title type='text'>ZAID BIN HARITSAH</title><content type='html'>ZAID BIN HARITSAH&lt;br /&gt;( TAK ADA ORANG YANG LEBIH DICINTAINYA DARIPADA RASULULLAH )&lt;br /&gt;Bagian : 1  , dari 2 tulisan &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri melepas balatentara Islam yang akan berangkat menuju medan perang Muktah, melawan orang-orang Romawi. Beliau mengumumkan tiga nama yang akan memegang pimpinan dalam pasukan secara berurutan, sabdanya: &lt;br /&gt;"Kalian semua berada di bawah pimpinan Zaid bin Haritsah! Seandainya ia tewas, pimpinan akan liambil alih oleh Ja'far bin Abi Thalib; dan seandainya Ja'far tewas pula, maka komando hendaklah dipegang oleh Abdullah ibnul Ra wahah ". &lt;br /&gt;Siapakah Zaid bin Haritsah itu? Bagaimanakah orangnya? Siapakah pribadi yang bergelar "Pencinta Rasulullah ltu"' &lt;br /&gt;Tampang dan perawakannya biasa saja, pendek dengan kulit coklat kemerah-merahan, dan hidung yang agak pesek. Demikian yang dilukiskan oleh ahli sejarah dan riwayat. Tetapi sejarah hidupnya hebat dan besar. &lt;br /&gt;Sudah lama sekali Su'da isteri Haritsah berniat hendak berziarah ke kaum keluarganya di kampung Bani Ma'an. Ia sudah gelisah dan seakan-akan tak shabar lagi menunggu waktu keberangkatannya. Pada suatu pagi yang cerah, suaminya ialah ayah Zaid, mempersiapkan kendaraan dan perbekalan untuk keperluan itu. Kelihatan Su'da sedang menggendong anaknya yang masih kecil, Zaid bin Haritsah. Di waktu ia akan menitipkan isteri  dan  anaknya  kepada  rombongan  kafilah  yang  akan berangkat bersama dengan isterinya, dan ia harus menunaikan tugas pekerjaannya, menyelinaplah rasa sedih di hatinya, disertai perasaan aneh, menyuruh agar ia turut serta mendampingi anak dan isterinya. Akhirnya perasaan gundah itu hilang jua. Kafilah pun mulai bergerak memulai perjalanannya meninggalkan kampung itu, dan tibalah waktunya bagi Haritsah untuk mengucapkan selamat jalan bagi putera dan isterinya .... &lt;br /&gt;Demikianiah, ia melepas isteri dan anaknya dengan air mata berlinang. Lama ia diam terpaku di tempat berdirinya sampai keduanya lenyap dari pandangan. Haritsah merasakan hatinya tergoncang, seolah-olah tidak berada di tempatnya yang biasa. &lt;br /&gt;Ia hanyut dibawa perasaan seolah-olah ikut berangkat bersama rombongan kafilah.&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama Su'da berdiam bersama kaum keluarganya di kampung Bani Ma'an,.hingga di suatu hari, desa itu dikejutkan oleh serangan gerombolan perampok badui yang menggerayangi desa tersebut. &lt;br /&gt;Mampung itu habis porak poranda, karena tak dapat mempertahankan diri. Semua milik yang berharga dikuras habis dan penduduk yang tertawan digiring oleh para perampok itu sebagai tawanan, termasuk si kecil Zaid bin Haritsah. Dengan perasaan duka kembalilah ibu Zaid kepada suaminya seorang diri. &lt;br /&gt;Demi Haritsah mengetahui kejadian tersebut, ia pun jatuh tak sadarkan diri. Dengan tongkat di pundaknya ia berjalan mencari anaknya. Kampung demi kampung diselidikinya, padang pasir dijelajahinya. Dia bertanya pada kabilah yang lewat, kalau-kalau ada yang tahu tentang anaknya tersayang dan buah hatinya  "Zaid" &lt;br /&gt;Tetapi usaha itu tidak berhasil. Maka bersyairlah ia menghibur diri sambil menuntun untanya, yang diucapkannya dari lubuk perasaan yang haru: &lt;br /&gt;"Kutangisi Zaid, ku tak tahu apa yang telah terjadi, &lt;br /&gt;Dapatkah ia diharapkan hidup, atau telah mati.&lt;br /&gt;Demi AIlah ku tak tahu, sungguh aku hanya bertanya.&lt;br /&gt;Apakah di lembah ia celaka atau di bukit ia binasa.&lt;br /&gt;Di kala matahari terbit ku terkenang padanya. &lt;br /&gt;BiIa surya terbenam ingatan kembali menjelma.&lt;br /&gt;Tiupan angin yang membangkitlkan kerinduan pula,&lt;br /&gt;Wahai, alangkah lamanya duka nestapa diriku jadi merana" &lt;br /&gt;Perbudakan sudah berabad-abad dianggap sebagai suatu keharusan yang dituntut oleh kondisi masyarakat pada zaman itu. Begitu terjadi di Athena Yunani, begitu di kota Roma, dan begitu pula di seantero dunia, dan tidak terkecuali di jazirah Arab sendiri. &lt;br /&gt;Syahdan di kala kabilah perampok yang menyerang desa Bani Ma'an berhasil dengan rampokannya, mereka pergi menjualkan barang-barang dan tawanan hasil rampokannya ke pasar 'Ukadz yang sedang berlangsung waktu itu. Si kecil Zaid dibeli oleh Hakim bin Hizam dan pada kemudian harinya ia memberikannya kepada mak ciknya Siti Khadijah. Pada waktu itu Khadijah radliyallahu 'anha telah menjadi isteri Muhammad bin abdillah (sebelum diangkat menjadi Rasul dengan turunnya wahyu yang pertama).Sementara pribadinya yang agung, telah memperlihatkan segala sifat-sifat kebesaran yang istimewa, yang dipersiapkan Allah untuk kelak dapat diangkat-Nya sebagai Rasul-Nya. &lt;br /&gt;Selanjutnya Khadijah memberikan khadamnya Zaid sebagai pelayan bagi Rasulullah. Beliau menerimanya dengan segala senang hati, lalu segera memerdekakannya. Dari pribadinya yang besar dan jiwanya yang mulia, Zaid diasuh dan dididiknya dengan segala kelembutan dan kasih sayang seperti terhadap anak sendiri. &lt;br /&gt;Pada salah satu musim haji, sekelompok orang-orang dari desa Haritsah berjumpa dengan Zaid di Mekah. Mereka menyampaikan kerinduan ayah bundanya kepadanya. Zaid balik menyampaikan pesan salam serta rindu dan hormatnya kepada kedua;orang tuanya. Katanya: kepada para hujjaj atau jamaah haji itu, tolong beritakan kepada kedua orang tuaku, bahwa aku di sini tingal bersama seorang ayah yang paling mulia. &lt;br /&gt;Begitu ayah Zaid mengetahui di mana anaknya berada, segera ia mengatur perjalanan ke Mekah, bersama seorang saudaranya. Di Mekah keduanya langsung menanyakan di mana rumah Muhammad al-Amin (Terpercaya). Setelah berhadapan muka dengan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, Haritsah berkata: "Wahai Ibnu Abdil Mutthalib ..., wahai putera dari pemimpin kaumnya! &lt;br /&gt;Anda termasuk penduduk Tanah Suci yang biasa membebaskan orang tertindas, yang suka memberi makanan para tawanan .... &lt;br /&gt;Kami datang ini kepada anda hendak meminta anak kami. Sudilah kiranya menyerahkan'anak itu kepada kami dan bermurah hatilah menerima uang tebusannya seberapa adanya?" &lt;br /&gt;Rasulullah sendiri mengetahui benar bahwa hati Zaid telah lekat dan terpaut kepadanya, tapi dalam pada itu merasakan pula hak seorang ayah terhadap anaknya. Maka kata Nabi kepada Haritsah: "Panggillah Zaid itu ke sini, suruh ia memilih sendiri. Seandainya dia memilih anda,maka akan saya kembalikan kepada anda tanpa tebusan. Sebaliknya jika ia memilihku, maka demi Allah aku tak hendak menerima tebusan dan tak akan menyerahkan orang yang telah memilihku!" &lt;br /&gt;Mendengar ucapari Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yang demikian, wajah Haritsah berseri-seri kegembiraan, karena tak disangkanya sama sekali kemurahan hati seperti itu, lalu ucapnya:  "Benar-benar anda telah menyadarkan kami dan anda beri pula keinsafan di balik kesadaran itu!" &lt;br /&gt;Kemudian Nabi menyuruh seseorang untuk memanggil Zaid. Setibanya di hadapannya, beliau langsung bertanya: "Tahukah engkau siapa orang-orang ini?" "Ya, tahu", jawab Zaid, "Yang ini ayahku sedang yang seorang lagi adalah pamanku". &lt;br /&gt;Kemudian Nabi mengulangi lagi apa yang telah dikatakannya kepada ayahnya tadi, yaitu tentang kebebasan memilih orang yang disenanginya. &lt;br /&gt;Tanpa berfikir panjang, Zaid menjawab: "Tak ada orang pilihanku kecuali anda! Andalah ayah, dan andalah pamanku!" &lt;br /&gt;Mendengar itu, kedua mata Rasul basah dengan gir mata, karena rasa syukur dan haru. Lain dipegangnya tangan Zaid, dibawanya ke pekarangan Ka'bah, tempat orang-orang Quraisy sedang banyak berkumpul, lain serunya: &lt;br /&gt;"Saksikan oleh halian semua, bahwa mulai saat ini, Zaid adalah anakku ... yang akan menjadi ahli warisku dan aku jadi ahli warisnya': &lt;br /&gt;Mendengar itu hati Haritsah seakan-akan berada di awang-awang karena suka citanya, sebab ia bukan saja telah menemukan kembali anaknya bebas merdeka tanpa tebusan, malah sekarang diangkat anak pula oleh seseorang yang termulia dari suku Quraisy yang terkenal dengan sebutan "Ash-Shadiqul Amin", -- Orang lurus Terpercaya --, keturunan Bani Hasyim, tumpuan penduduk kota Mekah seluruhnya. &lt;br /&gt;Maka kembalilah ayah Zaid dan pamannya kepada kaumnya dengan hati tenteram, meninggalkan anaknya pada seorang pemimpin kota Mekah dalam keadaan aman sentausa, yakni sesudah sekian lama tidak mengetahui apakah ia celaka terguling di lembah atau binasa terkapar di bukit. &lt;br /&gt;Rasulullah telah mengangkat Zaid sebagai anak angkat...,&lt;br /&gt;maka menjadi terkenallah ia di seluruh Mekah dengan nama "Zaid bin Muhammad" .... &lt;br /&gt;Di suatu hari yang cerah seruan wahyu yang pertama datang kepada sayidina Muhammad:&lt;br /&gt;Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang telah menciptakan ! la telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang telah mengajari manusia dengan kalam (pena).&lt;br /&gt;Mengajari manusia apa-apa yang tidah diketahuinya. (Q.S. 96 al-'Alaq; 1 -- 5) &lt;br /&gt;Kemudian susul-menyusul datang wahyu kepada Rasul dengan kalimatnya:&lt;br /&gt;Wahai orang yang berselimut! Bangunlah (siaphan diri), sampaikan peringatan (ajaran Tuhan). Dan agungkan Tuhanmu. (Q.S. 74 al-Muddattsir: 1 - 3) &lt;br /&gt;Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.' Dan jika tidah kamu laksanakan, berarti kamu telah menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah akan melindungimu dari (kejahatan manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (Q.S. 5 al-Maidah: 67) &lt;br /&gt;Maka tak lama setelah Rasul memikul tugas kerasulannya dengan turunnya wahyu itu, jadilah Zaid sebagai orang yang kedua masuk Islam ...,bahkan ada yang mengatakan sebagai orang yang pertama. &lt;br /&gt;Rasul sangat sayang sekali kepada Zaid. Kesayangan Nabi itu  memang  pantas dan wajar, disebabkan kejujurannya yang tak  ada  tandingannya,  kebesaran  jiwanya,  kelembutan  dan kesucian hatinya,  disertai terpelihara lidah  dan tangannya. &lt;br /&gt;Semuanya itu atau yang lebih dari itu menyebahkan Zaid punya kedudukan tersendiri sebagai "Zaid Kesayangan" sebagaimana yang telah dipanggilkan shahabat-shahabat Rasul kepadanya. Berkatalah Saiyidah Aisyah radhiyallah 'anha .: "Setiap Rasulullah mengirimkan suatu pasukan yang disertai oleh Zaid, pastilah ia yang selalu diangkat Nabi jadi pemimpinnya. Seandainya ia masih hidup sesudah Rasul, tentulah ia akan diangkatnya sebagai khalifah!" &lt;br /&gt;Sampai ke tingkat inilah kedudukan Zaid di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  Siapakah sebenamya Zaid ini?&lt;br /&gt;Ia sebagai yang pernah kita katakan, adalah seorang anak yang pernah ditawan, diperjual-belikan, lalu dibebaskan Rasul dan dimerdekakannya. Ia seorang laki-laki yang berperawakan pendek, berkulit coklat kemerahan, hidung pesek; tapi ia adalah manusia yang berhati mantap dan teguh serta berjiwa merdeka. &lt;br /&gt;Dan karena itulah ia mendapat tempat tertinggi di dalam Islam dan di hati Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena Islam dan Rasulnya tidak sedikit juga mementingkan tuah kebangsawanan dan turunan darah, dan tidak pula menilai orang dengan predikat-predikat lahiriahnya. Maka di dalam keluasan faham Agama besar inilah cemerlangnya nama-nama seperti Bilal, Shuhaib, 'Ammar, Khabbab, Usamah dan Zaid. Mereka semua punya kedudukan yang gemilang, baik sebagai orang-orang shaleh maupun sebagai pahlawan perang. &lt;br /&gt;Dengan tandas Islam telah mengumandangkan dalam kitab sucinya al-Quranul Karim tentang nilai-nilai hidup: &lt;br /&gt;"Sesungguhnya semulia-mulia kalian di sisi Allah, ialah yang paling taqwa!"  (Q.S. 49 al-Hujurat: 13) &lt;br /&gt;Islamlah Agama yang membukakan segala pintu dan jalan untuk mengembangkan berbagai bakat yang balk dan cara hidup yang suci, jujur dan direstui Allah .... &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menikahkan Zaid dengan Zainab anak makciknya. Ternyata kemudian kesediaan Zainab memasuki tangga perkawinan dengan Zaid, hanya karena rasa enggan menolak anjuran dan syafa'at Rasulullah, dan karena tak sampai hati  menyatakan  enggan  terhadap  Zaid sendiri. Kehidupan rumah tangga dan perkawinan mereka yang tak dapat bertahan lama, karena tiadanya tali pengikat yaitu cinta yang ikhlas karena Allah dari Zainab, sehingga berakhir dengan perceraian. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil tanggung jawab terhadap rumah tangga Zaid yang telah pecah itu. Pertama merangkul Zainab dengan menikahinya sebagai isterinya, kemudian mencarikan isteri baru bagi Zaid dengan mengawinkannya dengan Ummu Kaltsum binti 'Uqbah. &lt;br /&gt;Disebabkan peristiwa tersebut di atas terjadi kegoncangan dalam masyarakat kota Madinah. Meueka melemparkan kecaman, kenapa Rasul menikahi bekas isteri anak angkatnya? &lt;br /&gt;Tantangan dan kecaman ini dijawab Allah dengan wahyu-Nya, yang membedakan antara anak angkat dan anak kandung atau annak adaptasi dengan anak sebenamya, sekaligus membatalkan adat kebiasaan yang berlaku selama itu. Pernyataan wahyu itu berbunyi sebagai berikut: &lt;br /&gt;Muhammad bukanlah bapah dari seorang laki-laki (yang ada bersama) kalian. Tetapi ia adalah Rasul Allah dan Nabipenutup. (Q.S. 33 al-Ahzab: 40) &lt;br /&gt;Dengan demikian kembali Zaid dipanggil dengan namanya semula "Zaid bin Haritsah" &lt;br /&gt;Dan sekarang ....&lt;br /&gt;Tahukah anda bahwa kekuatan Islam yang pernah maju medan perang "Al-Jumuh" komandannya adalah Zaid bin Haritsah? Dan kekuatan-kekuatan lasykar Islam yang bergerak maju ke medan pertempuran at-Tharaf, al-'Ish, al-Hismi dan lainnya, panglima pasukannya, adalah Zaid bin Haritsah juga? &lt;br /&gt;Begitulah sebagaimana yang pernah kita dengar dari Ummil Mu'minin 'Aisyah radhiyallah 'anha tadi: "Setiap Nabi mengirimkan Zaid dalam suatu pasukan, pasti ia yang diangkat jadi pemimpinnya'" &lt;br /&gt;Akhirnya datanglah perang Muktah yang terkenal itu ....&lt;br /&gt;Adapun orang-orang Romawi dengan kerajaan mereka yang telah tua bangka, secara diam-diam mulai cemas dan takut terhadap kekuatan Islam, bahkan mereka melihat adanya bahaya besar yang dapat mengancam keselamatan dan wujud mereka. &lt;br /&gt;Terutama di daerah jajahan mereka Syam (Syria) yang berbatasan dengan negara dari Agama baru ini, yang senantiasa bergerak maju dalam membebaskan negara-negara tetangganya dari cengkeraman penjajah. Bertolak dari pikiran demikian, mereka hendak mengambil Syria sebagai batu loncatan untuk menaklukkan jazirah Arab dan negeri-negeri Islam. &lt;br /&gt;Gerak-gerik orang-orang Romawi dan tujuan terakhir mereka yang hendak menumpas kekuatan Islam dapat tercium oleh Nabi. Sebagai seorang ahli strategi, Nabi memutuskan untuk mendahului mereka dengan serangan mendadak daripada diserang di daerah sendiri, dan menyadarkan mereka akan keampuhan perlawanan Islam. &lt;br /&gt;Demikianlah, pada bulan Jumadil Ula, tahun yang kedelapan Hijrah tentara Islam maju bergerak ke Balqa' di wilayah Syam. &lt;br /&gt;Demi mereka sampai di perbatasannya, mereka dihadapi oleh tentara Romawi yang dipimpin oleh Heraklius, dengan mengerahkan juga kabilah-kabilah atau suku-suku badui yang diam di perbatasan. Tentara Romawi mengambil tempat di suatu daerah yang bernama Masyarif, sedang lasykar Islam mengambil posisi di dekat suatu negeri kecil yang bernama Muktah, yang jadi nama pertempuran ini sendiri. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengetahui benar arti penting dan bahayanya peperangan ini. Oleh sebab itu beliau sengaja memilih tiga orang panglima perang yang di waktu malam bertaqarrub mendekatkan diri kepada Ilahi, sedang di siang hari sebagai pendekar pejuang pembela Agama. ?Tiga orang pahlawan yang siap menggadaikan jiwa raga mereka kepada Allah, mereka yang tiada berkeinginan kembali, yang bercita-cita mati syahid dalam perjuangan menegakkan kalimah Allah. Mengharap semata-mata ridla ilahi dengan menemui wajah-Nya Yang Maha Mulia kelak .... &lt;br /&gt;Mereka yang bertiga secara berurutan memimpin tentara itu ialah: Pertama Zaid bin Haritsah, kedua Ja'far bin Abi Thalib dan ketiga 'Abdullah bin Rawahah, moga-moga Allah ridla kepada mereka dan menjadikan mereka ridla kepada-Nya, serta Allah meridlai pula seluruh shahabat-shahabat yang lain .... &lt;br /&gt;Begitulah apa yang kita saksikan di permulaan ceritera ini, sewaktu berangkat Rasul berdiri di hadapan pasukan tentara Islam yang hendak berangkat itu. Rasul melepas mereka dengan amanat: "Kalian harus tunduk kepada Zaid bin Haritsah sebagai pimpinan, seandainya ia gugur pimpinan dipegang oleh Ja'far bin Abi Thalib, dan seandainya Ja'far gugur pula, maka tempatnya diisi oleh 'Abdullah bin Rawahah!" &lt;br /&gt;Sekalipun Ja'far bin Abi Thalib adalah orang yang paling dekat kepada Rasul dari segi hubungan keluarga, sebagai anak pamannya sendiri .... Sekalipun keberanian ketangkasannya tak diragukan lagi, kebangsawanan dan turunannya begitu pula, namun ia hanya sebagai orang kedua sesudah Zaid, sebagai panglima pengganti, sedangkan Zaid beliau angkat sebagai panglima pertama pasukan. &lt;br /&gt;Beginilah contoh dan teladan yang diperlihatkan Rasul dalam mengukuhkan suatu prinsip. Bahwa Islam sebagai suatu Agama baru mengikis habis segala hubungan lapuk yang didasarkan pada darah dan turunan atau yang ditegakkan atas yang bathil dan rasialisme, menggantinya dengan bubungan baru yang dipimpin oleh hidayah ilahi yang berpokok kepada hakekat kemanusiaan .... &lt;br /&gt;Dan seolah-olah Rasul telah mengetahui secara ghaib tentang pertempuran yang akan berlangsung, beliau mengatur dan menetapkan susunan panglimanya dengan tertib berurutan: Zaid, lalu Ja'far, kemudian Ibnu Abi Rawahah. Ternyata ketiga mereka menemui Tuhannya sebagai syuhada sesuai dengan urutan itu pula! &lt;br /&gt;Demi Kaum Muslimin melihat tentara Romawi yang jumlahnya menurut taksiran tidak kurang dari 200.000 orang, suatu jumlah yang tak mereka duga sama sekali, mereka terkejut. &lt;br /&gt;Tetapi kapankah pertempuran yang didasari iman mempertimbangkan jumlah bilangan?&lt;br /&gt;Ketika itulah ..., di sana, mereka maju terus tanpa gentar, tak perduli dan tak menghiraukan besarnya musuh .... Di depan sekali kelihatan dengan tangkasnya mengendarai kuda, panglima mereka Zaid, sambil memegang teguh panji-panji Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maju menyerbu laksana topan, di celah-celah desingan anak panah, ujung tombak dan pedang musuh. Mereka bukan hanya semata-mata mencari kemenangan, tetapi lebih dari itu mereka mencari apa yang telah dijanjikan Allah, yakni tempat pembaringan di sisi Allah, karena sesuai dengan firman-Nya: &lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telak membeli jiwa dan harta orang-orang Mu inin dengan surga sebagai imbalannya. (Q.S. 9 at-Taubah: 111) &lt;br /&gt;Zaid tak sempat melihat pasir Balqa', bahkan tidak pula keadaan bala tentara Romawi, tetapi ia langsung melihat keindahan taman-taman surga dengan dedaunannya yang hijau berombak laksana kibaran bendera, yang memberitakan kepadanya, bahwa itulah hari istirahat dan kemenangannya. &lt;br /&gt;Ia telah terjun ke medan laga dengan menerpa, menebas, membunuh atau dibunuh. Tetapi ia tidaklah memisahkan kepala musuh-musuhnya, ia hanyalah membuka pintu dan menembus dinding, yang menghalanginya ke kampung kedamaian, surga yang kekal di sisi Allah .... &lt;br /&gt;Ia telah menemui tempat peristirahatannya yang akhir.&lt;br /&gt;Rohnya yang melayang dalam perjaianannya ke surga tersenyum bangga melihat jasadnya yang tidak berbungkus sutera dewangga, hanya berbalut darah suci yang mengalir di jalan Allah. &lt;br /&gt;Senyumnya semakin melebar dengan tenang penuh nikmat, karena melihat panglima yang kedua Ja'far melesit maju ke depan laksana anak panah lepas dari busurnya. untuk menyambar panji-panji yang akan dipanggulnya sebelum Jatuh ke tanah….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-2655358720616734004?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/2655358720616734004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=2655358720616734004&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/2655358720616734004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/2655358720616734004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/zaid-bin-haritsah.html' title='ZAID BIN HARITSAH'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-1558658742520350716</id><published>2008-08-06T02:56:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T02:57:27.669-07:00</updated><title type='text'>ZAINAB binti JAHSY -radhiallaahu 'anha</title><content type='html'>ZAINAB binti JAHSY -radhiallaahu 'anha-&lt;br /&gt;Dia adalah Ummul mukminin, Zainab binti Jahsy bin Rabab bin Ya'mar. Ibu beliau bernama Ummyah Binti Muthallib, Paman dari paman Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam . Pada mulanya nama beliau adalah Barra', namun tatkala diperistri oleh Rasulullah, beliau diganti namanya dengan Zainab. &lt;br /&gt;Tatkala Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam melamarnya untuk budak beliau yakni Zaid bin Haritsah (kekasih Rasulullah dan anak angkatnya), maka Zainab dan juga keluarganya tidak berkenan. Rasulullah bersabda kepada Zainab, "Aku rela Zaid menjadi suamimu". Maka Zainab berkata: "Wahai Rasulullah akan tetapi aku tidak berkenan jika dia menjadi suamiku, aku adalah wanita terpandang pada kaumku dan putri pamanmu, maka aku tidak mau melaksanakannya. Maka turunlah firman Allah (artinya): "Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan–urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (Al-Ahzab:36). &lt;br /&gt;Akhirnya Zainab mau menikah dengan Zaid karena ta'at kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, konsekuen dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara orang yang satu dengan orang yang lain melainkan dengan takwa. &lt;br /&gt;Akan tetapi kehidupan rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidakcocokan mewarnai rumah tangga yang terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum jahiliyah dalam perkawinan. &lt;br /&gt;Tatkala Zaid merasakan betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dengan memohon izin kepada Rasulullah untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda: "Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah". &lt;br /&gt;Padahal beliau mengetahui betul bahwa perceraian pasti terjadi dan Allah kelak akan memerintahkan kepada beliau untuk menikahi Zainab untuk merombak kebiasaan jahiliyah yang mengharamkan menikahi istri Zaid sebagaimana anak kandung. Hanya saja Rasulullah tidak memberitahukan kepadanya ataupun kepada yang lain sebagaimana tuntunan Syar'i karena beliau khawatir, manusia lebih-lebih orang-orang musyrik, akan berkata bahwa Muhammad menikahi bekas istri anaknya. Maka Allah 'Azza wajalla menurunkan ayat-Nya: "Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan          kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya:"Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk mengawini ( istri-istri anak-anak angkat itu ) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi". (Al-Ahzab:37). &lt;br /&gt;Al-Wâqidiy dan yang lain menyebutkan bahwa ayat ini turun manakala Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam berbincang-bincang dengan 'Aisyah tiba-tiba beliau pingsan. Setelah bangun, beliau tersenyum seraya bersabda:"Siapakah yang hendak memberikan kabar gembira kepada Zainab?", Kemudian beliau membaca ayat tersebut. Maka berangkatlah seorang pemberi kabar gembira kepada Zainab untuk memberikan kabar kepadanya, ada yang mengatakan bahwa Salma pembantu Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam yang membawa kabar gembira tersebut. Ada pula yang mengatakan bahwa yang membawa kabar gembira tersebut adalah Zaid sendiri. Ketika itu, beliau langsung membuang apa yang ada di tangannya kemudian sujud syukur kepada Allah. &lt;br /&gt;Begitulah, Allah Subhanahu menikahi Zainab radliallâhu 'anha dengan Nabi-Nya melalui ayat-Nya tanpa wali dan tanpa saksi sehingga ini menjadi kebanggaan Zainab dihadapan Ummahatul Mukminin yang lain. Beliau berkata:"Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian akan tetapi aku dinikahkan oleh Allah dari atas 'Arsy-Nya". Dan dalam riwayat lain,"Allah telah menikahkanku di langit". Dalam riwayat lain,"Allah menikahkan ku dari langit yang ketujuh". Dan dalam sebagian riwayat lain,"Aku labih mulia dari kalian dalam hal wali dan yang paling mulia dalam hal wakil; kalian dinikahkan oleh orang tua kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari langit yang ketujuh". &lt;br /&gt;Zainab radliallâhu 'anha adalah seorang wanita shalihah, bertakwa dan tulus imannya, hal itu ditanyakan sendiri oleh sayyidah 'Aisyah radliallâhu 'anha tatkala berkata:"Aku tidak lihat seorangpun yang lebih baik diennya dari Zainab, lebih bertakwa kepada Allah dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung silaturrahmi dan paling banyak shadaqah, paling bersungguh-sungguh dalam beramal dengan jalan shadaqah dan taqarrub kepada Allah 'Azza wa Jalla". &lt;br /&gt;Beliau radliallâhu 'anha adalah seorang wanita yang mulia dan baik. Beliau bekerja dengan kedua tangannya, beliau menyamak kulit dan menyedekahkannya di jalan Allah, yakni beliau bagi-bagikan kepada orang-orang miskin. Tatkala 'Aisyah mendengar berita wafatnya Zainab, beliau berkata:"Telah pergi wanita yang mulia dan rajin beribadah, menyantuni para yatim dan para janda". Kemudian beliau berkata: "Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam bersabda kepada para istrinya: 'Orang yang paling cepat menyusulku diantara kalian adalah yang paling panjang tangannya…' ". &lt;br /&gt;Maka apabila kami berkumpul sepeninggal beliau, kami mengukur tangan kami di dinding untuk mengetahui siapakah yang paling panjang tangannya di antara kami. Hal itu kami lakukan terus hingga wafatnya Zainab binti Jahsy, kami tidak mendapatkan yang paling panjang tangannya di antara kami. Maka ketika itu barulah kami mengetahui bahwa yang di maksud dengan panjang tangan adalah sedekah. Adapun Zainab bekerja dengan tangannya menyamak kulit kemudian dia sedekahkan di jalan Allah. &lt;br /&gt;Ajal menjemput beliau pada tahun 20 hijriyah pada saat berumur 53 tahun. Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab turut menyalatkan beliau. Penduduk Madinah turut mengantar jenazah Ummul Mukminin, Zainab binti Jahsy hingga ke Baqi'. Beliau adalah istri Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam yang pertama kali wafat setelah wafatnya Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wa sallam, semoga Allah merahmati wanita yang paling mulia dalam hal wali dan wakil, dan yang paling panjang tangannya. [Dimurâja'ah pada hari Sabtu, 03/01/1423 = 16/03/2002]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-1558658742520350716?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/1558658742520350716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=1558658742520350716&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/1558658742520350716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/1558658742520350716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/zainab-binti-jahsy-radhiallaahu-anha.html' title='ZAINAB binti JAHSY -radhiallaahu &apos;anha'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-2412571942505798450</id><published>2008-08-06T02:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T02:56:31.414-07:00</updated><title type='text'>HUDZAIFAH IBNUL YAMAN</title><content type='html'>HUDZAIFAH IBNUL YAMAN&lt;br /&gt;( Seteru Kemunafikan, Kawan Keterbukaan )&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Penduduk kota Madinah berduyun-duyun keluar untuk menyambut kedatangan wali negeri mereka yang baru diangkat serta dipilih oleh Amirul Mu'minin Umar radhiyallah 'anhu. &lt;br /&gt;Mereka pergi menyambutnya, karena lamalah sudah hati mereka rindu untuk bertemu muka dengan shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang mulia ini, yang telah banyak mereka dengar mengenai keshalihan dan ketaqwaannya . · ·,begitu pula tentang jasa-jasanya dalam membebaskan tanah Irak... · &lt;br /&gt;Ketika mereka sedang menunggu rombongan yang hendak datang, tiba-tiba muncullah di hadapan mereka seorang laki-laki dengan wajah berseri-seri. Ia mengendarai seekor keledai yang beralaskan kain usang, sedang kedua kakinya teruntai ke bawah, kedua tangannya memegang roti serta garam sedang mulutnya sedang mengunyah &lt;br /&gt;Demi ia berada di tengah-tengah orang banyak dan mereka tahu bahwa orang itu tidak lain adalah Hudzaifah ibnul Yaman, maka mereka jadi bingung dan hampir-hampir tak percaya Tetapi apa yang akan diherankan ... ? Corak kepemimpinan bagaimana yang mereka nantikan sebagai pilihan Umar radhiyallah 'anhu, Hal itu dapat difahami, karena baik di masa keraiaan Persi yang terkenal itu atau sebelumnya, tak pernah diketahui adanya corak pemimpin semulia ini . · · ·! &lt;br /&gt;Hudzaifah radhiyallahu 'anhu meneruskan perjalanan sedang orang-orang berkerumun dan mengelilinginya.... &lt;br /&gt;Dan ketika dilihat bahwa mereka menatapnya seolah-olah menunggu amanat, diperhatikannya air muka mereka, lalu katanya:"Jauhilah oleh kalian tempat-tempat fitnah ....!" &lt;br /&gt;Ujar mereka: "Di manakah tempat-tempat fitnah itu wahai Abu Abdillah " &lt;br /&gt;Ujarnya: "Pintu-rumah para pembesar ....! Seorang di antara kalian masuk menemui mereka dan mengiakan ucapan palsu serta memuji perbuatan baik yang tak pernah mereka lakukan ....!" &lt;br /&gt;Suatu pernyataan yang luar biasa di samping sangat mena'jubkan ... .! Dari ucapan yang mereka dengar dari wali negeri yang baru ini, orang-orang segera beroleh kesimpulan bahwa tak ada yang lebih dibencinya tentang apa saja yang terdapat di dunia ini, begitu pun yang lebih hina dalam pandangan matanya daripada kemunafikan .... Dan pernyataan ini sekaligus merupakan ungkapan yang paling tepat terhadap kepribadian wali negeri baru ini, serta sistem yang akan ditempuhnya dalam pemerintahan .... &lt;br /&gt;Hudzaifah ibnu Yaman radhiyallahu 'anhu memasuki arena kehidupan ini dengan bekal tabi'at istimewa. antara ciri-cirinya ialah anti kemunafikan, dan mampu melihat jejak dan gejalanya walau tersembunyi di tempat-tempat yang jauh sekali pun .... &lt;br /&gt;Semenjak ia bersama saudaranya, Shafwan, menemani bapaknya menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ketiganya memeluk Islam, sementara Islam menyebabkan wataknya bertambah terang dan cemerlang ..., maka sungguh, ia menganutnya itu secara teguh dan suci, serta lurus dan gagah berani, dan dipandangnya sifat  pengecut,  bohong  dan  kemunafikan  sebagai sifat yang rendah dan hina.... &lt;br /&gt;Ia terdidik di tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan kalbu terbuka tak ubah bagai cahaya shubuh, hingga tak suatu pun dari persoalan hidupnya yang tersembunyi. Tak ada rahasia terpendam dalam lubuk hatinya ..., seorang yang benar dan jujur, mencintai orang-orang yang teguh membela kebenaran, sebaliknya mengutuk orang-orang yang berbelit-belit dan riya, orang-orang culas bermuka dua ... .! &lt;br /&gt;Ia bergaul dengan Rasullulah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan sungguh, tak ada lagi tempat baik di mana bakat Hudzaifah ini tumbuh subur dan berkembang sebagai halnya di arena ini, yakni dalam pangkuan Agama Islam, di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan di tengah-tengah golongan besar Kaum perintis dari shahabat-shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam..... &lt;br /&gt;Bakatnya ini benar-benar tumbuh menurut kenyataan ....hingga ia berhasil mencapai keahlian dalam membaca tabi'at dan airmuka seseorang. Dalam waktu selintas kilas, ia dapat menebak airmuka dan tanpa susah payah akan mampu menyelidiki rahasia-rahasia yang tersembunyi serta simpanan yang terpendam .... &lt;br /&gt;Kemampuannya dalam hal ini telah sampai kepada apa yang diinginkannya, hingga Amirul Mu'minin Umar radhiyallah 'anhu yang dikenal sebagai orang yang penuh dengan inspirasi seorang yang cerdas dan ahli, sering juga mengandalkan pendapat Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, begitu pula ketajaman pandangannya dalam memilih tokoh dan mengenali mereka. &lt;br /&gt;Sungguh Hudzaifah radhiyallahu 'anhu telah dikaruniai fikiran jernih, menyebabkannya sampai pada suatu kesimpulan, bahwa dalam kehidupan ini sesuatu yang baik itu adalah yang jelas dan gamblang, yakni bagi orang yang betul-betul menginginkannya. Sebaliknya yang jelek ialah yang gelap atau samar-samar, dan karena itu orang yang bijaksana hendaklah mempelajari sumber-sumber kejahatan ini dan kemungkinan-kemungkinannya .... &lt;br /&gt;Demikianlah  Hudzaifah  radhiyallah 'anhu terus-menerus mempelajari kejahatan dan orang-orang jahat, kemunafikan dan orang-orang munafiq. Berkatalah ia: &lt;br /&gt;"Orang-orang menanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan, tetapi saya menanyakan kepadanya tentang kejahatan, karena takut akan terlibat di dalamnya. &lt;br /&gt;Pernah kubertanya:"Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dulu kita berada dalam kejahiliyahan dan diliputi kejahatan, lalu Allah mendatangkan kepada kita kebaikan ini..., apakah di balik kebaikan ini ada kejahatan ...?""Ada .." ujar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. "Kemudian apakah setelah kejahatan masih ada lagi-kebaikan ...?': tanyaku pula. "M lemang, tetapi kabur dan bahaya ...". "Apa bahaya itu ....?" "Yaitu segolongan ummat mengikuti sunnah bukan sunnahku, dan mengikuti petunjuk  bukan petunjukku. Kenalilah mereka olehmu dan laranglah ...': "Kemudian setelah kebaikan tersebut masihkah ada lagi kejahatan ....?': tanyaku pula. &lt;br /&gt;"Masih': ujar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "yakni para tukang seru di pintu neraka.  Barangsiapa  menyambut seruan  mereka,  akan mereka lemparkan ke dalam neraka...!" &lt;br /&gt;Lalu kutanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Ya Rasulallah, apa yang harus saya perbuat bila saya menghadapi hal demikian .. ..?" Ujar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: 'Senantiasa mengikuti jama'ah Kaum Muslimin dan pemimpin mereka .. .!" &lt;br /&gt;"Bagaimana kalau mereka tidak punya jama'ah dan tidak pula pemimpin ....?" "Hendaklah kamu tinggalkan golongan itu semua, walaupun kamu akan tinggal di rumpun kayu sampai kamu menemui ajal dalam keadaan demikian ...!" &lt;br /&gt;Nah, tidakkah anda perhatikan ucapannya: "Orang-orang menanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan, tetapi saya menanyakan kepadanya tentang kejahatan , karena takut akan terlibat di dalamnya...!"? &lt;br /&gt;Hudzaifah ibnu Yaman radhiyallahu 'anhu menempuh kehidupan ini dengan mata terbuka dan hati waspada terhadap sumber-sumber fitnah dan liku-likunya demi menjaga diri dan memperingatkan manusia terhadap bahayanya. Dengan demikian ia menganalisa kehidupan dunia ini dan mengkaji pribadi orang serta meraba situasi ... &lt;br /&gt;Semua masalah itu diolah dan digodok dalam akal pikirannya lalu dituangkan dalam ungkapan seorang filosof yang 'arif dan bijaksana. &lt;br /&gt;Berkatalah ia: &lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah Ta'ala telah membangkitkan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka diserunya manusia dari kesesatan kepada kebenaran, dari kekafiran kepada keimanan. Lalu yang menerima mengamalkannyalah, hingga dengan kebenaran itu yang mati menjadi hidup ...., dan dengan kebatilan yang hidup menjadi mati ... ! Kemudian masa kenabian berlalu, dan datang masa kekhalifahan menurut jejak beliau...., dan setelah itu tiba zaman kerajaan yang durjana. Di antara manusia ada yang menentang, baik dengan hati maupun dengan tangan serta lisannya.... maka merekalah yang benar-benar menerima yang haq .... &lt;br /&gt;Dan di antara mereka ada yang menentang dengan hati dan lisannya  tanpa mengikutsertakan tangannya, maka golongan ini telah meninggalkan suatu cabang dari yang haq .... Dan ada pula yang menentang dengan hatinya semata, tanpa mengikutsertakan tangan dan lisannya, maka golongan ini telah meninggalkan dua cabang dari yang haq .... Dan ada pula yang tidak menentang, baik dengan hati maupun dengan tangan serta lisannya, maka golongan ini adalah mayat-mayat bernyawa ....!" &lt;br /&gt;Ia juga berbicara tentang hati, dan mengenai kehidupannya yang beroleh petunjuk dan yang sesat, katanya: "Hati itu ada empat macam: &lt;br /&gt;Hati yang tertutup, itulah dia hati orang kafir ....&lt;br /&gt;Hati yang dua muka, itulah dia hati orang munafiq ....&lt;br /&gt;Hati yang suci bersih, di sana ada pelita yang menyala, itulah dia hati orang yang beriman &lt;br /&gt;Dan hati yang berisi keimanan dan kemunafikan. &lt;br /&gt;Perumpamaan keimanan itu adalah laksana sebatang kayu yang dihidupi air yang bersih, sedang kemunafikan itu tak ubahnya bagai bisul yang diairi darah dan nanah. Maka mana di antara keduanya yang lebih kuat, itulah yang menang....!" &lt;br /&gt;Pengalaman Hudzaifah radhiyallahu 'anhu yang luas tentang kejahatan dan ketekunannya untuk melawan dan menentangnya, menyebabkan lidah dan kata-katanya menjadi tajam dan pedas. Hal ini diakuinya kepada kita secara ksatria, katanya: &lt;br /&gt;"Saya datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kataku padanya: &lt;br /&gt;Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lidahku agak tajam terhadap keluargaku, dan saya khawatir kalau-kalau hal itu akan menyebabkan saya masuk neraka .... Maka ujar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : Kenapa kamu tidak beristighfar ... Sungguh, saya beristighfar kepada Allah tiap hari seratus Kali... &lt;br /&gt;Nah, inilah dia Hudzaifah radhiyallah 'anhu musuh kemunafikan dan shahabat keterbukaan ... · Dan tokoh semacam ini pastilah imannya teguh dan kecintaannya mendalam. Demikianlah pula halnya Hudzaifah radhiyallah 'anhu, dalam keimanan dan kecintaannya.... Disaksikannya bapaknya yang telah beragama Islam tewas di perang Uhud ..., dan di tangan srikandi Islam sendiri, yang melakukan kekhilafan karena menyangkanya sebagai orang musyrik... .! &lt;br /&gt;Hudzaifah radhiyallah 'anhu melihat dari jauh pedang sedang dihunjamkan kepada ayahnya, ia berteriak: "ayahku ... ayahku ....jangan ia ayahku ".... Tetapi qadla Allah telah tiba...... Dan ketika Kaum Muslimin mengetahui hal itu, mereka pun diliputi suasana duka dan sama-sama membisu. Tetapi sambil memandangi mereka dengan sikap kasih sayang dan penuh pengampunan, katanya: "Semoga Allah mengampuni tuan-tuan, Ia adalah sebaik-baik Penyayang." &lt;br /&gt;Kemudian dengan pedang terhunus ia maju ke daerah tempat berkecamuknya pertempuran dan membaktikan tenaga serta menunaikan tugas kewajibannya .... Akhirnya peperangan pun usailah dan berita tersebut sampai ke telinga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Maka disuruhnya membayar diyat atas terbunuhnya ayahanda Hudzaifah radhiyallah 'anhu (Husail bin Yabir) yang ternyata ditolak oleh Hudzaifah radhiyallah 'anhu ini dan disuruh membagikannya kepada Kaum Muslimin. Hal itu menambah sayang dan tingginya penilaian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terhadap dirinya .... &lt;br /&gt;Keimanan dan kecintaan Hudzaifah radhiyallah 'anhu tidak kenal lelah dan lemah .... bahkan juga tidak kenal mustahil .... Sewaktu perang Khandaq ...,yakni setelah merayapnya kegelisahan  dalam  barisan  kafir  Quraisy dan sekutu-sekutu mereka dari golongan yahudi, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bermaksud hendak mengetahui perkembangan terakhir di lingkungan perkemahan musuh-musuhnya .... &lt;br /&gt;Ketika itu malam gelap gulita dan menakutkan ...,sementara angin topan dan badai meraung dan menderu-deru, seolah-olah hendak mencabut dan menggulingkan gunung-gunung sahara yang berdiri tegak di tempatnya ....Dan suasana di kala itu mencekam hingga menimbulkan kebimbangan dan kegelisahan, mengundang kekecewaan dan kecemasan, sementara kelaparan telah mencapai saat-saat yang gawat di kalangan para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.... &lt;br /&gt;Maka siapakah ketika itu yang memiliki kekuatan apa pun kekuatan itu yang berani berjalan ke tengah-tengah perkemahan musuh di tengah-tengah bahaya besar yang sedang mengancam, menghantui dan memburunya, untuk secara diam-diam menyelinap ke dalam, yakni untuk menyelidiki dan mengetahui keadaan mereka...? &lt;br /&gt;Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memilih di antara para shahabatnya, orang yang akan melaksanakan tugas yang amat sulit ini! Dan tahukah anda, siapa kiranya pahlawan yang dipilihnya itu ...? Itulah dia Hudzaifah ibnu Yaman radhiyallah 'anhu ..! &lt;br /&gt;Ia dipanggil oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk melakukan tugas, dan dengan patuh dipenuhinya.... Dan sebagai bukti kejujurannya, ketika ia mengisahkan peristiwa tersebut dinyatakannya bahwa ia mau tak mau harus menerimanya ....Hal itu menjadi petunjuk, bahwa sebenarnya ia takut menghadapi tugas yang dipikulkan atas pundaknya serta khawatir akan akibatnya. &lt;br /&gt;Apalagi bila diingat bahwa ia harus melakukannya dalam keadaan lapar dan timpaan hujan es, serta keadaan jasmaniah yang amat lemah, sebagai akibat pengepungan orang-orang musyrik selama satu bulan atau lebih .. .! &lt;br /&gt;Dan sungguh, peristiwa yang dialami oleh Hudzaifah radhiyallah 'anhu malam itu, amat mena'jubkan sekali! Ia telah menempuh jarak yang terbentang di antara kedua perkemahan dan berhasil menembus kepungan ..., lalu secara diam-diam menyelinap ke perkemahan musuh .... Ketika itu angin kencang telah memadamkan alat-alat penerangan pihak lawan hingga mereka berada dalam gelap gulita, sementara Hudzaifah radhiyallah 'anhu telah mengambil tempat di tengah-tengah prajurit musuh itu... &lt;br /&gt;Abu Sufyan, yakni panglima besar Quraisy, takut kalau-kalau kegelapan malam itu dimanfaatkan oleh mata-mata Kaum Muslimin untuk menyusup ke perkemahan mereka. Maka ia pun berdirilah untuk memperingatkan anak buahnya.... Seruan yang diucapkan dengan keras kedengaran oleh Hudzaifah radhiyallah 'anhu dan bunyinya sebagai berikut: &lt;br /&gt;"Hai segenap golongan Quraisy, hendaklah masing-masing kalian memperhatikan kawan duduknya dan memegang tangan serta mengetahui siapa namanya·!" &lt;br /&gt;Kata Hudzaifah radhiyallah 'anhu: "Maka segeralah saya menjabat tangan laki-laki yang duduk di dekatku, kataku kepadanya: "Siapa kamu ini ...?" Ujarnya: "Si Anu anak si Anu ..." &lt;br /&gt;Demikianlah Hudzaifah radhiyallah 'anhu mengamankan kehadirannya di kalangan tentara musuh itu hingga selamat. &lt;br /&gt;Abu Sufyan mengulangi lagi seruan kepada tentaranya, katanya:  "Hai orang-orang Quraisy, kekuatan kalian sudah tidak utuh lagi .... Kuda-kuda kita telah binasa...,demikian juga halnya unta. Bani Quraidhah telah pula mengkhianati kita hingga kita mengalami akibat yang tidak kita inginkan. Dan sebagaimana kalian saksikan sendiri, kita telah mengalami bencana angin badai: periuk-periuk berpelantingan, api menjadi padam dan kemah-kemah berantakan Maka berangkatlah kalian sayapun akan berangkat"&lt;br /&gt;Lalu ia naik ke punggung untanya dan mulai berangkat, diikuti dari belakang oleh tentaranya. &lt;br /&gt;Kata Hudzaifah radhiyallah 'anhu: "Kalau tidaklah pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada saya agar saya tidak mengambil sesuatu tindakan sebelum menemuinya lebih dulu, tentulah saya bunuh Abu Sufyan itu dengan anak panah ...." &lt;br /&gt;Hudzaifah radhiyallah 'anhu kembali kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan menceritakan keadaan musuh, serta menyampaikan berita gembira itu .... &lt;br /&gt;Barangsiapa yang pernah bertemu muka dengan Hudzaifah radhiyallah 'anhu, dan merenungkan buah fikiran dan hasil filsafatnya serta ketekunannya untuk mencapai ma'rifat, tak mungkin akan mengharapkan daripadanya sesuatu kepahlawanan di medan perang at;au pertempuran .... &lt;br /&gt;Tetapi anehnya dalam bidang ini pun Hudzaifah radhiyallah 'anhu melenyapkan segala dugaan itu .... &lt;br /&gt;Laki-laki santri yang teguh beribadat dan pemikir ini, akan menunjukkan kepahlawanan yang luar biasa di kala ia menggenggam pedang menghadapi tentara berhala dan pembela kesesatan .... &lt;br /&gt;Cukuplah sebagai bukti bahwa ia merupakan orang ketiga atau kelima dalam deretan tokoh-tokoh terpenting pada pembebasan seluruh wilayah Irak... .! Kota-k·ota Hamdan, Rai dan Dainawar, selesai pembebasannya di bawah komando Hudzaifah radhiyallah 'anhu .... &lt;br /&gt;Dan dalam pertempuran besar Nahawand, di mana orang-orang Persi berhasil menghimpun 150 ribu tentara.., Amirul Mu'minin Umar memilih sebagai panglima Islam Nu'man bin Muqarrin, sedang kepada Hudzaifah radhiyallah 'anhu dikirimnya surat agar ia menuju tempat itu sebagai komandan dari tentara Kufah .... &lt;br /&gt;Kepada para pejuang itu Umar mengirimkan surat, katanya:"Jika Kaum Muslimin telah berkumpul, maka masing-masing panglima hendaklah mengepalai anak buahnya, sedang yang akan menjadi panglima besar ialah Nu'man bin Muqarrin ...! &lt;br /&gt;Dan seandainya Nu'man tewas, maka panji-panji komando hendaklah dipegang oleh Hudzaifah radhiyallah 'anhu ..., dan kalau ia tewas pula maka oleh Jarir bin Abdillah ...!" &lt;br /&gt;Amirul Mu'minin masih menyebutkan beberapa nama lagi, ada tujub orang banyaknya yang akan memegang pimpinan tentara secara berurutan. &lt;br /&gt;Dan kedua pasukan pun berhadapanlah ....Pasukan Persi dengan 150 ribu tentara, sedang Kaum Muslimin dengan 30 ribu orang pejuang, tidak lebih ....Perang berkobar, suatu pertempuran yang tak ada tolak bandingnya, perang terdahsyat dan paling sengit dikenal oleh sejarah ...! &lt;br /&gt;Panglima besar Kaum Muslimin gugur sebagai syahid Nu'man bin Muqarrin tewaslah sudah ..... Tetapi sebelum bendera Kaum Muslimin menyentuh tanah, panglima yang baru telah menyambutnya dengan tangan kanannya, dan angin kemenangan pun meniup dan menggiring tentara maju ke muka dengan semangat penuh dan keberanian luar biasa.... Dan panglima  yang  baru  itu  tiada  lain  adalah Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallah 'anhu Bendera segera disambutnya, dan dipesankannya agar k:ematian Nu'man tidak disiarkan, sebelum peperangan berketentuan. Lalu dipanggilnya Na'im bin Muqarrin dan ditempatkan pada kedudukan saudaranya Nu'man, sebagai penghormatan kepadanya .... Dan semua itu dilaksanakannya dengan kecekatan, bertindak dalam waktu hanya beberapa saat, sedang roda peperangan berputar cepat, kemudian bagai angin puting beliung ia maju menerjang barisan Persi sambil menyerukan: &lt;br /&gt;"Allahu Akbar, Ia telah menepati janji-Nya. Allah Akbar, telah dibela-Nya tentara-Nya" Lalu diputarlah kekang kudanya ke arab anak buahnya, dan berseru: "Hai ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, pintu-pintu surga telah terbuka lebar, siap sedia menyambut kedatangan tuan-tuan ..., jangan biarkan ia menunggu lebih lama ....! Ayuhlah wahai pahlawan-pahlawan Badar....! Majulah pejuang-pejuang Uhud, Khandaq dan Tabuk....!" &lt;br /&gt;Dengan ucapan-ucapannya itu Hudzaifah radhiyallah 'anhu telah memelihara semangat tempur dan ketahanan anak buahnya, jika tak dapat dikatakan telah menambah dan melipatgandakannya .... &lt;br /&gt;Dan kesudahannya perang berakhir dengan kekalahan pahit bagi orang-orang Persi, suatu kekalahan yang jarang ditemukan bandingannya &lt;br /&gt;Dialah seorang pahlawan di bidang hikmat, ketika sedang tenggelam dalam renungan .... Seorang pahlawan di medan juang, ketika berada di medan laga .... Pendeknya ia seorang tokoh, dalam urusan apa juga yang dipikulkan atas pundaknya, dalam setiap persoalan yang membutuhkan pertimbangannya. &lt;br /&gt;Maka tatkala Kaum Muslimin di bawah pimpinan Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallah 'anhu hendak pindah dari Madain ke Kufah dan bermukim di sana, yakni setelah keadaan iklim kota Madain membawa akibat buruk terhadap Kaum Muslimin dari golongan Arab, menyebabkan Umar menitahkan Sa'ad segera meninggalkan kota itu setelah menyelidiki suatu daerah yang paling cocok sebagai tempat pemukiman Kaum Muslimin ..., maka siapakah dia yang diserahi tugas untuk memilih tempat dan daerah tersebut .... ? Itulah dia Hudzaifah ibnul Yaman ibnul Yaman radhiyallah 'anhu, yang pergi bersama Salman bin Ziad guna menyelidiki lokasi yang tepat bagi pemukiman baru itu .... Tatkala mereka sampai di Kufah, yang ternyata merupakan tanah kosong yang berpasir dan berbatu-batu, pernafasan Hudzaifah radhiyallah 'anhu menghirup udara segar, maka ia berkata kepada shahabatnya: "Di sinilah tempat pemukiman itu insya Allah" &lt;br /&gt;Demikianlah diatur rencana pembangunan kota Kufah, yang oleh ahli bangunan diwujudkan menjadi sebuah kota yang permai .... Dan baru saja Kaum Muslimin pindah ke sana, maka yang sakit segera sembuh, yang lemah menjadi kuat, dan urat-urat mereka berdenyutan menyebarkan arus kesehatan ....! &lt;br /&gt;Sungguh, Hudzaifah adalah seorang yang berfikiran cerdas dan berpengalaman luas, kepada Kaum Muslimin selalu dipesankannya: "Tidaklah termasuk yang terbaik di antara kalian yang meninggalkan dunia untuk kepentingan akhirat, dan tidak pula yang meninggalkan akhirat untuk kepentingan dunia .... tetapi hanyalah yang mengambil bagian dari kedua-duanya.. .!" &lt;br /&gt;Pada suatu hari di antara hari-hari yang datang silih berganti dalam tahun 36 Hijriah, Hudzaifah radhiyallah 'anhu mendapat panggilan menghadap Ilahi .... Dan tatkala ia sedang berkemas-kemas untuk berangkat melakukan perjalanannya yang terakhir, masuklah beberapa orang shahabatnya. Maka ditanyakannya kepada mereka : "Apakah tuan-tuan membawa kain kafan ...?" &lt;br /&gt;"Ada", ujar mereka.&lt;br /&gt;"Coba lihat", kata Hudzaifah radhiyallah 'anhu pula. &lt;br /&gt;Maka tatkala dilihatnya kain kafan itu baru dan agak mewah, terlukislah pada kedua bibirnya senyuman terakhir bernada ketidaksenangan, lain katanya: "Kain kafan ini tidak cocok bagiku ...! &lt;br /&gt;Cukuplah bagiku dua helai kain putih tanpa baju  .. .! &lt;br /&gt;Tidak lama aku akan berada dalam kubur, menunggu diganti dengan kain yang lebih baik atau dengan yang lebih jelek ...! &lt;br /&gt;Kemudian ia menggumamkan beberapa kalimat dan sewaktu didengarkan oleh hadirin dengan mendekatkan telinga mereka, kedengaranlah ucapannya: &lt;br /&gt;" Selamat datang, wahai maut... Kekasih tiba di waktu rindu .....Hati bahagia tak ada keluh atau sesalku. &lt;br /&gt;Ketika itu naiklah membubung ke hadlirat Ilahi, ruh suci di antara arwah para shalihin, ruh yang cemerlang, taqwa, tunduk dan berbakti ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-2412571942505798450?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/2412571942505798450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=2412571942505798450&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/2412571942505798450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/2412571942505798450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/hudzaifah-ibnul-yaman.html' title='HUDZAIFAH IBNUL YAMAN'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-5670248312698426706</id><published>2008-08-06T02:48:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:48:44.045-07:00</updated><title type='text'>Biography of Sheikh Muhammad Naasir-ud-Deen Al-Albaanee  His Name and Lineage</title><content type='html'>Biography of Sheikh Muhammad Naasir-ud-Deen Al-Albaanee&lt;br /&gt;His Name and Lineage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He was Muhammad Naasir-ud-Deen Ibn Nooh Ibn Aadam Najaatee, Al-Albaanee by birth, Ad-Dimashqee by residence and Al-Urdunee due to his migration and place of death. He was born in Ashkodera, the capital of Albania, in the year 1332H (1914 C.E.) and it is to this country that he ascribes himself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He was a Muhaddith (scholar of hadeeth), a Faqeeh (scholar of Fiqh), a caller to the Book and the Sunnah with the understanding of the Salaf As-Saalih (righteous predecessors). And he was a proficient writer and an expert scholar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His father was Al-Hajj Nooh, from the senior Hanafee scholars of his land. During the doomed secularist, Ahmad Zogu’s  [1] reign of Albania there was severe oppression for the Muslims of that land. Because of this, Al-Hajj Nooh migrated with all of his children, which included Muhammad Naasir-ud-Deen, fleeing for the sake of his religion to the land of Shaam. He traveled to Shaam due to what was reported on it in the prophetic ahaadeeth about its virtues and merits. And it is there that he and his family took residence. Fifty years later, the Shaikh (Al-Albaanee) migrated from here to ‘Amaan, the capital of Jordan. And it is in this city that he remained for the rest of his life as a scholar and teacher and a Faqeeh and educator.&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;(1) I heard our Shaikh say many times, when mentioning this man’s name: 'The one whom Allaah has caused his heart to go astray.' You can find a biography of Ahmad Zogu in the book Al-Mawsoo'at-ul-‘Arabiyyah Al-Muyassarah (1/733).&lt;br /&gt;His Educational Background and Teachers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He received his education in a school, which was part of a relief shelter in Damascus, the capital of Syria. This school served as a place of refuge for seekers of knowledge for many previous generations. He benefited and learned from a number of Shuyookh and people of knowledge the likes of his father Al-Hajj Nooh, Sa’eed Al-Burhaanee [1] and others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaah made the science of the Prophetic Hadeeth beloved to him during the prime of his life and the early part of his youth. This was during the time when he used to review articles written by Shaikh Muhammad Rasheed Ridaa in the magazine Al-Manaar in which he would criticize weak narrations that Abu Haamid Al-Ghazaalee mentioned in his book Ihyaa 'Uloom-ud-Deen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaikh Muhammad Raaghib At-Tabbaakh, the historian and Muhaddith of Halab, gave him Ijaazah (permission) to teach his collection of narrations on trustworthy reporters, called "Al-Anwaar Al-Jaliyyah fee Mukhtasar Al-Athbaat Al-Halabiyyah." This happened when he saw the Shaikh's intelligence and extraordinary abilities and his brightness in comprehending and understanding, [2] as well as his strong desire to learn the Islaamic sciences and the knowledge of Hadeeth.&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;(1) This is a refutation against those who claim that: 'Al-Albaanee had no teachers (i.e. Shuyookh)' or that 'He studied the knowledge on his own!&lt;br /&gt;(2) In spite of this, there are some evil mischievous people today, who are guided by their desires, that say about our Shaikh: 'He was dumb and not able to understand.' So what transgression do we find from these small ignoramuses and foolish people! &lt;br /&gt;His Early Role in Da'wah and Effects on the Ummah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He began writing and authoring books during the first stages of the second part of his life (i.e. after reaching middle age). One of the first books he wrote on Fiqh, which was based on knowing the evidences and using comparative Fiqh, was his book: "Tahdheer-us-Saajid min Ittikhaadh al-Quboor Masaajid" (Warning the Worshipper against taking Graves as a Place of Worship). This book was printed many times. And from his first books in which he referenced and checked hadeeth, was his book "Ar-Rawd-un-Nadeer fee Tarteeb wa Takhreej Mu'jam At-Tabaraanee As-Sagheer" (Blossoming Gardens: Arrangement and Referencing of the book Mu'jam As-Sagheer of At-Tabaraanee). This book is still in manuscript form and not printed.&lt;br /&gt;The Shaikh was called and invited by many Islamic universities and Muslim organizations around the world to take high positions with them, but he turned down most of them by making excuses due to his many preoccupations with regard to (acquiring and teaching) knowledge.&lt;br /&gt;He was put in charge of teaching the subject of Prophetic Hadeeth in the Islaamic University of Madeenah at the time of its inception for the length of three years, beginning from the year 1381H. Because of him, this move had a great influence in bringing about a scientific and comprehensive revival of the subject of Hadeeth throughout the entire world - on all fronts. As for the public front, then this was by all the universities having a strong concern for that subject, such that they produced a hundred university treatises, which deal specifically with the Science of Hadeeth. As for the general national front, then this was such that a large number of students of knowledge applied for studies in the Science of Hadeeth and specialization in that field. And this goes as well for all the other things that came as a result afterwards. So it became one of the Shaikh’s many effects.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the greatest proofs for this is the large amount of Hadeeth books, with checked and authenticated chains of narration, and written indexes for Hadeeth that exist today, a majority of which were not known in previous years. No one can deny this effect due to its clear and obvious nature - not even those who opposed the Shaikh and fought against his methodology.&lt;br /&gt;The Scholars' Praise for Him&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The senior scholars and Imaams of this time praised him and they would ask him questions, go to visit him, seek religious verdicts from him and exchange letters with him. And if they, may Allaah preserve those of them who are living and have mercy on those who have died, were to be counted, all of them would not be able to be accounted for. At the head of them was the noble Shaikh and great scholar, ‘Abd-ul-‘Azeez Ibn ‘Abdillaah Ibn Baaz, [1] for he had great esteem and profound respect for him. May Allaah have mercy on them both. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaikh ‘Abdul-‘Azeez Al-Hada said:&lt;br /&gt;"The Shaikh, the great scholar, the ocean (of knowledge), Muhammad Al-Ameen Ash-Shinqeetee (rahimahullaah) - the one whom no knowledge of the Science of Tafseer and the Arabic Language was comparable to during his lifetime - used to respect Shaikh Al-Albaanee so remarkably to the point that when he would see him passing by, and he was giving his class in the masjid of Madeenah, he would stop his class to stand and give Salaam to him out of respect for him."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The great scholar, the teacher, Muhibb-ud-Deen Al-Khateeb said:&lt;br /&gt;"And from the callers to the Sunnah who devoted their lives to reviving it was our brother Muhammad Naasir-ud-Deen Nooh Najaatee Al-Albaanee."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The great scholar Muhammad Haamid Al-Fiqee (rahimahullaah) said:&lt;br /&gt;"...the brother, the Salafee, the Scholar, Shaikh Naasir-ud-Deen."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The former Muftee of the kingdom of Saudi Arabia, Shaikh Muhammad Ibn Ibraheem Aali Shaikh (rahimahullaah) said:&lt;br /&gt;"And he is the upholder of the Sunnah, a supporter of the truth and an opposition to the people of falsehood."&lt;br /&gt;During his lifetime, the father, the Shaikh, 'Abd-ul-'Azeez Ibn Baaz (rahimahullaah) said:&lt;br /&gt;"I have not seen under the surface of the sky a person knowledgeable of the Hadeeth in our current time the likes of the great scholar Muhammad Naasir-ud-Deen Al-Albaanee."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And he (rahimahullaah) was asked about the hadeeth of the Prophet, sallAllaahu 'alayhi wa sallam: "Indeed Allaah raises up from this ummah at the beginning of every century someone who will revive it for them (i.e. a mujaddid)." So he was asked who is the mujaddid of this century? He replied: "Shaikh Muhammad Naasir-ud-Deen Al-Albaanee. He is the mujaddid in my opinion and Allaah knows best."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaikh Muhammad Ibn Saalih Al-‘Uthaimeen (hafidhahullaah) said:&lt;br /&gt;"From what I came to know of the Shaikh through my gatherings with him - and they were few - was that he was very serious about acting upon the Sunnah and fighting against the innovations. And this was regardless of whether it was about the Belief or about actions. As for through my readings of his written works, then I have come to know that about him, and also that he possesses a vast amount of knowledge of Hadeeth, in terms of reporting them and investigating them. And Allaah has benefited many people through what he has written such as about knowledge, aspects of the Manhaj, and concern for the science of Hadeeth. And this is an enormous result for the Muslims, all praise be to Allaah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The great scholar, Shaikh Zaid Ibn Fayaad (rahimahullaah) said about him:&lt;br /&gt;"Indeed, Shaikh Muhammad Naasir-ud-Deen Al-Albaanee is from the most prominent and distinguished personalities of this era. He had great concern for the Hadeeth - its paths of transmission, its reporters and its levels of authenticity or weakness. This is an honorable task from the best things in which hours can be spent and efforts can be made. And he was like any other of the scholars - those who are correct in some matters and err in other matters. However, his devotion to this great science (i.e. of Hadeeth) is from that which requires that his prestige be acknowledged and his endeavors in it be appreciated."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaikh Muqbil Ibn Haadee Al-Waadi'ee (hafidhahullaah) said:&lt;br /&gt;"Indeed, there cannot be found an equal in terms of the knowledge of Hadeeth like that of Shaikh Muhammad Naasir-ud-Deen Al-Albaanee. Allaah has given benefit through his knowledge and his books numerous times more than what has been accomplished by those zealots for Islaam who act upon ignorance - those who organize reformation and revolutionary movements. And that which I sincerely believe and am convinced about is that the Shaikh Muhammad Naasir-ud-Deen Al-Albaanee is from the mujaddideen (reformers/revivers) whom the Prophet, sallAllaahu 'alayhi wa sallam spoke the truth when he said: ’Indeed Allaah raises up from this ummah at the beginning of every century someone who will revive it for them (i.e. a mujaddid).’ Reported by Abu Dawood and authenticated by Al-‘Iraaqee and others."&lt;br /&gt;---------------------&lt;br /&gt;(1) The brother, Dr. Muhammad Lutfee As-Sabaagh, may Allaah grant him success, related to us that he heard Shaikh Ibn Baaz, rahimahullaah, say about our Shaikh: 'I dont know of anyone under the surface of the sky with more knowledge of the Hadeeth of Allaah’s Messenger than Shaikh Naasir' (See Ad-Dustoor Newspaper of Jordan (10/8/1999)&lt;br /&gt;(2) The following list of quotes from the scholars was taken from Al-Asaalah Magazine (Issue no. 23, pg. 76-77)&lt;br /&gt;The Basis of His Da'wah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The students of the Shaikh - those who learned from him through the university or through his private gatherings of knowledge or through his written works - are many and widespread throughout all parts of the world, all praise be to Allaah. They are spreading the authentic knowledge and calling the people to the pure methodology with strength and firmness.&lt;br /&gt;The Shaikh spent all of his life calling to Allaah upon sound proofs and evidences, basing his call on the methodology of Tasfiyah and Tarbiyah, which is based on knowledge and self-purification. So he was a noble instructor and a truthful educator (enforcing Tarbiyah). [1] By Allaah, we were brought up and raised tremendously by his methodology (manhaj), his agreeable countenance, his good manners, his high morals, his elevated character and his soft heart.&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;(1) As for what some people relate from him that he, may Allaah have mercy on him, said: 'I taught and I did not educate (using Tarbiyah)', then he only said this out of humbleness and to suppress his soul. And even if this is not so, then I ask, is there anything besides knowledge that will purify and cultivate (Tarbiyah)? Is it only words and expressions?! Or is it purely passions and emotions?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His Characteristics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Shaikh, may Allaah have mercy on him, had many praiseworthy characteristics. Among the most clear, manifest and highest of them was his profound precision with regard to knowledge, his diligence, perseverance, his tolerance (with others), his firmness upon the truth, his quickness to return to correctness, [1] his patience with the hardships of knowledge and Da’wah, and his taking of insults and harms for the sake of the Da’wah, bearing that with patience and consideration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the greatest things that distinguished the Shaikh from many of his (Muslim) brothers amongst the people of knowledge was his strong support for the Sunnah and its adherents, [2] his firmness upon the methodology of the Salaf As-Saalih, his love for those who called to it, and his refutation against the deviants from all levels and various positions, with an extreme clearness and a rare clarity.&lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;(1) There is no contradiction between these last two characteristics, as is made quite clear with the least bit of reflection. By Allaah, how many times have we seen the humility of our Shaikh while he listened to those lower than him in his gatherings In fact, he even asked some of his youngest students and sought explanations from them for aspects of knowledge that he had trouble with. And he would accept peoples’ arguments with open-mindedness. So he had no pride or haughtiness. We ask you, O Allaah, to rectify our hearts and to grant us refuge from the evils of our souls.&lt;br /&gt;(2) The Shaikh handed me his introduction - written with his own hand - to the book Madaarik An-Nadhr fee As-Siyaasah of the brother, the Shaikh ‘Abdul-Malik Ramadaanee - so that I can give it to him. In this introduction is found the Shaikh’s support for the book, according to the correct manner, and his aid for what clear truth is found in it. But in spite of this, we hear from some people that they have doubts about the Shaikh’s introduction (!) or they say that he wrote it before the book was put in order! So then what was it?! That book was the book itself, without any doubt about it! As for what was supplemented to it, then that was only to aid and support its original status, they were not additions that changed the books main ideas. So based on this, warning against this book and belittling its status is a backward trend that is contrary to what is correct and it is in opposition to what our senior scholars and Shaikhs are upon.&lt;br /&gt;His Fame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Shaikh, rahimahullaah, achieved a tremendous acceptance from the righteous Muslims all over the world. He received wide and vast fame and notoriety in all of the different regions of the world, even though he did not seek after it nor strive for it. On the contrary, he would run away and flee from it. And he would always repeat these words: "Love for fame will break one’s back." May Allaah have mercy on him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No one amongst mankind had a blessing or bounty over him in any of the worldly affairs. His knowledge was his mediator and his patience was his guide. [1] He was persistent (in his efforts), perseverant, patient, always struggling, earnest and hard working.&lt;br /&gt; -------------------------&lt;br /&gt;(1) So what some people say to themselves or that which some of them whisper to others - that they share credit in the Shaikh's fame or that they are responsible for people knowing him (!), then these are words, which the present situation and current conditions contradict and oppose.&lt;br /&gt;The Last Part of His Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Shaikh, rahimahullaah, did not cease to be devoted to the knowledge, persistent in authoring works, diligent in teaching and educating until he reached the age of eighty-six. He did not stop authoring books, writing letters and doing referencing and checking of ahaadeeth - because of his heart's attachment to that - until the last two months of his life, when he grew very weak. This was until Allaah took his soul in death right before sunset (Maghrib) on Saturday when eight days remained for the end of the month Jumaadaa Al-Aakhira of the year 1420H (10/2/1999). &lt;br /&gt;His Death and Its Effect on the Ummah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Shaikh’s Janaazah (funeral) prayer was performed on the evening of the same day that he died. Scores of people, whose number exceeded that of five thousand persons, prayed over him in a musalla (place of prayer). Despite the fact that his body was prepared, he was prayed over and then buried, his burial was completed at the earliest time possible, in compliance with his final Will, in which he encouraged that the prophetic Sunnah be adhered to and acted upon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The scholars, students of knowledge and common people were all affected by his loss. When the news of his death was conveyed, he was remembered and praised by the high and respected people of knowledge, such as Shaikh ‘Abdul-‘Azeez Ibn ‘Abdillaah Aali Shaikh, Chief Muftee of the Kingdom of Saudi Arabia, Shaikh Muhammad Ibn Saalih Al-‘Uthaimeen, Shaikh ‘Abdullaah Ibn Jibreen, Shaikh Saalih Ibn ‘Abdil-‘Azeez Ibn Muhammad Aali Shaikh and others.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-5670248312698426706?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/5670248312698426706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=5670248312698426706&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5670248312698426706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5670248312698426706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/biography-of-sheikh-muhammad-naasir-ud.html' title='Biography of Sheikh Muhammad Naasir-ud-Deen Al-Albaanee  His Name and Lineage'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-1956860634523178854</id><published>2008-08-06T02:47:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:47:58.891-07:00</updated><title type='text'>Hamzah bin Abdul Muthalib</title><content type='html'>Hamzah bin Abdul Muthalib &lt;br /&gt;Pernah mendengar sahabat yang dibunuh dan dimakan hatinya oleh seorang perempuan? Beliaulah Hamzah bin Abdul muthalib paman nabi Muhammad. &lt;br /&gt;Sangat panjang perjalanan Hamzah hingga gugur di medan uhud. Tentunya menarik kisah hidup beliau, namun bagaimana mula beliau masuk Islam.&lt;br /&gt;Pada suatu hari Abu Jahal berjalan melewati Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di sebuah tempat yaitu Safa. Seperti kebiasaannya ia pun mengganggu Rasulullah, mencaci, memaki dan melampiaskan dendamnya karena dianggap menghina agamanya. Rasulullah tidak menanggapi ucapan Abu Jahl. Pelecehan yang dilakukan oleh Abu Jahl terdengar oleh seorang wanita budak Jud'an bin Amir. Selesai mengumpat, abu Jahl pun pergi ke balai pertemuan orang-orang Qurays yang ada di sebelah Ka'bah. Duduklah ia bersama para pembesar Qurays.&lt;br /&gt;Tidak lama berselang, Hamzah bin Abdul Muthalib datang sambil menghunus pedangnya menuju ke arah Ka'bah. Ini kebiasaannya apabila sehabis berburu, karena memang berburu merupakan kegemarannya. Selepas berburu, ia biasanya tak langsung pulang ke rumah namun terlebih dulu thawaaf di Baitullah. Hari-hari sebelumnya pabila telah selesai melakukan thawaf dan melewati balai pertemuan orang Qurays maka ia mengucapkan salam dan ngobrol bersama mereka. Memang Hamzah adalah anak muda yang disegani di kalangan orang Qurays. Ketika Hamzah berjalan menuju Ka'bah dan melintasi seorang budak wanita Jud'an maka budak itu berkata mengadu: "Wahai Abu Umarah (sebutan bagi Hamzah), seandainya saja engkau tadi melihat apa yang diperbuat oleh Abul hakam (sebutan Abu Jahal) terhadap keponakanmu Muhammad! Abu Jahl bertemu beliau di Shafa kemudian ia mengganggu, mencaci makinya dan melakukan hal-hal yang tidak beliau sukai. Setelah itu ia pergi dan Muhammad tidak menyahuti omongannya sedikit pun".&lt;br /&gt;Hamzah mendengar laporan budak wanita tadi marah terhadap Abu Jahl. Ia pun segera pergi mencari Abu Jahl tanpa menggubris orang-orang lain. Ia berniatan bila bertemu dengan Abu Jahal akan mehajar dan memberinya pelajaran.&lt;br /&gt;Ketika Hamzah masuk masjid, ia melihat Abu Jahl sedang duduk bersama orang-orang Qurays. Hamzah pun berjalan ke arahnya. Ketika ia telah berada di depannya, ia mengangkat pedangnya kemudian menghajar Abu Jahal hingga mengalami luka parah. Ia berkata: "Apakah Engkau mencaci maki keponakanku padahal aku seagama dengannya, dan aku berkata seperti yang ia katakan? Silakan balas jika engkau sanggup! &lt;br /&gt;Melihat kondisi ini beberapa orang dari bani Makhzum mendekat kepada Hamzah untuk menolong Abu jahal. Namun Abu Jahal berkata: " biarkanlah Abu Umarah." Demi Allah, aku telah menghina keponakannya dengan penghinaan yang buruk." &lt;br /&gt;Perbuatan yang dilakukan Hamzah ini sekaligus sebagai pernyataan tentang masuk Islamnya beliau dan mengikuti Rasulullah.&lt;br /&gt;Masuknya Hamzah ke dalam Islam ini menyadarkan orang Qurays bahwa Rasulullah Muhammad telah kuat, terjaga, dan Hamzah akan melindunginya. Oleh sebab itu maka orang Qurays pun mulai mengurangi gangguannya kepada Rasullullah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-1956860634523178854?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/1956860634523178854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=1956860634523178854&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/1956860634523178854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/1956860634523178854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/hamzah-bin-abdul-muthalib.html' title='Hamzah bin Abdul Muthalib'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-5014645907133226979</id><published>2008-08-06T02:46:00.002-07:00</published><updated>2008-08-06T02:47:02.653-07:00</updated><title type='text'>HAFSHOH binti 'UMAR -radhiallaahu 'anha-</title><content type='html'>HAFSHOH binti 'UMAR -radhiallaahu 'anha-&lt;br /&gt;Beliau adalah Hafsah putri dari Umar bin Khaththab, seorang shahabat agung yang melalui perantara beliau-lah Islam memiliki wibawa. Hafshoh adalah seorang wanita yang masih muda dan berparas cantik, bertaqwa dan wanita yang disegani. &lt;br /&gt;Pada mulanya beliau dinikahi salah seorang shahabat yang mulia bernama Khunais bin Khudzafah bin Qais As-Sahmi Al-Quraisy yang pernah berhijrah dua kali, ikut dalam perang Badar dan perang Uhud namun setelah itu beliau wafat di negeri hijrah karena sakit yang beliau alami waktu perang Uhud. Beliau meninggalkan seorang janda yang masih  muda dan bertaqwa yakni Hafshoh yang ketika itu masih berumur 18 tahun. &lt;br /&gt;Umar benar-benar merasakan gelisah dengan adanya keadaan putrinya yang menjanda dalam keadaan masih muda dan beliau masih merasakan kesedihan dengan wafatnya menantunya yang dia adalah seorang muhajir dan mujahid. Beliau mulai merasakan kesedihan setiap kali masuk rumah melihat putrinya dalam keadaan berduka. Setelah berfikir panjang maka Umar berkesimpulan untuk mencarikan suami untuk putrinya sehingga dia dapat bergaul dengannya dan agar kebahagiaan yang telah hilang tatkala dia menjadi seorang istri selama kurang lebih enam bulan dapat kembali. &lt;br /&gt;Akhirnya pilihan Umar jatuh pada Abu Bakar Ash Shidiq radhiallaahu 'anhu orang yang paling dicintai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam karena Abu Bakar dengan sifat tenggang rasa dan kelembutannya dapat diharapkan membimbing Hafshoh yang mewarisi watak bapaknya yakni bersemangat tinggi dan berwatak tegas. Maka segeralah Umar menemui Abu Bakar dan menceritakan perihal Hafshoh berserta ujian yang menimpa dirinya yakni berstatus janda. Sedangkan ash-Shiddiq memperhatikan dengan rasa iba dan belas kasihan. Kemudian barulah Umar menawari Abu Bakar agar mau memperistri putrinya. Dalam hatinya dia tidak ragu bahwa Abu Bakar mau menerima seorang yang masih muda dan bertaqwa, putri dari seorang laki-laki yang dijadikan oleh Allah penyebab untuk menguatkan Islam. Namun ternyata Abu Bakar tidak menjawab apa-apa. Maka berpalinglah Umar dengan membawa kekecewaan hatinya yang hampir-hampir dia tidak percaya (dengan sikap Abu Bakar). Kemudian dia melangkahkan kakinya menuju rumah Utsman bin Affan yang mana ketika itu istri beliau yang bernama Ruqqayah binti Rasulullah telah wafat karena sakit yang dideritanya. &lt;br /&gt;Umar menceritakan perihal putrinya kepada Utsman dan menawari agar mau menikahi putrinya, namun beliau menjawab: "Aku belum ingin menikah saat ini". Semakin bertambahlah kesedihan Umar atas penolakan Utsman tersebut setelah ditolak oleh Abu Bakar. Dan beliau merasa malu untuk bertemu dengan salah seorang dari kedua shahabatnya tersebut padahal mereka berdua adalah kawan karibnya dan teman kepercayaannya yang faham betul  tentang kedudukannya. Kemudian beliau menghadap Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam dan mengadukan keadaan dan sikap Abu Bakar maupun Utsman. Maka tersenyumlah Rasulllah Shallallaahu 'alaihi wa sallam seraya berkata: &lt;br /&gt;"Hafshoh akan dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan Utsman sedangkan Ustman akan menikahi wanita yang lebih baik daripada Hafshoh (yaitu putri beliau Ummu Kultsum radhiallaahu 'anha-red)" &lt;br /&gt;Wajah Umar bin Khaththab berseri-seri karena kemuliaan yang agung ini yang mana belum pernah terlintas dalam angan-angannya. Hilanglah segala kesusahan hatinya, maka dengan segera dia menyampaikan kabar gembira tersebut kepada setiap orang yang dicintainya sedangkan Abu Bakar adalah orang yang pertama kali beliau temui. Maka tatkala Abu Bakar melihat Umar dalam keadaan gembira dan suka cita maka beliau mengucapkan selamat kepada Umar dan meminta maaf kepada Umar sambil berkata "janganlah engkau marah kepadaku wahai Umar karena aku telah mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam menyebut-nyebut Hafshoh. Hanya saja aku tidak ingin membuka rahasia Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam; seandainya beliau menolak Hafshoh maka pastilah aku akan menikahinya. Maka Madinah mendapat barokah dengan indahnya pernikahan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Hafshoh binti Umar pada bulan Sya'ban tahun ketiga Hijriyah. Begitu pula barokah dari pernikahan Utsman bin Affan dengan Ummu Kultsum binti Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam pada bulan Jumadil Akhir tahun ketiga Hijriyah juga. &lt;br /&gt;Begitulah, Hafshoh bergabung dengan istri-istri Rasulullah dan Ummahatul mukminin yang suci. Di dalam rumah tangga Nubuwwah ada istri selain beliau yakni Saudah dan Aisyah. Maka tatkala ada kecemburuan beliau mendekati Aisyah karena dia lebih pantas dan lebih layak untuk cemburu. Beliau senantiasa mendekati dan mengalah dengan Aisyah mengikuti pesan bapaknya (Umar) yang berkata: "Betapa kerdilnya engkau bila dibanding dengan Aisyah dan betapa kerdilnya ayahmu ini apabila dibandingkan dengan ayahnya". &lt;br /&gt;Hafshoh dan Aisyah pernah menyusahkan Nabi, maka turunlah ayat :"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong untuk menerima kebaikan dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi,maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan (begitu pula) Jibril" (Q.S. at-Tahrim: 4). &lt;br /&gt;Telah diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mentalak sekali untuk Hafshoh tatkala Hafshoh dianggap menyusahkan Nabi namun beliau rujuk kembali dengan perintah yang dibawa oleh Jibril 'alaihissalam yang mana dia berkata: &lt;br /&gt;  "Dia adalah seorang wanita yang rajin shaum, rajin shalat dan dia adalah istrimu  di surga". &lt;br /&gt;Hafshoh pernah merasa bersalah karena menyebabkan kesusahan dan penderitaan Nabi dengan menyebarkan rahasianya namun akhirnya menjadi tenang setelah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam memaafkan beliau. Kemudian Hafshoh hidup bersama Nabi dengan hubungan yang harmonis sebagai seorang istri bersama suaminya. Manakala Rasul yang mulia menghadap ar-Rafiiq al-A'la dan Khalifah dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, maka Hafshoh- lah yang dipercaya diantara Ummahatul Mukminin termasuk Aisyah didalamnya, untuk menjaga mushaf Al-Qur'an yang pertama. &lt;br /&gt;Hafshoh radhiallaahu 'anha mengisi hidupnya sebagai seorang ahli ibadah dan ta'at kepada Allah, rajin shaum dan juga shalat, satu-satunya orang yang dipercaya untuk menjaga keamanan dari undang-undang umat ini, dan kitabnya yang paling utama yang sebagai mukjizat yang kekal, sumber hukum yang lurus dan 'aqidahnya yang utuh. &lt;br /&gt;Ketika ayah beliau yang ketika itu adalah Amirul mukminin merasakan dekatnya ajal setelah ditikam oleh Abu Lu'lu'ah seorang Majusi pada bulan Dzulhijjah tahun 13 hijriyah, maka Hafshoh adalah putri beliau yang mendapat wasiat yang beliau tinggalkan. &lt;br /&gt;Hafshoh wafat pada masa Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiallaahu 'anhu setelah memberikan wasiat kepada saudaranya yang bernama Abdullah dengan wasiat yang diwasiatkan oleh ayahnya radhiallaahu 'anhu. Semoga Allah meridhai beliau karena beliau telah menjaga al-Qur'an al- Karim, dan beliau adalah wanita yang disebut Jibril sebagai Shawwamah dan Qawwamah (Wanita yang rajin shaum dan shalat) dan bahwa beliau adalah istri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam di surga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-5014645907133226979?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/5014645907133226979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=5014645907133226979&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5014645907133226979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5014645907133226979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/hafshoh-binti-umar-radhiallaahu-anha.html' title='HAFSHOH binti &apos;UMAR -radhiallaahu &apos;anha-'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-4513174247013724214</id><published>2008-08-06T02:46:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:46:39.056-07:00</updated><title type='text'>Biografi  Syaikh Sholeh bin Ibrahim Al-Balihi</title><content type='html'>Biografi&lt;br /&gt;Syaikh Sholeh bin Ibrahim Al-Balihi &lt;br /&gt;Riwayat singkat kehidupan fadilatus sheik Sholeh bin Ibrahim Al-Balihi Rahimahumullah&lt;br /&gt;Nasab, kelahiran dan perkembangan&lt;br /&gt;Dia adalah syeikh sholeh bin ibrahim bin muhammad bin manik bin muhammad bin abdillah al balihi dari kabilah dawasir yang terkenal dengan al wadha'in wad dawasir dinisbahkan kepada dausir dan nasab dausir sampai kepada qohton sebagimana disebutkan oleh ulama' nasab&lt;br /&gt;Dia dilahirkan di negeri syamasiah salah satu tempat di qoshim pada tahun 1331 H. kemudian dia pindah bersama kedua orang tuaanya dari syamasah ke kota buroidah pada tahun 1338 H. kemudian dia belajar al-qur'an dengan salah satu madrasah di kota buraidah kemudian setelah dia lulus sibuk dagang bersama orang tuanya sambil terus menuntut ilmu dien&lt;br /&gt;Guru-guru beliau dan murid-muridnya&lt;br /&gt;1. fadilatus sheikh al 'alamah umar bin muhammad bin salim rahimahullah&lt;br /&gt;2. fadilatus sheikh al 'alamah abdul aziz bin ibrahim al ibadi rahimahullah&lt;br /&gt;3. fadilatus sheikh abdullah arrasyid al farj rahimahullah&lt;br /&gt;4. fadilatus sheikh muhammad bin abdurahman al balihi hafidahullah&lt;br /&gt;5. fadilatus sheikh abdullah bin muhammad bin humaid rahimahullah&lt;br /&gt;Murid-muridnya&lt;br /&gt;1. fadilatus sheikh abdul azis bin sholeh al'aql waffaqohullah&lt;br /&gt;2. fadilatus sheikh abdullah bin muhammad ad duweis rahimahullah&lt;br /&gt;3. fadilatus sheikh abdullah bin ibrahim al qor 'awi hafidahullah&lt;br /&gt;4. fadilatus sheikh salman bin fa hd al 'audah hafidahullah&lt;br /&gt;5. fadilatus sheikh sholeh al wanyan hafidahullah&lt;br /&gt;Karangannya&lt;br /&gt;1. as salsabil fi ma'rifatil ad dalil&lt;br /&gt;2. al huda wal bayan fi asma'il qur'an&lt;br /&gt;3. aqidatul muslimin war raddu alal mulhidina wal mubtadi'ina&lt;br /&gt;4. yaa fataatul al islam iqro'I hatta la tahdi'I&lt;br /&gt;5. ar ba'un kalimat mufidah&lt;br /&gt;perangai&lt;br /&gt;adalah seikh ini seperti ulama-ulama yang lain yang terdidik atas qur'an dan sunnah, beliau rahimahullah mengajak pada ma'ruf dan mencegah dari kemungkaran, tawadu' cinta kepada kebaikan dan fuqoro' dan masaqin &lt;br /&gt;wafatnya&lt;br /&gt;beliau wafat pada hari jum'at tanggal 3 bualan jumadil awwal tahun 1410 H.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-4513174247013724214?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/4513174247013724214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=4513174247013724214&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/4513174247013724214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/4513174247013724214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/biografi-syaikh-sholeh-bin-ibrahim-al.html' title='Biografi  Syaikh Sholeh bin Ibrahim Al-Balihi'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-7738052601339114199</id><published>2008-08-06T02:45:00.004-07:00</published><updated>2008-08-06T02:46:18.616-07:00</updated><title type='text'>Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab</title><content type='html'>Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab &lt;br /&gt;Beliau adalah al imam Asy Syaikh Muhammad Bin Abdul wahhab Bin sulaiman bin ali bin Muhammad bin rasyid bin buraid bin Muhammad musyrif bin Sumar salah seorang keturunan Bani Tamim yang dermawan. Beliau dilahirkan di negeri al unaiyah pada tahun 1115 H dalam kediaman yang penuh dalam ilmu, kemulyaan dan agama. Ayah beliau adalah seorang alim besar, sedangkan kakeknya adalah alim negeri najed pada zamannya.&lt;br /&gt;Beliau telah hafal alquran sebelum umur sepuluh tahun, lalu mempelajari ilmu fikih sampai mendalam. Orang tuanya sangat kagum kepada beliau karena kekuatan hafalan beliau. Beliau banyak membaca kitab-kitab tafsir dan hadits dan selalu terlihat menuntut ilmu baik siang atau malam hari. Menghafal matan -matan berbagai disiplin ilmu. Beliau pergi mencari ilmu di berbagai wilayah nejed dan makkah serta berguru kepada para ulamanya. Diantara mereka adalah al allamah Ahlul Sunnah syaikh abdullah bin ibrahim As syammiri. Beliau juga berguru kepada putra syaikh abdullah bin ibrahim yang terkenal sebagai ahli ilmu faraidh yaitu ibrahim ay syammiri, pengarang kitab al adhbul faidh fi syarhi alfiyatil faraidh. Kedua syaikh tersebut lalu memperkenalkannya kepada seorang ahli hadits terkemuka yaitu Muhammad Hayat As sindy. Beliau kemudian berguru kepadanya dalam hal hadits dan rijalnya(periwayat hadits). Lalu beliau memberi ijazah (rekomendasi) dalam kitab-kitab induk hadits.&lt;br /&gt;Syaikh muhammad bin abdul wahhab dikaruniai pemahaman yang tajam dan kecerdasan yang luar biasa. Beliau tekun membca, meneliti dan mengarang, selalu meneliti hal-hal yang penting dari buku yang dibaca dan penelitian yang dilakukan, serta tidak pernah bosan menulis. Beliau banyak memberikan catatan dalam banyak buku karya ibnu taimiyah dan ibnu qoyyim rahimahumAllah. Beberapa tulisan tangan yang beliau tulis dengan penanya yang lancar hingga kini masih banyak tersimpan di museum.&lt;br /&gt;Sepeninggal ayahandanya, beliau secara terang-terangan berdakwah kepada tauhid, mengingkari kemungkaran dan menyerang para penyembah kubur. Dakwah beliau didukung oleh para penguasa dari keluarga su'ud sehingga menjadi kuat dan cepat tersebar beritanya.&lt;br /&gt;Beliau memiliki banyak karya yang bermanfaat diantaranya &lt;br /&gt;· Kitab yang agung dan amat berfaedah "kitab tauhid". Kitab ini telah dicetak oleh beberapa percetakan, setiap kali cetakannya habis ia langsung dicetak ulang kembali. &lt;br /&gt;· Kitab Kasyfusy Syubuhaat &lt;br /&gt;· Al Kabair &lt;br /&gt;· Mukhtasharul Inshaaf &lt;br /&gt;· Asy syarhul Kabiir &lt;br /&gt;· Mukhtashar Zaadul Maad &lt;br /&gt;· dan lain-lain &lt;br /&gt;Beliau juga memiliki fatwa-fatwa dan berbagai makalah yang dihimpun dalam sebuah kitab yang diberi judul majmu'atu mu'allaatil imam Muhammad bin abin abdul wahhab, diterbitkan oleh universitas Islam imam muhammad binsaud. Beliau meninggal pada tahun 1206 H. Mudah-mudahan Allah memberi beliau rahmat yang seluas-lusanya serta mendapat balasan yang sebaik-baiknya atas jasanya kepada Islam dan umat Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-7738052601339114199?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/7738052601339114199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=7738052601339114199&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7738052601339114199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7738052601339114199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab.html' title='Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-3199543599270784185</id><published>2008-08-06T02:45:00.003-07:00</published><updated>2008-08-06T02:45:50.812-07:00</updated><title type='text'>Biografi   Imam Nawawi</title><content type='html'>Biografi &lt;br /&gt;Imam Nawawi&lt;br /&gt;Imam nawawi lahir di desa Nawa di daerah khauran sebelah selatan kota Damsyik pada bulan Muharram 131 H. Beliau hidup di kelurga yang sangat menghargai ilmu dien. Allah memberikan kepada beliau kecintaan kepada ilmu dan hafalan Al quran. Dengan dukungan ayah beliau , imam nawawi memperoleh kemulian besar dalam kehidupan ilmiah. &lt;br /&gt;Tsaqofah &lt;br /&gt;Imam Nawawi pindah ke Damsyik, tinggal di madrasah untuk menuntut ilmu. Beliau sangat tekun menuntut ilmu, hafal 'at tanbih' dalam waktu 4,5 bulan, di bulan sisanya di tahun itu beliau menghafal rab'ul muhadzdzab. Beliau belajar ilmu terus menerus hingga menjadi ulama besar dalam fiqh madzhab syafi'i, dalam bidang hadits dan bahasa. &lt;br /&gt;Akhlaq &lt;br /&gt;Imam Nawawi dikenal sebagai seorang alim rabbani, zuhud dalam dunia, wara' dan beliau hampir tidak pernah berpaling dari ketaatan, kuat dalam amar ma'ruf nahi munkar, menasehati penguasa, tidak takut celaan orang karena Allah Ta'ala. &lt;br /&gt;Kedudukan beliau &lt;br /&gt;Imam memiliki kedudukan yang tinggi yang dikenal oleh ulama di jamannya. Berkaitan dengan ini syaikh ibn farh menyatakan bahwa imam nawawi memiliki tiga derajat yang satu derajatnya saja sangat berat dicapai oleh orang lain, yaitu ilmu, zuhud dan amar ma'ruf nahi mungkar. &lt;br /&gt;Wafat beliau &lt;br /&gt;Nawawi meninggal pada tanggal 14 rajab 176 H di Nawa. Umur Imam Nawawi memang tidak panjang, tidak lebih dari 45 tahun, meskipun demikian usia yang tidak panjang itu penuh barakah. Umur yang tidak panjang itu, beliau habiskan untuk ibadah, ketaatan, mengajar dan menulis.&lt;br /&gt;Karya Imam Nawawi &lt;br /&gt;Beliau mewariskan peninggallan yang berharga dalam beragam ilmu-ilmu agama, yang dapat dibaca oleh para penelaah, dan pembaca. Disaat beliau diberi kekuatan pemahaman dalam memahami nash, ilmu fiqh, ushul fiqh, mustholah, bahasa dan bidang ilmu yang lain. Diantara karangan beliau adalah &lt;br /&gt;1. Minhaj fi syarah shahih Muslim &lt;br /&gt;2. taahdzibul asma' waal lughoh &lt;br /&gt;3. Minhajuj tholibin &lt;br /&gt;4. ad daqoiq &lt;br /&gt;5. Tashhihul tanbih fi fiqhil asy syafi'iyah &lt;br /&gt;6. Taqrib wa tahsin fi mushtolah al hadits &lt;br /&gt;7. Riyadhus shalihin min kalamisayidil mursalin &lt;br /&gt;Dan tulisan-tulisan lain yang masih banyak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-3199543599270784185?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/3199543599270784185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=3199543599270784185&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/3199543599270784185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/3199543599270784185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/biografi-imam-nawawi.html' title='Biografi   Imam Nawawi'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-5797085378660813800</id><published>2008-08-06T02:45:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:45:29.239-07:00</updated><title type='text'>Biografi   Imam Malik</title><content type='html'>Biografi &lt;br /&gt;Imam Malik&lt;br /&gt;Nama dan Nasabnya&lt;br /&gt;Abu Abdillah Malik bin Anas al Ashbahi, Imam darul Hijroh.&lt;br /&gt;Kelahirannya &lt;br /&gt;Beliau lahir di Madinah al Munawwaroh tahun 93 h dan tumbuh besar di Madinah &lt;br /&gt;Guru-gurunya &lt;br /&gt;Nafi' al Muqbiri, Na'imul Majmar, az Zuhri, Amir bin abdillah bin az Zubair, Ibnul Mungkadir, Abdullah bin Dinar dan lain-lain. &lt;br /&gt;Murid-miridnya &lt;br /&gt;Ibnul Mubarak, al Qothon, Ibnu Mahdi, Ibnu wahb, Ibnu Qosim, al Qo'nabi, Abdullah bin Yusuf, Said bin Manshur, Yahya bin Yahya, an Naisaburi, Yahya bin Yahya al Andalusi, Yahya bin Bakir, Qutaibah abu Mus'ab, az Aubairi dan Abu Hudzafah as Sahmi. &lt;br /&gt;Pujian-pujian ulama&lt;br /&gt;· Berkata imam Syafi'I : jika disebut (nama-nama) ulama, maka Imam Malik adalah bintangnya. &lt;br /&gt;· Beliau juga berkata : kalau bukan karena (perantara) Malik dan Uyaimah niscaya hilang ilmu yang ada di Hijaz. &lt;br /&gt;· Ibnu Wahb berkata : kalau bukan karena (perantara)Malik dan Al Laih niscaya kita akan sesat &lt;br /&gt;· Berkata Abdurrahman bin Waqid : aku melihat pitu Malik di Madinah seperti pintu amir. &lt;br /&gt;· Berkata al La'nabi : ketika aku bersama Uyainah (telah sampai kepadanya berita kematian Malik) dalam keadaan sedih beliau berkata : tidak ada seorangpun di muka bumi seperti beliau. &lt;br /&gt;· Berkata Syu'bah : saya datang ke Madinah setahun setelah kematian Nafi' (ternyata sudah) ada halaqoh Malik &lt;br /&gt;· Berkata Syafi'I : tidak ada kitab ilmu di bumi yang paling banyak benarnya dari pada kitab Muwathah Imam Malik. &lt;br /&gt;Perkataan-perkataan beliau : &lt;br /&gt;· Allah ada di langit dan mengetahui setiap tempat &lt;br /&gt;· Istiwa (bersemayam) itu ma'lum (diketahui) Kaifiyah (bagaimana bersemayamnya Allah) itu majhul (tidak di ketahui). &lt;br /&gt;· Beriman (bahwa Allah bersemayam) adalah wajib &lt;br /&gt;· Bertanya bagaimana Allah bersemayam hukumnya bid'ah &lt;br /&gt;· Aku tidak akan berfatwa sehingga ada 70 saksi yang mempersaksikan bahwa aku ahli (mengetahui) masalah tersebut. &lt;br /&gt;· Tidak ada seorangpun setelah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam yang berhak diambil dan di tinggalkan perkataannya kecuali Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam . &lt;br /&gt;Wafatnya&lt;br /&gt;Beliau wafat pada 10 rabiul awal tahun 177 H.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-5797085378660813800?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/5797085378660813800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=5797085378660813800&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5797085378660813800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5797085378660813800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/biografi-imam-malik.html' title='Biografi   Imam Malik'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-7557467697388066968</id><published>2008-08-06T02:44:00.004-07:00</published><updated>2008-08-06T02:45:07.708-07:00</updated><title type='text'>Imam Bukhari</title><content type='html'>Imam Bukhari &lt;br /&gt;Beliau dilahirkan pada bulan syawal tahun 194 H di negeri bukhara, yang sekarang di kenal sebagai bagian dari negeri soviet. Beliau adalahseorang yang sangat alim di bidang hadits. Beliau menyusun sebuah kitab yang kesahihannya telah disepakati oleh umat islam dari jaman dahulu hingga sekarang. &lt;br /&gt;Imam bukhari pernah ditanya oleh seseorang:' Bagaimana mulanya engkau berkecimpung dalam bidang hadits ini? Maka beliau mengatakan : saya diilhami untuk menghafal hadits ketika saya bersama dengan para penulis hadits. Berapa usiamu pada waktu itu? Dia menjawab 10 tahun, atau kurang. Saya lalu keluar dari kelompok para penulis itu dan selanjutnya saya selau menemani ad dakhili dan ulama lainnya. Ketika saya telah berkecimpung di bidang ini saya telah hafal ibnul mubarak dan waqi'. Saya lalu pergi ke Mekkah bersama ibu dan saudaraku , sesudah selesai berhaji , saudaraku lalu mengantarkan ibuku pulang, sedangkan saya memperdalam dan mematangkan diri dalam bidang hadits. &lt;br /&gt;Imam bukahari selanjutnya berkelana ke berbagai daerah seperit nisabur, baghdad, bashrah, kufah, mekkah, madinah, syam dan mesir untuk mendapatkan hadits dari sejumlah ulama.&lt;br /&gt;Beliau menulis kitabnya yang bernama tarikh di masjid nabawi, sejumlah buku yang memuat nama-nama rijal ( Orang). &lt;br /&gt;Imam bukhari pada waktu kecil pernah mendatangi para ulama yang sedang bersama para muridnya, karena beliau masih kecil beliau malu memberi salam pada mereka. Suatu ketika beliau ditanya oleh seorang alim: berapa hadits yang sudah kau tulis hari ini? Imam bukhari menjawab: Dua" orang-orang yang ada di sekitarnya mentertawakannya. Alim itu pun berkata" kalian jangan mentertawakannya, boleh jadi suatu hari kalian akan ditertawakannya. &lt;br /&gt;Beliau berkata: suatu kali saya bersama ishak ibnu rahawaih, lalu ada sejumlah temanku yang berkata kepadaku " alangkah baiknya kalau sekiranya engkau kumpulkan sunnah nabi sholallohu alaihi wasalam dalam sebuh kitab yang singkat. Hal tersebut mengena dalam hatiku , maka saya mulai mengumpulkannya dalam kitab ini (Kitab sahih Bukhari).&lt;br /&gt;Beliau berkata : kitab ini saya pilihkan dari 600 ribu hadits. beliau juga berkata : tidaklah aku tulis satu hadits dalam kitab ini kecuali saya wudlu/mandi dan sholat dua rekaat. &lt;br /&gt;Imam bukari berkata: saya menulis hadits dari 1000 orang alim atau lebih. Tidak ada satu pun hadits yang ada padaku kecuali kusebutkan isnadnya.&lt;br /&gt;Imam bukhari meninggal pada tahun 256 H pada malam hari raya idhul fitri pada usia 62 tahun. Kubur beliau terletak di bikharnatk dekat dengan samarkand.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-7557467697388066968?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/7557467697388066968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=7557467697388066968&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7557467697388066968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7557467697388066968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/imam-bukhari.html' title='Imam Bukhari'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-5625645473591554535</id><published>2008-08-06T02:44:00.003-07:00</published><updated>2008-08-06T02:44:49.523-07:00</updated><title type='text'>Ibnu Taimiyah</title><content type='html'>Ibnu Taimiyah&lt;br /&gt;Nama &lt;br /&gt;syeikhul islam taqiyuddin abul abbas ahmad bin abdul halim bin abdus salam bin abdullah al harani adimasqi al hambali &lt;br /&gt;Kelahiran &lt;br /&gt;lahir di haran tahun 661 H. &lt;br /&gt;Hijrahnya &lt;br /&gt;Beliau pindah ke negeri damaskus karena daerah haran diserang oleh tar-tar, beliau tinggal di damaskus mulai tahun 667 H. &lt;br /&gt;Belajarnya &lt;br /&gt;Beliau mendengar hadis dari iman-iman di negeri damaskus , mendengar musnad imam ahmad berkali-kali. Mempelajari hadis dan tekun membaca buku-buku. Belajar dengan para ulama untuk mendengar ilmu daari mereka selama beberapa tahun, menulis, meringkas, belajar ilmu tulisan, berhitung, sibuk dengan ilmu menghafal alqur'an, belajar fikih, belajar bahasa arab pada abdul quwa.Belajar buku karangan sibawaeh dan memahaminya, sangat faham dengan nahwu, memperoleh ilmu tafsir keseluruhannya sehingga melampaui para pendahulunya, paham hukum-hukum dan usul fiqih pada usia belasan tahun.Orang-orang sangat takjub dengan kecerdasan, kekuatan hafalan, ketajaman otak dan kecepatan dalam pemahaman. &lt;br /&gt;Akhlaq beliau &lt;br /&gt;Sederhana dalam makanan dan pakaian, berbakti kepada orang tua, taqwa, ahli ibadah rajin puasa sholat malam berdzikir kepada Allah dalam setiap urusan dan keadaan, selalu berharap kepada Allah dalam setiap kondisi, menjaga batasan-batasan Allah dab memerintahkan yang makruf, mencegah yang mungkar. &lt;br /&gt;Kehidupan ilmiah &lt;br /&gt;Beliau adalah ulama' yang agung dijamannya bahkan yang terbesar dijamannya. Hampir-hampir beliau tidak pernah kenyang dengan ilmu, selalu meneliti, tidak pernah lepas dari kesibukan dan membahas ilmu.. Tidak lah beliau memasuki sebuah cabang ilmu kecuali terbuka baginya banyak cabang-canbang pintu ilmu dan beliau memperoleh ilmu tersebut dari orang yang spesialis dibidangnya. Beliau hadir dalam majelis-majelis kajian di usia muda beliau dan berdialog bersama-sama dengan orang tua dan mengunjungi berbagai negeri. &lt;br /&gt;Beliau adalah orang yang paling fakih diantara yang lain ketika bermajelis orang-orang akan memperoleh manfaat dari beliau dalam madhab mereka yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Tidaklah beliau berbicara dalam masalah keilmuan baik ilmu syar'I maupun yang selainnya kecuali beliau adalah orang yang paling pandai dalam masalah tersebut. Beliau memiliki tulisan-tulisan yang bagus penuh dengan ungkapan-ungkapan yang runtut dan gamblang. &lt;br /&gt;Beliau sangat alim terhadap perbedaan pendapat para ulama, alim tentang masalah pokok dan masalah cabang dalam agama. Kepemimpinan dalam ilmu amalan kesederhanaan keberanian tawadhu', keagungan, kejujuran, amanah, kebaikan, kehendak, ikhlas, senantiasa merasa dekat dengan Allah seakan-akan terkumpul pada beliau. &lt;br /&gt;Wafat &lt;br /&gt;beliau wafat di damaskus tahunm 728 H. dan jenazah beliau dimakamkan dengan diikuti oleh seluruh penduduk damaskus !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-5625645473591554535?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/5625645473591554535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=5625645473591554535&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5625645473591554535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5625645473591554535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/ibnu-taimiyah.html' title='Ibnu Taimiyah'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-1351645264253620106</id><published>2008-08-06T02:44:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:44:26.756-07:00</updated><title type='text'>Biografi   Ibnu Qudamah al Maqdisi</title><content type='html'>Biografi &lt;br /&gt;Ibnu Qudamah al Maqdisi&lt;br /&gt;Nama dan Nasabnya &lt;br /&gt;Muaffiquddin Abdullah bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah bin Muqdam bin Nashr bin Abdullah al Maqdisi.&lt;br /&gt;Kelahirannya &lt;br /&gt;Ia lahir pada bulan Sya'ban tahun 145 H di desa Jamma'ail di sekitar gunung Nabalis. &lt;br /&gt;Perkembangannya&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah besar bersama orang tuanya hingga umur 12 tahun selama itu ia belajar al Qur'an dan menghafal Mukhtashar al Khariqi. Kemudian ia ke Baghdad tinggal di rumah anak pamannya bernama Khafid Abdul Ghami pada tahun 561. Di Baghdad ia banyak belajar dengan para masyaikh di sana. &lt;br /&gt;Guru-gurunya &lt;br /&gt;Gurunya banyak sekali antara lain yang terkenal adalah Syaikh Abu Muhammad Abdullah al Ghami al Maqdisi (612 h), kemudian Syaikh Aba al Fathi Nashr bin Fatyan asy Syahir.&lt;br /&gt;Murid-miridnya &lt;br /&gt;IIa memiliki murid yang banyak antara lain : Syaihabuddin Abu Syammah al Maqdisi (665 h) Zakaddin Abu Muhammad al Mundzirin (656 h).&lt;br /&gt;Penilaian Ulama&lt;br /&gt;Abu Amri bin Shahih : " saya tidak melihat yang sebanding dengan Syaikh Muaffiq" &lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah : "tidak ada yang lebih faqih -setelah al Auzai'- dari pada Syaikh Muaffiq di syam." &lt;br /&gt;Ibnu Katsir : "Syaikhul islam, imam yang 'alim, mahir, tidak ada yang seperti ia di zamannya, tidak juga pada masa sebelumnya yang lebih faqih darinya". &lt;br /&gt;Hasil Karya beliau&lt;br /&gt;Ia banyak mengarang dan menulis di berbagai bidang. Karangannya baik-baik dan di gunakan banyak ulama. Ibnu Rajab berkata : " karangan Syaikh Muaffiq sangat banyak dan baik-bagus di bidang madhab secara furu' dan ushul, di bidang hadits, bahasa, kezuhudan, budi pekerti, dan karangan-karangannya di bidang ushuluddin yang bagus. Sebagian besar karangannya menggunakan metode ahlul hadits dan atsar-atsar serta isnad. Sebagaimana metode penulisan Imam Ahmad dan ahli-ahli hadits lainnya." &lt;br /&gt;Karangannya antara lain :&lt;br /&gt;· lum'atul I'tiqad, &lt;br /&gt;· al Qadar. &lt;br /&gt;· Dan lain sebagainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-1351645264253620106?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/1351645264253620106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=1351645264253620106&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/1351645264253620106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/1351645264253620106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/biografi-ibnu-qudamah-al-maqdisi.html' title='Biografi   Ibnu Qudamah al Maqdisi'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-8370098190333947667</id><published>2008-08-06T02:43:00.004-07:00</published><updated>2008-08-06T02:44:01.953-07:00</updated><title type='text'>Biografi   Syaikh Abdul Aziz bin Baz</title><content type='html'>Biografi &lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang imam salafi, hujjah atsari, mujtahid, faqih, tsabat, da'i besar. Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Abdurrahman Aali Baz, dilahirkan di kota Riyadh pada bulan Dzulhijjah tahun 1330 H. Beliau menderita sakit mata sehingga lemah penglihatannya pada tahun 1346 H. Kemudian matanya menjadi buta pada tahun 1350 h. Tetapi Allah menggantinya dengan kepandaian yang luas dalanm agama serta kesempurnaan rasa ridha dan kepasrahan kepada rabb semesta alam. &lt;br /&gt;Sudah dimaklumi oleh setiap orang yang memperhatikan, bahwa syaikh Abdul Aziz bin Baz adalah seorang yang luas ilmunya, penuh kebijaksanaan, banyak karya-karyanya, penuh kegiatannya, sangat tekun, tidak lemah, tidak lesu dan tidak bosan. Selalu berdzikir kepada Allah, baik akhlaknya, tawadhu', sangat takut kepada Allah, banyak memerintahkan kebaikan dan banyak melarang kemungkaran. Berda'wah kepada Allah dengan ilmu, tegas terhadap ahli bid'ah, sangat ingin memurnikan tauhid, tidak meninggalkan suatu kesempatan pemurnian tauhid kecuali dipergunakannya dengan memerangi syirik dengan berbagai macamnya. Tidak menjumpai celaan orang yang mencela agama dan sunnah kecuali beliau segera cepat membantahnya dan menyangkal dengan menggunakan ilmu dan hikmah, bukan sekadar dengan semangat dan emosi. Oleh karena itu hati-hati telah bersatu untuk mencintainya dan akal sehat telah berkumpul untuk menghormatinya dan memuliakannya . &lt;br /&gt;Beliau mulai belajar dan mencari ilmu sejak kecil, telah hafal al-Qur'an sebelum baligh, mengambil ilmu-ilmu agama dan bahasa arab sejak kecil dari sejumlah ulam-ulama besar Nejed dan lain-lain. Diantaranya Syeikh Abdul Aziz Aali, Syaikh Sa'ad bin Hamad bin Atiq, Hakim di kota Riyah, Syaikh Hamad bin Faris, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Aali, dan yang terakhir ini adalah guru beliau yang utama dan yang terbesar. &lt;br /&gt;JABATAN-JABATAN YANG PERNAH DIDUDUKINYA&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah menduduki jabatan-jabatan ilmiyah yang tinggi diantaranya:&lt;br /&gt;1. Jabatan qadhi di kota Kharj tahun 1357 H. &lt;br /&gt;2. Diangkat sebagai guru di Ma'had Ilmi di Riyadh tahun 1372 H dan guru di kuliyah Syari'ah tahun 1373 H. &lt;br /&gt;3. Diangkat sebagai na'ib rais (wakil rektor) Jami'ah Islamiyah di Medinah pada tahun 1381 H. &lt;br /&gt;4. Diangkat sebagai rektor Jami'ah Islamiyah dpada tahun 1390 h. &lt;br /&gt;5. Diangkat sebagai mufti umum di Kerajaan Arab Saudi . &lt;br /&gt;Disamping jabatan-jabatan tersebut beliau juga menjadi: &lt;br /&gt;1. Anggota Haiatu Kibari al-Ulama di Kerajaan Arab Saudi. &lt;br /&gt;2. Pimpinan tertinggi Lembaga Masjid Sedunia. &lt;br /&gt;3. Pimpinan al-Majma al-Fiqhi al-Islami yang bernaung di bawah Rabithah al-'Alami l-Islami. &lt;br /&gt;Serta masih ada lagi jabatan lain yang beliau pegang. &lt;br /&gt;KARYA-KARYA BELIAU &lt;br /&gt;Beliau banyak menulis buku-buku yang bermanfaat,demikian pula dengan ceramah-ceramah dan pembicaraan-pembicaraanya melalui surat-surat kabar dan media siaran lainnya. Karya-karya beliau yang masyhur diantaranya: &lt;br /&gt;1. At-Tahqiqu wal-Idhahu li Katsirin min masaili al-Hajji wa az-Ziarah. &lt;br /&gt;2. At-Tahdziru min al-Bida'. &lt;br /&gt;3. Risalatani fi az-Zakat wa ash-Shiyam. &lt;br /&gt;4. Al-qidatu ash-Shahihah wa ma Yudhaadduha &lt;br /&gt;5. Wujubul-'Amali bi Sunnatir-Rasul wa Kufru man Ankaraha. &lt;br /&gt;6. Al-Fawaid al-Jaliyyah min al-Mabahits al-Fardhiyah. &lt;br /&gt;7. Ad-Da'wah ilallah wa Akhlak ad-Du'at. &lt;br /&gt;8. Wujubu Tahkimi Syar'illah wa nabdzu ma Yukhalifuhu. &lt;br /&gt;9. Hukmu as-Sufur wa al-Hijab wa Nikah asy-Syighar. &lt;br /&gt;10. Naqdhul-Qaumiyyah al-Arabiyyah. &lt;br /&gt;11. Al-Jawabul Mufid fi Hukmit-Tashfir. &lt;br /&gt;12. Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab : Da'watuhu wa Shiratuhu. &lt;br /&gt;13. Tsalatu ar-Rosail fish-Sholat. &lt;br /&gt;14. Hukmu Islam fiman Thaa'ana fi al-Qur'an, wa fi rosulillah. &lt;br /&gt;15. Hasyiyah 'ala Ajzai min Kitab : Fathil Bari Syarah al-Bukhari. &lt;br /&gt;16. Iqamatil barahin 'ala Hukmi man Istaghatsa bi Ghairillah au Shaddaqa al-Kahanata wal-'Arraafin. &lt;br /&gt;17. Al-Jihad fi Sabilillah. &lt;br /&gt;18. Al-Durus al-Muhimmah li-'Aammatil -Ummah. &lt;br /&gt;19. Majmu' al-Fatawa hingga sekarang telah terbit delapan jilid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-8370098190333947667?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/8370098190333947667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=8370098190333947667&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/8370098190333947667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/8370098190333947667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/biografi-syaikh-abdul-aziz-bin-baz.html' title='Biografi   Syaikh Abdul Aziz bin Baz'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-7594448109626435232</id><published>2008-08-06T02:43:00.003-07:00</published><updated>2008-08-06T02:43:39.447-07:00</updated><title type='text'>Biografi   Syaikh Shalih Al-Utsaimin</title><content type='html'>Biografi &lt;br /&gt;Syaikh Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;Nasabnya:&lt;br /&gt;Beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin shalih bin Muhammad bin Utsaimin Al Wahibi At Tamimi. &lt;br /&gt;Kelahirannya: &lt;br /&gt;Beliau dilahirkan di kota Unaizah pada tanggal 27 bulan ramadhan tahun 1347 H.&lt;br /&gt;Pertumbuhannya: &lt;br /&gt;Beliau belajar Al Quran kepada kakeknya dari jalan ibu, Abdurrahman bin sulaiman Ali Damigh rahimahullah. Kemudian beliau menuntut ilmu, belajar menulis , berhitung, dan ilmu sastra. Syaikh Abdurrahman as sa'di menempatkan 2 muridnya di kediamannya untuk mengajar murid-murid yunior, yang seorang bernama syaikh Ali Ash Shalihi dan seorang lagi syaikh Muhammad bin Abdul azizi Al Muthawi, yang kepadanya beliau belajar mukhtasar aqidah wasithiyah tulisan syaikh Abdur rahman as sa'di dan minhajus salikin fil fiqhi tulisan syaikh abdurrahman juga, jurumiyah dan alfiyah. Beliau belajar faraidh dan fikih kepada syaikh abdurrahman bin ali bin audan.&lt;br /&gt;Beliau belajar kepada syaikh abdurrahman bin nashir as sa'di yang beliau anggap sebagai syaikhnya yang pertama. Karena beliau belajar kepada beliau tentang tauhid, tafsir, hadits, fikih, ushul fikih, faraidh, musthalah hadits, nahwu dan sharaf. Beliau mempunyai kedudukan khusus di sisi gurunya . Ketika ayah beliau syaikh Muhammad rahimahullah pindah ke riyadh pada masa awal remaja beliau, beliau ingin ikut pindah bersama orang tuanya. Maka syaikh Abdur rahman As sa'di menulis surat kepada ayah beliau "Sungguh ini tidak mungkin, kami ingin agar Muhammad tetap di sini supaya bisa terus belajar". Beliau berkata "Saya banyak terpengaruh oleh gaya syaikh Abdurrahman dalam mengajar, memaparkan ilmu, dan memberikan pendekatan kepada siswa melalui contoh-contoh dan ilustrasi. Saya juga terpengaruh oleh akhlaq beliau karena beliau memiliki keluasan ilmu dan ibadah. Beliau biasa mencandai anak-anak, tertawa dengan orang yang besar dan berakhlaq yang paling baik diantara orang-orang yang pernah saya lihat.&lt;br /&gt;Beliau belajar kepada syaikh bin baz yang merupakan syaikh beliau yang kedua. Beliau belajar dari syaikh bin baz tentang sahih bukhari, beberapa risalah syaikhul islam ibnu taimiyah dan beberapa kitab fikih. Beliau berkata :" Saya terpengaruh oleh syaikh bin baz dari segi perhatian terhadap hadits. Saya juga terpengaruh oleh beliau dalam segi akhlaq dan sikap lapang dada beliau terhadap manusia.&lt;br /&gt;Pada tahun 1317, beliau mulai mengajar di masjid jami' . Ketika beberapa ma'had ilmi dibuka di kota riyadh, beliau memasukinya pada tahun 1372 H. Beliau berkata : "Saya memasuki ma'had ilmi mulai tahun kedua. Saya memasukinya dengan persetujuan syaikh ali ash shalihi dan telah meminta ijin kepada syaikh abdurrahman as sa'di. Mahad ilmi pada masa itu dibagi 2 bagian, yaitu bagian umum dan khusus. Saya berada di bagian khusus. Pada masa itu, siapa yang menginginkan melompat artinya belajar di kelasnya sesuai ijazah terakhirnya, kemudian diuji pada awal tahun pelajaran kedua. Jika ia lulus maka ia bisa mengikuti kelas atasnya. Dengan demikian, masa belajar menjadi lebih pendek. Dua tahun kemudian beliau lulus dan ditetapkan sebagai pengajar di ma'had unaizah al ilmi sambil melanjutkan kuliah jarak jauh di fakultas syariah dan belajar kepada syaikh abdur rahman as sa'di.&lt;br /&gt;Ketika syaikh abdur rahman as sa'di wafat, beliau diserahi kedudukan imam masjid jami' al kabir unaizaih dan mengajar di perpustakaan nasional unaizah di samping mengajar di fakultas syariah dan fakultas ushuluddin di cabang Universitas Islam Imam Muhammad bin saud di Qasim, hingga sekarang dan menjadi anggota majelis ulama besar di kerajaan saudi. Syaikh mempunyai aktivitas besar dalam dakwah dan pembimbingan para da'i di berbagai tempat. Pernah syaikh Muhammad bin ibrahim menawari bahkan mendesak beliau untuk menduduki jabatan sebagai hakim, bahkan mengeluarkan keputusan yang menetapkan beliau untuk menjabat sebagai pimpinan pengadilan agama di ihsa'. Namun beliau memohon dibebaskan dari tugas tersebut. Dan setelah memberikan berbagai pertimbangan dan mengadakan hubungan pribadi dengan syaikh Muhammad bin ibrahim, syaikh muhammad dibebaskan dari jabatan tersebut. Syaikh Muhammad bin shalih al utsaimin mempunyai banyak karya tulis, sampai sekitar 40 buah, diantaranya berupa buku dan berupa makalah.&lt;br /&gt;Wafatnya: &lt;br /&gt;Beliau wafat pada tanggal 15 syawal 1421 H/10 januari 2001, Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin meninggal dunia waktu ashar di jeddah, saudi arabia, beliau mengidap penyakit kanker.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-7594448109626435232?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/7594448109626435232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=7594448109626435232&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7594448109626435232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7594448109626435232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/biografi-syaikh-shalih-al-utsaimin.html' title='Biografi   Syaikh Shalih Al-Utsaimin'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-8782428443865501737</id><published>2008-08-06T02:43:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:43:18.564-07:00</updated><title type='text'>Biografi   Imam Al Ghozali</title><content type='html'>Biografi &lt;br /&gt;Imam Al Ghozali&lt;br /&gt;Abu Hamid Al Ghozali &lt;br /&gt;Dilahirkan di Thusi pada tahun 450 H. Beliau adalah seorang alim yang banyak menghabiskan masa hidupnya untuk menuntut ilmu dan mendakwahkan islam, tetapi sangat disayangkan dalam perjalanannya dalam menuntut ilmu beliau banyak terpengaruh ilmu-ilmu filsafat dan ilmu-ilmu kalam. Beliau pernah bercerita tentang dirinya bahwa "bekal pengetahuan saya tentang hadits sangat sedikit". Ibnu Taimiyah dalam hal ini berkomentar Abu Hamid (Al Ghozali) kurang begitu pengalaman dengan atsar-atsar Rasulullah dan orang-orang salaf (para sahabat) sebagaimana orang-orang yang menguasai dalam masalah tersebut, yaitu orang-orang yang dapat membedakan sohih dan dhoifnya sebuah hadits. Oleh karena itu beliau banyak menyebutkan dalam kitab-kitabnya hadits-hadits yang lemah bahkan hadits yang dusta. Seandainya beliau mengetahui tentang ilmu hadits niscaya beliau tidak akan menyebutkannya.&lt;br /&gt;Salah satu dari karya terbesar Al Ghozali adalah kitab Ihya Ulumiddin yang terkenal di kalangan masyarakat umum dan golongan teterntu. Ada sebagian kelompok mengambilnya kemudian mencela isinya secara mutlak dan sebagian yang lain mengambilnya kemudian memuji secara berlebihan. Kedua kelompok ini kurang adil dalam memberikan penilaian. Adapun sikap yang harus diambil adalah sikap Inshof (pertengahan) adalah menyebutkan kebaikan-kebaikannya disertai dengan menyebutkan kesalahannya.&lt;br /&gt;Syaikhul Islam berkomentar tentang kitab Al Ihya' ini "adapun apa yang terdapat dalam kitab Al Ihya' ada beberapa isinya yang menyesatkan seperti pada masalah-masalah sombong, ujub, riya' dan dengki kebanyakan isi dari kitab Ihya' tersebut menukil dari Harits Al Muhasibi dalam kitab Al Ri'ayah. Dari ucapan-ucapan ini ada yang bisa diterima atau sebaliknya ditolak serta ada juga yang di dalamnya pertentangan-pertentangan". &lt;br /&gt;Di kitab Al Ihya' sendiri ada faedah-faedah yang banyak tetapi tidak sedikit materi-materi yang tercela dan merusak berupa ucapan-ucapan filsafat yang berkenaan dengan tauhid, kenabian, bahkan urusan akhirat. Telah dinukilkan dari biografi beliau bahwa di akhir hayatnya beliau mendalami hadits dan belajar bersama orang yang menguasai ilmu hadits serta mendalami kitab sohih Bukhori Muslim. Seandainya beliau masih hidup tentunya sejak saat itu lebih mengutamkan ilmu hadits. Berkata Shidiq Hasan K. "dikisahkan oleh Ali Al Qori bahwa ketika Al Ghozali meninggal kitab bukhori sedang berada di atas dadanya".&lt;br /&gt;Demikian biografi singkat Imam Al Ghozali yang banyak membawa pemahaman filsafat walaupun di akhir hayatnya kembali ke pahaman sahabat (salaf), tetapi sayang buku filsafatnya sudah terlanjur tersebar di seluruh dunia dan tidak ada yang mampu mencegahnya.&lt;br /&gt;Semoga Allah mema'afkan dan mengampuni kekhilafannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-8782428443865501737?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/8782428443865501737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=8782428443865501737&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/8782428443865501737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/8782428443865501737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/biografi-imam-al-ghozali.html' title='Biografi   Imam Al Ghozali'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-2854957065732642152</id><published>2008-08-06T02:42:00.003-07:00</published><updated>2008-08-06T02:42:54.684-07:00</updated><title type='text'>Biografi   Syaikh Muhammad Nahiruddin Al Albani Abdullah</title><content type='html'>Biografi &lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Nahiruddin Al Albani Abdullah &lt;br /&gt;Nama beliau adalah Abu abdi rahman muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Al Bani. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqodar ibu kota albani yang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran kecintaan terhadap ilmu dan ahli ilmu.&lt;br /&gt;Ayah albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syari'at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad zagho naik tahta di albania dan mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Beliau sekeluargapun menuju Damaskus.&lt;br /&gt;Setiba di Damaskus, Syeikh al-Albani kecil mulai aktif mempelajari bahasa arab. Beliau masuk sekolah pada madrasah yang dikelola oleh Jum'iyah al-Is'af al-Khairiyah. Beliau terus belajar di sekolah tersebut tersebut hingga kelas terakhir tingkat Ibtida'iyah. Selanjutnya beliau meneruskan belajarnya langsung kepada para Syeikh. Beliau mempelajari al-Qur'an dari ayahnya sampai selesai, disamping itu mempelajari pula sebagian fiqih madzab Hanafi dari ayahnya. &lt;br /&gt;Syeikh al-Albani juga mempelajari keterampilan memperbaiki jam dari ayahnya sampai mahir betul, sehingga beliau menjadi seorang ahli yang mahsyur. Ketrampilan ini kemudian menjadi salah satu mata pencahariannya.&lt;br /&gt;Pada umur 20 tahun, pemuda al-Albani ini mulai mengkonsentrasi diri pada ilmu hadits lantaran terkesan dengan pembahasan-pembahsan yang ada dalam majalah al-Manar, sebuah majalah yang diterbitkan oleh Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Kegiatan pertama di bidang ini ialah menyalin sebuah kitab berjudul "al-Mughni'an Hamli al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ishabah min al-Akhbar". Sebuah kitab karya al-Iraqi, berupa takhrij terhadap hadits-hadits yang terdapat pada Ihya' Ulumuddin al-Ghazali. Kegiatan Syeikh al-Albani dalam bidang hadits ini ditentang oleh ayahnya seraya berkomentar. "Sesungguhnya ilmu hadits adalah pekerjaan orang-orang pailit(bangkrut)". &lt;br /&gt;Namun Syeikh al-Albani justru semakin cinta terhadap dunia hadits. Pada perkembangan berikutnya, Syeikh al-Albani tidak memiliki cukup uang untuk membeli kitab-kitab. Karenanya, beliau memanfaatkan Perpustakaan adh-Dhahiriyah di sana (Damaskus). Di samping juga meminjam buku-buku dari beberapa perpustakaan khusus. Begitulah, hadits menjadi kesibukan rutinnya, sampai-sampai beliau menutup kios reparasi jamnya. Beliau lebih betah berlama-lama dalam perpustakaan adh-Dhahiriyah, sehingga setiap harinya mencapai 12 jam. Tidak pernah istirahat mentelaah kitab-kitab hadits, kecuali jika waktu sholat tiba. Untuk makannya, seringkali hanya sedikit makanan yang dibawanya ke perpustakaan. &lt;br /&gt;Akhirnya kepala kantor perpustakaan memberikan sebuah ruangan khusus di perpustakaan untuk beliau. Bahkan kemudiaan beliau diberi wewenang untuk membawa kunci perpustakaan. Dengan demikian, beliau menjadi leluasa dan terbiasa datang sebelum yang lainnya datang. Begitu pula pulangnya ketika orang lain pulang pada waktu dhuhur, beliau justru pulang setelah sholat isya. Hal ini dijalaninya sampai bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Pengalaman Penjara &lt;br /&gt;Syeikh al-Albani pernah dipenjara dua kali. Kali pertama selama satu bulan dan kali kedua selama enam bulan. Itu tidak lain karena gigihnya beliau berdakwah kepada sunnah dan memerangi bid'ah sehingga orang-orang yang dengki kepadanya menebarkan fitnah.&lt;br /&gt;Beberapa Tugas yang Pernah Diemban &lt;br /&gt;Syeikh al-Albani Beliau pernah mengajar di Jamiyah Islamiyah (Universitas Islam Madinah) selama tiga tahun, sejak tahun 1381-1383 H, mengajar tentang hadits dan ilmu-ilmu hadits. Setelah itu beliau pindah ke Yordania. Pada tahun 1388 H, Departemen Pendidikan meminta kepada Syeikh al-Albani untuk menjadi ketua jurusan Dirasah Islamiyah pada Fakultas Pasca Sarjana di sebuah Perguruan Tinggi di kerajaan Yordania. Tetapi situasi dan kondisi saat itu tidak memungkinkan beliau memenuhi permintaan itu. Pada tahun 1395 H hingga 1398 H beliau kembali ke Madinah untuk bertugas sebagai anggota Majelis Tinggi Jam'iyah Islamiyah di sana. Mandapat penghargaan tertinggi dari kerajaan Saudi Arabia berupa King Faisal Fundation tanggal 14 Dzulkaidah 1419 H.&lt;br /&gt;Beberapa Karya Beliau &lt;br /&gt;Karya-karya beliau amat banyak, diantaranya ada yang sudah dicetak, ada yang masih berupa manuskrip dan ada yang mafqud (hilang), semua berjumlah 218 judul. Beberapa Contoh Karya Beliau adalah :&lt;br /&gt;· Adabaz-Zifat fi As-Sunnah al-Muthahharah &lt;br /&gt;· Al-Ajwibah an-Nafi'ah 'ala as'ilah masjid al-Jami'ah &lt;br /&gt;· Silisilah al-Ahadits ash Shahihah &lt;br /&gt;· Silisilah al-Ahadits adh-Dhariyah wal mandhu'ah &lt;br /&gt;· At-Tawasul wa anwa'uhu &lt;br /&gt;· Ahkam Al-Jana'iz wabida'uha &lt;br /&gt;Di samping itu, beliau juga memiliki kaset ceramah, kaset-kaset bantahan terhadap berbagai pemikiran sesat dan kaset-kaset berisi jawaban-jawaban tentang pelbagai masalah yang bermanfaat. &lt;br /&gt;Selanjutnya Syeikh al-Albani berwasiat agar perpustakaan pribadinya, baik berupa buku-buku yang sudah dicetak, buku-buku foto copyan, manuskrip-manuskrip (yang ditulis oleh beliau sendiri ataupun orang lain) semuanya diserahkan ke perpustakaan Jami'ah tersebut dalam kaitannya dengan dakwah menuju al-Kitab was Sunnah, sesuai dengan manhaj salafush Shalih (sahabat nabi radhiyallahu anhum), pada saat beliau menjadi pengajar disana.&lt;br /&gt;Wafatnya &lt;br /&gt;Beliau wafat pada hari Jum'at malam Sabtu tanggal 21 Jumada Tsaniyah 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1999 di Yoradania. Rahimallah asy-Syaikh al-Albani rahmatan wasi'ah wa jazahullahu'an al-Islam wal muslimiina khaira wa adkhalahu fi an-Na'im al-Muqim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-2854957065732642152?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/2854957065732642152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=2854957065732642152&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/2854957065732642152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/2854957065732642152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/biografi-syaikh-muhammad-nahiruddin-al.html' title='Biografi   Syaikh Muhammad Nahiruddin Al Albani Abdullah'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-6610536905378217504</id><published>2008-08-06T02:42:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:42:22.771-07:00</updated><title type='text'>Biografi   Ahmad bin Hambal   Imam Ahli Sunnah</title><content type='html'>Biografi &lt;br /&gt;Ahmad bin Hambal &lt;br /&gt;Imam Ahli Sunnah &lt;br /&gt;Nama dan Nasabnya&lt;br /&gt;Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hambal As Syaibuni Al Marwazi&lt;br /&gt;Kelahirannya &lt;br /&gt;Pada tahun 164 H&lt;br /&gt;Murid-Muridnya &lt;br /&gt;Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, Abu Zur'ah, anaknya Abdullah, Abul Qosim Al Baghawi dan lainnya &lt;br /&gt;Guru-gurunya &lt;br /&gt;Hisyam Ibrohim bin Said, Sufyan bin Uyainah, Ibad bin Ibad, Yahya bin Abi Zaidah&lt;br /&gt;Murid-miridnya &lt;br /&gt;IIa memiliki murid yang banyak antara lain : Syaihabuddin Abu Syammah al Maqdisi (665 h) Zakaddin Abu Muhammad al Mundzirin (656 h).&lt;br /&gt;Penilaian Ulama&lt;br /&gt;· Abdullah bin Ahmad berkata: saya mendengar Abu Zur'ah berkata: "Ayahmu hafal 1.000.000 hadits". &lt;br /&gt;· Berkata Ibrohim Al Harbi: saya melihat Ahmad seakan-akan Allah telah mengumpulkan kepadanya ilmu dari generasi pertama hingga terakhir. &lt;br /&gt;· Berkata Syafi'I: aku keluar dari Baghdad dan tidak aku ketahui orang yang paling mulia, mengetahui dan faqih dari Ahmad bin Hambal. &lt;br /&gt;· Berkata Ali bin Al Madini: sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan Abu Bakar Ash Shidiq pada hari riddah (murtad) dan dengan Ahmad bin Hambal pada hari fitnah (yaitu pemahaman bahwa Al Quran itu makhluq. &lt;br /&gt;· Berkata Abu Bakar Al Atsrom: aku pernah berdebat dengan seorang kemudian berkata kepadaku siapa yang berkata tentang masalah ini, saya jawab: yaitu orang yang tidak ada tandingannya antara timur dan barat. &lt;br /&gt;Perkataan-perkataan beliau yaitu antara lain: &lt;br /&gt;· Termasuk Sunnah adalah mencari isnad yang tinggi. &lt;br /&gt;· Dunia adalah penyakit, penguasa adalah penyakit sedangkan alim adalah dokter maka jika engkau melihat seorang dokter yang terdapat penyakit dalam dirinya maka jauhilah. &lt;br /&gt;· Janganlah engkau taqlid kepadaku dan jangan pula taqlid kepada Malik, Syafi'i, Auza'i dan Tsauri, ambillah dari mana mereka mengambil. &lt;br /&gt;· Pendapatku sama dengan pendapat Al Auza'i, Malik dan Abi Hanifah, adapun hujjah terdapat pada atsar atau hadits. &lt;br /&gt;Karangannya&lt;br /&gt;Al Musnad, Tafsir, Nasikh Mansukh, Tarikh, Al Muqoddam, Al Munakhor dalam Al Quran, Jawabat dalam Al Quran, Al Manasik, Al Kabir dan Ash Shoqir serta lainnya.&lt;br /&gt;Wafatnya &lt;br /&gt;Wafat beliau pada hari Jum'at 12 Rabiul Awal tahun 241 H pada umur 77 tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-6610536905378217504?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/6610536905378217504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=6610536905378217504&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/6610536905378217504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/6610536905378217504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/biografi-ahmad-bin-hambal-imam-ahli.html' title='Biografi   Ahmad bin Hambal   Imam Ahli Sunnah'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-281270454686000129</id><published>2008-08-06T02:41:00.003-07:00</published><updated>2008-08-06T02:41:53.292-07:00</updated><title type='text'>Asma` Binti Yazid Bin Sakan</title><content type='html'>Asma` Binti Yazid Bin Sakan&lt;br /&gt;Beliau adalah Asma` binti Yazid bin Sakan bin Rafi` bin Imri`il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris al-Anshariyysh, al-Ausiyyah al-Asyhaliyah. &lt;br /&gt;Beliau adalah seorang ahli hadis yang mulia, seorang mujahidah yang agung, memiliki kecerdasan, dien yang bagus dan ahli argumen, sehingga beliau menjuliki sebagai “juru bicara wanita”. &lt;br /&gt;Diantara keistimewaan yang dimiliki oleh Asma` adalah kepekaan inderanya dan kejelian perasaannya serta kehalusan hatinya. Selebihnya dalam segala sifat sebagaimana yang dimiliki oleh wanita-wanita Islam yang lain yang telah lulus dari madrasah nubuwwah yakni tidak terlalu lunak (manja) dalam berbicara, tidak merasa hina, tidak mau dianiaya dan dihina, bahkan beliau adalah seorang wanita yang pemberani, tegar dan mujahidah. Beliau menjadi contoh yang baik dalam banyak medan peperangan. &lt;br /&gt;Asma` mendatangi Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam pada tahun pertama hijrah dan beliau belum berbai`at kepadanya dengan bai`at Islam. Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam membai`at para wanita dengan ayat  yang tersebut dalam surat al-Mumtahanah. Yaitu firman Allah : &lt;br /&gt;“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akn membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q,.s. al-Mumtahanah:12). &lt;br /&gt;Bai`at dari Asma` binti Yazid adalah untuk jujur dan ikhlas, sebagaimana &lt;br /&gt;yang disebutkan riwayatnya dalam kitab-kitab sirah bahwa Asma` mengenakan dua gelang emas yang besar, maka Nabi SAW bersabda : &lt;br /&gt;“Tanggalkanlah kedua gelangmu wahai Asma`, tidakkah kamu takut jika Allah mengenakan gelang kepadamu dengan gelang dari api neraka?” &lt;br /&gt;Maka segerahlah beliau tanpa ragu-ragu dan tanpa komentar untuk mengikuti perintah Rasululah shallallâhu 'alaihi wa sallam, maka beliau melepaskannya dan meletakkannya di depan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam. &lt;br /&gt;Setelah itu Asma` aktif untuk mendengar hadist Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang mulia dan beliau bertanya tentang persoalan-persoalan yang menjadikan ia faham dalam urusan dien. Beliau pulalah yang bertanya kepada Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang tata cara thaharah bagi wanita yang selesai haidh. Beliau memiliki kepribadian yang kuat dan tidak malu menanyakan sesuatu yang haq. Oleh karena itulah Ibnu Abdil Barr berkata: “Beliau adalah seorang wanita yang cerdas dan bagus diennya”. &lt;br /&gt;Beliau dipercaya oleh kaum muslimah sebagai wakil mereka untuk berbicara dengan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang persoalan –persoalan yang mereka hadapi. Pada suatu ketika Asma` mendatangi Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan bertanya : “Wahai Rasulullah , sesungguhnya saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslmah di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah Ta`ala mengutusmu bagi seluruh laki-laki dan wanita, kemudian kami beriman kepadamu dan membai`atmu. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum lelaki, dan kami adalah tempat melampiaskan syahwat mereka, kamilah yang mengandung anak-anak mereka, akan tetapi kaum lelaki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat jum`at, mengantar jenazah dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad kamilah yang menjaga harta mereka, yang mendidik anak-anak mereka, maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka? &lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda : “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang dien yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”. &lt;br /&gt;Para sahabat menjawab, “Benar, kami belum pernah mendengarnya ya Rasulullah!” &lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;“Kembalilah wahai Asma` dan beritahukanlah kepada para wanita yang berada di belakangmu bahwa perlakuan baik salah seorang diantara mereka kepada suaminya, dan meminta keridhaan suaminya, mengikuti (patuh terhadap) apa yang ia disetujuinya, itu semua setimpal dengan seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum lelaki”. &lt;br /&gt;Maka kembalilah Asma` sambil bertahlil dan bertakbir merasa gembira dengan apa disabdakan Rasuslullah shallallâhu 'alaihi wa sallam. &lt;br /&gt;Dalam dada Asma` terbetik keinginan yang kuat untuk ikut andil dalam berjihad, hanya saja kondisi  ketika itu tidak memungkinkan untuk merealisasikannya. Akan tetapi setelah tahun 13 Hijriyah setelah wafatnya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam hingga perang Yarmuk beliau menyertainya dengan gagah berani. &lt;br /&gt;Pada perang Yarmuk ini, para wanita muslimah banyak yang ikut andil dengan bagian yang banyak untuk berjihad sebagaimana yang disebutkan oleh al-Hafizh Ibnu Katsir dalam al-Bidâyah wa an-Nihâyah, beliau membicarakan tentang perjuangan mujahidin mukminin. Beliau berkata: “Mereka berperang dengan perang besar-besaran hingga para wanita turut berperang di belakang mereka dengan gagah berani”. &lt;br /&gt;Dalam bagian lain beliau berkata: “Para wanita menghadang mujahidin yang lari dari berkecamuknya perang dan memukul mereka dengan kayu  dan melempari mereka dengan batu. Adapun Khaulah binti Tsa`labah berkata: &lt;br /&gt;Wahai kalian yang lari dari wanita yang bertakwa &lt;br /&gt;Tidak akan kalian lihat tawanan &lt;br /&gt;Tidak pula perlindungan &lt;br /&gt;Tidak juga keridhaan &lt;br /&gt;Beliau juga berkata dalam bagian lain: “Pada hari itu kaum muslimah berperang dan berhasil membunuh banyak tentara Romawi, akan tetapi mereka memukul kaum muslimin yang lari dari kancah peperangan hingga mereka kembali untuk berperang”. &lt;br /&gt;Dalam perang yang besar ini, Asma binti Yazid menyertai kaum muslumin bersama wanita mukminat yang lain berada di belakang para Mujahidin mencurahkan segala kemampuan dengan membantu mempersiapkan senjata, memberikan minum bagi para mujahidin dan mengobati yang terluka diantara mereka serta memompa semangat juang kaum muslimin. &lt;br /&gt;Akan tetapi manakala berkecamuknya perang, manakala suasana panas membara dan mata menjadi merah, ketika itu Asma` lupa bahwa dirinya adalah seorang wanita. Beliau hanya ingat bahwa dirinya adalah muslimah, mukminah dan mampu berjihad dengan mencurahkan dengan segenap kemampuan dan kesungguhannya. Hanya beliau tidak mendapatkan apa-apa yang di depannya melainkan sebatang tiang kemah, maka beliau membawanya dan berbaur dengan barisan kaum muslimin. Beliau memukul musuh-musuh Allah ke kanan ke kiri hingga dapat membunuh sembilan orang tentara Romawi, sebagaimana yang dikisahkan oleh Imam Ibnu Hajar tentang beliau: “Dialah Asma` binti  Yazid bin Sakan yang menyertai perang Yarmuk, ketika itu beliau membunuh sembilan tentara Romawi dengan tiang kemah, kemudian beliau masih hidup selama beberapa tahun setelah peperangan tersebut. &lt;br /&gt;Asma` keluar dari peperangan dengan membawa luka di punggungnya dan Allah menghendaki beliau masih hidup setelah itu selama 17 tahun karena beliau wafat pada akhir tahun 30 Hijriyah setelah menyuguhkan kebaikan kepada umat. &lt;br /&gt;Semoga Allah merahmati Asma` binti Yazid bin Sakan dan memuliakan dengan hadis yang telah beliau riwayatkan bagi kita, dan dengan pengorbanan yang telah beliau usahakn, dan telah beramal dengan sesuatu yang dapat dijadikan pelajaran bagi yang lain dalam mencurahkan segala kemampuan dan susah demi memperjuangkan al-Haq dan mengibarkan bendera hingga dien ini hanya bagi Allah. &lt;br /&gt;(Diambil dari buku Mengenal Shahabiah Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam dengan sedikit perubahan, penerbit Pustaka AT-TIBYAN, Hal. 172-176)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-281270454686000129?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/281270454686000129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=281270454686000129&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/281270454686000129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/281270454686000129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/asma-binti-yazid-bin-sakan.html' title='Asma` Binti Yazid Bin Sakan'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-4690016760305024114</id><published>2008-08-06T02:41:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:41:23.907-07:00</updated><title type='text'>Amr Ibnul Jamuh radhiallahu 'anhu</title><content type='html'>Amr Ibnul Jamuh radhiallahu 'anhu&lt;br /&gt;"DENGAN CACAT PINCANGKU INI,AKU BERTEKAD MEREBUT SURGA...·!" &lt;br /&gt;Ia adalah ipar dari Abdullah bin Ami bin Harem, karena menjadi suami dari saudara perempuan Hindun bintj Amar; Ibnul Jamuh merupakan aalah swrang tokoh penduduk Madinah dan salah seorang pemimpin Bani Salamah.... &lt;br /&gt;Ia didahului masuk Islam oleh putranya Mu'adz bin Arnr yang termasuk kelompok 70 peserta bai'at 'Aqabah. Bersama shahabatnya Mu'adz bin Jabal, Mu'adz bin Amr ini menyebarkan Agama Islam di kalangan penduduk Madinah dengan keberanian luar   biasa  sebagai  layaknya pemuda Mu'min  yang gagah  perwira.... &lt;br /&gt;Telah menjadi kebiasaan bagi golongan bangsawan di Madinah, menyediakan di rumah masing~masing duplikat berhala-berhala besar yang terdapat di-tempat-tempat pemujaan umum yang.dikunjungi oleh orang banyak. Maka sesuai dengan kedudukannya sebagai seorang bangsawan dan pemimpin Amru bin Jamuh juga mendirikan berhala di rumahnya yang dinamakan Manaf. &lt;br /&gt;Putranya, Mu'adz bin Amr bersama temannya Mu'adz bin Jabal telah  bermufakat  akan  menjadikan berhala di  rumah bapaknya itu sebagai barang permainan dan penghinaan. Di waktu malam mereka,menyelinap ke dalam rumah, lain mengambil berhala itu dan membuangya ke dalam Lubang yang biasa digunakan manusia untuk membuang hajatnya. &lt;br /&gt;Pagi harinya Amr tidak melihat Manaf berada di tempatnya yang biasa, maka dicarinyalah berhala itu dan akhirnya ditemukannya di tempat pembuangan hajat. Bukan main marahnya Amr, lain bentaknya: "Keparat siapa yang telah melakukan perbuatan durhaka terhadap tuhan-tuhan kita malam tadi...?"&lt;br /&gt;Kemudian dicuci dan dibersihkannya berhala itu dan dibelinya wangi-wangian. &lt;br /&gt;Malam berikutnya, berdua Mu'adz bin Amr dan Mu'adz bin Jabal memperlakukan berhala itu seperti pada malam sebelumnya. Demikianlah pula pada malam-malam selanjutnya. Dan akhirnya setelah merasa bosan, Amar mengambil pedangnya lalu menaruhnya di leher Manaf, sambil berkata: ''Jika kamu betul-betul dapat  memberikan  kebaikan, berusahalah untuk mempertahankan dirimu ... !" &lt;br /&gt;Pagi-pagi keesokan harinya Amr tidak menemukun berhalanya di tempat biasa... tetapi ditemukannya kali ini di tempat pembuangan hajat itu tidak sendirian, berhala itu terikat bersama bangkai seekar aniing dengan tali yang kuat, Dan selagi ia dalam keheranan, kekeeewaan serta amarah, tiba-tiba datangtah ke tempatnya itu beberapa orang hangsawan Madinah yang telah masuk Islam. Sambil menunjuk kepada berhala yang tergeletak tidak berdaya dan terikat pada bangkai anjing itu, mereka mengajak akal budi dan hati nurani Amr bin Jamuh untuk berdialog serta membeberkan kepadanya perihat Tuhan yang sesungguhnya, Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi, yang tidak satupun yang menyamai-Nya. Begitupun tentang Muhammad shallallahu alaihi wasalam  orang yang iujur dan terpercaya, yang muneul di arena kehidupan ini untuk memberi bukan untuk menerima, untuk memberi petunjuk dan bukan untuk menyesatkan. Dan mengenai Agama. Islam yang datang untuk membebaskan manusia dari belenggu segala macam belenggu  dan menghidupkan pada mereka rub Allah serta menerangi dalam hati mereka dengan cahaya-Nya. &lt;br /&gt;Maka dalam beberapa saat, Amr telah menemukan diri dan harapannya ... Beberapa saat kemudian ia pergi, dibersihkahnya pakaian dan ·badannya lain memakai minyak wangi dan merapikan diri, kemudian dengan kening tegak dan jiwa bersinar ia pergi untuk bai'at kepada Nabi teiakhir, dan menempati kedudukannya di barisan orang-orang- beriman. &lt;br /&gt;Mungkin ada yang bertanya, kenapa orang-orang seperti Amr ibnul Jamuh, yang merupakan pemimpin dan bangsawan di kalangan suku bangsanya, kenapa mereka sampai mempercayai berhala-berhala itu sedemikian rupa... ? Kenapa akal fikiran mereka tak dapat menghindarkan diri dari kekebalan dan ketololan itu ... ? Dan kenapa sekarang ini ...setelah mereka menganut Islam dan memberikan pengurbanan ... kita menganggap mereka sebagai orang-orang besar…..? &lt;br /&gt;Di masa sekarang ini, pertanyaan seperti itu mudah saja timbul, karena bagi anak kecil sekalipun tak masuk dalam akalnya akan mendirikan di rumahnya barang yang terbuat dari kayu lalu disembahnya ..., walaupun masih ada para ilmuwan yang menyembah patung. &lt;br /&gt;Tetapi di zaman yang silam, kecenderungan-kecenderungan manusia terbuka luas untuk menerima perbuatan-perbuatan aneh seperti itu di mana kecerdasan dan daya fikir mereka tiada berdaya menghadapi arus tradisi kuno tersebut .... &lt;br /&gt;Sebagai contoh dapat kita kemukakan di sini, Athena. Yakni Athena di masa Perikles, Pythagoras dan Socrates! Athena yang telah mencapai tingkat berfikir yang menakjubkan, tetapi seluruh penduduknya, baik para filosof, tokoh-tokoh  pemerintahan sampai kepada rakyat biasa, mempercayai  patung-patung yang dipahat, dan memujanya sampai taraf yang amat hina dan memalukan! Sebabnya ialah karena rasa keagamaan di masa-masa yang telah jauh berselang itu tidak mencapai garis yang sejajar dengan ketinggian alam fikiran mereka.... &lt;br /&gt;Amr ibnul Jamuh telah menyerahkan hati dan hidupnya kepada Allah Rabbul-Alamin. Dan walaupun dari semula ia telah  berbai'at  pemurah dan dermawan,tetapi Islam telah melipatgandakan kedermawanannya ini, hingga seluruh harta kakayaannya diserahkannya untuk Agama dan kawan-kawan seperjuangannya. &lt;br /&gt;Pernah Rasulullab shallallahu alaihi wasalam menanyakan kepada segolongan Bani Salamah yaitu suku Amr ibnul Jamuh, katanya: "Siapakah yang menjadi pemimpin kalian, hai Bani Salamah?" Ujar mereka: "AlJaddu bin Qeis, hanya sayang ia kikir .... ". Maka sabda Rasulullah pula: "Apa lagi penyakit yang lebih parah dari kikir! &lt;br /&gt;Kalau begitu pemimpin kalian ialah si Putih Keriting, Amr ibnul Jamuh...!''&lt;br /&gt;Demikianlah kesaksian dari Rasululiah shallallahu alaihi wasalam  ini merupakan penghormatan besar bagi Amr….. ! Dan mengenai ini seorang penyair Anshar pernah berpantun: &lt;br /&gt;"Amr ibnul Jamuh membiarkan kedermawanannya merajalela, dan  memanng  wajar,  bila  ia dibiarkan  berkuasa,  jika datang permintaan, dilepasnya kendali hartanya, silakan ambil, ujarnya, karena esok ia akan kembali ,berlipatganda!" &lt;br /&gt;Dan sebagaimana ia dermawan membaktikan hartanya di jalan Allah, maka Amr ibnul Jamuh tak ingin sifat pemurahnya akan kurang dalam menyerahkan jiwa raganya... ! Tetapi betapa caranya..? Kakinya yang pincang menjadi penghadang badanya untuk ikut dalam peperangan. Ia mempunyai empat orang putra, semuanya beragama islam dan semuanya satria bagaikan singa, dan ikut bersama Nabi shallallahu alaihi wasalam  dalam setiap peperangan serta tabah dalam menunaikan tugas perjuangan .... &lt;br /&gt;Amr telah berketetapan hati dan telah menyiapkan peralatannya untuk turut dalam perang Badar, tetapi putra-putranya memohon kepada Nabi agar ia mengurungkan maksudnya dengan kesadaran sendiri, atau bila terpaksa dengan larangan dari Nabi. &lt;br /&gt;Nabi pun menyampaikan kepada Amr bahwa Islam membebaskan dirinya dari kewajiban perang, dengan alasan ketidak mampuan disebabkan cacad kakinya yang berat itu. Tetapi ia tetap mendesak dan minta diidzinkan, hingga Rasulullah terpaksa mengeluarkan perintah agar ia tetap tinggal di Madinah. &lt;br /&gt;Sekarang datanglah Masanya perang Uhud. Amr lalu pergi menemui Nabi saw. memohon kepadanya agar diidzinkan turut, katanya: "Ya Rasulallah, putra-putraku bermaksud hendak menghalangiku pergi bertempur bersama anda. Demi Allab, aku amat berharap kiranya dengan kepincanganku ini aku dapat merebut surga... !'·&lt;br /&gt;Karena permintaannya yang amat sangat, Nabi saw memberinya idzin Untuk turut. Maka diambilnya alat-alat senjatanya, dan dengan hati yang diliputi oleh rasa puas dan gembira, ia berjalan berjingkat-jingkat. Dan dengan suara beriba-iba ia memohon kepada Allah: "Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk menemui syahid, dan janganlah aku; dikembalikan kepada keluargaku…..!" &lt;br /&gt;Dan kedua pasukan pun bertemulah dihari uhud itu….. Amr ibnul Jamuh bersama keempat putranya maju ke depan menebaskan pedangnya kepada tentara penyeru kesesatan dan pasukan syirik….. &lt;br /&gt;Di tengah-tengah pertarungan yang hiruk pikuk itu Amr melompat dan bersijingkat, dan sekali lompat pedangnya menyambar satu kepala dari kepala-kepala orang musyrik. Ia terus melepaskan pukulan-pukulan pedangnya ke kiri ke kanan dengan tangan kanannya, sambil menengok ke sekelilingnya, seolah-olah merrgharapkan kedatangan Malaikat dengan secepatnya yang akan menemani dan meng awalnya masuk suga. &lt;br /&gt;Memang, ia telah memohon kepada Tuhannya agar diberi syahid dan ia yakin bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala, pastilah akan mengabulkannya. Dan ia rindu, amat rindu sekali akan berjingkat dengan kakinya yang pincang itu dalam surga, agar ahli surga itu sama mengetahui bahwa Muhammad Rasulullah saw  itu tahu bagaimana caranya memilih shahabat dan bagaimana pula mendidik dan menempa manusia.... &lt;br /&gt;Dan apa yang ditunggu-tunggunya itu pun tibalah, suatu pukulan pedang yang berkelebat ..., memaklumkan datangnya saat keberangkatan…..,yakni keberangkatan seorang syahid yang mulia, menuju surga jannatul khuldi, surga Firdausi yang abadi... ! &lt;br /&gt;Dan tatkala Kaum Muslimin memakamkan-para syuhada mereka, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  mengeluarkan perintah yang telah kita dengar dulu, yaitu: - &lt;br /&gt;"Perhatikan,  tanamkanlah jasad Abdullah  bin Amr bin Haram dan Amr ibnul Jamuh di makam yang satu, karena selagi hidup mereka adalah dua orang shahabat yang setia dan bersayang-sayangan .. _ !" &lt;br /&gt;Kedua shahabat yang bersayang-sayangan dan telah menemui syahid itu dikuburkan dalam sebuah makam, yakni dalam pangkuan tanah yang menyambut jasad mereka yang suci setelah menyaksikan kepahlawanan mereka yang luar biasa. &lt;br /&gt;Dan setelah beralu mesa selama 46 tahun di pemakaman dan penyatuan mereka, datanglah banjir besar yang melanda dan menggenangi tanah pekuburan disebabkan digalinya sebuah mata air yang dialirkan Muswiyah melalui tempat itu. Kaum Muslimin pun segera memindahkan kerangka para syuhada. &lt;br /&gt;Kiranya mereka sebagai dilukiskan oleh orang-orang yang ikut memindahkan mereka: "Jasad mereka menjadi lembut, dan ujung-ujung anggota tuhuh mereka jadi melengkung ... !" &lt;br /&gt;Ketika itu Jabir bin Abdullah masih hidup. Maka bersama keluarganya ia pergi memindahkan kerangka bapaknya Abdullah bin Amr bin Haram serta kerangka bapak kecilnya Amr ibnul Jamuh .... Kiranya mereka dapati kedua mereka dalam kubur seolah-olah sedang tidur nyenyak .. .:. Tak sedikit pun tubuh mereka dimakan tanah, dan dari kedua bibir masing-masing belum hilang senyuman manis alamat ridha dan bangga yang telah terlukis semenjak mereka dipanggil untuk menemui Allah dulu.... &lt;br /&gt;Apakah anda sekalian merasa heran ... ? Tidak, jangan tuan-tuan merasa heran ... ! Karena jiwa-jiwa besar yang suci lagi bertaqwa, yang mampu mengendalikan arah tujuan hidupnya, membuat tubuh-tubuh kasar yang menjadi tempat kediamannya, memiliki semaeam ketahanan yang dapat menangkis sebab-sebab  kelapukan  dan  mengatasi  beneana-bencana tanah…….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-4690016760305024114?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/4690016760305024114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=4690016760305024114&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/4690016760305024114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/4690016760305024114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/amr-ibnul-jamuh-radhiallahu-anhu.html' title='Amr Ibnul Jamuh radhiallahu &apos;anhu'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-1002783256485209247</id><published>2008-08-06T02:40:00.002-07:00</published><updated>2008-08-06T02:41:00.753-07:00</updated><title type='text'>'AMR BIN 'ASH</title><content type='html'>'AMR BIN 'ASH&lt;br /&gt;( Pembebas Mesir Dari Cengkeraman Romawi ))&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ada tiga orang gembong Quraisy yang amat menyusahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam disebabkan sengitnya perlawanan mereka terhadap da'wahnya dan siksaan mereka terhadap shahabatnya. &lt;br /&gt;Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selalu berdo'a dan memohon kepada Tuhannya agar menurunkan adzabnya pada mereka. &lt;br /&gt;Tiba-tiba  sementara ia berdo'a dan memohon  itu, turunlah wahyu atas kalbunya berupa ayat yang mulia ini:  &lt;br /&gt;Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.  (Q.S. 3 Ali Imran: 128) &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memahami bahwa maksud ayat itu ialah menyuruhnya agar menghentikan do'a untuk menyiksa mereka serta menyerahkan urusan mereka kepada Allah semata. Kemungkinan, mereka tetap berada dalam keaniayaan hingga akan menerima adzab-Nya. Atau mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka hingga akan mempereroleh rahmat karunia-Nya .... &lt;br /&gt;Maka 'Amr bin 'Ash adalah salah satu dari ketiga orang tersebut. Allah memilihkan bagi mereka jalan untuk bertaubat dan menerima rahmat, maka ditunjukiNya mereka jalan untuk menganut Islam, dan 'Amr bin 'Ash pun beralih rupa menjadi seorang Muslim pejuang, dan salah seorang panglima yang gagah berani. ... &lt;br /&gt;Dan bagaimana pun juga sebagian dari pendiriannya yang arah pandangannya tak dapat kita terima, namun peranannya sebagai seorang shahabat yang mulia, yang telah memberi dan berbuat jasa, berjuang dan berusaha, akan selalu membuka mata dan hati kita terhadap dirinya .... &lt;br /&gt;Dan di sini di bumi Mesir sendiri, orang-orang yang memandang Islam itu adalah Agama yang lurus dan mulia, dan melihat pada diri Rasulnya shallallahu 'alaihi wasallam rahmat dan ni'mat serta karunia, serta penyampai kebenaran utama, yang menyeru kepada Allah berdasarkan pemikiran dan mengilhami kehidupan ini dengan sebagian besar dari kebenaran dan ketaqwaan... , orang-orang yang beriman itu akan memendam rasa cinta kasih kepada laki-laki, yang oleh taqdir dijadikan alat-alat bagaimanapun untuk memberikan Islam ke haribaan Mesir, dan menyerahkan Mesir ke pangkuan Islam ... ! Maka alangkah tinggi nilai hadiah itu, dan alangkah besar jasa Pemberinya ... ! Sementara laki-laki yang menjadi taqdir dan dicintai oleh mereka itu, itulah dia 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu. &lt;br /&gt;Para muarrikh atau ahli-ahli sejarah biasa menggelari 'Amr radhiyallahu 'anhu dengan "Penakluk Mesir". Tetapi, menurut kita gelar ini tidaklah tepat dan bukan pada tempatnya. Mungkin gelar yang paling tepat untuk 'Amr radhiyallahu 'anhu ini dengan memanggilnya "Pembebas Mesir". Islam membuka negeri itu bukanlah menurut pengertian yang lazim digunakan di masa modern ini, tetapi maksudnya tiada lain ialah membebaskannya dari cengkraman dua kerajaan besar yang menimpakan kepada negeri ini serta rakyatnya perbudakan dan penindasan yang dahsyat, yaitu imperium Persi dan Romawi .... &lt;br /&gt;Mesir sendiri, ketika pasukan perintis tentara Islam memasuki wilayahnya, merupakan jajahan dari Romawi, sementara perjuangan penduduk untuk menentangnya tidak membuahkan hasil apa-apa .... Maka tatkala dari tapal batas kerajaan-kerajaan itu bergema suara takbir dari pasukan-pasukan yang beriman: "Allahu Akbar, Allahu Akbar .... ", mereka pun dengan berduyun-duyun segera menuju fajar yang baru terbit itu lalu memeluk Agama Islam yang dengannya mereka menemukan kebebasan mereka dari kekuasaan kisra maupun kaisar. &lt;br /&gt;Jika demikian halnya, 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu bersama anak buahnya tidaklah menaklukkan Mesir! Mereka hanyalah merintis serta membuka jalan bagi Mesir agar dapat mencapai tujuannya dengan kebenaran dan mengikat norma dan peraturan-peraturannya dengan  keadilan,  serta  menempatkan  diri  dan  hakikatnya dalam cahaya kalimat-kalimat Ilahi dan dalam prinsip-prinsip Islami... ! &lt;br /&gt;'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu, amat berharap sekali akan dapat menghindarkan penduduk Mesir dan orang-orang Kopti dari peperang agar pertempuran terbatas antaranya dengan tentara   Romawi saja, yang telah menduduki negeri orang secara tidak sah, dan mencuri harta penduduk dengan sewenang-wenang .... &lt;br /&gt;Oleh sebab itulah kita dapati ia berbicara ketika itu kepada pemuka-pemuka golongan Nasrani dan uskup-uskup besar mereka, katanya: "Sesungguhnya Allah  telah  mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam membawa kebenaran dan menitahkan kebenaran itu .... Dan sesungguhnya beliau shallallahu 'alaihi wasallam telah menunaikan tugas risalahnya kemudian berpulang setelah meninggalkan kami di jalan lurus terang benderang. &lt;br /&gt;Di antara perintah-perintah yang disampaikannya kepada kami ialah memberikan kemudahan bagi manusia. Maka kami menyeru kalian kepada Islam ....Barang siapa yang memenuhi seruan kami, maka ia termasuk golongan kami, beroleh hak seperti hak-hak kami dan memikul kewajiban seperti kewajiban-kewajiban kami .... dan barang siapa yang tidak memenuhi seruan kami itu, kami tawarkan membayar pajak, dan kami berikan padanya keamanan serta perlindungan. Dan sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kami telah memberitakan bahwa Mesir akan menjadi tanggung jawab kami untuk membebaskannya dari penjajah, dan diwasiatkannya kepada kami agar berlaku baik terhadap penduduknya, sabdanya: - &lt;br /&gt;"Sepeninggalku  nanti, Mesir, menjadi kewajiban kalian untuk membebaskannya, maka perlakukanlah penduduknya dengan baik, karena mereka masih mempunyai ikatan dan hubungan kekeluargaan dengan kita ... !"') HR. Muslim (1) &lt;br /&gt;Maka jika kalian memenuhi seruan kami ini, hubungan kita semakin kuat dan bertambah erat ... !" &lt;br /&gt;'Amr radhiyallahu 'anhu menyudahi ucapannya, dan sebagian uskup dan pendeta menyerukan: "Sesungguhnya hubungan silaturrahmi yang diwasiatkan Nabimu shallallahu 'alaihi wasallam itu adalah suatu pendekatan dengan pandangan jauh, yang tak mungkin disuruh hubungkan kecuali  oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam... !" &lt;br /&gt;Percakapan ini merupakan permulaan yang baik untuk tercapainya saling pengertian yang diharapkan antara 'Amr radhiyallahu 'anhu dan orang Kopti penduduk Mesir, walau panglima-panglima Romawi berusaha untuk menggagalkannya .... &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu tidaklah termasuk angkatan pertama yang masuk Islam. Ia baru masuk Islam bersama Khalid bin Walid radhiyallahu 'anhu tidak lama sebelum dibebaskannya kota Mekah .... &lt;br /&gt;Anehnya keislamannya itu diawali dengan bimbingan Negus raja Habsyi. Sebabnya ialah karena Negus ini kenal dan menaruh rasa hormat terhadap 'Amr radhiyallahu 'anhu yang sering bolak-balik ke Habsyi dan mempersembahkan barang-barang berharga sebagai hadiah bagi raja .... Di waktu kunjungannya yang terakhir ke negeri itu, tersebutlah berita munculnya Rasul yang menyebarkan tauhid dan akhlaq mulia di tanah Arab. &lt;br /&gt;(1) Hadits tersebut memberi petunjuk bahwa orang-orang Kopti di Mesir merupakan paman-paman dari Ismail shallallahu 'alaihi wasallam. .... Karena ibunda Ismail Siti Hajar seorang wanita warga Mesir, diambil oleh Ibrahim shallallahu 'alaihi wasallam. menjadi isterinya, sewaktu ia datang ke Mesir dan diberi hadiah oleh Fir'aun dan kemudian melahirkan Ismail 'alaihissalam.... &lt;br /&gt;Maharaja Habsyi itu menanyakan kepada 'Amr radhiyallahu 'anhu kenapa ia tak hendak beriman dan mengikutinya, padahal orang itu benar-benar utusan Allah? "Benarkah begitu...?" tanya 'Amr radhiyallahu 'anhu kepada Negus. "Benar", ujar Negus, "Turutlah petunjukku, hai 'Amr dan ikutilah dia ! Sungguh dan demi Allah, ia adalah di atas kebenaran dan akan mengalahkan orang-orang yang menentangnya... !" &lt;br /&gt;Secepatnya 'Amr radhiyallahu 'anhu terjun mengarungi lautan kembali ke kampung halamannya, lalu mengarahkan langkahnya menuju Madinah untuk menyerahkan diri kepada Allah Robbul'alamin. &lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke Madinah itu ia bertemu dengan Khalid bin Walid radhiyallahu 'anhu dan Utsman bin Thalhah, yang juga datang dari Mekah dengan maksud hendak bai'at kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. &lt;br /&gt;Demi Rasul shallallahu 'alaihi wasallam melihat ketiga orang itu datang, wajahnya pun berseri-seri, lalu katanya pada shahabat-shahabatnya :  "Mekah telah melepas jantung-jantung hatinya kepada kita .... "  Mula-mula tampil Khalid radhiyallahu 'anhu dan mengangkat bai'at. Kemudian majulah 'Amr radhiyallahu 'anhu dan katanya: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ... ! Aku akan bai'at kepada anda, asal saja Allah mengampuni dosa-dosaku yang terdahulu ... !" &lt;br /&gt;Maka jawab Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : "Hai 'Amr! Bai'atlah, karena Islam menghapus dosa-dosa yang sebelumnya ... !" &lt;br /&gt;'Amr radhiyallahu 'anhu pun bai'at, dan diletakkannya kecerdikan dan keberaniannya dalam darmabaktinya kepada Agamanya yang baru .... &lt;br /&gt;Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpindah ke Rafiqul A'la, 'Amr radhiyallahu 'anhu sedang berada di Oman menjadi gubernurnya. Dan di masa pemerintah Umar radhiyallahu 'anhu, jasa-jasanya dapat disaksikan dalam peperangan-peperangan di Syria, kemudian dalam membebaskan Mesir dari penjajahan Romawi. &lt;br /&gt;Wahai, kenapa 'Amr bin 'Ash tidak menahan ambisi pribadinya untuk dapat berkuasa! Seandainya demikian, tentulah ia akan dapat mengatasi dengan mudah sebagian kesulitan yang dialaminya disebabkan ambisinya ini ... ! &lt;br /&gt;Tetapi ambisinya ingin berkuasa ini, sampai suatu batas tertentu, hanyalah merupakan gambaran lahir dari tabiat bathinnya yang bergejolak dan dipenuhi bakat ... ! &lt;br /&gt;Bahkan bentuk tubuh, cara berjalan dan bercakapnya, memberi isyarat bahwa ia diciptakan untuk menjadi amir atau penguasa ... ! Hingga pernah diriwayatkan bahwa pada suatu hari Amirul Mu'minin Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anhu melihatnya datang. Ia tersenyum melihat caranya berjalan itu, lalu katanya: "Tidak pantas bagi Abu Abdillah untuk berjalan di muka bumi kecuali sebagai amir ... !" &lt;br /&gt;Sungguh, sebenarnya 'Amr atau Abu Abdillah tidak mengurangkan hak dirinya ini ... ! Bahkan ketika bahaya-bahaya besar datang mengancam Kaum Muslimin, 'Amr radhiyallahu 'anhu menghadapi peristiwa-peristiwa itu dengan cara seorang amir ... seorang amir yang cerdik dan licin serta berkemampuan, menyebabkannya percaya akan dirinya, serta yakin akan keunggulannya ... ! &lt;br /&gt;Tetapi di samping itu ia juga memiliki sifat amanat, menyebabkan Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anhu -seorang yang terkenal amat teliti dalam  memilih gubernur-gubernurnya - menetapkannya sebagai gubernur di Palestina dan Yordania, kemudian di Mesir selama hayatnya Amirul Mu'minin ini .... &lt;br /&gt;Bahkan ketika Amirul Mu'minin radhiyallahu 'anhu mengetahui bahwa 'Amr radhiyallahu 'anhu, dalam kesenangan hidup telah melampaui batas yang telah digariskannya terhadap para pembesamya, dengan tujuan agar taraf hidup mereka setingkat  atau hampir setingkat dengan taraf hidup umumnya rakyat  biasa, maka khalifah tidaklah memecatnya, hanya mengirimkan Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhu dan memerintahkannya agar membagi dua semua harta dan barang 'Amr radhiyallahu 'anhu, lalu meninggalkan untuknya separohnya, sedang yang separuhnya iagi hendaklah dibawanya ke Madinah untuk Baitul mal. &lt;br /&gt;Seandainya Amirul Mu'minin radhiyallahu 'anhu mengetahui bahwa ambisi 'Amr radhiyallahu 'anhu terhadap kekuasaan sampai menyebabkannya agak lalai terhadap tanggung jawabnya, tentulah jiwanya yang waspada itu tidak akan membiarkannya memegang kekuasaan walau agak sekejap pun ... ! &lt;br /&gt;'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu adalah seorang yang berfikiran tajam, cepat tanggap dan jauh pandang ... hingga Amirul Mu'minin Umar radhiyallahu 'anhu, setiap ia melihat seorang yang singkat akal, dipertepukkannya kedua telapak tangannya dengan keras karena herannya, Seraya katanya: &lt;br /&gt;"Subhanallah ... ! Sesungguhnya Pencipta orang ini dan Pencipta 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu hanyalah Tuhan Yang Tunggal, keduanya sama benar ... !" &lt;br /&gt;Di samping itu ia juga seorang yang amat berani dan berkemauan keras.... &lt;br /&gt;Pada beberapa peristiwa dan suasana, keberaniannya itu disisipinya dengan kelihaiannya, hingga disangka orang ia sebagai pengecut atau penggugup. Padahal itu tiada lain dari tipu muslihat yang istimewa yang oleh 'Amr radhiyallahu 'anhu digunakannya secara tepat dan dengan kecerdikan mengagumkan untuk membebaskan dirinya dari bahaya yang mengancam ... ! &lt;br /&gt;Amirul Mu'minin Umar radhiyallahu 'anhu mengenal bakat dan kelebihannya ini sebaik-baiknya, serta menghitungkannya dengan sepatutnya. &lt;br /&gt;Oleh sebab itu sewaktu ia dikirimnya ke Syria sebelum pergi ke Mesir, dikatakan orang kepada Umar radhiyallahu 'anhu bahwa tentara Romawi dipimpin oleh Arthabon, maksudnya panglima yang lihai dan gagah berani. &lt;br /&gt;Jawaban Umar radhiyallahu 'anhu ialah: "Kita hadapkan arthabon Romawi kepada arthabon Arab, dan baiklah kita saksikan nanti bagaimana akhir kesudahannya Ternyata bahwa pertarungan itu berkesudahan dengan kemenangan mutlak bagi arthabon Arab dan ahli tipu muslihat mereka yang ulung 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu, sehingga arthabon Romawi, meninggalkan tentaranya menderita kekalahan dan meluputkan diri ke Mesir ..., yang tak lama antaranya akan disusul oleh 'Amr radhiyallahu 'anhu ke negeri itu untuk membiarkan bendera dan panji-panji Islam di angkasanya yang aman damai.... &lt;br /&gt;Tidak sedikit peristiwa, di mana kecerdikan dan kelicinan 'Amr radhiyallahu 'anhu menonjol dengan gemilang! Dalam hal ini kita tidak memasukkan perbuatan sehubungan dengan Abu Musa al-'Asy'ari pada peristiwa tahkim, yakni ketika kedua mereka menyetujui bahwa masing-masing akan menanggalkan Ali dan Mu'awiyah radhiyallahu 'anhuma dari jabatan mereka, agar urusan itu dikembalikan kepada Kaum Muslimin untuk mereka musyawarahkan bersama. Ternyata Abu Musa radhiyallahu 'anhu melaksanakan hasil persetujuan tersebut, sementara 'Amr radhiyallahu 'anhu tidak melaksanakannya .... &lt;br /&gt;Sekiranya kita ingin menyaksikan bagaimana kelicinan serta kesigapan tanggapnya, maka pada peristiwa yang dialaminya bersama komandan benteng Babilon di saat peperangannya dengan orang-orang Romawi di Mesir, atau menurut riwayat-riwayat lain, bersama arthabon Romawi di pertempuran Yarmuk di Syria ... ! &lt;br /&gt;Yakni ketika ia diundang oleh komandan benteng atau oleh arthabon untuk berunding, dan sementara itu komandan Romawi telah menyuruh beberapa orang anak buahnya untuk menggulingkan batu besar ke atas kepalanya sewaktu ia hendak pulang meninggalkan benteng itu, sementara segala sesuatu dipersiapkan, agar rencana tersebut dapat berjalan lancar dan menghasilkan apa yang dimaksud mereka .... &lt;br /&gt;'Amr pun berangkat menemui komandan, tanpa sedikit pun menaruh curiga, dan setelah berunding mereka berpisahlah. &lt;br /&gt;Tiba-tiba dalam perjalanannya ke luar benteng, terkilaslah olehnya di atas tembok, gerakan yang mencurigakan, hingga membangkitkan gerakan refleknya dengan amat cepatnya, dan dengan tangkas berhasil menghindarkan diri dengan cara yang mengagumkan .... &lt;br /&gt;Dan sekarang ia kembali mendapatkan komandan benteng dengan langkah-langkah yang tepat dan tegap serta kesadaran tinggi yang tak pernah goyah, seolah-olah ia tak dapat dikejutkan oleh sesuatu pun dan tidak dapat dipengaruhi oleh rasa curiga Kemudian ia masuk ke dalam, lalu katanya kepada komandan: "timbul dalam hatiku suatu fikiran yang ingin kusampaikan kepada anda sekarang ini ..... Di pos komandoku sekarang ini sedang menunggu segolongan shahabat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam angkatan pertama masuk Islam, yang pendapat mereka biasa didengar oleh Amirul Mu'minin radhiyallahu 'anhu untuk mengambil sesuatu keputusan penting. Bahkan setiap mengirim tentara, mereka selalu diikutsertakan untuk mengawasi tindakan tentara dan langkah-langkah yang mereka ambil. Maka maksudku hendak membawa mereka ke sini agar dapat mendengar dari mulut anda apa yang telah kudengar, hingga mereka beroleh penjelasan yang sebaik-baiknya mengenai urusan kita ini ... !" &lt;br /&gt;Komandan Romawi itu secara bersahaja maklum karena nasib mujurnya, 'Amr lolos dari lobang jarum, dengan sikap gembira ia menyetujui usul 'Amr radhiyallahu 'anhu, hingga bila 'Amr radhiyallahu 'anhu nanti kembali dengan sejumlah besar pimpinan dan panglima Islam pilihan, ia akan dapat menjebak mereka semua, daripada hanya 'Amr seorang Dan secara sembunyi-sembunyi hingga tidak diketahui oleh 'Amr, dipertahankannyalah untuk tidak mengganggu 'Amr dan menyiapkan kembali perangkap yang disediakan untuk panglima Islam tadi, guna menghabisi para pemimpin mereka yang utama .... &lt;br /&gt;Lalu dilepasnya 'Amr dengan besar hati, dan disalaminya amat hangat sekali ..., disambut oleh ahli siasat dan tipu muslihat Arab itu dengan tertawa dalam hati .... &lt;br /&gt;Dan di waktu subuh keesokan harinya, dengan memacu kudanya yang meringkik keras dengan nada bangga dan mengejek, 'Amr radhiyallahu 'anhu kembali memimpin tentaranya menuju benteng. &lt;br /&gt;Memang, kuda itu merupakan suatu makhluq lain yang banyak mengetahui kelihaian dan kecerdikan tuannya ... ! &lt;br /&gt;Dan pada tahun ke-43 Hijrah, wafatlah 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu di Mesir, sewaktu ia menjadi gubernur di sana.... Di saat-saat kepergiannya itu, ia  mengemukakan  riwayat  hidupnya, itu secara bersahaja maklum bahwa kepergiannya katanya: "Pada mulanya aku ini seorang kafir, dan orang yang amat keras sekali terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hingga seandainya aku meninggal pada saat itu, pastilah masuk neraka ... ! &lt;br /&gt;Kemudian aku bai'at kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka tak seorang pun di antara manusia yang lebih kucintai, dan lebih mulia dalam pandangan mataku, daripada beliau shallallahu 'alaihi wasallam Dan seandainya aku diminta untuk melukiskannya, maka aku tidak sanggup karena disebabkan hormatku kepadanya, aku tak kuasa menatapnya sepenuh mataku ... ! &lt;br /&gt;Maka seandainya aku meninggal pada saat itu, besar harapan akan menjadi penduduk surga Kemudian setelah itu, aku diberi ujian dengan beroleh kekuasaan begitupun dengan hal-hal lain. Aku tidak tahu, apakah ujian itu akan membawa keuntungan bagi diriku ataukah kerugian... !" &lt;br /&gt;Lalu diangkatnya kepalanya ke arah langit dengan hati yang tunduk, sambil bermunajat kepada Tuhannya Yang Maha Besar lagi Maha Pengasih, katanya: "Ya Allah, daku ini orang yang tak luput dari kesalahan, maka mohon dimaafkan Daku tak sunyi dari kelemahan, maka mohon diberi pertolongan... ! Sekiranya daku tidak beroleh rahmat karunia-Mu, pasti celakalah nasibku... !" &lt;br /&gt;Demikianlah ia asyik dalam bermohon dan berhina diri hingga akhirnya ruhnya naik ke langit tinggi, di sisi Allah Rabbul- 'izzatl, sementara akhir ucapan penutup hayatnya, ialah : La ilaha illallah .... &lt;br /&gt;Di pangkuan bumi Mesir, negeri yang diperkenalkannya dengan ajaran Islam itu, bersemayamlah tubuh kasamya.... &lt;br /&gt;Dan di atas tanahnya yang keras, majlisnya yang selama ini digunakannya untuk mengajar, mengadili dan mengendalikan pemerintahan, masih tegak berdiri melalui kurun waktu, dinaungi oleh atap mesjidnya yang telah berusia lanjut "Jami'u 'Amr", yakni mesjid yang mula pertama didirikan di Mesir, yang disebut di dalamnya asma Allah Yang Tunggal lagi Esa serta dikumandangkan ke setiap pojoknya dari atas mimbarnya kaiimat-kalimat Allah serta pokok-pokok Agama Islam .... &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-1002783256485209247?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/1002783256485209247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=1002783256485209247&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/1002783256485209247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/1002783256485209247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/amr-bin-ash.html' title='&apos;AMR BIN &apos;ASH'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-8616718342082955951</id><published>2008-08-06T02:40:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:40:39.072-07:00</updated><title type='text'>Amar bin Yasir radhiallahu 'anhu</title><content type='html'>Amar bin Yasir radhiallahu 'anhu&lt;br /&gt;SEORANG TOKOH PENGHUNI SURGA&lt;br /&gt;Seandainya ada orang yang dilahirkan di Surga, lain dibesarkan dalam haribaannya dan jadi dewasa, kemudian dibawa ke dunia untuk jadi hiasan dan nur cahaya, maka'Ammar bersama ibunya Sumayyah dan bapaknya Yasir, adalah beberapa orang di antara mereka.... &lt;br /&gt;Tetapi kenapa kita mengatakan tadi "seandainya", seolah-olah itu hanya pengandaian belaka, padahal keluarga Yasir benar-benar penduduk Surga? Ketika Rasululiah saw. bersabda: &lt;br /&gt;"Shabar wahai keluarga Yasir, tempat yang telah dijanjikan bagi kalian adalah Surga!" &lt;br /&gt;kata-kata itu diucapkannya bukanlah hanya sebagai hiburan belaka, tetapi benar-benar mengakui kenyataan yang diketahuinya dan menguatkan fakta yang dilihat dan disaksikannya .... &lt;br /&gt;Yasir bin 'Amir yakni ayahanda 'Ammar, berangkat meninggalkan negerinya di Yaman guna mencari dan menemui salah seorang saudaranya .... Rupanya ia berkenan dan merasa cocok tinggal di Mekah. Bermukimlah ia di sana dan mengikat perjanjian persahabatan dengan Abu Hudzaifah ibnul Mughirah .... &lt;br /&gt;Abu Hudzaifah mengawinkannya dengan salah seorang sahayanya bernama Sumayyah binti Khayyath, dan dari perkawinan yang penuh berkah ini, kedua suami isteri itu dikaruniai seorang putera bernama 'Ammar.... &lt;br /&gt;Keislaman mereka· termasuk dalam golongan yang mula pertama, sebagai halnya orang shalih;yang diberi petunjuk oleh Allah. Dan sebagai halnya orang-orang shalih yang termasuk dalam golongan yang mula pertama masuk Islam, mereka cukup menderita karena siksa dan kekejaman Quraisy .... &lt;br /&gt;Orang-orang Quraisy menjalankan siasat terhadap Kaum Muslimin sesuai suasana. Seandainya mereka ini golongan bangsawan dan berpengaruh, mereka hadapi dengan ancaman dan gertakan. Abu Jahal orang yang menggertaknya dengan ungkapan: "Kamu berani meninggalkan agama nenek moyangmu padahal mereka lebih baik daripadamu ! Akan kami uji sampai di mana ketabahanmu, akan kami jatuhkan kehormatanmu, akan kami rusak perniagaanmu dan akan kami musnahkan harta bendamu!" &lt;br /&gt;Dan setelah itu mereka lancarkan kepadanya perang urat syaraf yang amat sengit.&lt;br /&gt;Dan sekiranya yang beriman itu dari kalangan penduduk Mekah yang rendah martabatnya dan yang miskin, atau dari golongan budak belian, maka mereka didera dan disulutnya dengan api bernyala. &lt;br /&gt;Maka keluarga Yasir termasuk dalam golongan yang kedua ini .... Dan soal penyiksaan mereka, diserahkan kepada Bani Makhzum. Setiap hari Yasir, Sumayyah dan 'Ammar dibawa ke padang pasir Mekah yang demikian panas, lalu didera dengan berbagai adzab dan siksa! &lt;br /&gt;Penderitaan  dan pengalaman Sumayyah dari siksaan ini amat ngeri dan`menakutkan, tetapi tidak akan kita paparkan panjang lebar sekarang ini. Insya Allah pada kesempatan lain akan -kita ceritakan pengurbanan dan- keteguhan hati yang ditunjukkan oleh Sumayyah bersama shahabat-shahabat dan kawan-kawan seperjuangannya di hari-hari yang bersejarah itu .... &lt;br /&gt;Cukuplah kita sebutkan sekarang tanpa berlebih-lebihan bahwa syahidah Sumayyah telah menunjukkan sikap dan pendirian tangguh, yang dari awal hingga akhirnya telah membuktikan kepada kemanusiaan suatu kemuliaan yang tak pernah hapus dan kehormatan yang pamornya tak pernah luntur. Suatu sikap yang telah menjadikannya seorang bunda kandung bagi orang-orang Mu'min di setiap zaman, dan. bagi para budiman di sepanjang masa .... &lt;br /&gt;Rasulullah  saw.  tidak lupa mengunjungi tempat-tempat yang diketahuinya sebagai arena penyiksaan bagi keluarga Yasir. Ketika itu tidak suatu apa pun yang dimilikinya untuk menolak bahaya dan mempertahankan diri.'Dan rupanya demikian itu sudah menjadi kehendak Allah .... &lt;br /&gt;Maka Agama baru, yakni Agama Nabi Ibrahim yang suci murni, suatu Agama yang hendak dikibarkan panji-panjinya oleh Muhammad saw, bukakiah suatu gerakan perubahan secara vertikal dan horizontal, tetapi merupakan suatu tata cara hidup bagi manusia beriman. Dan manusia beriman ini haruslah memiliki dan mewarisi bersama Agama itu secara lengkap dengan kepahlawanan, perjuangan dan pengurbanannya.... &lt;br /&gt;Pengurbanan-pengurbanan mulia yang dahsyat ini tak ubahnya dengan tumbal yang akan menjamin bagi Agama dan 'aqidah keteguhan yang takkan lapuk ... .! Ia juga.menjadi contoh teladan yang akan mengisi hati orang-orang beriman dengan rasa simpati, kebanggaan dan kasih sayang.... Ia adalah menara yang akan menjadi pedoman bagi generasi-generasi mendatang untuk mencapai hakikat Agama, kebenaran dan kebesarannya.... &lt;br /&gt;Demikianlah, berlaku pula bagi Agama Islam, qurban dan pengurbanan ini. Makna ini telah dijelaskan oleh al-Quran kepada Kaum Muslimin bukan hanya pada satu atau dua ayat. &lt;br /&gt;Firman Allah swt.:&lt;br /&gt;Apakah manusia mengira bahwa mereha ahan dibiarkan mengatahan: "Kami telah beriman" padahal mereka belum lagi diuji?(Q.S. 29 al-'Ankabut:2) &lt;br /&gt;Apakah halian mengira akan dapat masuh surga, padahal belum lagi terbukti bagi Allah orang-orang yang berjuang di antara kalian, begitu pun orang-orang yang tabah ?(Q.S. 3 Ali Imran: 142) &lt;br /&gt;Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, hingga terbuktilah bagi Allah orang-orang Yang benar dan terbukti pula orang-orang yang dusta.(Q.S. 29 al-'ankabut: 3) &lt;br /&gt;Apakah kalian mengira akan dibiarhan begitu saja, padahal belum lagi terbukti bagi Allah orang-orang yang berjuang di antara kalian?(Q.S. 9 Attaubat: 16) &lt;br /&gt;Allah  tiada  hendah  membiarhan orang-orang beriman dalam Keadaan kalian sekarang ini, hingga dipisahhan-Nya mana-mana yang jelek daripada yang baik.(Q.S. 3 Ali Imran: 179) &lt;br /&gt;Dan mushibah yang telah menimpa halian di saat berhadapannya dua pasukan, adalah dengan idzin Allah, yakni agar terbukti baginya orang-orang yang beriman!"(Q.S. 3 Ali Imran: 166) &lt;br /&gt;Memang, demikianlah Al-Qur'an mendidik putera dan para pendukungnya bahwa pengurbanan merupakan esensi atau sari dari keimanan, dan bahwa kepahlawanan menghadapi kekejaman dan kekerasan dihadapi dengan keshabaran, keteguhan dan pantang mundur, hanyalah akan membentuk keutamaan iman yang cemerlang dan mengagumkan ....&lt;br /&gt;Oleh sebab itu di kala sedang meletakkan dasarnya, memancangkan tiang-tiang dan mengemukakan model contohnya, hendaklah Agama Allah ini memperkukuh diri dengan pengurbanan jiwa dan memhersihkan jiwa dengan pengurbanan harta, maka terpilihlah untuk kepentingan mulia ini beberapa orang putera, para pemuka dan tokoh-tokoh utamanya untuk menjadi ikutan sempurna dan teladan istimewa bagi orang-orang beriman yang menyusul kemudian! &lt;br /&gt;Maka Sumayyah ...,Yassir...,dan 'Ammar dari golongan luar biasa yang beroleh barkah ini, adalah pilihan dari taqdir, yang dengan pengurbanan, ketekunan dan keuletan mereka itu, dapat memateri kebesaran dan keabadian Islam secara kuat dan kukuh .... &lt;br /&gt;Telah kita katakan tadi bahwa Rasulullah saw. tiap hari berkunjung ke tempat disiksanya keluarga Yasir, mengagumi ketabahan dan kepahlawanannya ...,sementara hatinya yang mulia bagaikan hancur karena santun dan belas kasihan menyaksikan mereka menerima siksa yang tak terderitakan lagi. &lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika Rasulullah saw. mengunjungi mereka, 'Ammar memanggilnya, katanya:&lt;br /&gt;"WahaiRasulullah, adzab yang kami derita telah sampai ke puncak".&lt;br /&gt;Maka seru Rasulullah saw.:&lt;br /&gt;"Shabarlah, wahai Abal Yaqdhan ....&lt;br /&gt;"Shabarlah, wahai heluarga Yasir ....&lt;br /&gt;"Tempat yang dijanjikan bagi halian ialah Surga ... .!" &lt;br /&gt;Siksaan yang diami oleh 'Ammar dilukiskan oleh kawan-kawannya  dalam  beberapa  riwayat.  Berkata  'Amar  bin Hakam:'Ammar itu disiksa sampai-sampai ia tak menyadari apa yang diucapkannya" &lt;br /&gt;Berkata pula 'Ammar bin Maimun:&lt;br /&gt;"Orang-rang musyrik membakar 'Ammar bin Yasir dengan api. Maka Rasulullah saw. lewat di tempatnya lain memegang kepalanya dengan tangan beliau, sambil bersabda:&lt;br /&gt;"Hai api, jadilah kamu sejuk dingin di tubuh 'Ammar, sebagaimana dulu hamu juga sejuk dingin di tubuh Ibrahim...!" &lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, semua bencana itu tidaklah dapat menekan jiwa 'Ammar, walau telah menekan punggung dan menguras tenaganya. Ia baru merasa dirinya benar-benar celaka, ketika pada suatu hari tukang-tukang cambuk dan para penderanya menghabiskan segala daya upaya dalam melampiaskan kedhaliman dan kekejannya...., semenjak hukuman bakar dengan besi panas, sampai disalib di atas pasir panas dengan ditindih batu laksana bara merah, bahkan sampai ditenggelamkan ke dalam air hingga sesak nafasnya dan mengelupas kulitnya yang penuh dengan luka. &lt;br /&gt;Pada hari itu, ketika ia telah tak sadarkan diri lagi karena siksaan yang demikian berat, orang-orang itu mengatakan kepadanya: "Pujalah olehmu tuhan-tuhan kami!", lain diajarkan mereka kepadanya kata-kata pujaan itu, sementara ia mengikutinya tanpa menyadari apa yang diucapkannya. &lt;br /&gt;Ketika ia siuman sebentar akibat dihentikannya siksaan, tiba-tiba ia sadar akan apa yang telah diucapkannya ...,maka hilanglah akalnya dan terbayanglah di ruang matanya betapa besar kesalahan yang telah dilakukannya, suatu dosa besar yang tak dapat ditebus dan diampuni lagi ...,hingga beberapa saat dirasakannya siksaan orang-orang musyrik terhadap dirinya sebagai obat pembalur luka dan suatu keni'matan juga ....! &lt;br /&gt;Dan seandainya ia dibiarkan dalam perasaan itu agak beberapa jam saja, tak dapat tiada tentulah akan membawa ajalnya ... &lt;br /&gt;'Ammar dapat bertahan menanggungkan semua siksa yang ditimpakan atas tubuhnya, ialah karena jiwanya sedang berada pada kondisi puncak. Tetapi sekarang ini, demi disangkanya jiwanya telah menyerah kalah, maka dukacita dan sesal kecewa hampir saja menghabiskan tenaga dan melenyapkan nyawanya .... &lt;br /&gt;Tetapi iradat Allah Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi telah memutuskan agar peristiwa yang' mengharukan itu mencapai titik kesudahan yang amat luhur... Dan tangan wahyu yang penuh berkah itu pun terulurlah menjabat tangan'Ammar, sambil menyampaikan ucapan selamat kepadanya: "Bangunlah hai pahlawan .. · ·! Tak ada sesalan atasmu dan tak ada cacat" &lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw. menemui shahabatnya itu didapatinya ia sedang menangis, maka disapunyalah tangisnya itu dengan tangan beliau seraya sabdanya: &lt;br /&gt;"Orang-orang hafir itu telah menyiksamu dan menenggelamkanmu ke dalam air sampai kamu mengucapkan begini dan begitu …?"&lt;br /&gt;"Benar': wahai RasuIullah': ujar 'Ammar sambil meratap.&lt;br /&gt;Maha sabda Rasulullah sambil tersenyum: "Jika mereka memaksaimu lagi, tidak apa, ucapkanlah seperti apa yang kamu katakan tadi ....!"&lt;br /&gt;Lalu dibacakan Rasulullah kepadanya ayat mulia berikut ini: &lt;br /&gt;Kecuali orang yang dipaksa, sedang hatinya tetap teguh dalam keimanan ...(Q.S. 16 an-Nahl: 106) &lt;br /&gt;Kembalilah 'Ammar diliputi oleh ketenangan dan dera yang menimpa tubuhnya: bertubi-tubi tidak terasa sakit lagi, dan apa juga yang akan terjadi, terjadilah dan ia tidak akan peduli. Jiwanya berbahagia,  keimanannya di fihak yang menang! Ucapannya yang dikeluarkan secara terpaksa itu dijamin bebas oleh al-Quran, maka apa lagi yang akan dirisaukannya….? &lt;br /&gt;'Ammar menghadapi cobaan dan siksaan itu dengan ketabahan luar biasa, hingga pendera-penderanya merasa lelah dan menjadi lemah, dan bertekuk lutut di hadapan tembok keimanan yang maha kukuh ....! &lt;br /&gt;Setelah pindahnya Rasulullah saw. ke Medinah, Kaum Muslimin tinggal bersama beliau bermukim di sana, secepatnya masyarakat Islam terbentuk dan menyempurnakan barisannya. &lt;br /&gt;Maka di tengah-tengah masyarakat Islam yang beriman ini 'Ammar pun mendapatkan kedudukan yang tinggi Rasulullah saw. amat sayang kepadanya, dan beliau sering membanggakan keimanan dan ketaqwaan 'Ammar kepada para shahabat. &lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah saw: &lt;br /&gt;"Diri 'Ammar dipenuhi keimanan sampai ke tulang punggungnya…..!"&lt;br /&gt;Dan sewaktu terjadi selisih faham antara Khalid bin Walid dengan 'Ammar, Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;"Siapa yang memusuhi 'Ammar, maka ia akan dimusuhi Allah, dan siapa yang membenci 'Ammar, maka ia akan dibenci Allah! " &lt;br /&gt;Maka tak ada pilihan bagi Khalid bin Walid pahlawan Islam itu selain segera mendatangi 'Ammar untuk mengakui kekhilafannya dan meminta ma'af ....! &lt;br /&gt;Suatu peristiwa terjadi pula ketika Rasulullah saw. bersama para shahabat mendirikan mesjid di Madinah, yakni tiada lama setelah kepindahannya ke sana. Imam Ali karamallahu wajhah menggubah sebuah bait sya'ir yang didendangkan berulang-ulang diikuti oleh Kaum Muslimin yang sedang bekerja itu, dan baitnya adalah sebagai beribut:&lt;br /&gt;"Orang yang memakmurkan mesjid nilainya tidak sama....&lt;br /&gt;Sibuk bekerja sambil duduk di sini berdiri di sana ....&lt;br /&gt;Sedang pemalas lari menghindar tertidur di sana…."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan waktu itu 'Ammar sedang bekerja di salah satu sisi bangunan. Ia juga turut berdendang, mengulang-ulangnya dengan nada tinggi .... Salah seorang kawan menyangka bahwa 'Ammar bermaksud dengan nyanyian itu hendak menonjolkan dirinya, hingga di antara mereka terjadi pertengkaran dan keluar kata-kata yang menunjukkan kemarahan. Mendengar itu Rasulullah murka, sabdanya:&lt;br /&gt;"Apa mahsud mereka terhadap 'Ammar ....?&lt;br /&gt;Diserunya mereka ke Surga, tapi mereka hendak mengajaknya ke neraha ....!&lt;br /&gt;Sungguh, 'Ammar adalah biji matahu sendiri... .!" &lt;br /&gt;Jika Rasulullah saw. telah menyatakan kesayangannya terhadap seorang Muslim demikian rupa, pastilah keimanan orang itu, kecintaan dan jasanya terhadap Islam, kebesaran jiwa dan ketulusan hati serta keluhuran budinya telah mencapai batas dan puncak kesempurnaan…..! &lt;br /&gt;Demikian halnya 'Ammar ....!&lt;br /&gt;Berkat ni'mat dan petunjuk-Nya, Allah telah memberikan kepada 'Ammar ganjaran setimpal, dan menilai takaran kebaikannya secara penuh. Hingga disebabkan tingkatan petunjuk dan keyakinan yang telah dicapainya, maka Rasulullah menyatakan kesucian imannya dan mengangkat dirinya sebagai contoh teladan bagi para shahabat, sabdanya:&lt;br /&gt;"Contoh dan ikutilah setelah kematianku nanti Abu Bakar dan Umar dan ambillah pula hidayah yang dipakai 'Ammar untuk Jadi bimbingan!" &lt;br /&gt;Mengenai perawakannya, para ahli riwayat melukiskannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Ia adalah seorang yang bertubuh tinggi dengan bahunya yang bidang dan matanya yang biru ...,seorang yang amat pendiam dan tak suka banyak bicara .... &lt;br /&gt;Nah, bagaimanakah kiranya garis kehidupan raksasa pendiam yang bermata biru dan berdada lebar, serta tubuhnya penuh dengan bekas-bekas siksaan kejam, dan di waktu yang bersamaan jiwanya telah ditempa dengan ketabahan yang amat mengagumkan dan kebesaran yang luar biasa ... ? Bagaimanakah jalan kehidupan yang ditempuh oleh pengikut yang jujur dan Mu'min yang tulus serta pejuang yang berani mati ini .:..; ?&lt;br /&gt;Sungguh telah diterjuninya bersama Rasulullah sebagai gurunya semua perjuangan bersenjata, baik.Badar, Uhud, Khandaq, Tabuk ... pendeknya semua tanpa keculali .... Dan tatkala Rasulullah telah mendahuluinya ke ar Rafiqul A'la, maka raksasa ini tidaklah berhenti, tetapi melanjutkan perjuangannya terus-menerus .... &lt;br /&gt;Di kala Kaum Muslimin berhadap-hadapan dengan kaum Persi  dan  Romawi, begitu juga ketika menghadapi pasukan kaum murtad,'Ammar selalu berada di barisan pertama ..., sebagai seorang prajurit yang gagah perkasa dengan tebasan pedangnya yang tak pernah meleset, ia sebagai seorang Mu'min yang shalih dan mulia tidak satu pun yang dapat menghalanginya dalam mencapai ridla Allah. &lt;br /&gt;Dan tatkala Amirul Mu'minin Umar memilih calon-calon wail negeri secara cermat dan hati-hati bagi Kaum Muslimin, maka matanya tetap tertuju dan tak hendak beralih dari 'Ammar bin Yasir .... Ia segera menemuinya dan mengangkatnya sebagai wali negeri Kufah dengan Ibnu Mas'ud sebagai ·Bendaharanya. &lt;br /&gt;Dan kepada penduduknya Umar menulis sepucuk surat berita gembira dengan diangkatnya wali negeri baru itu, katanya:&lt;br /&gt;"Saya kirim kepada tuan-tuan 'Ammar bin Yasir sebagai 'Amir, dan Ibnu Mas'ud sebagai Bendahara dan Wazir ....Kedua mereka adalah orang-orang pilihan, dari golongan shahabat Muhammad saw., dan termasuk pahlawan-pahlawan Badar... .!" &lt;br /&gt;Dalam melaksanakan pemerintahan,'Ammar melakukan suatu sistim yang rupanya tidak dapat diikuti oleh ouang-orang yang rakus akan dunia, hingga mereka mengadakan atau hampir mengadakan persekongkolan terhadap dirinya . · · · Pangkat dan jabatannya itu tidak menambah kecuali keshalihan, zuhud dan kerendahan hatinya. Salah seorang yang hidup semasa dengannya di Kufah, yaitu Ibnu Abil Hudzail, bercerita: &lt;br /&gt;"Saya lihat 'Ammar bin Yasir sewaktu menjadi 'Amir di Kufah, membeli Sayuran di pasar lain mengikatnya dengan tail dan memikulnya di atas punggung, dan membawanya pulang….".&lt;br /&gt;Dan salah seorang awam berkata kepadanya sewaktu ia menjadi Amir di Kufah itu: "Hai yang telinganya terpotong!", menghinanya dengan telinganya yang putus ketika menghadapi orang-orang murtad di pertempuran Yamamah. Tetapi jawaban amir yang memegang tampuk kekuasaan itu tidak lebih dari:&lt;br /&gt;"Yang kamu cela itu adalah telingaku yang terbaik ... ·&lt;br /&gt;Karena ia ditimpa kecelakaan waktu perang fi sabilillah&lt;br /&gt;Memang, telinganya itu putus dalam perang sabil di Yamamah · . .,yakni salah satu diantara hari-hari gemilang bagi 'Ammar….Raksasa ini maju bagaikan angin topan dan menyerbu barisan tentara Musailamatul Kadzab sehingga melumpuhkan kekuatan musuh ... · &lt;br /&gt;Ketika dilihatnya gerakan Muslimin mengendor segera dibangkitkannya  semangat  mereka  dengan  seruannya yang gemuruh, hingga mereka kembali maju menerjang bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya · · · · &lt;br /&gt;Abdullah bin Umar r.a. menceritakan peristiwa itu sebagai berikut :&lt;br /&gt;'Waktu perang Yamamah saya lihat 'Ammar sedang berada di atas sebuah batu karang. Ia berdiri sambil berseru: "Hai Kaum Muslimin, apakah tuan-tuan hendak lari dari Surga ...? Inilah saya 'Ammar bin Yasir, kemarilah tuan-tuan…..!&lt;br /&gt;Ketika saya melihat dan memperhatikannya, kiranya sebelah telinganya telah putus beruntai-untai, sedang ia berperang dengan amat sengitnya ...! &lt;br /&gt;Wahai, barang siapa yang masih meragukan kebesaran Muhammad saw., seorang Rasul yang benar dan guru yang sempurna, baiklah ia berdiri sejenak di hadapan contoh-contoh yang telah ditunjukkan oleh para pengikut dan shahabatnya, lalu bertanya kepada dirinya: "Siapakah yang akan mampu mengemukakan teladan dan contoh luhur ini kalau bukan seorang Rasul mulia dan maha guru utama?" &lt;br /&gt;Jika mereka menerjuni suatu perjuangan di jalan Allah, pastilah mereka akan maju ke depan bagaikan orang yang hendak mencari maut dan bukan merebut kemenangan ....! &lt;br /&gt;Jika mereka para khalifah dan hakim-hakim pengadilan, maka mereka takkan keberatan memerahkan susu untuk wanita janda tua atau mengadon tepung roti untuk anak-anak yatim, sebagai dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar. &lt;br /&gt;Dan jika mereka para pembesar, maka mereka takkan main dan merasa segan untuk memikul makanan yang diikat dengan tali di atas punggung mereka, seperti kita saksikan pada 'Ammar; atau menyerahkan gaji yang menjadi haknya lalu pergi menjalin daun kurma untuk kantong atau bakul sebagai yang diperbuat oleh Salman....! &lt;br /&gt;Wahai, marilah kita tekurkan kening dan tundukkan kepala kita, sebagai ta'dhim dan penghormatan kepada Agama yang telah mengajari mereka semua, dan kepada Rasulullah yang telah mendidik mereka....dan sebelum Agama sertaRasulullah itu, terutama kepada Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung, yang telah memilih mereka untuk semua ini, serta menjadikan mereka sebagai pelopor dan sebaik-baik ummat yang pernah dilahirkan sebagai teladan bagi seluruh manusia .... &lt;br /&gt;Ketika itu Hudzaifah ibnul Yaman seorang yang ahli tentang bahasa rahasia dan bisikan ghaib, sedang berkemas-kemas menghadapi panggilan Ilahi menghadapi sekarat mautnya. Kawan-kawannya yang sedang berkumpul sekelilingnya menanyakan kepadanya: "Siapakah yang harus kami ikuti menurutmu, jika terjadi pertikaian di antara ummat ...?" Sambil mengucapkan kata-katanya yang akhir, Hudzaifah menjawab: &lt;br /&gt;"Ikutilah oleh kalian Ibnu Sumayyah, kauena sampai matinya ia tak hendak berpisah dengan kebenaran .. !" &lt;br /&gt;Benar, 'Ammar akan tetap mengikuti kebenaran itu ke mana saja perginya .... Dan sekarang sementaua kita menyelusuri jejak langkahnya,  dan-menyelidiki peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupannya, marilah kita pergi menghampiri suatu peristiwa besar .... ! Hanya sebelum kita memperhatikan kejadian yang mempesona dan amat mengharukan itu, baik tentang keutamaan dan kesempurnaannya, tentang kemampuan dan keunggulannya, maupun tentang kegigihan dan kesungguhannya. &lt;br /&gt;Marilah kita perhatikan lebih dulu suatu peristiwa lain yang terjadi sebelumnya, ialah ungkapan Rasulullah melagenai peristiwa yang akan menimpa 'Ammar di kemudian hari! &lt;br /&gt;Hal itu terjadi tidak lama setelah menetapnya Kaum Muslimin di Madinah. Dan Rasul al-amin yang dibantu oleh shahabat-shahabatnya yang budiman sibuk dalam membaktikan diri kepada  Rabb  mereka,  membina  rumah  dan  mendirikan mesjid-Nya. &lt;br /&gt;Hati yang beriman dipenuhi kegembiraan dan sinar harapan menyampaikan puji dan syukur kepada Allah.... ! &lt;br /&gt;Semuanya bekerja dengan riang gembira ...,mengangkut batu, mengaduk pasir dengan kapur atau mendirikan tembok, sekelompok di sini dan sekelompok lagi di sana, sedang cakrawala bahagia bergema dipenuhi nyanyian mereka yang dikumandangkan dengan suara merdu dan seronok: &lt;br /&gt;"Andainya kita duduk-duduk berpangku tangan, sedang Nabi sibuk bekerja tak pernah diam ....&lt;br /&gt;Maka perbuatan kita adalah perbuatan sesat lagi menyesatkan....!"&lt;br /&gt;Demikian mereka bernyanyi dan berdendang. Lain alunan suara mereka menyanyikan lagu lainnya:&lt;br /&gt;"Ya Allah, hidup bahagia adalah hidup di akhirat Berilah rahmat Kaum Anshar dan Kaum Muhajirat&lt;br /&gt;Dan setelah itu terdengar pula lagu ketiga:&lt;br /&gt;"Apakah akan sama nilainya... ?&lt;br /&gt;Orang yang bekerja membina masjid Sibuk bekerja, baik berdiri maupun duduk&lt;br /&gt;Dengan yang menyingkir berpangku tangan .... ?" &lt;br /&gt;Tak ubahnya mereka bagai anai-anai yangsedang sibuk bekerja, bahkan mereka adalah balatentara Allah yang memanggul bendera-Nya dan membina bangunan-Nya. &lt;br /&gt;Sementara Rasulullah yang budiman lagi terpercaya tak hendak terpisah dari mereka, mengangkat batu yang paling berat dan melakukan pekerjaan yang paling sukar .... dan alunan suara mereka yang sedang berdendang melukiskan kegembiraan yang tulus dan hati yang pasrah ...,sedang langit tempat mereka bernaung berbangga diri terhadap bumi tempat mereka berpijak ..., pendeknya kehidupan yang penuh gairah sedang menyelenggarakan pesta pora yang paling meriah .... &lt;br /&gt;Maka di tengah-tengah khalayak ramai yang sedang hilir mudik itu, kelihatanlah 'Ammar bin Yasir sedang mengangkat batu besar dari tempat pengambilannya ke perletakannya. &lt;br /&gt;Tiba-tiba "rahmat kurnia Allah" yakni Muhammad Rasulullah melihatnya, dan rasa santun belas kasihan telah membawa beliau mendekatinya, dan setelah berhampiran maka tangan beliau yang penuh barkah itu mengipaskan debu yang menutupi kepala 'Ammar lain dengan pandangan yang dipenuhi nur ilahi diamat-amati wajah yang beriman diliputi ketenangan itu, kemudian bersabda di hadapan semua shahabatnya: &lt;br /&gt;"Aduhai Ibnu Sumayyah, ia dibunuh oleh golongan pendurhaka ....!" &lt;br /&gt;Ramalan ini diulangi oleh Rasulullah sekali lagi...,kebetulan bertepatan dengan ambruknya dinding di atas tempat 'Ammar bekerja, hingga sebagian kawannya menyangka bahwa ia tewas yang menyebabkan Rasulullah meratapi kematiannya itu. Para shahabat sama terkejut dan menjadi ribut karenanya, tetapi dengan nada menenangkan dan penuh kepastian, Rasulullah menjelaskan: &lt;br /&gt;"Tidak,'Ammar tidak apa-apa, hanya nanti ia akan dibunuh oleh golongan pendurhaha !"&lt;br /&gt;Maka wahai, siapakah kiranya yang dimaksud dengan golongan tersebut ....&lt;br /&gt;Dan bilakah serta di manakah terjadinya peristiwa itu .... ? &lt;br /&gt;'Ammar mendengarkan ramalan itu dan meyakini kebenaran pandangan tembus yang disingkapkan oleh Rasul yang utama. Tetapi ia tidak merasa gentar, karena semenjak menganut Islam ia telah dicalonkan untuk menghadapi maut dan mati syahid di setiap detik baiksiang maupun malam .... &lt;br /&gt;Dan hari-hari pun berlalu ...,tahun demi tahun silih berganti. Rasulullah saw. telah kembali ke tempat tertinggi..., disusul oleh Abu Bakar ke tempat ridla Ilahi ...,lalu berangkatlah pula Umar pergi mengiringi .... Setelah itu khilafat dipegang oleh Dzun Nurain Utsman bin 'Affan .... &lt;br /&gt;Sementara itu musuh-musuh Islam yang bergerak di bawah tanah, berusaha menebus kekalahannya di medan tempur dengan jalan menyebarluaskan fitnah .... &lt;br /&gt;Terbunuhnya Umar merupakan hasil pertama yang dicapai oleh gerakan atau subversi ini, yang gerakannya merembes ke Madinah tak ubahnya bagai angin panas, dan bergerak dari negeri yang kerajaan  dan  singgasananya  telah  dibebaskan  oleh  ummat Islam …. &lt;br /&gt;Berhasilnya usaha mereka terhadap Umar membangkitkan minat dan semangat mereka untuk melarnjutkannya, mereka sebarkan fitnah dan nyalakan apinya di sebagian besar negeri-negeri Islam. Dan mungkin Utsman r.a. tidak memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini hingga terjadilah pula peristiwa yang menyebabkan syahidnya Utsman dan terbukanya pintu fitnah yang melanda Kaum Muslimin.... &lt;br /&gt;Mu'awiyah *  bangkit  hendak  merebut jabatan khalifah dari tangan khalifah Ali karamallahu wajhah yang baru diangkat &lt;br /&gt;*) Hampir setiap riwayat hidup para shahabat Rasulullah yang berusia lanjut yang dipaparkan dalam buku ini ada sangkut pautnya dengan Muawiyah. Oleh karena itu perlu diungkapkan serba singkat mengenai riwayat hidupnya. &lt;br /&gt;Muawiyah dilahirkan dari keluarga hartawan dan pedagang besar yang menguasai perekonomian hampir seluruh semenanjung Arabia. Ayahnya bernama Shakhr bin dan dibai'at. Dan pendirian shahabat pun bermacam-macam, ada yang menghindar dan mengunci diri di rumahnya, dengan Harb, yang sehari-harinya disebut Abu Sufyan. Abu Sufyan inilah yang menjadi panglima besar kafir Quraisy pada perang Uhud, Khandaq dan pemimpin pemerintahan sampai Mekah dibebaskan oleh Rasuiullah. &lt;br /&gt;Ibunya bernama Hindun bin Utbah, seorang wanita lincah, cekatan yang mempunyai andil besar dalam membantu suami di perang Uhud. Pada waktu perang Badar, Hindun kehilangan ayah, paman, saudara dan puteranya. Untuk menuntut bela terhadap keluarganya itu, ia mengupah Wahsyi sebagai pembunuh bayaran untuk membunuh dan mengambil jantung Hamzah paman Nabi dan syahid agung untuk dimakannya mentah-mentah. Usaha menuntut bela ini dapat dicapainya. Setelah Mekah dibebaskan, bersamaan dengan ayahnya ia pun masuk Islam. &lt;br /&gt;Setelah masuk Islam, ia menjadi salah seorang sekretaris Rasulullah saw. Ia pun ikut perang Hunain dan dengan gagah berani memperlihatkan keperwiraannya sebagai seorang putera bekas panglima dan mendapat pembagian rampasan perang bersama ayahnya melebihi yang lain karena keduanya masih muallaf (orang yang barn masuk Islam, yang mendapat jaminan hidup lebih dari orang yang sudah betul-betul beriman, supaya tidak murtad lagi). &lt;br /&gt;Di zaman Khilafah Abubakar r.a., ia ikut bertempur melawan Romawi di Syam (Damsyiq) di bawah pimpinan kakaknya Yazid bin Abi Sofyan. Ketika Yazid wafat, Muawiyah mengambil alih pimpinan pemerintahan dan kemudian oleh Khalifah Abubakar r.a. ditetapkan, menjadi wall negeri Syam sebagai pengganti kakaknya itu. &lt;br /&gt;Pada masa Khalifah Umar Ibnul Khatthab r.a., ia masih menjadi wali negeri Damsyiq. Ketika Khalifah Umar r.a. meninjau Syam, beliau mendapatkan Muawiyah di Istananya yang sangat mewah; Umar berkata: "INI ADALAH KISRA (KAISAR) ARAB"!! Tidak lama setelah itu, karena berbagai alasan, Umar memberhentikan dari jabatannya dan Said bin Amir pelopor hidup sederhana menggantikan Muawiyah. &lt;br /&gt;Pada masa Khalifah Utsman, Muawiyah diangkat kembali menjadi wall negeri seluruh Syria, termasuk Palestina. Banyak pengaduan rakyat kepada Khalifah Utsman tentang tindakan wall negeri ini, termasuk keberandalan puteranya. Akan tetapi sebagian besar surat pengaduan itu tidak disampaikan kepada Khalifah oleh sekretaris beliau  yang bernama  Marwam  (saudara  sepupu  Muawiyah). Atas pengkhianatan Marwam initah timbulnya pemberontakan dan terbunuhnya Khalifah Utsman. &lt;br /&gt;Muawiyah adalah seorang jenius, pintar dan cerdik, politisi dan panglima perang. la mampu menggunakan kekuasaan dan harta negara dalam mencari kawan dan merangkul bawahan.&lt;br /&gt;Ia wafat pada tahun 60 hijrah dalam usia 78 tahun. Semoga Allah menerima amal baktinya. &lt;br /&gt;Demikianiah sekelumit riwayat hidup Muawiyah yang serba singkat (Ed, Pen). &lt;br /&gt;SumberBacaan :Ibnu Hajar al-hsqalani: Tahdzib Attahdzib Jilid 10. Dar Shadar, Beirut, 1968.&lt;br /&gt;Izuddin bin al-atsir: Usdul Ghabah P Ma 'rifatis Shahabah, As-Syu'b, Mesir, 1970.&lt;br /&gt;Izuddin bin al-Atsir: AI-Kamil fil Tarikh, Dar Shadar, Beirut, 1965.&lt;br /&gt;Khalid Muhammad Khalid: Ar-Rijal Haulal Raslll, Darul Kutub al-Arabiah, Beirut, 1973. &lt;br /&gt;mengambil ucapan Ibnu Umar sebagai semboyannya:&lt;br /&gt;"Siapa yang menyerukan marilah shalat, saya penuhi .... &lt;br /&gt;Dan siapa yang mengatakan: marilah mencapai bahagia, sayaturuti....&lt;br /&gt;Tetapi yang mengatakan: marilah bunuh saudaramu yang Muslimin dan marilah rampas harta bendanya, maka saya jawab: tidlak....!" &lt;br /&gt;Di antara mereka ada yang berpihak kepada Mu'awiyah. Dan ada pula yang berdiri mendampingi Ali, membai'at dan pengangkatannya sebagai khalifahKaum Muslimin ....&lt;br /&gt;Dan tahukah anda di pihak mana 'Ammar berdiri waktu itu?&lt;br /&gt;Di pihak siapakah berdirinya laki-laki yang mengenai dirinya Rasulullah saw. pernah bersabda:&lt;br /&gt;"Dan ambillah olehmu petunjuk yang dipakai oleh 'Ammar sebagai bimbingan.... !"&lt;br /&gt;Dan bagaimanakah pendirian orang yang mengenai dirinya Rasulu!lah saw. pernah pula bersabda:&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang memusuhi 'Ammar, maka ia akan dimusuhi oleh Allah .... !"&lt;br /&gt;Dan orang yang bila suaranya kedengaran mendekat ke rumah Rasulullah, maka beliau segera menyambut dengan sabdanya: "Selamat datang bagi orang baik dan diterima baik idzinkanlah ia masuk .... !" &lt;br /&gt;Ia berdiri di samping Ali bin Abi Thalib, bukan karena fanatik atau berpihak, tetapi karena tunduk kepada kebenaran dan teguh memegang janji! Ali adalah Khalifah Kaum muslimin, dan berhak menerima bai'at sebagai pemimpin ummat. Dan khilafat itu diterinmanya, karena memang ia berhak untuk itu dan lavak untuk menjabatnya . &lt;br /&gt;Baik sebelum maupun sesudah ini, Ali memiliki keutamaan-keutamaan yang menjadikan bedudukannya di samping Rasulullah tak ubah bagai kedudukan Harun di samping Musa .... &lt;br /&gt;Dengan cahaya pandangan ruhani dan ketulusannya,'Ammar yang selalu mengikuti kebenaran ke mana juga perginya, dapat mengetahui pemilik hak satu-satunya dalam perselisihan ini. &lt;br /&gt;Dan menurut keyakinannya, tak seorang pun berhak atas hal ini dewasa itu selain Imam Ali, oleh sebab itulah ia berdiri di sampingnya .... &lt;br /&gt;Dan Ali r.a. sendiri merasa gembira atas sokongan yang diberikannya itu, mungkin tak ada kegembiraan yang lebih besar daripada itu, hingga keyakinannya bahwa ia berada di pihak yang benar kian bertambah, yakni selama tokoh utama pencinta kebenaran 'Ammar datang kepadanya dan berdiri di sisinya .... &lt;br /&gt;Kemudian datanglah saat perang Shiffin yang mengerikan itu. Imam Ali menghadapi pekerjaan penting ini sebagai tugas memadamkan pembangkangan dan pemberontakan. Dan 'Ammar ikut bersamanya. Waktu itu usianya telah 93 tahun . &lt;br /&gt;Apa dalam usia 93 tahun ia masih pergi ke medan juang .... ? &lt;br /&gt;Benar ...,selama menurut keyakinannya peperangan itu menjadi tugas kewajibannya .... ! Bahkan ia melakukannya lebih semangat dan dahsyat dari yang dilakukan oleh orang-orang muda berusia 30 tahun .... &lt;br /&gt;Tokoh yang pendiam dan jarang bicara ini hampir saja tidak menggerakkan kedua bibirnya, kecuali mengucapkan kata-kata mohon perlindungan berikut: &lt;br /&gt;"Aku berlindung kepada Allah dari fitnah ....&lt;br /&gt;Aku berlindung kepada Allah dari fitnah ....". &lt;br /&gt;Tak lama setelah Rasulullah wafat, kata-kata ini merupakan do'a yang tak putus lekang dari bibirnya. Dan setiap hari berlalu setiap itu pula ia memperbanyak do'a dan mohon perlindungannya itu ..., seolah-olah hatinya yang suci merasakan bahaya mengancam yang semakin dekat dan menghampir juga. &lt;br /&gt;Dan tatkala bahaya itu tiba dan fitnah merajalela, Ibnu Sumayyah telah mengerti di mana ia harus berdiri. Maka di hari perang Shiffin walaupun sebagai telah kita katakan usianya telah 93 tahun, ia bangkit menghunus pedangnya, demi membela kebenaran yang menurut keimanannya harus dipertahankan. &lt;br /&gt;Pandangan terhadap pertempuran ini telah dima'lumkannya dalam kata-kata sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Hai ummat manusia!&lt;br /&gt;Marilah kita berangkat menuju gerombolan yang mengaku-ngaku hndak menuntutkan bela Utsman! &lt;br /&gt;Demi Allah! Maksud mereka bukanlah hendak menuntutkan belanya itu, tetapi sebenarnya mereka telah merasakan manisnya dunia dan telah ketagihan terhadapnya, dan mereka mengetahui bahwa kebenaran itu menjadi penghalang bagi pelampiasan nafsu serakah mereka. Mereka bukan yang berlomba dan tidak termasuk barisan pendahulu memeluk Agama. Islam. Argumentasi apa sehingga mereka merasa berhak untuk ditaati oleh Kaum Muslimin dan diangkat sebagai  pemimpin, dan tidak pula dijumpai dalam hati mereka perasaan takut kepada Allah, yang akan mendorong mereka untuk mengikuti kebenaran .... ! &lt;br /&gt;Mereka telah menipu orang banyak dengan mengakui hendak menuntutkan bela kematian Utsman, padahal tujuan mereka yang sesungguhnya ialah hendak menjadi raja dan penguasa adikara... .!" &lt;br /&gt;Kemudian diambilnya bendera dengan tangannya, lain dikibarkannya tinggi-tinggi di atas kepala sambil berseru:&lt;br /&gt;"Demi Dzat yang menguasai nyawaku .... ! Saya telah bertempur dengan mengibarkan bendera ini bersama Rasulullah saw., dan inilah aku siap berperang pula dengan mengibarkannya sekarang ini ..... ! &lt;br /&gt;Demi nyawa saya berada dalam tangan-Nya .... !&lt;br /&gt;Seandainya mereka menggempur dan menyerbu hingga berhasil mencapai kubu pertahanan kita, saya tahu pasti bahwa kita berada di pihak yang haq, dan bahwa mereka di pihak yang bathil ....!"&lt;br /&gt;Orang-orang mengikuti 'Ammar, mereka percaya kebenaran ucapannya. &lt;br /&gt;Berkatalah Abu Abdirrahman Sullami:&lt;br /&gt;"Kami ikut serta dengan Ali r.a. di pertempuran Shiffin, maka saya lihat 'Ammar bin Yasir r.a. setiap ia menyerbu ke sesuatu jurusan, atau turun ke sesuatu lembah, para shahabat Rasulullah pun mengikutinya, tak ubahnya ia bagai panji-panji bagi mereka ....!" &lt;br /&gt;Dan mengenai ',Ammar sendiri, sementara ia menerjang dan menyusup ke medan juang, ia yakin akan menjadi salah seorang syuhadanya.... Ramalan Rasulullah saw terang terpampang di ruang matanya dengan huruf-huruf besar:&lt;br /&gt;"Ammar ahan dibunuh oleh golongan pendurhaha ...':&lt;br /&gt;Oleh sebab itu suaranya bergema di serata arena dengan senandung ini:&lt;br /&gt;"Hari ini daku akan berjumpa dengan para kekasih tercinta .... Muhammad dan para shahabatnya .... !" &lt;br /&gt;Kemudian bagai sebuah peluru dahsyat ia menyerbu ke arah Mu'awiyah dan orang-orang sekeliiingnya dari golongan Bani Umayyah, lalu melepaskan seruannya yang nyaring yang menggetarkan: &lt;br /&gt;"Dulu kami hantam kalian di saat diturunkannya. &lt;br /&gt;Kini kami hantam lagi kalian karena menyelewengkannya&lt;br /&gt;Tebasan maut menghentikan niat jahat&lt;br /&gt;Dan memisahkan kawanan pengkhianat&lt;br /&gt;Atau al-Had berjalan kembali pada relnya" &lt;br /&gt;Maksudnya dengan sya'irnya itu, bahwa para shahabat yang terdahulu dan 'Ammar termasuk salah seorang di antara mereka. Dulu telah memerangi golongan Bani Umayyah yang dikepalai oleh Abu Sufyan ayah Muawiyah pemanggul panji-panji syirik dan pemimpin tentara musyrikin .... Mereka perangi orang-orang itu karena secara terus terang al-Quran menitahkannya disebabkan mereka adalah orang-orang musyrik. &lt;br /&gt;Dan sekarang di bawah pimpinan Muawiyah, walaupun mereka telah menganut Islam dan meskipun al-Quranul Karim tidak menitahkan secara tegas memerangi mereka, tetapi menurut ijtihad 'Ammar dalam penyelidikannya mengenai kebenaran dan pengertiannya terhadap maksud dan tujuan al-Quran, meyakinkan dirinya akan kehausan memerangi mereka, sampai barang haq yang ditumpas itu kembali kepada pemiliknya, serta api fitnah dan pemberontakan itu dapat dipadamkan untuk selama-lamanya .... &lt;br /&gt;Juga maksudnya, bahwa dulu mereka memerangi orang-orang Bani Umayyah karena mereka kafir kepada Agama dan kafir kepada al-Quran .... Dan sekarang meueka menggempur orang-orang itu karena mereka menyelewengkan Agama dan menyimpang dari ajaran al-Quranul Karim serta mengacaukan ta'wil dan salah menafsirkannya, dan mencoba hendak menyesuaikan tujuan ayat-ayatnya dengan kemauan dan keinginan mereka pribadi.... ! &lt;br /&gt;Maka tokoh tua yang berusia 93 tahun ini menerjuni akhir perjuangan hidupnya yang menonjol dengan gagah berani. Dan sebelum ia berangkat ke rafiqul A'la, ia tanamkan pendidikan terakhir tentang keteguhan hati membela kebenaran, dan ditinggalkannya sebagai contoh teladan perjuangannya yang besar dan mulia lagi berkesan dan mendalam .... &lt;br /&gt;Orang-orang dari pihak Mu'awiyah mencoba sekuat daya untuk menghindari 'Ammar, agar pedang mereka tidak menyebabkan kematiannya hingga ternyata bagi manusia bahwa merekalah "golongan pendurhaka". &lt;br /&gt;Tetapi keperwiraan 'Ammar yang berjuang seolah-olah ia satu pasukan tentara juga, menghilangkan pertimbangan dan akal sehat mereka. Maka sebagian dari anak buah Mu'awiyah mengintai-ngintai  kesempatan untuk menewaskannya, hingga setelah  kesempatan  itu  terbuka  mereka  laksanakanlah  dan tewaslah 'Ammar di tangan tentara Mu'awiyah ...... &lt;br /&gt;Sebagian besar dari tentara Mu'awiyah terdiri dari orang-orang yang barn saja masuk Agama Islam, yakni orang-orang yang menganutnya tidak lama setelah bertalu-talunya genderang kemenangan terhadap kebanyakan negeri yang dibebaskan Islam, balk dari kekuasaan Romawi maupun dari penjajahan Persi. &lt;br /&gt;Maka mereka inilah sebenarya yang menjadi biang keladi dan menyalakan api peuang saudara yang dimulai oleh pembangkangan Mu'awiyah dan penolakannya untuk mengakui Ali sebagai Khalifah dan Imam .... ! Jadi mereka inilah yang bagaikan kayu bakar menyalakan apinya hingga jadi besar dan menggejolak. &lt;br /&gt;Dan bagaimana juga gawatnya pertikaian ini, sedianya akan dapat diselesaikan dengan jalan damai andainya masih terpegang dalam tangan Muslimin pertama. Tetapi demi bentuknya jadi meruncing, ia jatuh ke dalam tokoh-tokoh kotor yang tidak peduli akan nasib Islam hingga api kian menyala dan tambah berkobar.... &lt;br /&gt;Berita tewasnya 'Ammar segera tersebar dan ramalan Rasulullah saw. yang didengar oleh semua shahabatnya sewaktu mereka sedang membina masjid di Madinah di masa yang telah jauh sebelumnya, berpindah dari mulut ke mulut: &lt;br /&gt;"Aduhai Ibnu Sumayyah ...,ia dibunuh oleh golongan pendurhaka!" &lt;br /&gt;Maka sekarang tahulah orang-orang siapa kiranya golongan pendurhaka itu ..., yaitu golongan yang membunuh 'Ammar ..., yang tidak lain dari pihak Mu'awiyah .... ! &lt;br /&gt;Dengan kenyataan ini semangat dan kepercayaan pengikut-pengikut Ali kian bertambah. Sementara di pihak Mu'awiyah, keraguan mulai menyusup ke dalam hati mereka, bahkan sebagian telah bersedia-sedia hendak memisahkan diri dan bergabung ke pihak Ali .... &lt;br /&gt;Mengenai Mu'awiyah, demi mendengar peristiwa yang telah terjadi ia segera keluar mendapatkan orang banyak dan menyatakan kepada mereka bahwa ramalan itu benar adanya, dan Rasulullah benar-benar telah meuamalkan bahwa 'Ammar akan dibunuh oleh golongan pemberontak .... Tetapi siapakah yang telah membunuhnya itu .... ? Kepada orang-orang sekeliling diserukannya:  "Yang telah membunuh 'Ammar ialah orang-orang yang keluar bersama dari rumahnya dan membawanya pergi berperang ....!" &lt;br /&gt;Maka tertipulah dengan ta'wil yang dicari-cari ini orang-orang yang memendam maksud tertentu dalam hatinya, sementara  pertempuran  kembali  berkobar  sampai  saat yang  telah ditentukan .... &lt;br /&gt;Adapun 'Ammar, ia dipangku oleh Imam Ali ke tempat ia menshalatkannya bersama Kaum Muslimin, lalu dimakamkan dengan pakaiannya! Benar, dengan pakaian yang dilumuri oleh darahnya yang bersih suci! Karena tidak satu pun dari sutera atau beludru dunia yang layak untuk menjadi kain kafan bagi seorang syahid  mulia,  seorang suci utama dari tingkatan 'Ammar.... ! &lt;br /&gt;Dan Kaum Muslimin pun berdiri keheran-heranan di kuburnya .... ! Semenjak beberapa saat yang lalu 'Ammar berdendang di depan mereka di atas arena perjuangan ...,hatinya penuh dengan kegembiraan, tak ubah bagai seorang perantau yang merindukan kampung halaman tiba-tiba dibawa pulang, dan terlompatlah dari mulutnya seruan: &lt;br /&gt;"Hari ini aku akan berjumpa dengan para kekasih tercinta ....&lt;br /&gt;Dengan Muhammad saw dan para shahabatnya....!"&lt;br /&gt;Apakah ia telah mengetahui hari yang mereka janjikan akan bertemu dan waktu yang sangat ia tunggu-tunggu .... ? &lt;br /&gt;Para shahabat saling jumpa-menjumpai dan bertanya: "Apakah anda masih ingat waktu sore hari itu di Madinah, ketika kita sedang duduk-duduk bersama Rasululiah saw. ...,dan tiba-tiba wajahnya berseri-seri lalu sabdanya:&lt;br /&gt;"Surga telah merinduhan 'Ammar ....':&lt;br /&gt;"Benar", ujar yang lain. "dan waktu itu juga disebutnya namanama lain yang lain, di antaranya 'Ali, Salman dan Bilal ....". &lt;br /&gt;Nah, bila demikian halnya, maka surga benar-benar telah merindukan 'Ammar .... ! Dan jika demikian, maka telah lama surga  merindukaya,  sedang kerinduannya  tertangguh,  menunggu 'Ammar  menyelesaikan  kewajiban dan memenuhi tanggung jawabnya .... Dan tugas itu telah dilaksanakannya dan dipenuhinya dengan hati gembira. &lt;br /&gt;Maka sekarang ini, tidakkah sudah selayaknya ia memenuhi panggilan rindu yang datang menghimbau dari haribaan sura .... ? Menang, datanglah saatnya ia mengabulkan panggilan itu, karena tak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula .... !&lt;br /&gt;Demikian dilemparkannya tombaknya, dan setelah itu ia pergi berlalu ....&lt;br /&gt;Dan ketika tanah pusaranya didatarkan oleh para sahabat di atas jasadnya, maka ruhnya yang mulia telah bersemayam di tempat bahagia ..., nun di sana dalam surga yang kekal abadi, yang telah lama rindu menanti ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-8616718342082955951?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/8616718342082955951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=8616718342082955951&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/8616718342082955951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/8616718342082955951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/amar-bin-yasir-radhiallahu-anhu.html' title='Amar bin Yasir radhiallahu &apos;anhu'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-8190393680379962388</id><published>2008-08-06T02:39:00.004-07:00</published><updated>2008-08-06T02:40:07.212-07:00</updated><title type='text'>Al Barra' bin Malik radhiallahu 'anhu</title><content type='html'>Al Barra' bin Malik radhiallahu 'anhu&lt;br /&gt;"ALLAH DAN SURGA...!" &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dia adalah salah Seorang di antara dua hersaudara yang hidup mengabdikan diri kepada Allah, dan telah mengikat janji dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam yang tumbuh dan berkembang bersama masa. &lt;br /&gt;Yang pertama bernama Anas bin Malik khadam Rasulullah shallallahu alaihi wasalam Ibunya yang bernama Ummu Sulaim membawanya kepada Rasul, sedang umurnya pada waktu itu baru sepuluh tahun, seraya katanya: "Ya Rasulallah ... ! Ini Anas, pelayan anda yang akan melayani anda, doa'akanlah ia kepada Allah!" &lt;br /&gt;Rasulullah mencium anak itu antara kedua matanya lalu mendo'akannya, do'a mana tetap membimbing usianya yang panjang ke arah kebaikan dan keberkahan... . Rasul telah mendo'akannya dengan kata-kata berikut: --'·Ya Allah banyakkanlah harta dan anaknya, berkatilah ia dan masukkanlah ia ke surga….!" &lt;br /&gt;Ia hidup, sampai usia 99 tahun dan diberi-Nya anak dan cucu yang banyak begitu pula Allah memberinya rizqi, berupa kebun yang luas dan subur, yang dapat menghalalkan  panen buah-buahan dua kali dalam setahun….! &lt;br /&gt;Yang kedua dari dua bersaudara itu ialah Barra' bin Malik…..Ia termasuk golongan terkemuka dan terhormat, menjalani kehidupannya dengan bersemboyan Allah dan surga ... ': Dan barang siapa melihatnya ia sedang berperang mempertahankan Agama Allah, niscaya akan melihat hal ajaib di balik ajaib... ! &lt;br /&gt;Ketika ia berhadapan pedang dengan orang-orang musyrik, Barra' bukanlah orang yang hanya mencari kemenangan, sekalipun kemenangan termasuk tujuan ...,tetapi tujuan akhirnya ialah mencari syahid....Seluruh cita-citanya mati syahid, menemui ajalnya di salah suatu gelanggang pertempuran dalam mempertahankan haq dan melenyapkan bathil..... &lt;br /&gt;Dia tak pernah ketinggalan dalam setiap peperangan baik bersama Rasul ataupun tidak .... Pada suatu hari teman-temannya datang mengunjunginya, ia sedang sakit, dibawanya air muka mereka lalu katanya: - "Mungkin kalian takut aku mari di atas tempat tidurku. Tidak, demi Allah, Tuhan tidak akan menghalangiku mati syahid ... !" &lt;br /&gt;Allah benar-benar telah meluluskan harapannya, ia tidak mati di atas tempat tidurnya, tetapi ia gugur menemui syahid dalam salah satu pertempuran yang terdahsyat……! &lt;br /&gt;Kepahlawanan Barra' di medan perang Yamamah wajar dan cocok dengan watak serta tabiatnya. Wajar untuk seorang pahlawan yang sampai-sampai Umar mewasiatkan agar ia jangan jadi komandan pasukan, disebabkan keberaniannya yang luar biasa, keperwiraan dan ketetapan hatinya menghadang maut...Semua sifatnya itu akan menyebabkan kepemimpinannya dalam pasukan membahayakan anak buahnya dan dapat membawa kebinasaan... ! &lt;br /&gt;Barra' berdiri di medan perang Yamamah, ketika balatentara Islam yang berada di bawah komando Khalid, bersiap-siap untuk menyerbu. Ia berdiri dan merasakan detik-detik itu, yakni saat sebelum panglimanya memerintahkan maju, amat lama sekali, bertahun-tahun layaknya ... . Kedua matanya yang tajam bergerak-gerak dengan cepatnya menyelusuri seluruh medan tempur, seolah-olah sedang mencari-cari tempat bersemayam yang sebaik-baiknya untuk seorang pahlawan .. . . Memang tak ada yang menyibukkannya di antara segala urusan dunia, kecuali tujuan Yang satu ini! &lt;br /&gt;Dimulai dengan berjatuhannya korban di pihak kaum musyrikin penyeru kedhaliman dan kebathilan akibat ketajaman dan tebasan pedangnya al-Barra' yang ampuh .... Kemudian di akhir pertempuran, suatu pukulan pedang mengenai tubuhnya dari tangan seorang musyrik,  menyebabkan tubuh kasarnya jatuh ke tanah, sementara tubuh halusnya menempuh jalannya membubung ke tingkat yang tertinggi ke mahligai para syuhada tempat kembalinya orang-orang yang beroleh berkah... ! &lt;br /&gt;Itulah khayalannya ketika ia menunggu kamando. &lt;br /&gt;Khalid mengumandangkan takbir "Allahu Akbar", maka majulah seluruh barisan yang bersatu-padu menuju sasarannya, dan maju pula peng'asyik maut Barra' bin Malik.: .. &lt;br /&gt;Ia terus mengejar anak buah dan pengikut si pembohong Musailamah dengan pedangnya, hingga mereka berjatuhan laksana daun kering di musim,rontok.... Tentara Musailamah bukanlah tentara yang lemah dan sedikit jumlahnya... bahkan ia adalah tentara murtad yang paling berbahaya.... &lt;br /&gt;Baik bilangan maupun perlawanan rerta perjuangan mati-matian  prajuritnya,   merupakan   bahaya  di  atas  semua bahaya.... ! &lt;br /&gt;Mereka menjawab serangan Kaum Muslimin dengan perlawanan yang mencapai puncak kekerasannya sehingga hampir-hampir mereka mengambil alih kendali pertempuran dan merubah perlawanan mereka menjadi serangan balasan ....Waktu itulah kegelisahan terssa merembes ke dalam barisan Kaum Muslimin. Melihat situasi ini, para komandan dan pimpinan pasukan sambil terus bertempur berdiri di atas pelana, berseru dengan kalimat-kalimat yang membangkitkan semangat dan meneguhkan hati. &lt;br /&gt;Barra' bin Malik mempunyai suara indah dan keras.... Ia dipanggil oleh panglima Khalid, dimintanya untuk buka suara…….Maka Barra pun menyerukan kata-kata yang penuh gemblengan semangat dan kepahlawanan, beralasan dan kuat....Wahai penduduk Madinah ... ! Tak ada Madinah bagi kalian sekarang. Yang ada hanya Allah dan surga... !" &lt;br /&gt;Ucapan itu menunjukkan jiwa pembicaranya, dan menjelaskan watak akhlaqnya. Benarlah ... yang tinggal hanyalah Allah dan surga! Karena di dalam suasana dan tempat seperti ini, tidaklah wajar ada fikiran-fikiran kepada yang lain walau kota Madinah, ibu kota Negara Islam, tempat rumah tangga, isteri  dan  anak-anak  mereka!  Sekarang  tidak patut  mereka berfikir ke sana! Sebab bila mereka sampai dikalahkan, maka tak ada artinya kota Madinah lagi... ! &lt;br /&gt;Kata-kata Barra' ini meresap laksana ...laksana apakah? &lt;br /&gt;Setiap tamsil apapun tidaklah tepat, karena tidak sepadan dengan hasil  yang  ditimbulkannya.  Maka baiklah kita katakan saja, kata-kata Barra' ini telah meresap dan itu sudah cukup ... ! Dan dalam waktu yang tidak lama, suasana pertempuran pun kembali kepada keadaannya semula .... &lt;br /&gt;Kaum Muslimin beroleh kemajuan sebagai pendahuluan bagi suatu kemenangan yang gemilang. Dan orang-orang musyrikin tersungkur ke jurang kekalahan yang amat pahit .... Pada saat itu  Barra' bersama kawan-kawannya berjalan dengan bendera Muhammad shallallahu alaihi wasalam  hendak mencapai tujuan yang utama …. &lt;br /&gt;Orang-orang musyrik mundur dan melarikan diri ke belakang. Mereka berkumpul dan berlindung di suatu perkebunan besar yang mereka ambil sebagai benteng pertahanan. &lt;br /&gt;Pertempuran menjadi reda, dan semangat Muslimin agak surut.  Jika  begini  naga-naganya,  dengan siasat yang dipakai anak buah serta tentara Musailamah bertahan di perkebunan itu, mungkin suasana peperangan  akan berbalik dan berubah arah lagi. &lt;br /&gt;Maka di saat yang genting itu, Barra' naik ke suatu tempat yang ketinggian, lalu berseru: 'Wahai Kaum Muslimin, bawalah aku dan lemparkan ke tengah-tengah mereka ke dalam kebun itu...!" &lt;br /&gt;Bukankah sudah kukatakan kepada anda sekalian, bahwa ia tidak mencari menang tetapi mencari syahid ... ? Ia benar-benar telah membayangkan bahwa langkah ini adalah penutup yang terbaik bagi kehidupannya, dan bentuk yang terindah untuk kematiannya...! Sewaktu ia dilemparkan ke dalam kebun itu nanti, maka ia segera membukakan pintu bagi Kaum Muslimin, dan bersamaan itu pedang-pedang orang musyrikin akan melukai dan meogoyak-ngoyak tubuhnya, tetapi di waktu itu pula pintu-pintu surga akan terbuka lebar memperlihatkan kemewahan dan keni'matannya untuk menyambut mempelai baru dan mulia……! &lt;br /&gt;Barra' rupanya tidak menunggu ia digotong dan dilemparkan, malah ia sendiri yang memanjat dinding dan melemparkan dirinya ke dalam kebun dan langsung membuka pintu yang terus diserbu oleh tentara Islam ....Akan tetapi mimpi Barra' belum lagi terlaksana, tak ada rupanya pedang-pedang musyrikin yang sampai mencabut nyawanya, hingga tidak pula ia menemukan kematian yang selama ini didambakan……Benarlah apa yang dikatakan oleh Abu Bakar radhiallahu anhu : &lt;br /&gt;"Songsong dan carilah kematian, pasti akan mendapatkan kehidupan... !" &lt;br /&gt;Memang tubuh pahlawan itu mendapat lebih dari delapan puluh tusukan dari pedang-pedang musyrikin menyebabkannya menderita luka lebih dari delapan puluh lubang, sehingga sebulan sesudah perang berlalu masih juga dideritanya, dan Khalid sendiri ikut merawatnya di waktu itu. Tetapi semua yang menimpa dirinya ini belum lagi dapat mengantarkannya kepada apa yang dicita-citakannya ……. &lt;br /&gt;Namun yang demikian itu tidak menyebabkan Barra' berputus asa…….&lt;br /&gt;Kafir dan musyrik masih menyerang ....&lt;br /&gt;Melintang menghalangi Agama Allah berkembang&lt;br /&gt;Seruan jihad tetap berkumandang……&lt;br /&gt;Jalan ke surga masih terbentang… &lt;br /&gt;Dahulu Rasulullah meramalkan bahwa permintaan dan do'anya akan dikabulkan Allah. Tinggal baginya tetap berdo'a ... memohon dikaruniai mati syahid, dan ia tak perlu buru-buru, karena setiap ajal sudah ada ketentuannya. &lt;br /&gt;Sekarang Barra' telah sembuh dari luka-luka perang Yamamah .... Dan kini ia maju lagi bersama pasukan tentara islam yang pergi hendak menghalau semua kekuatan kedhaliman ke jurang kehancurannya, yakni nun di sana...di mana masih berdiri dua kerajaan raksasa dan aniaya, yaitu Romawi dan Persi, yang dengan tentaranya yang ganas menduduki negeri-negeri Allah, memperbudak hamba-hambaNya dan mengintip kelengahan ummat Islam.... &lt;br /&gt;Barra' memukulkan pedangnya dan di setiap tempat bekas pukulan itu berdiri dinding yang kukuh dalam membina alam baru yang akan tumbuh di bawah bendera islam dengan cepat tak ubahnya bagai timbulnya mata hari menjelang siang.... &lt;br /&gt;Dalam salah satu peperangan di Irak, orang-orang Persi mempergunakan setiap cara yang rendah dan biadab yang dapat mereka lakukan sebagai perlindungan. Mereka menggunakan penggaet-penggaet yang diikatkan ke ujung rantai yang dipanaskan dengan api, mereka lempar dari dalam benteng mereka, hingga dapat menyambar Kaum Muslimin dan menggaetnya secara tiba-tiba sedang korban tidak dapat melepaskan dirinya. &lt;br /&gt;Adapun Barra' dan abangnya Anas bin Malik mendapat tugas bersama sekelompok Muslimin untuk merebut salah satu benteng-benteng itu. Tetapi tiba-tiba salah satu penggaet ini jatuh dan menyangkut ke tubuh Anas, sedang ia tidak sanggup memegang rantai untuk melepaskan dirinya, karena masih panas dan bernyala .... Barra' menyaksikan peristiwa yang seram ini .... Dengan cepat ia menuju saudaranya yang sedang ditarik ke atas alat penggaet dengan talinya yang panas menuju lantai dinding benteng ....Dengan keberanian yang luar biasa dipegangnya rantai itu dengan kedua tangannya, lalu direnggut dan disentakkannya sekuat-kuatnya, hingga akhirnya ia dapat melepaskan diri dari rantai itu, dan selamatlah Anas dari bahaya. &lt;br /&gt;Bersama orang-orang sekelilingnya dilihatnya kedua telapak itu tidak ada lagi di tempatnya ... ! Dagingnya rupa-rupanya telah meleleh karena terbakar dan yang tinggal hanyalah kerangkanya yang memerah coklat dan terbakai hangus... ! &lt;br /&gt;Sang pahlawan kembali menghabiskan waktu yang cukup lama pula untuk memulihkan luka bakarya sampai sembuh betul... ! &lt;br /&gt;Apakah belum juga datang masanya bagi si pencinta maut itu untuk mencapai maksudnya? Sudah, sekarang sudah datang masanya ... ! Inilah dia pertempuran Tutsur akan datang, dan di sinilah balatentara Islam akan berhadapan dengan balatentara Persi, dan di sinilah pula Barra' dapat merayakan pestanya yang terbesar .... &lt;br /&gt;Penduduk Ahwaz dan Persi telah berhimpun dalam suatu pasukan tentara yang amat besar hendak menyerang Kaum Muslimin .... Amirul Mu'minin Umar bin Khatthab menulis surat kepada Sa'ad bin Abi Waqqash di Kufah agar mengirimkan pasukan tentara ke Ahwaz ... dan menulis surat pula kepada Abu Musa al Asy'ari di Basrah agar mengirimkan juga pasukan ke Ahwaz, sambil berpesan dalam surat itu: "Angkatlah sebagai komandan pasukan Suhail bin 'Adi dan hendaklah ia dampingi oleh Barra' bin Malik... !" &lt;br /&gt;Dan bertemulah pasukan yang datang dari Kufah dengan yang datang dari Basrah untuk menghadapi tentara Persi di suatu pertempuran yang seru dan seram. Di kalangan tentara Islam terdapat dua orang bersaudara utama yaitu Anas bin Malik dan Barra' bin Malik ....Pertempuran dimulai dengan perang tanding satu ]awan satu; Barra' sendiri menjatuhkan sampai seratus penantang dari Persi .... Kemudian berkecamuklah perang yang baur di antara kedua pasukan dan dari kedua belah pihak berjatuhan korhan yang tak sedikit. &lt;br /&gt;Sebagian shahabat mendekati Barra' sementara perang sedang berlangsung itu; mereka menghimbaunya sambil berkata: &lt;br /&gt;"Masih ingatkah engkau, hai Barra' akan sabda Rasul tentang dirimu: Berapa banyak orang yang berambut kusut masai dan berdebu dan punya hanya dua pakaian lapuk hingga tidak diperhatikan orang sama sekali, padahal seandainya ia memohon kutukan kepada Allah bagi mereka, pastilah akan diluluskannya ... ! Dan di antara orang-orang itu ialah Barra' bin Malik... ! &lt;br /&gt;Wahai Barra' bersumpahlah kamu kepada Tuhanmu, agar Ia mengalahkan musuh dan menolong kita... !" &lt;br /&gt;Make Barra' mengangkat kedua tangannya ke arah langit dengan berendah diri lalu berdo'a: -- "Ya Allah, kalahkan mereka….dan tolonglah kami atas mereka ...,dan pertemukanlah daku hari ini dengan Nabi-Mu . !" &lt;br /&gt;Dilayangkannya pandangannya yang lama kepada saudaranya Anas yang berperang berdampingan dengannya, seakan-akan hendak mengucapkan selamat tinggal ....Dan menyerbulah Kaum Muslimin dengan keheranian yang tak takut mati, suatu keberanian yang tak dikenal dunia kecuali dari mereka....Dan mereka pun beroleh kemenangan, suatu kemenangan yang nyata…! &lt;br /&gt;Di tengah-tengah para syuhada yang jadi qurban pertempuran,  terdapatlah  Barra'  dengan  wajahnya  menampilkan senyuman, senyum manis saperti cahaya fajar. Tangan kanannya sedang menggenggam segumpal tanah berlumuran darah, yaitu darahnya yang suci .... Dan pedangnya masih tergeletak di sampingnya .... kuat tak terpatahkan, rata tanpa goresan .... &lt;br /&gt;Musafir:itu  telah sampai ke kampungnya.... Bersama-sama temannya yang syahid ia telah mencapai perjalanan hidup yang agung lagi mulia, dan mereka menerima panggilan dari Ilahi : &lt;br /&gt;"Itulah surga yang Kami wariskan untuk kalian, sebagai balasan atas amal perbuatan kalian... !" (Q.S. Al-Araf: 43)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-8190393680379962388?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/8190393680379962388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=8190393680379962388&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/8190393680379962388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/8190393680379962388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/al-barra-bin-malik-radhiallahu-anhu.html' title='Al Barra&apos; bin Malik radhiallahu &apos;anhu'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-4251277317363039376</id><published>2008-08-06T02:39:00.003-07:00</published><updated>2008-08-06T02:39:42.211-07:00</updated><title type='text'>Aisyah dan Detik Terakhir Kehidupan Nabi</title><content type='html'>Aisyah dan Detik Terakhir Kehidupan Nabi &lt;br /&gt;Tibalah detik-detik terakhir dari kehidupan Nabi Muhammad saw. Aisyah menarik tubuh beliau kepangkuannya. Tentang hal ini dia pernah berkata, &lt;br /&gt;'sesungguhnya diantara nikmat Allah yang dilimpahkan kepadaku, bahwa Rasulullah meninggal dunia dirumahku, pada hari giliranku, berada dalam rengkuhan dadaku, bahwa Allah menyatukan antara ludahku dan ludah Beliau saat wafat'. &lt;br /&gt;Abdurahman bin Abubakar masuk kedalam sambil memegangi siwak. Saat itu aku merengkuh tubuh beliau. Kulihat beliau melirik ke siwak ditangan Abdurrahman, karena aku tahu beliau amat suka kepada siwak maka aku bertanya, 'apakah aku boleh mengambil siwak itu untuk engkau?', beliau mengiyakan dengan isyarat kepala. Maka aku menyerahkannya kepada beliau dan menggosokkannya kemulut Beliau. Rupanya gosokanku terlalu keras bagi beliau, aku bertanya 'apakah aku harus memelankannya?' beliau mengiyakan dengan isyarat kepala. Maka aku menggosok dengan pelan-pelan sekali. &lt;br /&gt;Didekat tangan beliau saat itu ada bejana berisi air beliau mencelupkan kedua tangan kedalam air lalu mengusapkannya kewajah sambil bersabda, &lt;br /&gt;'tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, sesungguhnya kematian itu ada sekaratnya.' &lt;br /&gt;Seusai bersiwak, beliau mengangkat tangan atau jari-jari mengarahkan pandangan kearah langit-langit rumah dan kedua bibir beliau bergerak-gerak. Aisyah masih sepat mendengar sabda beliau pada saat itu, &lt;br /&gt;'bersama orang-orang yang engkau beri nikmat atas mereka dari para nabi, siddikin, syuhada' dan sholihin. Ya Allah ampunilah dosaku dan rahmatilah aku. Pertemukanlah aku dengan kekasih yang Maha Tinggi ya Allah kekasih yang Maha Tinggi'. &lt;br /&gt;Kalimat yang terakhir ini diulang tiga kali yang disusul dengan tangan beliau yang melemah. Innalillaahi wa inna ilaihi raji'un, &lt;br /&gt;Beliau telah berpulang kepada kekasih yang Maha Tinggi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-4251277317363039376?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/4251277317363039376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=4251277317363039376&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/4251277317363039376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/4251277317363039376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/aisyah-dan-detik-terakhir-kehidupan.html' title='Aisyah dan Detik Terakhir Kehidupan Nabi'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-7895969109502539757</id><published>2008-08-06T02:39:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:39:19.653-07:00</updated><title type='text'>Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah radhiallâhu 'anhu</title><content type='html'>Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah radhiallâhu 'anhu&lt;br /&gt;" Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka denga pertolongan yang datang daripada-Nya.Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya.Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya.Mereka itulah golongan Allah.Ketahuilah, bhwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung ". (Q.,s.58/al-Mujaadalah:22). &lt;br /&gt; Menurut beberapa ahli tafsir, ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah. &lt;br /&gt;Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah &lt;br /&gt;Ibnul Jarrah adalah seoerang panglima yang cerita kemenangan dan suksesnya menjadi pembicaraan dunia. Ia adalah seorang yang mengesampingkan gemerlapnya dunia yang palsu dan menerjunkan dirinya ke dalam berabagai medan perang mencari mati syahid, tetapi selalu saja Allah memberinya hidup. &lt;br /&gt;Dia seorang yang kuat yang dapat dipercaya, yang pernah dipilih oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menjadi guru di Najran dan salah seorang diantara sepuluh orang yang dinyatakan akan mendapatkan surga. &lt;br /&gt;Dia adalah soerang panglima yang pernah memohon kepada Allah supaya hari terakhirnya ditentukan di tengah-tengah tentaranya. Allah berkenan mengabulkan permohonannya itu. &lt;br /&gt;Itulah garis-garis besar kepribadian amiinul ummah "kepercayaan umat Islam", Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah, penyebar kalimat "Allahu Akbar" di negeri Syam dan sekitarnya. &lt;br /&gt;Ada orang yang bertanya kepada Abdullah bin Umar, "bagaimana dengan Ibnul Jarrah?". &lt;br /&gt;"Rahimahullah! Dia seorang yang selalu berwajah cerah, baik akhlaknya dan seorang pemalu", jawab Abdullah. &lt;br /&gt;Sejarah tidak mencatat masa-masa mudanya bersama dengan rekan-rekan sebayanya, tetapi sejarah merekam semua langkahnya ketika menuju ke Baitul Arqam, bergabung dengan kelompok orang-orang Mukmin yang telah memilih Islam sebagai agamanya, beriman kepada Allah sebagai Tuhannya, dan menerima Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai nabi dan rasulNya. &lt;br /&gt;Menurut sejarah, Ibnul Jarrah tergolong orang pertama y ang menyambut seruan Islam. Ia bersama beberapa orang rekannya; Utsman bin Mazh'un, 'Ubaidah ibnul Harits bin Abdul Muththalib, Abdurrahman bin Auf, dan Abu Salamah bin Abdul Asad, pergi menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sebelum beliau membukan sekolah dan dakwahnya di Darul Arqam. Beliau menawarkan Islam kepada mereka dan membentangkan apa-apa yang berkenaan dengan agama itu, lalu mereka menerima tawaran itu dengan puas dan ikhlas. Sejak saat itulah, ia dan rekan-rekannya itu menjadi manusia baru, seakan-akan terputus hubungannya dengan manusia lama yang bergelimang kejahiliahan dalam keyakinan dan penyembahan berhala. &lt;br /&gt;Pada waktu kaum Quraisy memaklumkan perang terhadap kelompok orang mukmin yang tiada berdaya dan berdosa, dengan melakukan pengejaran dan penyiksaan di luar abatas kemanusiaan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam memberikan izin kepada kelompok itu berhijrah ke Habasyah. Diantara para Muhajirin yang menyelamatkan agamanya dari keganasan kaum Quraisy itu ialah Abu 'U baidah ibnul Jarrah. &lt;br /&gt;Meskipun sambutan dan penerimaan raja Habasyah sangat baik terhadap mereka, mereka diterima dengan hormat dan didekatkan dari majelisnya, semua kebutuhan dan hajat keluarganya dipenuhi, baik moral maupun material, namun semua itu tidak berarti bagi mereka daripada kehidupan di dekat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ; setiap hari mengikuti pelajaran dan bimbingannya, dalam upaya mempertebal keimanannya. Tidaklah heran, ketika mereka mendengar berita bahwa telah dicapai kesepakatan antara Muhammad dan kaum Quraisy, berita gembira itu membangkitkan semangat mereka  untuk segera pulang kembali ke Mekkah tanpa mengecek kebenarannya lagi. Setibanya mereka disana, mereka malah mendapat penyiksaan yang lebih ganas dari kaum Quraisy, sampai ada diantaranya yang tewas oleh dendam hitam yang memenuhi lubuk hati musuh terhadap tunas dakwah yang baru merintis itu.  &lt;br /&gt;Akibat teror ganas kaum Quraisy itu, penduduk kota Mekkah hidup dalam ketakutan dan kegelisahan yang tiada terperikan. Ibnul Jarrah tak lama tinggal di Mekkah, begitu pula rekan-rekannya yang lain. Kaum Quraisy mengetahui bahwa Muhammad berhasil keluar menembus kepungannya dan pergi berhijrah ke Yatsrib, tempat yang dijadikan model dan landasan bertolak nya Islam dan kaum Muslimin, negara tempat menggembleng para pahlawan, negarawan, alim ulama yang akan dilepaskan ke seluruh penjuru dunia untuk membimbing dan memimpin umat manusia  ke jalan Tuhan Yang Maha Satu, dengan rasa puas dan ikhlas. &lt;br /&gt;Jalan antara Mekkah dan Yatsrib menjadi saksi ketika Ibnul Jarrah melepaskan kendali kudanya menggulung bumi dan bersaing dengan angin, mengikuti jejak rekan-rekannya yang sudah mendahuluinya  ke Yatsrib. Ketika sampai di hadapan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam di Madinah, ia hampir tidak dikenal lagi karena debu padang pasir yang ditempuh tanpa henti hampir menutupi wajahnya. Setiba di sana, ia disambut baik oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Mu'az. &lt;br /&gt;Saad bin Mu'az adalah orang yang telah mempersembahkan diri dan harta bendanya di jalan Allah dan tidak sudi berkompromi dengan kaum Yahudi, sesudah mereka mengkhianati perjanjian yang sudah mereka tanda tangani bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga ia terluka parah dalam perang Ahzab. Ia memohon kepada Allah Ta'ala agar jangan dimatikan sebelum matanya puas melihat Yahudi Bani Quraizhah dihukum. Ternyata, Allah mengabulkan doanya. Bani Quraizhah menolak keputusan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan minta diputuskan oleh Sa'ad bin bin Mu'az, bekas sekutu mereka. Akhirnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam meminta supaya Sa'ad memberikan keputusannya. Diputuskanlah; semua laki-laki Bani Quraizhah dibunuh, kaum wanita dan anak-anaknya ditawan dan harta bendanya dirampas. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berkomentar atas keputusan Sa'ad itu, "engkau telah memberikan keputusan dengan hukum Allah dari atas langit yang ke tujuh". &lt;br /&gt;Sejak menginjakkan kakinya di Yatsrib, sejak itu pulalah Abu 'Ubaidah mnganggap bumi itu sebagai tanah air agama dan dirinya yang harus dipertahankan mati-matian. Ia melakukan tugas kewajibannya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Hal ini terlihat dari tidak pernah absennya di semua peperangan bersama dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . &lt;br /&gt;Dalam perang Badar, ia selaku tentara, harus senantiasa patuh kepada perintah panglimanya. Sebagai seorang mukmin, ia mempunyai pandangan, sikap dan garis tegas yaitu bahwa semua yang berperang di bawah panji  Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang mengucapkan kalimat tauhid, mereka adalah saudara, keluarga dan kawan-kawannya, meskipun berbeda asal-usul, warna kulit dan darahnya. Semua yang berperang di bawah bendera Quraisy atau sekutu mereka, mereka adalah musuh aqidah dan lawan dirinya, meskipun mereka keluarga terdekatnya. &lt;br /&gt;Dengan logika dan pemahaman seperti itu terhadap aqidah dan agamanya, dan perannya sebagai seorang mukmin, maka ketika ia melihat ayahnya ikut menghunus pedang di tengah-tengah pasukan kaum musyrikin, membunuh saudara-saudaranya sesama mukmin, majulah ia menghampirinya, tetapi ayahnya menghindarinya. Walaupun demikian, ia mengejarnya dan memberikan pukulan yang mematikan. &lt;br /&gt;Ayahnya adalah kafir, menyekutukan Tuhannya dengan yang lain; kafir terhadap Tuhan Yang menciptakannya; ia mengangkat senjata hendak menumpas agama Tuhannya dan para pendukung agama tersebut. Oleh karena itu, ia sudah tidak berguna lagi bagi Tuhannya. Siapa yang hidupnya sudah tidak berguna bagi Tuhannya niscaya tidak berguna juga bagi seluruh umat manusia. &lt;br /&gt;Dalam perang Uhud, ketika peperangan itu sudah mencapai puncaknya, dimana pihak musuh sudah berhasil mengepung ketat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan menjadikan beliau sebagai sasaran tunggal anak panah dan senjata lainnya, Abu 'Ubaidah dan beberapa orang rekannya menghunus pedangnya untuk melindungi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dari serangan ganas musuh sehingga darah mengucur dari wajah beliau dan beliau mengusahpnya dengan tangan kanannya seraya mengucapkan, "Bagaimana suatu kaum akan menang sedangkan mereka membiarkan nabi yang menuntunnya kepada Tuhannya lerluka wajahnya?". &lt;br /&gt;Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallâhu 'anhu melukiskan peran yang dimainkan Abu 'Ubaidah dalam perang Uhud itu, "pada waktu itu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam terkena dua kali bidikan anak panah pada tulang pipinya, lalu aku segera pergi menghampirinya. Ternyata dari sebelah timur ada orang lain yang mendahuluiku, menghampirinya dengan cepat pula. Aku berkata, "Ya Allah, jadikanlah hal itu sebagai kepatuhan kepada Mu". &lt;br /&gt;Sesudah itu, sampailah aku di dekat Rasulullah. Aku melihat Abu 'Ubaidah sudah sampai terlebih dahulu, lalu ia berkata, "Ya Abu Bakar, aku mohon kau membiarkan aku melepaskan panah itu dari wajah Rasulullah !". Aku membiarkan Abu 'Ubaidah melepaskan  mata anak panah itu dengan gigi depannya dan ia berhasil mencabutnya, tetapi ia terjatuh ke tanah dan giginya pun patah. &lt;br /&gt;Selanjutnya, ia mencabut mata anak panah yang kedua hingga gigi depannya yang satunya patah juga. Sejak itu, Abu 'Ubaidah ompong gigi depannya. &lt;br /&gt;Dalam perang Dzatus Salaasil, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menugaskannya memimpin pasukan para shahabatnya (diantaranya Abu Bakar dan Umar) sebgai bala bantuan untuk Amru bin Ash. Setibanya pasukan itu, Amru berkata kepadanya, "Ya Aba 'Ubaidah, kau didatangkan sebagai bala bantuan untuk pasukanku". &lt;br /&gt;Abu 'Ubaidah menjawab, "Tidak.. Aku dengan pasukanku dan kamu dengan pasukanmu, masing-masing memimpin pasukannya". &lt;br /&gt;Amru bin Ash menolak adanya banyak pemimpin, ia tetap menganggap pasukan Abu 'Ubaidah yang baru datang itu harus ada di bawah pimpinannya sebagai bala bantuan. &lt;br /&gt;Abu 'Ubaidah berkata, "Ya Amru, Rasululllah Shallallahu 'alaihi wasallam melarangku , kalian berdua jangan berselisih!. Apabila engkau membangkang kepadaku, biarlah aku yang patuh kepadamu!". &lt;br /&gt;Alangkah indahnya kata-kata dan sikapnyaitu?". &lt;br /&gt;Demikianlah, Islam berhasil menciptakan manusia model, insan kamil yang diasuh Tuhannya, ruh dan kalbunya dimumikan dari sifat-sifat kebumian dan keremehan manusiawi. &lt;br /&gt;Alangkah jujurnya kata-kata itu dalam nilai kejantanan seseorang, "kalau kau membangkang kepadaku, biarlah aku yang patuh kepadamu", pada saat kepentingan jamaah kaum muslimin dan agama Islam menuntut persatuan dan kekompakan. &lt;br /&gt;Pada suatu waktu, datanglah perutusan dari Najran kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam meminta supaya bersama mereka dikirimkan seorang agama, mengajarkan hukum-hukum syariat kepada mereka, dan merangkap sebagai penengah (hakim) apabila terjadi perselisihan antara mereka. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berjanji kepada mereka, "nanti malam, kalian datang kembali, aku akan mengirimkan bersama kalian seorang yang terpercaya". &lt;br /&gt;Umar ibnul Kaththab bercerita tentang hal itu, "aku belum pernah ingin mendapatkan pangkat lebih dari itu apda waktu itu, mudah-mudahan akulah orang yang dimaksudkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam itu, Aku pergi menantikan waktu zhuhur. Sesudah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat zhuhur, beliau menoleh ke kanan dan ke kiri seperti ada yang dicari. Aku menjulurkan kepalaku supaya beliau melihatku, tetapi beliau masih saja mencari hingga beliau melihat Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah, lalu beliau berseru: "kau pergi bersama mereka dan putuskan sengketa yang terjadi antara mereka dengan sebenar-benarnya". &lt;br /&gt;Demikian keterangan yang jujur dari Umar ibnul Khaththab. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tiap-tiap umat memiliki orang kepercayaan dan kepercayaan umat ini adalah Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah". &lt;br /&gt;Tepat sekali sebda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam itu, ibnul Jarrah adalah seorang kepercayaan dalam akhlaknya, tidak seorang muslimpun merasa dirugikan olehnya. &lt;br /&gt;Ia kepercayaan dalam agamanya, ia berusaha keras menggalakkan dakwah secara merata. Ia kepercayaan dalam memelihara batas-batas negara sehingga semua pihak menghargai kewibawaan dan kekuasaannya. &lt;br /&gt;Bagaimana tidak demikian, dia adalah salah seorang dari sepuluh orang pertama yang masuk Islam dan salah seorang dari sepuluh orang yang dinyatakan akan mendapatkan surga. &lt;br /&gt;Sesudah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam wafat, banyak orang yang datang hendak membaiat Abu 'Ubaidah menjadi khalifah, tetapi ia menjawab, "apakah kalian datang kepadaku sedangkan di tengah-tengah umat ini masih ada orang yang ketiga". &lt;br /&gt;Yang ia maksudkan adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, sesuai dengan apa yang disabdakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kepada Abu Bakar di Gua Hira', "Di waktu dia berkata kepada temannya,'janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Allah beserta kita". (Q,,s. at-Taubah: 40). &lt;br /&gt;Pada waktu itu, Umar ibnul Khaththab radhiallâhu 'anhu termasuk salah seorang yang datang kepadanya, seraya berkata, "ulurkan tanganmu, aku akan membaiat kau, hai kepercayaaan umat, seperti yang dikatakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ". &lt;br /&gt;Abu 'Ubaidah, menjawab, "belum pernah aku meolihat kau tergelincir seperti sekarang sejak engkau Islam. Apakah kau akan membaiatku, sedangkan ash-Shiddiq, shahabat kedua Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam di Gua Hira', ada di tengah-tengah kita?". &lt;br /&gt;Rupanya teguran Abu 'Ubaidah itu menyadarkan Umar. Ia lalu mengirimkan orang untuk memanggil Abu Bakar di rumah Aisyah, Ummul Mukminin, lalu ketiganya pergi ke Saqifah Bani Saa'idah. Setibanya disana, mereka mendapatkan kaum Anshar sedang melakukan rapat. Abu Bakar bertanya keheranan, "ada apa ini?". &lt;br /&gt;Mereka menjawab, "dari kami diangkat amir dan dari kalian juga diangkat amir". &lt;br /&gt;Abu Bakar ash-Shiddiq berkata: "para amir dari kami dan para wazir (menteri) dari kalian". Sambutnya lagi, "aku setuju kalau kalian mengangkat salah seorang diantara dua orang ini; Umar ibnul Khaththab dan Abu 'Ubaidah, kepercayaan umat ini". &lt;br /&gt;Kedua orang itu menyatakan, "Tidak mungkin ada seorangpun yang mengungguli kedudukanmu, ya Aba Bakar!". Keduanya lalu membaiatnya. &lt;br /&gt;Itulah para pengikut dan shahabat Muhammad, yang telah mendapatkan gemblengan Al-Qur'anul Karim dan mendapatkan rintisan tata cara hidup melalui petunjuk dan pengajarannya. &lt;br /&gt;Suatu waktu, Umar ibnul Khaththab radhiallâhu 'anhu selaku khalifah Islam mengangkat Abu 'Ubaidah menjadi komandan pasukan kaum muslimin di Syam, menggantikan Khalid bin Walid .  Pada waktu itu, Khalid sedang ada di medan perang menggempur musuh-musuh Islam. Ia tidak segera memberitahukan berita pengangkatannya dan pemecatan Khalid itu, sebagai penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasanya. Sesudah Khalid mendengar berita pemecatannya dan pengangkatan Abu 'Ubaidah sebagai penggantinya maka dalam serah terima jabatan itu, Khalid berkata, "kini, telah diangkat untuk memimpin kalian kepercayaan umat ini, Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah". &lt;br /&gt;Abu 'Ubaidah menyambut perkataan itu, "aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Khalid adalah salah satu dari pedang-pedang Allah, ya pemuda idaman". &lt;br /&gt;Itulah jabatan kepanglimaan, tetapi tidak menyombongkan mereka. Itulah kepangkatan dan jabatan tinggi dunia, namun mereka tidak lupa daratan karena risalah atau misi mereka terbatas dan tugas mereka jelas, seperti yang dikatakan Rabi' bin Amir, "Allah telah mengirimkan kami untuk mengeluarkan orang yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya, dari mengabdikan diri kepada hambaNya kepada pengabdian diri kepada Allah semata". &lt;br /&gt;Kalau jabatan dan kepangkatan tidak bisa menggiurkan dan menggugurkan mereka, begitu pula dengan bujuk rayu dunia lainnya. &lt;br /&gt;Pada suatu waktu, Umar ibnul Khaththab mengirim uang kepada Abu 'Ubaidah sebesar empat ribu dirham dan empat ratus dinar, lalu ia berpesan kepada pesuruhnya, "perhatikan apa yang dilakukannya". &lt;br /&gt;Sesudah uang itu dibagi-bagikan, pesuruh itu melaporkan kepada khalifah Umar. Umar berkata: "Alhamdulillah, yang menjadikan dalam kalangan kaum muslimin orang yang melakukan hal itu". &lt;br /&gt;Ketika khalifah Umar datang ke negeri Syam, ia dijemput oleh para perwira militer dan pejabat sipil. Ia bertanya, "mana saudaraku?". &lt;br /&gt;Mereka bertanya keheranan, "siapa dia, ya Amiral Mukminin?".&lt;br /&gt;Ia menjawab,"Abu Ubaidah".&lt;br /&gt;Mereka menjawab, "Ia segera datang". &lt;br /&gt;Tak lama, ia datang dengan menunggang seekor unta, lalu ia memberikan salam kepada khalifah. Khalifah lalu memerintahkan para penyambutnya pulang kembali dan membiarkannya bersama Abu 'Ubaidah. Keduanya pergi ke rumah Abu 'Ubaidah. Setiba di sana, Khalifah Umar tidak melihat sesuatu apapun selain pedang dan perisainya. Umar bertanya kagum, "mengapa kau tidak memiliki sesuatu?". &lt;br /&gt;Abu 'Ubaidah menjawab, "ya Amiral Mukminin, ini pun akan menghantarkan kita ke tempat peristirahatan kita". &lt;br /&gt;Umar tidak melihat perabotan dan perhiasan mewah di rumahnya karena ia bukan seorang yang senang duduk-duduk di rumah, tetapi seorang lapangan yang selalu memandang jauh kepada apa yang ada di balik kehidupan ini. Adapun orang-orang yang suka bergelimang dalam kesenangan hidup, mereka sudah terperangkap jaringan setan yang sulit untuk membebaskan dirinya. Dia tahu menempuh jalan hidup dunia menuju perumahan kehidupan abadi di akhirat. &lt;br /&gt;Kalau demikian watak keras dan kuat Abu 'Ubaidah menghadapi kehidupan ini, mendalam pengertiannya menempuh hidup dan menghadapi orang hidup, konsekuen mempertahankan kebenaran, maka dengan sendirinya ia tidak akan sudi berkompromi dengan kebatilan dan bermanis-manis dengan kecurangan, tidak peduli kedudukan dan asal-usul seseorang yang dihadapannya. &lt;br /&gt;Pada suatu hari, Jabalah ibnul Aiham, raja Ghassan, masuk Islam, sesudah menerima baik surant Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang mengundangnya untuk menganut agama itu. Pada suatu waktu ia berjalan di pasar kota Damaskus, tiba-tiba kakinya menginjak kaki Muzniah, lalu ia langsung menampar Jabalah. Muzniah lalu digiring kepada Abu 'Ubaidah untuk diadili. Mereka berkata, "tuan Hakim, orang ini telah menampar raja Jabalah". &lt;br /&gt;"Dia harus ditampar juga!".&lt;br /&gt;"Apa tidak dibunuh?".&lt;br /&gt;"Tidak".&lt;br /&gt;"Apa tidak dipotong tangannya?".&lt;br /&gt;"Tidak, Allah hanya memerintahkan dilakukan qishash, ditindak sama dengan perbuatannya". &lt;br /&gt;Jabalah berkata, "apakah kalian mengira aku mau menjadikan wajahku perumpamaan bagi wajah nenek moyangku?". Ia lalu meurad kembali menjadi Kristen dan pergi menyeberang bersama kaumnya ke negeri Romawi. &lt;br /&gt;Negeri Syam hamnpir seluruhnya ditaklukkan, tinggal beberapa buah benteng musuh yang masih dipertahanka. Ketika pasukan Islam di bawah pimpinan panglimanya, Abu 'Ubaidah, hendak memulai pertempuran baru untuk merebut benteng-benteng yang masih dipertahankan musuh itu, tiba-tiba terjadi serangan penyakit menular hebat di kalangan pasukan kaum muslimin. Mendengar berita mengerikan itu, Khalaifah Umar ingin menyelamatkan Abu 'Ubaidah dari cengkeraman maut itu, lalu ia menulis surat memerintahkan supaya ia keluar dari negeri itu. Isi surat itu antara lain: &lt;br /&gt;"Salam sejahtera kepadamu. Lain dari itu, akau ingin menawarkan sesuatu kepadamu, harapanku apabila engkau menerima suratku ini supaya lekas-lekas datang menghadapku !". &lt;br /&gt;Abu 'Ubaidah paham maksud Khalifah itu, lalu ia membalasnya, &lt;br /&gt;"Ya Amiral mukminin, aku sudah paham maksudmu. Aku ada di tengah-tengah pasukan kaum muslimin, tidak bermaksud mengutamakan keselamatan diri atau memisahkan diri dari mereka, hingga Allah menentukan apa yang Dia kehendaki terhadapku dan mereka, dan bebaskanlah aku dari tawaran dan harapanmu itu!". &lt;br /&gt;Abu 'Ubaidah rahimahullah  wafat karenba penyakit menular itu pada tahun 18 H dalam usia 58 tahun. &lt;br /&gt;Khalifah Umar radhiallâhu 'anhu berkata, "Kalau usia Abu 'Ubaidah lanjut, akau akan mengangkatnya menjadi penerusku. Kalau Allah bertanya, atas dasar apa kau mengangkatnya, aku akan menjawab, "aku pernah mendengar Nabi-Mu mengatakan "Dia kepercayaan Umat ini". &lt;br /&gt;Sebab Turunnya Ayat &lt;br /&gt; Firman Allah, &lt;br /&gt; "Kamu tidak akan menemukan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang itu ayah-ayah, atau anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan dariNya…". (Al-Mujaadalah: 22). &lt;br /&gt;Dikatakan diturunkan berkenaan dengan Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah radhiallâhu 'anhu ketika ia membunuh ayah kandungnya dalam perang Badar. &lt;br /&gt;Ada lagi sebagian  ahli tafsir yang mengatakan bahwa ayat tersebut diturunkan kepada sekelompok orang Islam pertama, yang mengatakan dengan tegas bahwa ikatan aqidah bagi mereka lebih utama daripada ikatan keturunan dan keluarga. Bagi mereka, ikatan aqidah merupakakn ikatan berbagai macam warna kulit, bangsa dan kedudukan, dihimpun dalam suatu kekeluargaan yang saling mengasihi dalam wadah umat, di bawah pimpinan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dan bimbingan kalamullah:Al-Qur'anul Karim. &lt;br /&gt;Mereka mengatakan juga bahwa firmanNya,"….sekalipun orang itu ayah-ayah…", diturunkan berkenaan dengan Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah ketika ia membunuh ayah kandungnya sendiri, dan kalimat "…..atau anak-anak…." Diturunkan berkenaan dengan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallâhu 'anhu ketika ia mengejar anaknya sendiri, Abdurrahman bin Abu Bakar, hendak membunuhnya; dan kaomat, "…ataupun keluarga mereka…."diturunkan berkenaan dengan Umar ibnul Khaththab radhiallâhu 'anhu yang membunuh keluarganya sendiri dalam perang itu. Juga diturunkan berkenaan dengan Hamzah bin Abdul Muththalib, Ali bin Abi Thalib dan 'Ubaidah ibnul Harits, semuanya telah bertarung dalam perang itu dan membunuh keluarganya sendiri, antara lain: Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, dan al-Walid bin Utbah. &lt;br /&gt;Sebagai pelengkap dari ketegasan sikap iman kaum muslimin itu, ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bermusyawarah dengan para shahabatnya tentang tindakan yang kan dilakukan terhadap para tawanan perang Badar itu, Abu Bakar ash-Shiddiq mengusulkan, "mereka diberi kesempatan menebus dirinya, untuk memperkuat dana perjuangan kaum muslimin dan juga mengingat mereka masih merupakan sanak keluarga. Diharapkan, sikap  lunak itu akan menggugah hati mereka menemukan hidayah Allah". &lt;br /&gt;Umar ibnul Khaththab radhiallâhu 'anhu berpendapat, "aku tidak sependapat dengan yang lain, ya Rasulullah! Berikanlah kesempatan kepadaku membunuh keluargaku sendiri. Ali sudah berhasil membunuh saudaranya sendiri, Aqil. Si fulan sudah membunuh keluarga kaaribnya sendiri untuk dibuktikan kepada Allah bahwa dalam hati kita tidak terdapat lagi keakraban dan rasa kasihan dengan kaum musyrikin". &lt;br /&gt;Setelah percakapan itu, turunlah ayat tersebut. &lt;br /&gt;Renungan &lt;br /&gt;Dalam waktu relatif singkat, Islam berhasil memurnikan kejiwaan umat Islam dan menghilangkan cemar dan kotoran yang semula bermukim dalam batinnya, sehingga ia menjadi manusia baru, tidak berbohong, tidak mencuri, tidak berzina, tidak berkhianat, tidak curang, tidak suka memata-matai orang lain, ikhlas kepada aqidahnya lebih dari ikhlashnya kepada dirinya, patuh kepada perintah Allah dan RasulNya, setia kawan dan cinta kepada sesama saudaranya dalam Islam lebih dari setia kawannya terhadap keluarga dan kerabat sendiri, selama mereka tidak Islam. &lt;br /&gt; Ketika firman Allah dalam surah at-Taubah ayat 24 diturunkan (Katakanlah, 'jika ayah-ayah, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalannya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq'). Sejak itulah kaum Muslimin mengesampingkan semua kelezatan. Kelemahan insani terhadap ayah, anak, isteri, keluarga, harta kekayaan dan semua tuntutan hajat kemanusiaan, mereka letakkan semua itu diatas piring timbangan; kecintaaan kepada Allah, RasulNya, dan jihad di jalan Allah, mereka letakkan diatas piring timbangan yang lain. Ternyata, kecintaan mereka lebih berat kepada yang kedua. Dengan sendirinya, jiwa mereka menjadi terhormat dan meningkat, tidak suka bergelimang dengan nafsu hewani dan melepaskan diri dari keterikatan sifat bumi. &lt;br /&gt; Berikut ini contoh-contoh yang kami kutip dari sejarah kaum muslimin. &lt;br /&gt;Umar bin Sa'ad diasuh oleh bapak tirinya, Jullas bin Suwaid ibnush Shamit, setelah ayahnya wafat.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ia mendengar Jullas menyerang Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dengan kata-kata yang pedas, lalu ia menegur ayah tirinya itu, "Demi Allah, ya Jullas, engkau orang yang paling aku cintai, orang yang paling murah hati dan orang yang paling aku sayang jangan sampai terkena malapetaka. Akan tetapi, engkau mengatakan kata-kata yang menyakitkan hatiku. Kalau aku melawanmu, itu akan membuat kamu malu, tapi kalau aku diam, agamaku akan rusak dan kedua-duanya berat bagiku…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu meninggalkan rumahnya, pergi kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan memberitahukan soal Jullas kepada beliau. Demikianlah ia memenangkan ikatan agama diatas ikatan kekeluargaan dan dunia, meskipun ia menghadapi risiko kekurangan dan kelaparan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ketika Zaid bin Datsinah hgendak dibunuh oleh kaum Quraisy, Abu Sufyan bin Harb menawarkan pembebasan kepadanya, "aku mengharap kau menjawab karena Allah, ya Zaid! Apakah kau senang sekiranya Muhammad ada disini menggantikan tempatmu dan kami penggal batang lehernya sedangkan kau akan kami bebaskan tinggal bersama keluargamu?".&lt;br /&gt;Zaid menjawab dengan tegas, "Demi Allah, aku tidak suka Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam terikena tusukan sebuah duri sekalipun dan kau bebas di tengah-tengah keluargaku".&lt;br /&gt;Komentar Abu Sufyan kepada kawan-kawannya, "aku belum pernah melihat seseorang yang mencintai orang lain seperti para shahabat Muhammad kepada Muhammad".&lt;br /&gt;Kemudian mereka membunuh Zaid .  Zaid syahid, namun, "sekolah keimanan" berhasil mengeluarkan ribuan kaum muslimin yang men cintai agama dan RasulNya lebih dari dirinya sendiri.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dalam sebuah pertempuran, seorang Anshar bertengkar dengan seorang Muhajirin, lalu Abdullah bin Ubay, tokoh tertinggi kaum munafik, mengancamnya, "kalau kami kembali ke Madinah kelak, orang yang merasa dirinya terhormat akan diusir keluar oleh orang yang dihinakannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang Islam menawarkan diri untuk membunuh Abdullah bin Ubay, tetapi Rasulullah selalu menolaknya. Sabdanya kepada Umar ibnul Khaththab, "ya Umar, bagaimana kata bangsa Arab kelak, Muhammad membunuh shahabatnya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam lalu memanggil putra Abdullah bin Ubay seraya bertanya, "apakah kau mendengar apa yang dikatakan ayahmu?".&lt;br /&gt;Ia balik bertanya keheranan, "apa katanya, ya Rasulullah?".&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Dia mengatakan, 'kalau kami kembali ke Madinah kelak, orang yang merasa dirinya terhormat akan diusir keluar oleh orang yang dihinakannya".&lt;br /&gt;Ia lalu berkata dengan gusar, "Allah dan RasulNya Maha benar, dan engkau, ya Rasulullah, demi Allah adalah orang terhormat dan mulia, dan dia adalah orang yang terhina. Sebenarnya penduduk kota Yatsrib tahu bahwa tidak seorang pun yang paling kasih sayang kepada kedua orang tuanya lebih dari aku, namun kalau Allah dan RasulNya menghendaki, aku siap membawa kepala keduanya kesini".&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : "jangan!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pasukan kembali ke Madinah, Abdullah bin Abdullah bin Ubay berdiri di pintu masuk kota Madinah dengan pedang terhunus, menantikan kedatangan ayahnya, seraya berkata, "ayahkah yang mengatakan, kalau kami kembali ke Madinah kelak,  orang yang merasa dirinya terhormat akan diusir keluar oleh orang yang terhina? Demi Allah, kini, ayah akan mengetahui apakah orang yang terhormat itu ayah atau Rasulullah. Demi Allah, aku tidak akan memperkenankan ayah masuk kota kecuali dengan izin Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam …".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Ubay melaporkan hal itu kepada kabilahnya, al-Khazraj, "anakku melarangku kembali ke rumah!". Ia mengulang kata-katanya dengan sedih.&lt;br /&gt;Berdatanganlah kaum muslimin kepada sang putra Abdullah bin Ubay supaya ia memperkenankan ayahnya masuk kota dan kembali ke rumahnya. Akan tetapi, ia malah bersikeras, "Demi Allah, dia tidak akan bisa masuk kota Madinah kecuali dengan izin Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan memberitahukan peristiwa tersebut. Rasulullah bersabda, "pergilah dan katakan kepadanya supaya ayahnya dibiarkan kembali ke rumahnya!".&lt;br /&gt;Sesudah ia mendengar perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berulah ia membiarkan ayahnya masuk ke dalam kota dan kembali ke rumahnya, seraya berkata, "kalau perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengizinkan ia masuk, baiklah!".&lt;br /&gt;Kejadian semacam itu tidak hanya terjadi di kalangan kaum lelaki saja, tetapi di kalangan kaum perempuannya juga.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pada suatu waktu, Abu Sufyan pergi ke Madinah karena ada suatu urusan dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Ia pergi menemui puterinya yang juga isteri Rasulullah, Ummu Habibah. Setiba di sana, ia hendak duduk diatas sebuah permadani, tetapi Ummu Habibah menarik dan melipatnya. Abu Sufyan keget dan gusar, "puteriku! Aku tidak mengerti, apakah kau lebih menghargai ayahmu atau permadani itu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan begitu, Ia permadani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan ayah seorang musyrik dan najis", jawab Ummu Habibah.&lt;br /&gt;Begitulah sikap wanita muslimah terhadap ayahnya sendiri, dihadapi dengan kata-kata benar dan tegas, menggugurkan pribahasa "semua wanita kagum pada ayahnya".&lt;br /&gt;Ia tampar hakikat sikap ayahnya; orang-orang yang musyrik itu najis "at-Taubah:28).&lt;br /&gt;Jadi, selama ia tetap pada sikapnya, tidak mungkin ia menyentuh permadani itu, apalagi duduk diatasnya, meskipun ia bernama ayah yang memiliki berbagai hak dan kewajiban utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan semata-mata cinta, bukan hanya penghormatan dan sopan santun di depan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang mereka berikan karena beliau telah mengeluarkan mereka dari kegelapan kekafiran menuju cahaya keimanan, berjasa membebaskan mereka dari penyembahan berhala kepada penyembahan Yang Maha Satu, malah lebih hebat dari itu, mereka mempersembahkan nyawanya murah sekali demi melindungi Rasulullah.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dalam perang Uhud, Abu Dujanah menjadikan punggungnya sebagai perisai, melindungi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dari serangan panah musuh. Ia tidak bergerak sedikit pun hingga Rasulullah berhasil diselamatkan. Apabila beliau selamat, mereka tidak mengindahkan apakah anak panah tersebut mengenai perut atau punggungnya. &lt;br /&gt;Itulah yang mereka lakukan terhadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Begitu pula mereka lakukan dalam membela agama, mereka tidak mempedulikan apa pun selain ingin memenangkan agama itu, ingin meninggikan kalimat Allah Ta'ala, berapapun harga yang harus dibayar. Apa yang terjadi dalam perang Badar adalah suatu bukti kesetiaan mereka terhadap agamanya, meskipun harus berhadapan dengan ayah, anak,  saudara dan keluarga demi mempertahankan prinsip. &lt;br /&gt;Abu Bakar ash-Shiddiq di barisan kaum muslimin, sedangkan putranya, Abdurrahman, di pihak kaum musyrikin; begitu pula Utbah bin Rabi'ah bersama kaum Quraisy, sedangkan putranya, Abu Huzaifah, bersama kaum muslimin. &lt;br /&gt;Abdurrahman bin Abu Bakar berkata kepada ayahnya sesudah masuk Islam, "ayah selalu mengincarku dalam perang Badar dan aku selalu mengelak". &lt;br /&gt;Ayahnya menjawab, "Demi Allah, kalau aku bertemu dengan kau, aku tidak akan mengelak". &lt;br /&gt;Dalam peperangan ini, Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah membunuh ayah kandungnya. Bukan karena ia ingin membunuh ayah kandungnya, tetapi karena ia seorang musyrik. Ketika ia mengayunkan pedangnya, seolah-olah  ia menebas dan menumbangkan sebuah patung berhala, menumpas kesesatan yang menguasai umat manusia beberapa lamanya sehingga terjerumus mengabdikan diri kepada batu, pepohonan, bintang, dukun, jin dan lain-lain, dan memperkenalkan keimanan yang sebenarnya ke jalan yang menembus kalbu. &lt;br /&gt;Kapan gerangan kaum muslimin melahirkan Abu 'Ubaidah baru, yang menuympas fanatisme, berhalaisme dan memerangi ateisme, yang akan melenyapkan jahiliah modern di abad XXI ini. Siapa gerangan orangnya yang akan memainkan perannya dengan bimbingan Ilahi?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-7895969109502539757?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/7895969109502539757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=7895969109502539757&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7895969109502539757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7895969109502539757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/abu-ubaidah-ibnul-jarrah-radhiallhu.html' title='Abu &apos;Ubaidah ibnul Jarrah radhiallâhu &apos;anhu'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-3184407608577185403</id><published>2008-08-06T02:38:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:38:44.911-07:00</updated><title type='text'>Abu Sufyan Bin Haris</title><content type='html'>Abu Sufyan Bin Haris&lt;br /&gt;(Habis Gelap terbitlah Terang) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ia adalah Abu Sufyan bin Harits, dan bukan Abu Sufyan bin Harb ayah Mu'awiyah. Kisahnya merupakan kisah kebenaran setelah kesesatan, sayang setelah benci dan bahagia setelah celaka .... Yaitu kisah tentang rahmat Allah yang pintu-pintu-nya terbuka lebar, demi seorang hamba menjatuhkan diri diharibaan-Nya, setelah penderitaan yang berlarut-larut ... ! &lt;br /&gt;Bayangkan, waktu tidak kurang dari 20 tahun yang dilalui Ibnul Harits dalam kesesatan memusuhi dan memerangi Islam ... ! Waktu 20 tahun, yakni semenjak dibangkitkan-Nya Nabi saw. sampai dekat hari pembebasan Mekah yang terkenal itu. Selama itu Abu Sufyan menjadi tulang punggung Quraisy dan sekutu-sekutunya, menggubah syair-syair untuk menjelekkan serta menjatuhkan Nabi, juga selalu mengambil bagian dalam peperangan yang dilancarkan terhadap Islam. &lt;br /&gt;Saudaranya ada tiga orang, yaitu Naufal, Rabi'ah dan Abdullah, semuanya telah lebih dulu masuk Islam. Dan Abu Sufyan ini adalah saudara sepupu Nabi, yaitu putera dari pamannya, Harits bin Abdul Mutthalib. Di samping itu ia juga saudara sesusu dari Nabi karena selain beberapa hari disusukan oleh ibu susu Nabi, Halimatus Sa'diyah. &lt;br /&gt;Pada suatu hari nasib mujurnya membawanya kepada peruntungan membahagiakan. Dipanggilnya puteranya Ja'far dan dikatakannya kepada keluarganya bahwa mereka akan bepergian. Dan waktu ditanyakan ke mana tujuannya, jawabnya ialah: &lt;br /&gt;"Kepada Rasulullah, untuk menyerahkan diri bersama beliau kepada Allah Robbul'alamin .. . !" &lt;br /&gt;Demikianlah ia melakukan perjalanan dengan mengendarai kuda, dibawa oleh hati yang insaf dan sadar .... &lt;br /&gt;Di Abwa' kelihatan olehnya barisan depan dari suatu pasukan besar. Maklumlah ia bahwa itu adalah tentara Islam yang menuju Mekah dengan maksud hendak membebaskannya. Ia bingung memikirkan apa yang hendak dilakukannya. Disebabkan sekian lamanya ia menghunus pedang memerangi Islam dan menggunakan lisannya untuk menjatuhkannya, mungkin Rasulullah telah menghalalkan darahnya, hingga ia bila tertangkap oleh salah seorang Muslimin, ia langsung akan menerima hukuman qishas. Maka ia harus mencari akal bagaimana caranya lebih dulu menemui Nabi sebelum jatuh ke tangan orang lain. &lt;br /&gt;Abu Sufyan pun menyamar dan menyembunyikan identitas dirinya. Dengan memegang tangan puteranya Ja'far, ia berjalan kaki beberapa jauhnya, hingga akhirnya tampaklah olehnya Rasulullah bersama serombongan shahabat, maka ia menyingkir sampai rombongan itu berhenti. Tiba-tiba sambil membuka tutup mukanya, Abu Sufyan menjatuhkan dirinya di hadapan Rasulullah. Beliau memalingkan muka daripadanya, maka Abu Sufyan mendatanginya dari arah lain, tetapi Rasulullah masih menghindarkan diri daripadanya. &lt;br /&gt;Dengan serempak Abu Sufyan bersama puteranya berseru: &lt;br /&gt;"Asyhadu alla ilaha illallah. Wa-asyhadu anna Muhammadar Rasulullah . Lalu ia menghampiri Nabi saw. seraya katanya: "Tiada dendam dan tiada penyesalan, wahai Rasulullah". &lt;br /&gt;Rasulullah pun menjawab: &lt;br /&gt;"Tiada dendam dan tiada penyesalan, wahai Abu Sufyan!" &lt;br /&gt;Kemudian Nabi menyerahkannya kepada Ali bin Abi Thalib, katanya: -- "Ajarkanlah kepada saudara sepupumu ini cara berwudlu dan sunnah, kemudian bawa lagi ke sini". &lt;br /&gt;Ali membawanya pergi, dan kemudian kembali. Maka kata Rasulullah: "Umumkanlah kepada orang-orang bahwa Rasulullah telah ridla kepada Abu Sufyan, dan mereka pun hendaklah ridla pula…!" &lt;br /&gt;Demikianlah hanya sekejap saat…! Rasulullah bersabda: &lt;br /&gt;"Hendaklah kamu menggunakan masa yang penuh berkah…!" Maka tergulunglah sudah masa-masa yang penuh kesesatan dan kesengsaraan,  dan terbukalah pintu rahmat yang tiada terbatas....                   &lt;br /&gt;Abu Sufyan sebetulnya hampir saja masuk Islam ketika melihat sesuatu yang mengherankan hatinya ketika perang Badar, yakni sewaktu ia berperang di pihak Quraisy. Dalam peperangan itu, Abu Lahab tidak ikut serta, dan mengirimkan 'Ash bin Hisyam sebagai gantinya. Dengan hati yang harap-harap cemas, ia menunggu-nunggu berita pertempuran, yang mulai berdatangan menyampaikan kekalahan pahit bagi pihak Quraisy. &lt;br /&gt;Pada suatu hari, ketika Abu Lahab sedang duduk dekat sumur Zamzam bersama beberapa orang Quraisy, tiba-tiba kelihatan oleh mereka seorang berkuda datang menghampiri. Setelah dekat, ternyata bahwa ia adalah Abu Sufyan bin Harits. &lt;br /&gt;Tanpa bertangguh Abu Lahab memanggilnya, katanya: - "Mari ke sini hai keponakanku! Pasti kamu membawa berita! Nah, ceritakanlah kepada kami bagaimana kabar di sana …!" &lt;br /&gt;Ujar Abu Sufyan bin Harits: - "Demi Allah! Tiada berita, kecuali bahwa kami menemui suatu kaum yang kepada mereka kami serahkan leher-leher kami, hingga mereka sembelih sesuka hati mereka dan mereka tawan kami semau mereka ...! Dan Demi Allah! Aku tak dapat menyalahkan orang-orang Quraisy Kami berhadapan dengan orang-orang serba putih mengendarai kuda hitam belang putih, menyerbu dari antara langit dan bumi, tidak serupa dengan suatu pun dan tidak terhalang oleh suatu pun…!" &lt;br /&gt;-- yang dimaksud Abu Sufyan dengan mereka ini ialah para malaikat yang ikut bertempur di samping Kaum Muslimin - &lt;br /&gt;Menjadi suatu pertanyaan bagi kita, kenapa ia tidak beriman ketika itu, padahal ia telah menyaksikan apa yang telah disaksikannya? &lt;br /&gt;Jawabannya ialah bahwa keraguan itu merupakan jalan kepada keyakinan. Dan betapa kuatnya keraguan Abu Sufyan bin Harits, demikianlah pula keyakinannya sedemikian kukuh dan kuat jika suatu ketika ia datang nanti .... Nah, saat petunjuk dan keyakinan itu telah tiba, dan sebagai kita lihat, ia Islam, menyerahkan dirinya kepada Tuhan Robbul'alamin ... ! &lt;br /&gt;Mulai dari detik-detik keislamannya, Abu Sufyan mengejar dan menghabiskan waktunya dalam beribadat dan berjihad, untuk menghapus bekas-bekas masa lain dan mengejar ketinggalannya selama ini.... &lt;br /&gt;Dalam peperangan-peperangan yang terjadi setelah pempembebasan Mekah ia selalu ikut bersama Rasulu!lah. Dan di waktu perang Hunain orang-orang musyrik memasang perangkapnya dan menyiapkan satu pasukan tersembunyi, dan dengan tidak diduga-duga menyerbu Kaum Muslimin hingga barisan mereka porak poranda. &lt;br /&gt;Sebagian besar tentara Islam cerai berai melarikan diri, tetapi Rasulullah tiada beranjak dari kedudukannya, hanya &lt;br /&gt;berseru: "Hai manusia ... ! Saya ini Nabi dan tidak dusta... ! Saya adalah putra Abdul Mutthalib ... !" &lt;br /&gt;Maka pada saat-saat yang maha genting itu, masih ada beberapa gelintir shahabat yang tidak kehilangan akal disebabkan serangan yang tiba-tiba itu. Dan di antara mereka terdapat Abu Sufyan bin Harits dan puteranya Ja'far. &lt;br /&gt;Waktu itu Abu Sufyan sedang memegang kekang kuda Rasulullah. Dan ketika dilihatnya apa yang terjadi, yakinlah ia  bahwa kesempatan yang dinanti-nantinya selama ini, yaitu berjuang fi sabilillah sampai menemui syahid dan di hadapan Rasulullah, telah terbuka. Maka sambil tak lepas memegang tali kekang dengan tangan kirinya, ia menebas batang leher musuh dengan tangan kanannya. &lt;br /&gt;Dalam pada itu Kaum Muslimin telah kembali ke medan pertempuran sekeliling Nabi mereka, dan akhirnya Allah memberi mereka kemenangan mutlak. &lt;br /&gt;Tatkala suasana sudah mulai tenang, Rasulullah melihat berkeliling .... Kiranya didapatinya seorang Mu'min sedang memegang erat-erat tall kekangnya. Sungguh rupanya semenjak berkecamuknya peperangan sampai selesai, orang itu tetap berada di tempat itu dan tak pernah meninggalkannya. &lt;br /&gt;Rasulullah menatapnya lama-lama, lalu tanyanya:  "Siapa ini ... ? Oh, saudaraku, Abu Sufyan bin Harits... !" Dan demi didengarnya  Rasulullah  mengatakan  "saudaraku", hatinya bagaikan terbang karena bahagia dan gembira. Maka diratapinya kedua kaki Rasulullah, diciuminya dan dicucinya dengan air matanya .... &lt;br /&gt;Ketika itu bangkitlah jiwa penyairnya, maka digubahnya pantun menyatakan kegembiraan atas keberanian dan taufik yang telah dikaruniakan Allah kepadanya: - &lt;br /&gt;"Warga Ka'ab dan 'Amir sama mengetahui&lt;br /&gt;Di pagi hari Hunain ketika barisan telah cerai berai &lt;br /&gt;Bahwa aku adalah seorang ksatria berani mati&lt;br /&gt;Menejuni api peperangan tak pernah nyali&lt;br /&gt;Semata mengharapkan keridla;in Ilahi&lt;br /&gt;Yang Maha Asih dan kepada-Nya sekalian urusan akan kembali". &lt;br /&gt;Abu Sufyan menghadapkan dirinya sepenuhnya kepada ibadat. Dan sepeninggal Rasulullah saw. ruhnya mendambakan kematian agar dapat menemui Rasulullah di kampung akhirat. Demikianlah walaupun nafasnya masih turun naik, tetapi kematiantetap menjadi tumpuan hidupnya... ! &lt;br /&gt;Pada suatu hari, orang melihatnya berada di Baqi' sedang menggali lahad, menyiapkan dan mendatarkannya. Tatkala orang-orang menunjukkan keheranan mereka, maka katanya: &lt;br /&gt;"Aku sedang menyiapkan kuburku ....". &lt;br /&gt;Dan setelah tiga hari berlalu, tidak lebih, ia terbaring dirumahnya sementara keluarganya berada di sekelilingnya dan sama menangis. Dengan hati puas dan tenteram dibukanya matanya melihat mereka, lalu katanya: -- "Janganlah daku ditangisi, karena semenjak masuk Islam tidak sedikit pun daku berlumur dosa...!" &lt;br /&gt;Dan sebelum: Kepalanya terkulai di atas dadanya, diangkatkannya sedikit keatas seolah-olah hendak menyampaikan selamat tinggal kepada dunia fana ini  ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-3184407608577185403?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/3184407608577185403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=3184407608577185403&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/3184407608577185403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/3184407608577185403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/abu-sufyan-bin-haris.html' title='Abu Sufyan Bin Haris'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-4800564312403828727</id><published>2008-08-06T02:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T02:38:13.164-07:00</updated><title type='text'>ABU SUFYAN BIN HARB radhiallâhu 'anhu</title><content type='html'>ABU SUFYAN BIN HARB radhiallâhu 'anhu&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. Supaya Allah memisahkan (golongan) buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya diatas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi." (al-Anfaal: 36-37) &lt;br /&gt;  Menurut keterangan beberapa ahli tafsir, ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Abu Sufyan bin Harb radhiallâhu 'anhu. &lt;br /&gt;Abu Sufyan bin Harb radhiallâhu 'anhu. &lt;br /&gt;Abu Sufyan bin Harb terkenal sebagai salah seorang tokoh Quraisy pada zaman Jahiliah. &lt;br /&gt;Dia seorang saudagar terkenal, banyak mengenal keinginan pasar. Sebagai tokoh masyarakat Quraisy, ia banyak mengetahui gaya hidup masyarakatnya. Ia juga seperti yang dikatakan banyak orang, antara lain al-'Abbas bin Abdul Muththalib, senang dipuji dan dibanggakan orang. &lt;br /&gt;Ia dilahirkan sepuluh tahun sebelum terjadinya penyerbuan tentara gajah ke Mekkah. Ia sering memimpin kafilah perdagangan kaum Quraisy ke negeri Syam dan ke negeri 'ajam (selain Arab) lainya. Ia suka keluar dengan membawa panji para pemimpin yang dikenal dengan 'Al-'Uqab". Panji itu tidak dipegang melainkan oleh pemimpin Quraisy. Kalau terjadi peperangan, panji itu pun hanya dipegang olehnya. &lt;br /&gt;Putranya, Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiallâhu 'anhu adalah seorang penulis wahyu. Ia pernah diangkat menjadi gubernur negeri Syam sebelum pemerintahan Khalifah Umar ibnul-Khaththab radhiallâhu 'anhu. Putrinya, Ramlah binti Abu Sufyan radhiallâhu 'anha. (Ummu Habibah), adalah istri Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam . Dan termasuk salah seorang dari Ummahaatul Mukminin radhiallahu 'anhunna. &lt;br /&gt;Ummu Habibah, istri Abdullah bin Jahsy, pergi berhijrah ke negeri Habasyah bersama dengan suaminya. Di negeri nun jauh itu tiba-tiba suaminya tergoda masuk agama Nashrani. Karenanya, ia minta cerai. Sesudah berakhir 'iddahnya, Raja Najasyi memanggilnya seraya berkata kepadanya, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah menulis surat kepada saya untuk mengawinkan anda dengan beliau" . &lt;br /&gt;Ramlah lalu berkata, "semoga Allah akan menggembirakan dan membahagiakan Paduka tuan juga!" &lt;br /&gt;Ramlah pun akhirnya menjadi isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika Abu Sufyan mendengar berita perkawinan puterinya itu dengan Rasulullah, ia berkata, "Unta jantan ini semoga tidak dipotong hidungnya!" &lt;br /&gt;Abu Sufyan mendengar dakwah yang dikumandangkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan ternyata dia merupakan orang yagn paling gigih melawan dan memeranginya. Dia pernah juga menyertai delegasi kaum Quraisy yang dikirim menemui Abu Thalib, meminta kepadanya supaya mau menyerahkan keponakannya (Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam) untuk disembelih oleh mereka, dengan syarat akan menggantikannya dengan seorang pemuda Quraisy lainya yang mereka pandang lebih mendatangkan keberuntungan bagi mereka semua. &lt;br /&gt;Dia juga pernah mengadakan persekutuan jahat dengan pemimpin Quraisy lainnya terhadap Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wasallam dan kaum muslimin, dengan mendatangkan surat pernyataan memblokade Bani Hasyim, yaitu tidak mengadakan hubungan perkawinan dan jual-beli dengan mereka. &lt;br /&gt;Tiba saatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan kaum muslimin pergi berhijrah ke Madinah. Ternyata, kaum muslimin hidup aman dan berbahagia di negeri yang tentram ini. &lt;br /&gt;Pada suatu saat, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengetahui bahwa Abu Sufyan sedang dalam perjalanan dari Syam ke Mekkah, memimpin kafilah dagang kaum Quraisy, kaum yang selama lebih dari sepuluh tahun telah menyiksa dan menyengsarakan mereka, yang telah mengusir mereka keluar dari negerinya dan juga merampas harta kekayaannya. Abu Sufyan sendiri terlibat dalam perbuatan jahat dan keji itu. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam memberitahukan hal itu, terutama kepada kaum Muhajirin, "Kafilah dagang Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan segera akan melintasi daerah kita. Marilah kita keluar mencegatnya. Barangkali Allah akan menggantikan apa-apa yang telah mereka rampas dari kita dahulu!" &lt;br /&gt;Ketika tiba di perbatasan Hijaz, Abu Sufyan mulai dirundung firasat tidak enak. Ia selalu bertanya kepada setiap orang atau kafilah yang datang dari jurusan Madinah dengan perasaan was-was dan takut. Akhirnya ia mendengar dari salah satu sumber yang meyakinkan bahwa Muhammad telah mengerahkan orang-orangnya untuk mencegat kafilah yang dipimpinnya. &lt;br /&gt;Abu Sufyan lalu membayar seorang kurir untuk mengirimkan kabar tentang hal itu ke kota Mekkah, namanya Dhamdham bin Amru al-Ghifari. Dalam pesannya itu, ia berharap supaya kaum Quraisy mengirimkan pasukannya untuk melindungi kafilah yang dipimpinnya dari serangan Muhammad dan para sahabatnya. &lt;br /&gt;Ternyata diluar dugaan, Abu Sufyan berhasil menempuh jalan keluar dari kepungan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Ia segera mengirim kurir yang lain untuk menemui kaum Quraisy yang hendak  melindungi kafilahnya. Ia berkata, "Kalian keluar untuk menyelamatkan kafilah, harta, dan orang-orang kalian. Kini, semuanya itu sudah diselamatkan oleh Allah. Kami harap kalian segera kembali ke Mekkah". &lt;br /&gt;Abu Jahal berkata kepada anggota pasukannya , "Demi Allah, kami tidak akan kembali hingga sampai ke Badar. Disana, kami akan berdiam tiga hari tiga malam, bersuka ria, memotong ternak, makan-makan, minum-minuman keras, dan wanita menyanyi dan menari agar  bangsa Arab mendengar dan mengetahui perjalanan dan berkumpulnya kami, dan senantiasa menakuti kami. Ayo jalan terus!" &lt;br /&gt;Terjadilah peperangan di Badar antara pasukan yang dipimpin Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan pasukan yang dipimpin Abu Jahal. Dalam peperangan itu, Abu Jahal dan banyak tokoh Quraisy lain tewas, dan banyak juga yang tertawan. Diantara yang tertawan itu adalah Abul 'Ash bin ar-Rabi', suami Zainab binti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Kaum Quraisy mengirimkan tebusan untuk pembebasan para tawanannya, sedangkan Zainab binti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengirimkan liontin pemberian ibunya, Khadijah binti Khuwalid. &lt;br /&gt;Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam melihatnya, lalu ia bersabda kepada para sahabatnya dengan penuh haru, "Kalau kalian ridha melepaskan tawanannya dan mengembalikan hartanya, silahkan!" &lt;br /&gt;Mereka menyambutnya, "Baiklah, ya Rasulullah!" &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam meminta janji Abul 'Ash bahwa ia akan melepaskan putrinya, Zainab, pergi ke Madinah. Untuk itu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah mengirimkan Zaid bin Haritsah dan seorang lainnya dari orang Anshar untuk mengawalnya. Rasulullah bersabda kepada orang itu, "Kalian berdua hendaklah menunggu kedatangan Zainab di Lembah Ya'jaj kemudian menyertainya hingga datang ke sini". &lt;br /&gt;Sesudah Abul 'Ash tiba di Mekkah, ia langsung memerintahkan Zainab (isterinya) pergi ke Madinah untuk menyusul ayahnya. Sesudah keberangkatannya dipersiapkan, ia meminta kepada saudaranya, Kinanah bin ar-Rabi', untuk mengawal keberangaktan isterinya itu. Kinanah berangkat  di siang hari dengan mengendarai unta, membawa panah dan busurnya, sedangkan sayyidatina Zainab di atas haudaj. &lt;br /&gt;Keluarnya Zainab ini sempat membuat ketegangan di kalangan kaum Quraisy yang baru kalah perang di Badar. Mereka mengejarnya dan berhasil menyusulnya di suatu tempat yang bernama Dzi Thuwa. Orang yang pertama berhasil mengejarnya ialah Hubar bin al-Aswad bin Abdul Muththalib bin Ased. &lt;br /&gt;Kinanah dengan cekatan menghadang Hubar seraya berkata, "Demi Allah, jangan ada yang mendekati kami. Kalau tidak, aku tidak ragu-ragu melepaskan panahku ini". Orang-orang pun menjauh darinya. &lt;br /&gt;Tak lama setelah itu, Abu Sufyan datang dengan rombongannya hendak melerai kedua rombonga itu. Ia berkata: "Kinanah! Masukkanlah anak panahmu. Kami akan berbicara denganmu". Ia pun lalu memasukkan anak panahnya ke sarungnya. &lt;br /&gt;Abu Sufyan lalu  menasehatinya: "Kamu tidak tepat membawa keluar wanita itu di siang hari, padahal kamu tahu benar apa yang telah dilakukan Muhammad terhadap tokoh kita di Badar baru-baru ini. Dengan mengeluarkan putrinya di siang hari dari tengah-tengah kita, akan menimbulkan  anggapan pada masyarakat bahwa kita melakukannya dalam keadaan hina dan lemah. Kami tidak berkepentingan untuk memisahkannya dari ayahnya, namun kami ingin wanita itu dibawa dahulu ke Mekkah, sampai suara-suara yang membicarakan kekalahan perang di Badar itu usai, barulah kamu membawanya keluar secara diam-diam. &lt;br /&gt;Kinanah membawa Zainab kembali lagi ke Mekkah. Sesudah beberapa malam, ketika pembicaraan Quraisy tentang kekalahannya sudah mulai mereda, barulah ia membawa keluar dengan diam-diam dan menyerahkannya kepada Zaid bin Haritsah dan rekannya itu. &lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti itu, Abu Sufyan telah bertindak bijaksana sekali hingga dapat mengekang amarah kaum Quraisy yang sedang berkobar-kobar dan sekaligus berhasil juga memenuhi keinginan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam untuk mengirimkan putrinya ke Madinah. &lt;br /&gt;Belum setahun dari kekalahanya di Badar, kaum Qurasiy telah berhasil mengarahkan kabilah-kabilah yang ada di sekitar Mekkah untuk emerangi Muhammad. Abrang dagangan dari kafilah yang berhasil diselamatkan dari akum muslimin dahulu itu diapakai sebagfai modal utama untuk membiayai peperangan yang akan mereka lancarkan. Pasukan dipimpin oleh Abu Sufyan sendiri. Ia Keluar dengan isterinya, Hindun binti Utbah. &lt;br /&gt;Ternyata, dalam peperangan itu, kaum Quraisy meraih kemenangan karena pasukan panah kaum muslimin melanggar perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam untuk tidak meninggalkan kedudukannya di atas Bukit Uhud. Allah Ta'ala ingin memelihara kaum muslimin yang akan mengemban tugas menyebarkan agama-Nya ke seluruh penjuru dunia, agar mereka senantiasa bersatu padu, tidak bercerai berai, dan selalu kompak dan patuh pada perintah pimpinannya. &lt;br /&gt;Sesudah peperangan usai, Abu Sufyan naik ke atas puncak Gunung Uhud seraya berteriak dengan suara keras, "Peperangan berakhir dengan seri, Perang Badar dengan perang Uhud. Pujalah Dewa Hubal, agamamu telah menang!" &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Wahai Umar, jawablah mereka dan katakanlah, 'Allah Maha Agung. Mayat orang-orang kami di surga dan mayat orang-orang kalian di api neraka". &lt;br /&gt;Sesudah Umar menjawab pertanyaannya, Abu Sufyan berkata kepadanya, "Wahai Umar, mari Anda ke sini!" &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kepada Umar, "Hampirilah, Umar! Apa maunya?" &lt;br /&gt;Umar pergi menghampirinya, lalu Abu Sufyan bertanya, "Saya mohon kepadamu, wahai Umar apakah pasukan kami telah membunuh Muhammad ?" &lt;br /&gt;Umar menjawab, "Demi Allah, tidak. Dia mendengar bicaramu itu hingga kini". &lt;br /&gt; Ia lalu berkata dengan tegas: "Saya lebih percaya kepadamu daripada Ibnu Qamiah, yang mengatakan ia telah berhasil membunuh Muhammad!" &lt;br /&gt; Sewaktu ia akan kembali pulang, Abu Sufyan mengatakan lagi, "Kita akan bertemu lagi di tahun yang akan datang di Badar". &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan salah seorang sahabat untuk menjawab tantangan Abu Sufyan itu, "Katakanlah kepadanya, kami akan sambut tantanganmu". &lt;br /&gt; Abu Sufyan kembali dengan pasukannya. Di tengah jalan, ada seorang yang berkata kepada mereka, "Kita memang telah membunuh banyak pimpinan tertinggi kaum muslimin. Akan tetapi, mengapa kita tidak menumpas sisa-sisanya agar tidak memberikan kesempatan hidup lagi kepada mereka?" &lt;br /&gt; Abu Sufyan termakan oleh pendapat itu. Akan tetapi, belum sempat ia memutar kepala kudanya, ia melihat Ma'bad bin Ma'bad al-Khuza'i datang dari arah uhud. Abu Sufyan lalu bertanya kepadanya, "Ada kabar apa, wahai Ma'bad?" &lt;br /&gt; Ia menjawab, "Muhammad dan kawan-kawanya sedang mengejar-ngejar kalian dengan pasukan yang tiada taranya. Orang-orang yang tidak ikut berperang bersamanya, kini sedang berkumpul dan menyesali diri. Mereka dengan perasaan marah akan mengejar kalian dan membalas dendam atas kekejaman yang derita kawan-kawannya". &lt;br /&gt; Abu Sufyan mengigil ketakutan. Ia bertanya, "Celaka, Apa katamu?" &lt;br /&gt; Ma'bad berkata lagi, menegaskan: "Menurut pendapat saya, sebaiknya kalian cepat-cepat pulang kembali!" &lt;br /&gt; Abu Sufyan berkata kepadanya: "Sesungguhnya kami berniat akan kembali dan menumpas sisa tokoh mereka yang masih hidup". &lt;br /&gt;Ma'bad menasehati  mereka, "Saya menasehatimu, janganlah Anda melakukannya!" &lt;br /&gt; Setelah mendengar nasihat Ma'bad, mereka cepat-cepat kembali pulang ke Mekkah. &lt;br /&gt; Abu Sufyan telah mengerahkan pasukannya dan mendatangkannya untuk menyerang kaum muslimin di Uhud. Dia juga telah bertindak sebagai panglima tertinggi dalam peperangan ini sehingga banyak sahabat pilihan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam yang tewas karenanya, bahkan ia telah berjanji akan melancarkan serangan lagi tahun depan. &lt;br /&gt; Lalu, apa yang mungkin dilakukan sedangkan kekayaan, perlengkapan, dan pasukan mereka tidak terbilang banyaknya? &lt;br /&gt;Memang Abu Jahal, Umayyah bin Khalaf, dan Abu Lahab sudah tewas. Kalau Abu Sufyan termasuk orang yang tewas juga tentu keadaan akan berubah jauh, tentu banyak orang yang menganut Islam dengan terang-terangan. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bermusyawarah dengan para sahabatnya tentang Abu Sufyan; ternyata banyak diantara mereka yang memberikan saran supaya dibunuh saja. Ia bertanggung jawab atas tewasanya para sahabat pilihan di medan Uhud. Jadi, kalau ia di bunuh, ini hanya merupakan qishas semata-mata, bukan suatu tindakan kejahatan. Rasululklah Shallallahu 'alaihi wasallam puas atas hasil musyawarah itu. &lt;br /&gt;Akhirnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam memutuskan untuk mengirimkan Amru bin Umayyah ad-Dhamri dan seorang dari golongan Anshar pergi ke Mekkah untuk membunuh Abu Sufyan. &lt;br /&gt;Kedua orang itu pergi memenuhi perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. &lt;br /&gt;Amru menceritakan misinya, "Saya keluar bersama rekan saya yang kurang sehat. Saya membawanya diatas untaku hingga mencapai Lembah Ya'jaj, tidak jauh dari Mekkah. &lt;br /&gt;Aku berkata kepada rekanku: "Kita tinggalkan unta kita disini dan kita pergi mencari Abu Sufyan dan membunuhnya. Kalau kamu melihat sesuatu yang mengkhawatirkan, cepat-cepat pergi ke tempat unta itu dan kembali menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan ceritakan apa-apa yang telah terjadi kepadanya, tidak usah memikirkan aku'. &lt;br /&gt;Kami memasuki kota Mekkah. Aku menyandang sebilah Khanjar (belati). Aku sengaja persiapkan kepada siapa-sapa saja yang menghalang-halangiku. Rekanku berkata kepadanya, 'Apakah tidak sebaiknya kita Thawaf dahulu dan Shalat dua raka'at?' &lt;br /&gt;Saya menjawabnya, 'Biasanya penduduk kota Mekkah duduk-duduk di halaman  rumah mereka dan saya mengenali mereka'. &lt;br /&gt;Kami memasuki Baitullah, lalu kami thawaf dan shalat dua raka'at disana, kemudian kami keluar dan melewati tempat mereka duduk-duduk. Ternyata, sebagian dari mereka mengenaliku, lalu berteriak sekeras-kerasnya, 'Itu Amru bin Umayyah'. &lt;br /&gt;Penduduk kota Mekkah keluar mengejar kami dan berkata:' dia tidak datang melainkan utnuk melakukan suatu kejahatan'. &lt;br /&gt;Aku berkata kepada rekanku, 'Selamatkan dirimu!' &lt;br /&gt;Kami melarikan diri keatas gunung, lalu memasuki sebuah gua. Kami bermalam dua hari dua malam disana, menunggu keadaan tenang. Tiba-tiba Utsman bin Malik dengan menunggang kuda ada di pintu goa. Saya keluar dan menikamnya dengan khanjarku. Dia berteriak dengan sekeras-kerasnya sehingga penduduk Mekkah datang menghampirinya, sedangkan saya kembali bersembunyi. Mereka menemukannya sudah dalam keadaan sekarat. Mereka bertanya kepadanya, 'Siapa yang menikammu?' &lt;br /&gt;Dia menjawab, 'Amru bin Umayyah,' lalu ia menghembuskan napas terakhirnya dan tak sempat memberitahukan kepadanya tempat persembunyianku. Kini mereka disibukan mengurusi mayatnya  sehingga tidak sempat mencari tempat persembunyianku. Aku tinggal di gua itu dua hari lagi sampai keadaan menjadi benar-benar tenang. &lt;br /&gt;Setelah itu, kami keluar menuju Tan'im, suatu tempat yang tidak jauh dari Mekkah. Disana, saya menemukam mayat Khubaib tergantung diatas sebuah kayu; disekitarnya terdapat beberapa orang pengawal. Saya menurunkan mayatnya, lalu memanggulnya. Belum sampai empat puluh langkah dari tempatnya, mereka sadar dan mengejar saya. Saya meletakkan mayat Khubaib dan melarikan diri, sampai mereka tidak mengejarku lagi. Adapun rekanku telah kembali dengan mengendarai untanya dan menceritakan apa-apa yang dilihatnya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam mengenai mayat Khubaib, sejak saat itu tidak terlihat lagi, seolah-olah telah di telan bumi". &lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa Abu Sufyan berkata kepada Khubaib ketika hendak dibinihnya, "Ya Khubaib, maukah kau kalau  menggantikan tempatmu sekarang, akan kami penggal batang lehernya sedangkan aku duduk dengan keluargaku." &lt;br /&gt;Abu Sufyan terheran-heran, "Belum pernah aku melihat ada seseorang yang mencintai seseorang lebih dari sahabat Muhammad mencintai Muhammad." Dia pun lalu dibunuhnya. &lt;br /&gt;Sudah menjadi takdir Allah Ta'ala bahwa Abu Sufyan tidak mati terbunuh. Misi 'Amru bin Umayyah gagal untuk membunuhnya. Abu Sufyan hidup dan berkesempatan untuk mengerahkan para kabilah Arab untuk memerangi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Kali ini, ia bertujuan untuk menyerang kota Madinah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mencium rencana jahat mereka, lalu baginda memerintahkan kaum muslimin untuk menggali parit sesuai dengan saran Salman al-Farisi radhiallâhu 'anhu. Begitu parit itu selesai digali, pasukan Quraisy dibawah pimpinan Abu Sufyan tiba, tetapi mereka tidak berhasil menerobos kota Madinah. Mereka mendirikan perkemahannya di luar parit itu. Pada saat itu, kaum muslimin menghadapi musuh baru dari Madinah yaitu kaum Yahudi. Pada waktu itu Huyai bin Ahthab datang menemui Ka'ab bin Asad, pimpinan baru Quraizhah. Dia sudah mengadakan perjanjian dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam atas nama kaumnya. Ia lalu menutup pintu bentengnnya dan tidak memberi izin kepada Huyai untuk memasukinya, seraya berkata, 'Kau seorang yang sial. Saya sudah mengadakan perjanjian dengan Muhammad dan ternyata dia tetap setia dengan perjanjiannya itu". &lt;br /&gt;Huyai menjawab, "wahai Ka'ab, saya datang membawa berita gembira dan kemuliaan abadi. Saya datang kepadamu dengan membawa pimpinan Quraisy dan Ghathafan. Mereka sudah berjanji kepadaku untuk tidak akan meninggalkan negeri ini sebelum menumpas Muhammad dan para sahabatnya". &lt;br /&gt;Ka'ab menjawab: "Kalau begitu, kau telah mengundang kehinaan abadi!" Celaka kau, wahai Huyai, biarkanlah aku bersama dengan Muhammad!" &lt;br /&gt;Akan tetapi, Huyai tidak membiarkan Ka'ab melepaskan diri dari cengkramanannya, sampai ia mau melanggar perjanjian yang telah dibuat dengan Muhammad  Shallallahu 'alaihi wasallam . Dia mengadakan perjanjian dengan Huyai, "Kalau sampai Quraisy dan Ghathafan kembali dan tidak berhasil menumpas Muhammad, saya akan berjanji memasuki bentengmu dan hidup senasib dengan kau!" &lt;br /&gt;Pada saat itu, kaum muslimin menderita ketakutan yang luar biasa  karena  harus menghadapi dua front: Quraisy dan Ghathafan dari luar serta Yahudi Bani Quraizhah dari dalam, seperti yang dilukiskan dalam Al-Qur'an: &lt;br /&gt;"(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ketenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat." (QS. Al-Ahzab: 10-11) &lt;br /&gt;Malapetaka ini terjadi karena lebih dari dua puluh malam, kedua pasukan yang sudah berhadapan itu tidak dapat berbuat selain menggunakan panahnya  masing-masing. Tiba-tiba Nu'aim bin Mas'ud al-Asyja'i datang menemui Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku ini sudah masuk Islam, tetapi kaumku belum ada yang tahu. Perintahlah aku sesuka hatimu". &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Kamu hanya sendirian. Lakukanlah apa yang mungkin kamu lakukan untuk menyelamatkan kami karena peperangan itu tipu daya". &lt;br /&gt;Nu'aim  lalu pergi menemui tokoh-tokoh bani Quraizhah. Kebetulan di zaman jahiliyyah, mereka bersahabat . Nu'aim berkata kepada mereka: "kalian sudah mengetahui hubungan baik antara aku dan kalian". &lt;br /&gt;Mereka menjawab: "Memang, kami tidak mempunyai kecurigaan sedikitpun terhadapmu". &lt;br /&gt;Lalu, sambungnya lagi, "Kalian telah membela Quraisy dan Ghathafan melawan Muhammad padahal mereka tidak senasib dengan kalian. Negeri ini adalah tanah airmu; disana terdapat kekayaan, anak-anak, dan isteri-isterimu, dan kalian tidak mungkin bisa meninggalkan semua itu, sedangkan Quraisy dan Ghathafan, kalau mereka melihat kemenangan, mereka akan ribut, kalau mereka melihat lain dari itu, mereka akan melarikan diri ke negeri mereka dan meninggalkan kalian menjadi makanan empuk Muhammad dan kalian pasti tidak akan sanggup melawannya. Janganlah kalian memeranginya sebelum kalian mendapat jaminan dari tokoh-tokoh mereka agar kalian yakin bahwa mereka tidak akan meninggalkan kalian sebelum mereka berhasil menumpas Muhammad". &lt;br /&gt;Mereka menjawab, "Sungguh, nasihatmu itu tepat sekali!" &lt;br /&gt;Kemudian Nu'aim pergi menemui Abu Sufyan dan tokoh Quraisy lainya, seraya berkata, "Kalian sudan mengetahui hubungan baikku dengan kalian dan kerengganganku dengan Muhammad. Saya mendengar bahwa Bani Quraizhah menyesali tindakannya dan mereka telah mengirim delegasi kepada Muhammad dan menanyakan, 'Apakah Anda mau menerima kalau kami  meminta jaminan tokoh-tokoh Quraisy dan Ghathafan, kemudian kami serahkan kepada Anda untuk dipenggal batang leher mereka, kemudian kami dan anda memperkuat persahabatan yang telah ada?" &lt;br /&gt;Tampaknya, tawaran mereka itu diterima baik. Jadi, kalau mereka meminta jaminan tokoh-tokoh kalian, janganlah kalian memenuhinyya meskipun hanya seorang saja". &lt;br /&gt;Nu'aim  lalu pergi menemui pimpinan Ghathafan dan berkata, "Kalian terbilang keluarga dan familiku sendiri". Ia lalu memperingatkan  mereka seperti yang disampaikan kepada pimpinan Quraisy. &lt;br /&gt;Begiru Nu'aim pergi, Abu Sufyan mengirimkan delegasinya dibawah pimpinan Ikrimah bin Abu Jahal untuk menemui pimpinan Bani Quraizhah, seraya berkata kepada mereka, "Kami tidak bisa berlama-lama di sini. Kita harus segera melancarkan peperangan untuk menumpas Muhammad". &lt;br /&gt;Ternyata jawaban mereka persis seperti yang dikatakan Nu'aim, "Kami tidak bersedia berperang bersama dengan kalian kecuali kalau kalian mau  memberi jaminan yang meyakinkan kepada kami. Kami khawatir, kalian akan segera kembali ke negeri kalian dan membairkan kami menjadi umpan Muhammad sedang kami berada di negerinya". &lt;br /&gt;Delegasi Ikrimah kembali dari perkampungan Bani Quraizhah  dengan tangan hampa. Ia menyampaikan kepada Abu Sufyan semua yang didengarnya. Lalu, sambut Abu Sufyan, "Demi Allah benar sekali apa yang dikatakan  Nu'aim bin Mas'ud!" &lt;br /&gt;Abu Sufyan lalu mengirimkan jawaban tegas kepada Bani Quraiszah, Demi Allah kami tidak akan menyerahkan tokoh-tokoh kami seorangpun juga!" &lt;br /&gt;Berkata tokoh Bani Quraizah yang menerimannya, "Sungguh tepat apa yang dikatakan Nu'aim bun Mas'ud kepada kami". &lt;br /&gt;Allah Ta'ala mengacau-balaukan rencana jahat mereka, sementara itu, ke perkemahan Quraisy dan Ghathafan dikirimkan angin kencang yang memporak-porandakan kemah dan perlengkapannya, seperti yang dilukiskan Al-Qur'anul Karim: &lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya.Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Ahzab: 9) &lt;br /&gt;Abu Sufyan kabur kembali dengan pasukannya ke Mekkah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pada saat itu bersabda, "Kini kami yang akan menyerang mereka dan mereka tidak akan menyerang kami lagi". &lt;br /&gt;Ternyata sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam itu tepat sekali, perjanjian damai antara Quraisy dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berhasil ditandatangani. &lt;br /&gt;Dalam kesempatan baik ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengirimkan surat dan delegasinya ke seluruh penjuru bumi, mengundang raja-raja dan kepala negaranya untuk masuk agama Islam. Diantara surat-suratnya itu ada yang dikirimkan kepada Heraclius, Kaisar Bizantium, yang dibawa oleh Dahyah al-Kullabi. &lt;br /&gt;Konon, Kaisar bersedia menerima tawaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam itu, namun baginda khawatir terhadap reaksi rakyatnya. &lt;br /&gt;Ketika Heraclius ada di negeri Syam kebetulan banyak pedagang dari Mekkah sedang berdagang di sana. Mereka telah dihadapkan kepada baginda beberapa orang, antara lain Abu Sufyan. Heraclius mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepadanya seraya berkata: "Saya akan bertanya kepadamu. Kalau ia berbohong, sangkallah!" &lt;br /&gt;Abu Sufyan berkata mengenang peristiwa itu: "Kalau saya tidak khawatir dicap pembohong, tentu saya akan berbohong kepadanya. Saya ditanyai tentang Nabi, saya berusaha memperkecil perannya, namun baginda tidak menghiraukan keterangan saya itu, lalu tanyanya tiba-tiba: &lt;br /&gt;"Bagaimana kedudukan keluarganya di antara kalian?"&lt;br /&gt;"Keluarganya terbilang keluarga bangsawan".&lt;br /&gt;"Apakah ada diantara  keluarganya  yang mengaku Nabi?"&lt;br /&gt;"Tidak!".&lt;br /&gt;'Apakah ada hak-haknya yang pernah kalian rampas?"&lt;br /&gt;"Tidak".&lt;br /&gt;"Siapa para pengikutnya?"&lt;br /&gt;'Mereka terdiri atas para orang lemah, miskin, dan anak muda'.&lt;br /&gt;'Apakah para pengikutnya mencintai dan mematuhinya, atau meninggalkannya?"&lt;br /&gt;"Tidak ada yang mengikutinya lalu meninggalkannya".&lt;br /&gt;"Bagaimana peperangan yang terjadi antara dia dan kamu?"&lt;br /&gt;"Sekali kami menang dan sekali lagi dia yang menang".&lt;br /&gt;"Apakah dia pernah berbuat curang?"&lt;br /&gt;"Saya tidak pernah mencurigainya. Kini, kami sedang berdamai dengan dia, namun kami tidak saling curiga". &lt;br /&gt;Heraclius berkata lagi: "Saya bertanya kepadamu tentang nasabnya, Anda mengatakan bahwa dia terbilang keluarga bangsawan dan begitulah para nabi umumnya". &lt;br /&gt;Saya bertanya kepadamu, apakah ada diantara keluarganya yang mengaku nabi, Anda mengatakan tidak. &lt;br /&gt;Saya bertanya kepadamu, apakah ada hak-haknya yang kalian rampas, lalu dia bangkit untuk menuntutnya, anda mengatakan tidak. &lt;br /&gt;Saya bertanya kepadamu tentang para pengikutnya, anda mengatakan mereka terdiri atas para mustadh'afiin dan fakir miskin, dan memang begitulah pengikut para rasul. &lt;br /&gt;Saya bertanya kepadamu tentang para pengikutnya, apakah mereka mencintainya atau  meninggalkannya, anda mengatakan bahwa para pengikutnya mencintainya dan tidak ada yang meninggalkannya. Begitulah lezatnya keimanan apabila sudah memasuki kalbu seseorang, tidak akan sudi keluar lagi. &lt;br /&gt;Saya bertanya kepadamu, apakah ia pernah melakukan kecurangan, anda menjawab tidak. Kalau Anda mau percaya, dia pasti akan menaklukkan bumi yang ada dibawah telapak kakiku ini. Rasanya aku ingin sekali mencuci kedua kakinya. Nah, kini, silahkan anda melakukan tugas-tugas Anda!' &lt;br /&gt;Selanjutnya, Abu Sufyan berkata: 'Aku keluar dari hadapan Kaisar Heraclius dengan rasa takjub, lalu berkata: 'Sungguh menakjubkan keadaan Ibnu Abi Kabsyah ini (yakni Muhammad). Kaisar Romawi merasa takut kekuasaannya akan terancam". &lt;br /&gt;Akan tetapi, mengapa Abu Sufyan tidak cepat masuk Islam? Apakah ia ragu-ragu akan kejujuran Muhammad? &lt;br /&gt;Raja Romawi tidak mengingkari kenabian Muhammad. Malah, kalau ia ada dihadapannya, tentu ia akan mencuci kedua kakinya. &lt;br /&gt;Sesungguhnya, rintangan utama yang menghalang-halangi Abu Sufyan masuk Islam tidak lain hanyalah soal kekuasaan dan kewibawaan, yaitu kepemimpinan Quraisy. Dia Khawatir semuanya itu akan jatuh ke tangan Muhammad, sampai ada diantara mereka yang nekat berkata: "Ya Allah, jika betul (Al Qur'an) ini, dialah yang benar di sisi-Mu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab pedih". (QS.al-Anfaal: 32) &lt;br /&gt;Ternyata Allahlah yang menentukan segalanya itu. Abu Sufyan tidak lama memegang tampuk kepemimpinan atau tongkat komando. Sungguh benar apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bahwa Quraisy sesudah perang  Khandaq tidak akan mampu menyerang kaum muslimin lagi, tetapi giliran kaum musliminlah yang akan menyerang mereka untuk menaklukkan kota Mekkah. &lt;br /&gt;Memang benteng kaum kafir dan musyrik itu harus dikikis habis dari muka bumi. &lt;br /&gt;Abu Sufyan mengetahui benar apa tujuan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menaklukkan kota Mekkah. Kali ini, ia pergi seorang diri tanpa pasukan menuju ke Medinah, tidak membawa senjata dan perlengkapan apa pun. &lt;br /&gt;Ia pergi ke Medinah dengan penuh rasa gelisah dan ketakutan. Setiba disana, ia langsung menemui putrinya, Ummu Habibah, isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam ketika ia hendak duduk diatas permadani yang biasa di duduki oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, putrinya cepat-cepat menariknya dan menggulungnya. &lt;br /&gt;Abu Sufyan marah sekali atas perlakuan putrinya itu dan berkata, "Apakah kau lebih menghargai permadani itu daripadaku?". Dia berkata lagi," Putriku, sungguh kamu sudah kerasukan setan!" Dia lalu keluar pergi menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam namun beliau tidak mau menjawabnya sepatah katapun. &lt;br /&gt;Dia lalu keluar dan pergi menemui Abu Bakar, meminta agar ia mau membantunya memperlunak sikap Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam tetapi Abu Bakar radhiallâhu 'anhu menjawabnya dengan tegas, "Saya tidak dapat melakukannya!" &lt;br /&gt;Dia lalu pergi menemui Umar ibnul Khaththab radhiallâhu 'anhu melihat Abu Sufyan, ia cepat-cepat memasuki kemah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Dan memberitahukan hal itu seraya meminta, "Ya Rasulullah, berikanlah izin kepadaku untuk memenggal batang lehernya!" &lt;br /&gt;Abbas radhiallâhu 'anhu mendahuluinya dan berkata, "Ya Rasulullah, saya sudah melindungi dan menjaminya!" &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam lalu memerintahkan, "Bawa pergilah dia dan bawa kembalilah nanti siang. Kami sudah memberinya perlindungan". &lt;br /&gt;Siang harinya, Abbas membawa Abu Sufyan menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam lagi, Rasulullah menegurnya, "Celaka kau, Wahai Abu Sufyan! Apakah kau belum juga mau sadar bahwa tiada tuhan selain Allah?". &lt;br /&gt;Abu Sufyan menjawab: "Tentu, hal itu tidak dapat saya menyangkalnya sedikit pun". &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menegurnya lagi, "Celaka kau Abu Sufyan, apakah kau belum juga sadar bahwa saya Rasul Allah?" &lt;br /&gt;Abu Sufyan menjawab, "Kalau soal ini, rasanya dalam jiwaku masih terdapat keberatan sedikit". &lt;br /&gt;Abbas lalu membentaknya, "Celaka kau! Ucapkanlah syahadat dengan sebenarnya sebelum kepalamu berpisah dari tubuhmu" . &lt;br /&gt;Dia lalu mengucapkan syahadatain bersama dengannya; telah menyatakan islamnya juga: Hakim bin Hizam dan Budail bin Warqa'. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam lalu menyuruh Abbas supaya menahan Abu Sufyan hingga usai parade militer, 'Tahan dia sampai melihat pawai tentara Allah!" &lt;br /&gt;Abbas berkata kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam : "Ya Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan senang juga pada pujian. Berikanlah sesuatu yang ia bisa banggakan kepada kaumnya!" &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, aman; siapa yang memasuki rumah Hakim bin Hizam, aman; siapa yagn memasuki Masjidil Haram, aman; dan siapa yang menutup pintu rumahnya, dia juga aman!" &lt;br /&gt;Selanjutnya, Abbas bin Abdul Muththalib berkata, "Saya mengajak Abu Sufyan duduk diatas sebuah puncak gunung, lalu pawai tentara Allah itu mulai bergerak di hadapan kami, rombongan demi rombongan: Kabilah Aslam, Juhainah, barisan Muhajirin dan Anshar, dan seterusnya. Setelah Abu Sufyan melihat pameran kekuatan itu, ia berkata, 'Sungguh besar kerajaan anak saudaramu itu!" &lt;br /&gt;Saya menjawabnya, 'Celaka kau. Ia bukan kerajaan, tetapi kenabian!'&lt;br /&gt;Abu Sufyan berkata, 'Benar juga!' &lt;br /&gt;Abbas lalu memerintahkan kepada Abu Sufyan supaya segera kembali ke Mekkah dan memperingatkan kaumnya jangan sampai mereka melanggar perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. &lt;br /&gt;Abu Sufyan dan Hakim bin Hizam segera pulang kembali ke kota Mekkah. Setiba di Masjidil Haram, keduanya berteriak-teriak memanggil kaumnya, Wahai kaum Quraisy, pasukan Muhammad telah datang dengan kekuatan yang tidak terbilang besarnya". &lt;br /&gt;Keduanya berkata lagi, "Siapa yang memasuki rumahku, dia akan aman; siapa yang memasuki Masjidil Haram, dia akan aman; siapa yang menutup pintunya, dia akan aman. Wahai kaum Quraisy, masuklah Islam, kalian akan selamat!" &lt;br /&gt;Allah Ta'ala menakdirkan Abu Sufyan masuk Islam dan menjadi penyeru Islam. Orang yang selama bertahun-tahun menjadi panglima kaum musyrikin, kini sudah menjadi seorang tentara Allah. Ayah Mu'awiyah radhiallâhu 'anhu, penulis wahyu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kini sudah masuk Islam. Kini, ia ikut serta menyebarkan agama Islam ke seluruh penjuru bumi yang jauh. &lt;br /&gt;Ayah Ummu Habibah, isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam sudah masuk Islam. Ayah Yazid bin Abi Sufyan, kini sudah masuk Islam. Isterinya pun, yang dinyatakan sebagai salah seorang penjahat perang, telah masuk Islam juga, malah ia telah menghancur luluhkan berhala yang ada dirumahnya, seraya berkata, "Selama ini, kami tertipu oleh kamu!" &lt;br /&gt;Kehidupan Abu Sufyan berjalan mulus dalam pengkuan Islam. Sejarah tidak mencatat sesuatu yang berarti kecuali sesudah wafatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ketika kaum Muhajirin dan Anshar mengadakan rapat di Saqifah Bani Saa'idah untuk memilih Khalifah kaum muslimin. Ali bin Abu Thalib radhiallâhu 'anhu tidak menghadiri bai'at itu karena sedang sibuk mengurus jenazah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Ternyata kaum muslimin telah memilih Abu Bakar sebagai Khalifah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . &lt;br /&gt;Abu Bakar adalah laki-laki pertama yang menyatakan beriman kepada dakwah Rasulullah, orang pertama yang mempercayainya ketika kembali dari Isra' dan Mi'raj. Ia berkata kepada orang membawa berita itu kepadanya, "Kalau dia (Muhammad) sudah mengatakan demikian, tentu beritanya itu benar!" &lt;br /&gt;Dia adalah kawan senasib dan sependeritaan dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam ketika berada dalam gua, ketika keduanya hendak berhijrah ke Madinah. &lt;br /&gt;Pada saat-saat kritis seperti itu, Abu Sufyan tampil kepermukaan seraya berkata, "Tampaknya, melihat pencemaran yang sulit dihapus kecuali dengan darah, Wahai keturunan Abdi Manaf. Apa hak Abu Bakar menangani urusanmu?" &lt;br /&gt;Ia lalu datang kepada 'Ali bin Abi Thalib seraya mengulurkan tangannya dan berkata, "Ulurkan tanganmu, saya akan membai'atmu!". &lt;br /&gt;'Ali bin Abi Thalib membentaknya seraya berkata kepadanya, "Kamu tidak menghendaki dari perbuatan itu selain untuk membangkitkan fitnah. Saya tidak butuh nasihatmu!" &lt;br /&gt;Dalam perang Yarmuk, ia ingin menebus semua dosanya terhadap Islam dan kaum muslimin. Ia berperang mati-matian sampai salah satu matanya tercongkel. &lt;br /&gt;Ia meninggal dunia pada tahun 33 Hijrah di usia 88 tahun pada zaman Khalifah Utsman bin Affan radhiallâhu 'anhu. Jenazahnya dishalati oleh putranya, Mu'awiyah, dan dikuburkan di Baqi'. &lt;br /&gt;Sebab turunya ayat &lt;br /&gt;Menurut Muhammad bin Ishaq dan murid-muridnya, ketika Abu Sufyan berhasil menyelamatkan kafilah Quraisy dari Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya, sementara tokoh-tokoh Quraisy yang ingin melindungi kafilah itu berhasil diterwaskan dalam perang Badar, maka timbullah inisiatif Abu Sufyan untuk mengobarkan peperangan yang lebih dahsyat terhadap  kaum muslimin dengan mengerahkan pasukan yang lebih besar dan terlatih, dan menghimpun dana yang lebih banyak, termasuk hasil penjualan barang dagangan dari kafilah yang berhasil diselamatkannya itu. Ia berkata kepada kaumnya: "Wahai kaum Quraisy, sesungguhnya Muhammad telah membunuh tokoh-tokoh kalian maka dukunglah kami untuk menuntut balas dengan harta yang dapat kami selamatkan ini". &lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. Supaya Allah memisahkan (golongan) buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya diatas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi". (QS. Al-Anfaal: 36-37) &lt;br /&gt;Renungan &lt;br /&gt;Dirirwayatkan oleh 'Urwah bin az–Zubair bahwa Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam :"Ya Rasulullah, apakah engkau pernah merasa menghadapi kesulitan lebih dahsyat dari pada Perang Uhud?" &lt;br /&gt;Beliau menajwab, "Aku telah menghadapi berbagai kesulitan yang lebih dahsyat dari kaummu, terutama ketika aku menawarkan Islam pada hari Aqibah kepada Ibnu Abdi Yalil bin Abdi Kulal, namun dia tidak menjawab sepatah katapun. Kemudian, aku pergi dengan perasan pedih dan sedih. Aku tidak sadar, tiba-tiba aku tiba di Qarnits Tsa'alib. Ketika aku mengangkat kepalaku, tiba-tiba aku melihat awan sedang memayungiku dan mendengar Jibril memanggilku, 'Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mendengar omongan kaummu dan reaksi mereka terhadap tawaran-tawaranmu, dan Dia telah mengirimkan Raja Pegunungan kepadamu agar kamu memerintahkan kepadanya apa yang kamu inginkan terhadap kaummu itu!" &lt;br /&gt;Ujar Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam selanjutnya: "Lalu, Raja Pegunungan itu  mengucapkan salam kepadaku dan berkata, 'Ya Muhammad, Allah Ta'ala telah mendengar omongan-omongan kaummu terhadapmu. Aku Raja Pegunungan, Rabbmu telah mengutusku kepadamu untuk diperintahkan sesuai dengan yang kamu inginkan. Kalau kamu mau, aku akan menimpakan pegunungan ini di atas mereka!' &lt;br /&gt;Aku menjawab, 'Tidak, malah aku berharap Allah Ta'ala akan melahirkan dari mereka itu orang-orang yang akan menyembah Allah dan tidak musyrik sedikitpun kepada-Nya". &lt;br /&gt;Siapa gerangan mereka selalu menghalang-halangi penyebaran dakwah dan menyakiti hati Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam itu? Siapa gerangan orang yang senantiasa menyiksa kaum mustadh'afin di Mekkah dan lain-lain, setelah mereka memaklumatkan Islamnya? Siapa gerangan mereka yang telah mengusir Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari kampung halamannya dan menghalang-halangi penyebaran dakwahnya? &lt;br /&gt;Sejarah mencatat nama-nama mereka dan tidak akan melupakannya. Mereka telah mendongakkan kepalanya, menutup rapat pintu hatinya, memejamkan matanya sehingga tidak melihat cahaya kebenaran memancar di hadapannya, dan memalingkan perhatian dari tanda-tanda hidayah dan keimanan. &lt;br /&gt;Adapun tokoh-tokoh sesat yang paling terkenal di antara mereka ialah: Abu Jahal (al-Hakam bin Hisyam), Utbah bin Ra'biah, Syaibah bin Ra'biah, al-Walid bin Uqbah, Umayyah bin Khalaf, Uqbah bin Mu'ith dan Abu Sufyan bin Harb. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tidak mau mengutuk dan mendoakan kaumnya agar mendapat siksa seperti halnya umat para nabi yang terdahulu, setelah mereka tetap membangkang tidak mau menyambut dakwah para nabi mereka. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bisa saja meneladani para nabi yang sebelumnya, memohon kepada Rabbnya untuk menghukum kaumnya yang jahat dan angkara murka itu, namun baginda sebagai Nabiyur-rahmah hanya bisa mengucapkan: " semoga Allah akan melahirkan dari mereka keturunan yang mengabdikan diri kepada Allah!" &lt;br /&gt;Sejarah telah mencatat juga kepada kita, berapa banyak dari keturunan mereka orang yang paling gigih memerangi Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dan agamanya. Begitu juga dengan orang yang telah ikut serta menyebarkan agama ini ke seluruh penjuru bumi. Mereka sebagai kaum muslimin, baik sebagai prajurit, panglima, maupun sebagai dai, telah berhasil menyampaikan agama tauhid ini kepada kita. &lt;br /&gt;Ikrimah bin Abu Jahal radhiallâhu 'anhu sebagai contoh, ketika ia menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam untuk menyatakan Islamnya, ia disambut baginda, "Marhaban, selamat datang kepada sang musafir yang muhajir!" &lt;br /&gt;Dia berkata, "Ya Rasulullah, ajarilah aku sesuatu yang terbaik yang baginda ketahui supaya aku mengucapkannya!" &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan, "Ucapkanlah syahadatain!". &lt;br /&gt;Ikrimah radhiallâhu 'anhu mengucapkan syahadatain, lalu ia memohon ampun atas dosa-dosanya  yang lalu dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pun memberinya ampun. Kemudian, ia menyatakan janji, "Demi Allah, berapa besar dana yang telah aku keluarkan selama ini untuk menghalang-halangi penyebaran agama Allah, kini aku akan menebusnya dengan pengeluaran yang serupa dalam upaya mengembangkan agamaNya; berapa besar kegigihanku untuk memenangkan agama dan penganut agama itu". &lt;br /&gt;Ternyata, kesaksianya itu ia penuhi dengan sebaik-baiknya. Ia berusaha menjadi ahli ibadah dan agama yang takwa, dan sekaligus menjadi pahalwan perang yang patut dibanggakan. Akhirnya, ia syahid dalam perang Yarmuk. &lt;br /&gt;Begitu pula dengan Khalid bin Walid radhiallâhu 'anhu, seperti yang dilukiskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kepada para sahabatnya, ketika Khalid masuk Islam. Rasulullah bersabda, "Kota Mekkah telah melemparkan anak tersayangnya pada kalian!" &lt;br /&gt;Sementara itu, Abu Bakar ash-Shidiq radhiallâhu 'anhu berkata: "Kaum wanita kita belum mampu melahirkan anak seperti Khalid!" &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menggelarinya "Saifullah" (Pedang Allah) terhadap kaum kafir dan musyrik. Tidak ada yang berani di hadapannya untuk menghadang dakwah kepada Allah. &lt;br /&gt;Begitu pula dengan Abu Sufyan, yang senantiasa menjadi pimpinan tertinggi Quraisy dalam memerangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan kaum uslimin, Allah Ta'ala berkenan kepadanya memberikan anak-anak yang besar jasanya dalam mengembangkan agama Allah, antara lain; Yazid bin Abi Sufyan yang  digelari "Yazid al-Khair". Ia berperang di pihak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam di Hunain dan mendapat kemenangan perang di sana sebanyak seratus unta dan empat puluh uqiya (ukuran emas) yang ditimbangkan oleh Bilal. Dalam pemerintahan Khalifah Abu Bakar, ia diangkat menjadi seorang pembantunya, dan ketika hendak pergi ke posnya, Khalifah mengantarnya dengan berjalan kaki. &lt;br /&gt;Diantaranya juga Mu'awiyah bin Abu Sufyan, penulis wahyu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. &lt;br /&gt;Sunnguh benar apa yang diramalkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bahwa agama Islam akan dimasuki oleh banyak umat secara beramai-ramai dan berbondong-bondong. &lt;br /&gt;Lalu, mana para tiran yang angkara murka itu? Mana mereka yang dengan gigih hendak menghalang-halangi penyebaran agama Allah itu? Mana para penguasa diktator yang mengangkat dirinya sebagai tuhan dimuka bumi, yang mendekatkan orang yang dicintainya, dan menyiksa serta menganiaya orang yang dibencinya meskipun tanpa salah dan dosa. &lt;br /&gt;Mana mereka itu sekarang? Mereka sudah pergi setelah menderita kekalahan, baik karena tewas, maupun terusir, sementara agama Allah Ta'ala tetap berjaya, panji kebenaran senantiasa berkibar-kibar dengan megah, sesuai dengan janji-Nya untuk dimenangkan di atas agama-agama yang lainnya (at-Taubah: 33) &lt;br /&gt;Allah Ta'ala juga sudah berjanji, "Bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh". (al-Anbiyaa': 105) &lt;br /&gt;Apakah ada diantara para tiran abad ke-21, para penguasa angkara murka yang merusak bumi dan merusak semua yang hidup diatasnya, yang mau merenunginya? Apakah mereka belum juga mau sadar bahwa pada akhirnya tentara Allah jugalah yang akan meraih kemenangan akhir? Apakah mereka masih saja belum sadar, sebelum berbagai musibah dan petaka datang bertubi-tubi menimpa mereka? &lt;br /&gt;Sesungguhnya kemenangan Allah sudah dekat sekali. Pada saat itu kaum mukminin akan bersuka cita atas kemenangan Allah itu. Rabu, 26/9/2001=9/7/1422&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-4800564312403828727?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/4800564312403828727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=4800564312403828727&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/4800564312403828727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/4800564312403828727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/abu-sufyan-bin-harb-radhiallhu-anhu.html' title='ABU SUFYAN BIN HARB radhiallâhu &apos;anhu'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-238854152235846792</id><published>2008-08-06T02:36:00.004-07:00</published><updated>2008-08-06T02:37:40.713-07:00</updated><title type='text'>ABU MUSA AL-ASY'ARI</title><content type='html'>ABU MUSA AL-ASY'ARI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;YANG PENTING KEIKHLASAN..., KEMUDIAN TERJADILAH APA YANG AKAN TERJADI... !&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Tatkala Amirul Mu'minin Umar bin Khatthab mengirimnya ke Bashrah untuk menjadi panglima dan gubernur, dikumpulkannyalah penduduk lain berpidato di hadapan mereka, katanya: &lt;br /&gt;"Sesungguhnya Amirul Mu'minin Umar telah mengirimku kepad kamu sekalian, agar aku mengajarkan kepada kalian kitab Tuhan kalian dan Sunnah Nabi kafian, serta membersihkan jalan hidup kalian... !" &lt;br /&gt;Orang-orang sama heran dan bertanya-tanya... ! Mereka mengerti apa yang dimaksud dengan mendidik dan mengajari mereka tentang Agama, yang memang menjadi kewajiban gubernur dan panglima. Tetapi bahwa tugas gubernur itu juga membersihkan jalan hidup mereka, hal ini memang amat mengherankan dan menjadi suatu tanda tanya ... ! &lt;br /&gt;Maka siapakah kiranya gubernur ini, yang mengenai dirinya Hasan Basri r.a. pernah berkata: -- 'Tak seorang pengendarapun yang datang ke Basrah yang  lebih berjasa kepada penduduknya selain dia ... !" &lt;br /&gt;Ia adalah Abdullah bin Qeis dengan gelar Abu Musa al-Asy'ari.  Ia  meninggalkan  negeri dan kampung halamannya Yaman menuju Mekah·, segera setelah mendengar munculnya seorang Rasul di sana yang menyerukan tauhid, dan menyeru beribadah kepada Allah berdasarkan penalaran dan pengertian, serta menyuruh berakhlaq mulia. &lt;br /&gt;Di Mekah dihabiskan waktunya untuk duduk di hadapan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  menerima petunjuk dan keimanan daripadanya. Lalu pulanglah ia ke negerinya membawa kalimat Allah, baru kembali lagi kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam  tidak lama setelah selesainya pembebasan Khaibar.... &lt;br /&gt;Kebetulan kedatangannya ini bersamaan dengan tibanya Ja'far bin Abi Thalib bersama rombongannya dari Habsyi, hingga semua mereka mendapat bagian saham dari hasil pertempuran Khaibar. &lt;br /&gt;Kali ini, Abu Musa tidaklah datang seorang diri, tetapi membawa lebih dari limapuluh orang laki-laki penduduk Yaman yang telah diajarinya tentang Agama Islam, serta dua orang saudara kandungnya yang bernama Abu Ruhum dan Abu Burdah. &lt;br /&gt;Rombongan ini, bahkan seluruh kaum mereka dinamakan Rasulullah golongan Asy'ari, serta dilukiskannya bahwa mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya di antara sesamanya. Dan sering mereka diambilnya sebagai  tamsil perbandingan bagi para shahabatnya, sabda beliau: -- "Orang-orang Asy'ari ini  bila mereka kekurangan makanan dalam peperangan atau ditimpa paceklik, maka mereka kumpulkan semua makanan yang mereka miliki pada selembar kain, lalu mereka bagi rata .... &lt;br /&gt;Maka mereka termasuk golonganku, dan aku termasuk golongan mereka... !" &lt;br /&gt;Mulai saat itu, Abu Musa pun menempati kedudukannya yang tinggi dan tetap di kalangan Kaum Muslimin dan Mu'minin yang ditakdirkan beroleh nasib mujur menjadi shahabat Rasulullah dan muridnya, dan yang menjadi penyebar Islam ke seluruh dunia, pada setiap masa zaman. &lt;br /&gt;Abu Musa merupakan gabungan yang istimewa dari sifat-sifat utama! Ia adalah prajurit yang gagah berani dan pejuang yang tangguh bila berada di medan perang... ! Tetapi ia juga seorang pahlawan perdamaian, peramah dan tenang, keramahan dan ketenangannya mencapai batas maksimal ... ! Seorang ahli hukum yang cerdas dan berfikiran sehat, yang mempu mengerahkan perhatian kepada kunei dan pokok persoalan, serta mencapai hasil gemilang dalam berfatwa dan mengambil keputusan, sampai ada yang mengatakan: "Qadli atau hakim ummat ini ada empat orang, yaitu Umar, Ali, Abu Musa dan Zaid bin Tsabit ....". &lt;br /&gt;Di samping itu ia berkepribadian suci hingga orang yang menipunya di jalan Allah, pasti akan tertipu sendiri, tak ubahnya seperti senjata makan tuan ... ! Abu Musa sangat bertanggung jawab terhadap tugasnya dan besar perhatiannya terhadap sesama manusia. Dan andainya kita ingin memilih suatu semboyan dari kenyataan hidupnya, maka semboyan itu akan berbunyi: -- "Yang penting ialah ikhlas, kemudian biarlah terjadi apa yang akan terjadi... !" &lt;br /&gt;Dalam arena perjuangan al-Sy'ari memikul tanggung jawab  dengan  penuh keberanian, hingga menyebabkan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  berkata mengenai dirinya: -- "Pemimpin dari orang-orang berkuda ialah Abu Musa  " Dan sebagai pejuang, Abu Musa melukiskan gambaran hidupnya sebagai berikut:     "Kami pernah pergi menghadapi suatu peperangan bersama Rasulullah, hingga sepatu kami pecah berlobang-lobang, tidak ketinggalan sepatuku, bahkan kuku jariku habis terkelupas, sampai-sampai kami terpaksa membalut telapak kaki kami dengan sobekan kain... !" &lt;br /&gt;Keramahan, kedamaian dan ketenangannya, jangan harap menguntungkan pihak musuh dalam sesuatu peperangan Karena dalam suasana seperti ini, ia akan meninjau sesuatu dengan sejelas-jelasnya, dan akan menyelesaikannya dengan tekad yang tak kenal menyerah. &lt;br /&gt;Pernah terjadi ketika Kaum Muslimin membebaskan negeri Persi, Al-Asy'ari dengan tentaranya menduduki kota Isfahan. &lt;br /&gt;Penduduknya minta berdamai dengan perjanjian bahwa mereka akan membayar upeti. Tetapi dalam perjanjian itu mereka tidak jujur, tujuan mereka hanyalah untuk mengulur waktu untuk mempersiapkan diri dan akan memukul Kaum Muslimin secara curang… ! &lt;br /&gt;Hanya kearifan Abu Musa yang tak pernah lenyap di saat-saat yang diperlukan,  mencium kebusukan niat yang mereka sembunyikan .... Maka tatkala mereka bermaksud hendak melancarkan pukulan mereka itu, Abu Musa tidaklah terkejut, bahkan telah lebih dulu siap untuk melayani dan menghadapi mereka. Terjadiiah pertempuran, dan belum lagi sampai tengah hari, Abu Musa telah beroleh kemenangan yang gemilang.... ! &lt;br /&gt;Dalam medan tempur melawan imperium Persi, Abu Musa al-Asy'ari mempunyai saham dan jasa besar. Bahkan dalam pertempuran di Tustar, yang dijadikan oleh Hurmuzan sebagai benteng pertahanan terakhir dan tempat ia bersama tentaranya mengundurkan diri, Abu Musa menjadi pahlawan dan bintang lapangannya ... ! Pada saat itu Amirul Mu'minin Umar ibnul Khatthab mengirimkan sejumlah tentara yang tidak sedikit, yang dipimpin oleh 'Ammar bin Yasir, Barra' bin Malik, Anas bin Malik, Majzaah al-Bakri dan Salamah bin Raja'. &lt;br /&gt;Dan kedua tentara itu pun, yakni tentara Islam di bawah pimpinan Abu Musa, dan tentara Persi di bawah pimpinan Hurmuzan, bertemulah dalam suatu pertempuran dahsyat. &lt;br /&gt;Tentara Persi menarik diri ke dalam kota Tustar yang mereka perkuat menjadi benteng. Kota itu dikepung oleh Kaum Muslimin berhari-hari lamanya, hingga akhirnya Abu Musa mempergunakan akal muslihatnya .... &lt;br /&gt;Dikirimnya beberapa orang menyamar sebagai pedagang Persi membawa dua ratus ekor kuda disertai beberapa prajurit perintis menyamar sebagai pengembala. &lt;br /&gt;Pintu gerbang kota pun dibuka untuk mempersilakan para pedagang masuk. Secepat pintu benteng itu dibuka, prajurit-prajurit pun berloncatan menerkam para penjaga dan pertempuran kecil pun terjadi. &lt;br /&gt;Abu Musa beserta pasukannya tidak membuang waktu lagi menyerbu  memasuki kota, pertempuran dahsyat terjadi, tapi tak berapa lama seluruh kota diduduki dan panglima beserta seluruh pasukannya menyerah kalah, Panglima musuh beserta para komandan pasukan oleh Abu Musa dikirim ke Madinah, menyerahkan nasib mereka pada Amirul Mu'minin. &lt;br /&gt;Tetapi baru saja prajurit yang kaya dengan pengalaman dan dahsyat ini meninggalkan medan, ia pun telah beralih rupa menjadi seorang hamba yang rajin bertaubat, sering menangis dan amat jinak bagaikan burung merpati…Ia membaca al-Quran  dengan suara yang menggetarkan tail hati para pendengarnya, hingga mengenai ini Rasulullah pernah bersabda: - &lt;br /&gt;'Sungguh, Abu Musa telah diberi Allah seruling dari seruling-seruling keluarga Daud…!"&lt;br /&gt;Dan setiap Umar radhiallahu anhu melihatnya, dipanggiinya dan disuruhnya untuk membacakan Kitabullah: -&lt;br /&gt;"Bangkitlah kerinduan kami kepada Tuhan kami, wahai Abu Musa... !" &lt;br /&gt;Begitu pula dalam peperangan, ia tidak ikut serta, kecuali Sika melawan tentara musyrik, yakni tentara yang menentang Agama dan bermaksud hendak memadamkan nur atau cahaya Ilahi...Adapun peperangan antara sesama Muslim, maka ia menyingkirkan diri dan tak hendak terlibat di dalamnya. &lt;br /&gt;Pendiriannya ini jelas terlihat dalam perselisihan antara Ali dan Mu'awiyah, dan pada peperangan yang apinya berkobar ketika itu antara sesama Muslim. &lt;br /&gt;Dan mungkin pokok pembicaraan kita sekarang ini akan dapat mengungkapkan prinsip hidupnya yang paling terkenal yaitu pendiriannya dalam tahkim, pengadilan atau penyelesaian sengketa antara Ali dan Mu'awiyah. &lt;br /&gt;Pendiriannya ini sering dikemukakan sebagai saksi dan bukti atas kebaikan hatinya Yang berlebihan, hingga menjadi makanan empuk bagi Orang yang menipudayakannya. Tetapi sebagaimana akan kita lihat kelak, pendirian ini walaupun mungkin agak tergesa-gesa dan terdapat padanya kecerobohan, hanyalah mengungkapkan kebesaran shahabat yang mulia ini, baik kebesaran jiwa dan kebesaran keimanannya kepada yang haq serta kepercayaannya terhadap sesama kawan .... &lt;br /&gt;Pendapat Abu Musa mengenai soal tahkim ini dapat kita Simpulkan sebagai berikut: -- memperhatikan adanya peperangan sesama Kaum Muslimin, dan adanya gejala masing-masing mempertahankan pemimpin dan kepala pemerintahannya, suasana antara kedua belah pihak sudah melantur sedemikian jauh serta teramat gawat menyebabkan nasib seluruh ummat Islam telah berada di tepi jurang yang amat dalam, maka menurut Abu Musa, suasana ini baru diubah dan dirombak dari bermula secara keseluruhan... ! &lt;br /&gt;Sesungguhnya perang saudara yang terjadi ketika itu, hanya berkisar pada pribadi kepala negara atau khalifah yang diperebutkan oleh dua golongan Kaum Muslimin. Maka pemecahannya ialah hendaklah Imam Ali meletakkan jabatannya nntuk sementara waktu, begitu pula Mu'awiyah baru turun, kemudian urusan diserahkan lagi dari bermula kepada Kaum Muslimin yang dengan jalan musyawarat akan memilih khalifah yang mereka kehendaki. &lt;br /&gt;Demikianlah analisa Abu Musa ini mengenai kasus tersebut, dan demikian pula cara pemecahannya ... ! Benar bahwa Ali radhiallahu anhu telah diangkat menjadi khalifah secara sah. Dan benar pula bahwa pembangkangan yang tidak beralasan, tidak dapat dibiarkan mencapai maksudnya untuk menggugurkan yang haq yang diakui syari'at ... ! Hanya menurut Abu Musa, pertikaian sekarang ini telah menjadi pertikaian antara penduduk Irak dan penduduk Syria, yang memerlukan pemikiran dan pemecahan dengan cara baru ,karena pengkhianatan Mu'awiyah sekarang ini telah  menjadi pembangkangan penduduk Syria, sehingga semua pertikaian itu tidaklah hanya pertikaian dalam pendapat dan pilihan saja. &lt;br /&gt;Tetapi kesemuanya itu telah berlarut-larut menjadi perang saudara dahsyat yang telah meminta ribuan korban dari kedua belah pihak, dan masih mengancam Islam dan Kaum Muslimin dengan akibat yang lebih parah! &lt;br /&gt;Maka melenyapkan sebab-sebab pertikaian dan peperangan serta menghindarkan benih-benih dan biang keladinya, bagi Abu Musa merupakan titik tolak untuk mencapai penyelesaian ... ! &lt;br /&gt;Pada mulanya, sesudah menerima rencana tahkim, Imam Ali bermaksud akan mengangkat Abdullah bin Abbas atau shahabat lainnya sebagai wakil dari pihaknya. Tetapi golongan besar yang berpengaruh dari shahabat dan tentaranya memaksanya untuk memilih Abu Musa al-Asy'ari. &lt;br /&gt;Alasan mereka karena Abu Musa tidak sedikit pun ikut campur dalam pertikaian antara Ali dan Mu'awiyah sejak semula. Bahkan setelah ia putus asa membawa kedua belah pihak kepada saling pengertian, kepada perdamaian dan menghentikan peperangan, ia menjauhkan diri dari pihak-pihak yang bersengketa itu. Maka ditinjau dari segi ini, ia adalah orang yang paling tepat untuk melaksanakan tahkim. &lt;br /&gt;Mengenai keimanan Abu Musa, begitupun tentang kejujuran dan ketulusannya, tak sedikit pun diragukan oleh Imam Ali.&lt;br /&gt;Hanya ia tahu betul maksud-maksud tertentu pihak lain dan pengandalan mereka kepada anggar lidah dan tipu muslihat. &lt;br /&gt;Sedang Abu Musa, walaupun ia seorang yang ahli dan berilmu, tidak menyukai siasat anggar lidah dan tipu muslihat ini, serta ia ingin memperlakukan orang dengan kejujurannya dan bukan dengan kepintarannya. Karena itu Imam Ali khawatir Abu Musa akan tertipu oleh orang-orang itu, dan tahkim hanya akan beralih rupa menjadi anggar lidah dari sebelah pihak yang akan tambah merusak keadaan ... ! &lt;br /&gt;Dan tahkim antara kedua belah pihak itu pun mulailah .... Abu Musa bertindak sebagai wakil dari pihak Imam Ali sedang Amr bin 'Ash sebagai wakil dari pihak Mu'awiyah. Dan sesungguhnya  'Amr bin 'Ash mengandalkan ketajaman otak dan kelihaiannya yang luar biasa untuk memenangkan pihak Mu'awiyah. &lt;br /&gt;Pertemuan antara kedua orang wakil itu, yakni Asy'ari dan 'Amr, didahului dengan diajukannya suatu usul yang dilontarkan oleh Abu Musa, yang maksudnya agar kedua hakim menyetujui dicalonkannya, bahkan dimaklumkannya Abdullah bin Umar sebagai khalifah Kaum Muslimin, karena tidak seorang pun di antara umumnya Kaum Muslimin yang tidak mencintai, menghormati dan memuliakannya. &lt;br /&gt;Mendengar arah pembicaraan Abu Musa ini,'Amr bin 'Ash pun meiihat suatu kesempatan emas yang tak akan dibiarkannya berlalu begitu saja. Dan maksud usul dari Abu Musa ialah bahwa ia sudah tidak terikat lagi dengan pihak yang diwakilinya, yakni Imam Ali. Artinya pula bahwa ia bersedia menyerahkan khalifah kepada pihak lain dari kalangan shahabat-shahabat Rasul, dengan alasan bahwa ia telah mengusulkan  Abdullah bin Umar .... &lt;br /&gt;Demikianlah dengan kelicinannya, 'Amr menemukan pintu yang lebar untuk mencapai tujuannya, hingga ia tetap mengusulkan Mu'awiyah. Kemudian diusulkannya pula puteranya sendiri Abdullah bin 'Amr yang memang mempunyai kedudukan tinggi di kalangan para shahabat Rasulullah saw. &lt;br /&gt;Kecerdikan 'Amr ini, terbaca oleh keahlian Abu Musa. Karena demi dilihatnya'Amr mengambil prinsip pencalonan itu sebagai dasar bagi perundingan dan tahkim, ia pun memutar kendali ke arab yang lebih aman. Secara tak terduga dinyatakannya kepada 'Amr bahwa pemilihan khalifah itu adalah haq seluruh Kaum Muslimin, sedang Allah telah menetapkan bahwa segala  urusan  mereka hendaklah  diperundingkan  di antara mereka. Maka hendaklah soal pemilihan itu diserahkan hanya kepada mereka bersama. &lt;br /&gt;Dan akan kita lihat nanti bagaimana 'Amr menggunakan prinsip yang mulia ini untuk keuntungan pihak Mu'awiyah &lt;br /&gt;Tetapi sebelum itu marilah kita dengar soal jawab yang bersejarah itu yang berlangsung antara Abu Musa dan 'Amr bin 'Ash di awal pertemuan mereka, yang kita nukil dari buku "Al-Akhbaruth Thiwal" buah tangan Abu Hanifah ad Dainawari sebagai berikut: -- Abu Musa : &lt;br /&gt;+ Hai  'Amr! Apakah anda menginginkan kemaslahatan ummat dan ridla Allah ...? Ujar 'Amr: -&lt;br /&gt;-- Apakah itu  ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Kita angkat Abdullah bin Umar. Ia tidak ikut campur sedikit pun dalam peperangan ini.&lt;br /&gt;-- Dan anda, bagaimana pandangan anda terhadap Mu'awiyah...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Tak ada tempat Mu'awiyah di sini ..., dan tak ada haknya&lt;br /&gt;--Apakah anda tidak mengakui bahwa Utsman dibunuh secara aniaya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Benar!&lt;br /&gt;--Maka Mu'awiyah adalah wail dan penuntut darahnya, sedang kedudukan atau asal-usulnya di kalangan bangsa Quraisy sebagai telah anda ketahui pula. Jika ada yang mengatakan nanti kenapa ia diangkat untuk jabatan itu, padahal tak ada sangkut pautnya dulu, maka anda dapat memberikan alasan bahwa ia adalah wail darah Utsman, sedang Allah Ta'ala berfirman: "Barang siapa yang dibunuh secara aniaya, make Kami berikan kekuasaan kepada walinya     I" Di samping itu ia adalah saudara Ummu Habibah, istri Nabi shallallahu alaihi wasalam  juga salah seorang dari shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Takutilah Allah hai 'Amr! Mengenai kemuliaan Mu'awiyah yang kamu katakan itu, seandainya khilafat dapat diperoleh dengan kemuliaan, maka orang yang paling berhaq terhadapnya ialah Abrahah bin Shabah, karena ia adalah keturunan raja-raja Yaman Attababiah yang menguasai bagian timur dan barat bumi. Kemudian, apa artinya kemuliaan Mu'awiyah dibanding dengan Ali bin Abi Thalib ...? Adapun katamu bahwa Mu'awiyah wail Utsman, maka lebih utamalah daripadanya putera Utsman sendiri 'Amr bin Utsman... ! Tetapi seandainya kamu bersedia mengikuti anjuranku, kita hidupkan kembali Sunnah dan kenangan Umar bin Khatthab dengan mengangkat puteranya Abdullah si Kyahi itu...!&lt;br /&gt;--Kalau begitu apa halangannya bila anda mengangkat puteraku Abdullah yang memiliki keutamaan dan keshalehan, begitupun lebih dulu hijrah dan bergaul dengan Nabi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Puteramu memang seorang yang benar! Tetapi kamu telah menyeretnya ke lumpur peperangan ini! Maka baiklah kita serahkan saja kepada orang baik, putra dari orang baik ,yaitu Abdullah bin Umar ... !&lt;br /&gt;-- Wahai Abu Musa! Urusan ini tidak cocok baginya, karena pekerjaan ini hanya layak bagi laki-laki yang memiliki dua pasang geraham, yang satu untuk makan, sedang lainnya untuk memberi makan ... !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Keterlaluan engkau wahai 'Amr! Kaum Muslimin telah menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada kita, setelah mereka berpanahan dan bertetakan pedang. Maka janganlah kita jerumuskan mereka itu kepada fitnah ...!&lt;br /&gt;-- Jadi bagaimana pendapat anda ... ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Pendapatku, kita tanggalkan jabatan khalifah itu dari kedua mereka -- Ali dan Mu'awiyah -- dan kita serahkan kepada permusyawaratan Kaum NIuslimin yang akan memilih siapa yang mereka sukai.&lt;br /&gt;-- Ya, saya setuju dengan pendapat ini, karena di sanalah terletak keselamatan jiwa manusia .. ! &lt;br /&gt;Percakapan ini merubah sama sekali akan bentuk gambaranyang biasa kita bayangkan mengenai Abu Musa al-Asy'ari, setiap kita teringat akan peristiwa tahkim ini. Ternyata bahwa Abu Musa jauh sekali akan dapat dikatakan lengah atau lalai. Bahkan dalam soal jawab ini kepintarannya lebih menonjol dari kecerdikan 'Amr bin 'Ash yang terkenal licin dan lihai itu Maka tatkala 'Amr hendak memaksa Abu Musa untuk menerima Mu'awiyah sebagai khalifah dengan alasan kebangsawanannya dalam suku Quraisy dan kedudukannya sebagai wall dari  Utsman, datanglah jawaban dari Abu Musa, suatu jawaban gemilang dan tajam laksana mata pedang: -- Seandainya khilafat itu berdasarkan kebangsawanan, maka Abrahah bin Shabbah seorang keturunan raja-raja, lebih utama dari Mu'awiyah….! &lt;br /&gt;Dan jika berdasarkan sebagai wali dari darah Utsman dan pembela haknya, maka putera Utsman radhiallahu anhu . sendiri lebih utama menjadi wali dari Mu'awiyah …! &lt;br /&gt;Setelah perundingan ini, kasus tahkim berlangsung menempuh jalan sepenuhnya menjadi tanggung jawab 'Amr bin 'Ash seorang diri .... Abu Musa telah melaksanakan tugasnya dengan mengembalikan urusan kepada ummat, yang akan memutuskan dan memilih khalifah mereka. Dan 'Amr telah menyetujui dan mengakui tarikatnya dengan pendapat ini .... &lt;br /&gt;Bagi Abu Musa tidak terpikir bahwa dalam suasana genting yang mengancam Islam dan Kaum Muslimin dengan mala petaka besar ini, 'Amr masih akan bsrsiasat anggar lidah, bagaimana juga fanatiknya kepada Mu'awiyah ... ! Ibnu Abbas telah memperingatkannya ketika ia kembalikepada mereka menyampaikan apa yang telah disetujui, jangan-jangan 'Amr akan bersilat lidah, katanya: - &lt;br /&gt;"Demi Allah, saya khawatir 'Amr akan menipu anda! Jika telah tercapai persetujuan mengenai sesuatu antara anda berdua, maka silakanlah dulu ia berbicara, kemudian baru anda di belakangnya…. !" &lt;br /&gt;Tetapi sebagai dikatakan tadi, melihat suasana demikian gawat dan penting, Abu Musa tak menduga 'Amr akan main-main, hingga ia merasa yakin bahwa 'Amr akan memenuhi apa yang telah mereka setujui bersama. &lt;br /&gt;Keesokan harinya, kedua mereka pun bertemu mukalah ..., Abu Musa mewakili pihak Imam Ali dan 'Amr bin 'Ash mewakili pihak Mu'awiyah. &lt;br /&gt;Abu Musa mempersilakan 'Amr untuk bicara, ia menolak, katanya: -&lt;br /&gt;"Tak mungkin aku akan berbicara lebih dulu dari anda... ! Anda lebih utama daripadaku, lebih dulu hijrah dan lebih tua    '" &lt;br /&gt;Maka tampillah Abu Musa, lalu menghadap ke arah khalayak dari kedua belah pihak yang sedang duduk menunggu dengan berdebar, seraya katanya: - &lt;br /&gt;"Wahai saudara sekalian! Kami telah meninjau sedalam-dalamnya mengenai hal ini yang akan dapat mengikat tail kasih sayang dan memperbaiki keadaan ummat ini, kami tidak melihat jalan yang lebih tepat daripada menanggalkan jabatan kedua tokoh ini, Ali dan Mu'awiyah, dan menyerahkannya kepada permusyawaratan ummat yang akan memilih siapa yang mereka kehendaki menjadi khalifah.... Dan sekarang, sesungguhnya saya telah menanggalkan Ali dan Mu'awiyah dari jabatan mereka .... Maka hadapilah urusan kalian ini dan angkatlah orang yang kalian sukai untuk menjadi khalifah kalian ... !' &lt;br /&gt;Sekarang tiba giliran 'Amr untuk memaklumkan penurunan Mu'awiyah sebagaimana telah dilakukan Abu Musa terhadap Ail, untuk melaksanakan persetujuan yang telah dilakukannya kemarin.'Amr menaiki mimbar, lain katanya: "Wahai saudara sekalian! Abu Musa telah mengatakan apa yang telah sama kalian dengar, dan ia telah menanggalkan shahabatnya dari jabatannya       Ketahuilah, bahwa saya juga telah menanggaIkan shahabatnya itu dari jabatannya sebagaimana dilakukannya, dan saya mengukuhkan shahabatku Mu'awiyah, karena ia adalah wali dari Amirul Mu'minin Utsman dan penuntut darahnya serta manusia yang lebih berhak dengan jabatannya ini ... !" &lt;br /&gt;Abu Musa tak tahan menghadapi kejadian yang tidak disangka-sangka itu. Ia mengeluarkan kata-kata sengit dan keras sebagai tamparan kepada 'Amr. Kemudian ia kembali kepada sikap mengasingkan diri... , diayunnya langkah menuju Mekah . . , di dekat Baitul Haram, menghabiskan usia dan hari-harinya di sana. &lt;br /&gt;Abu Musa radhiallahu anhu . adalah orang kepercayaan dan kesayangan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam juga menjadi kepercayaan dan kesayangan para khalifah dan shahabat-shahabatnya . · · · &lt;br /&gt;Sewaktu Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  masih hidup, ia diangkatnya bersama Mu'adz bin Jabal sebagai penguasa di Yaman. Dan setelah Rasul wafat, ia kembali ke Madinah untuk memikul tanggung jawabnya dalam jihad besar yang sedang diterjuni oleh tentara Islam terhadap Persi dan Romawi. &lt;br /&gt;Di masa Umar, Amirul Mu'minin mengangkatnya sebagai gubernur di Bashrah, sedang khalifah Utsman mengangkatnya menjadi gubernur di Kufah. &lt;br /&gt;Abu Musa termasuk ahli al-Quran menghafalnya, mendalami dan mengamalkannya. Di antara ucapan-ucapannya yang memberikan bimbingan mengenai al-Quran itu ialah: &lt;br /&gt;"Ikutilah  al-Quran ... dan jangan kalian berharap akan diikuti oleh al-Quran...!" &lt;br /&gt;Ia juga termasuk ahli ibadah yang tabah. Waktu-waktu siang di musim panas, yang panasnya menyesak nafas, amat dirindukan kedatangannya oleh Abu Musa, dengan tujuan akan shaum padanya, katanya: - &lt;br /&gt;"Semoga rasa haus di panas terik ini akan menjadi pelepas dahaga bagi kita di hari qiamat nanti ... !" &lt;br /&gt;Dan pada suatu hari yang lembut, ajal pun datang menyambut .... Wajah menyinarkan cahaya cemerlang, wajah seorang yang mengharapkan rahmat serta pahala Allah ar-Rahman. &lt;br /&gt;Kalimat yang selalu diulang-ulang, dan menjadi buah bibimya, sepanjang hayatnya yang diliputi keimanan itu, diulang dan menjadi buah bibirnya pula di saat ia hendak pergi berlalu .... &lt;br /&gt;Kalimat-kalimat itu ialah: - &lt;br /&gt;"Ya Allah, Engkaulah Maha Penyelamat, dan dari-Mu-lah kumohon Keselamatan':&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-238854152235846792?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/238854152235846792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=238854152235846792&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/238854152235846792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/238854152235846792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/abu-musa-al-asyari.html' title='ABU MUSA AL-ASY&apos;ARI'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-6752389369199200663</id><published>2008-08-06T02:36:00.003-07:00</published><updated>2008-08-06T02:36:50.065-07:00</updated><title type='text'>Abu Lubabah bin Abdil Mundzir radhiallâhu 'anhu</title><content type='html'>Abu Lubabah bin Abdil Mundzir radhiallâhu 'anhu&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang di percayakan kepadamu, sedang kamu mengetahuinya. Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allahlah pahala yang besa". (al-Anfaal:27-28) &lt;br /&gt;Menurut keterangan beberapa ahli tafsir, ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Abu Lubabah bin Abdil Mundzir radhiallâhu 'anhu. &lt;br /&gt;Abu Lubabah bin Abdil Mundzir radhiallâhu 'anhu &lt;br /&gt;Abu Lubabah termasuk salah seorang muslim pilihan yang telah membela dan menegakkan agama Islam. Dia adalah salah seorang pahlawan muslimin dalam peperangan, yang telah mempersembahkan diri dan nyawanya di jalan Allah untuk menegakkan kebenaran dan meninggikan agama-Nya. &lt;br /&gt;Dia dilahirkan di Yatsrib yang subur dan banyak terdapat mata air, yang banyak ditumbuhi pepohonan dan tetumbuhan yang dapat dinikmati oleh manusia dan hewan. &lt;br /&gt;Kiranya tiap daerah memiliki pengaruh kuat terhadap sepak terjang seseorang dan arah pemikirannya juga. Begitu pula dengan penduduk kota Madinah. Mereka pada umumnya dikenal memiliki akhlak yang luhur, pemaaf, berperasaan halus, dan suka berbuat baik sesamanya. &lt;br /&gt;Abu Lubabah termasuk laki-laki seperti itu, yang diisyaratkan oleh Allah Ta'ala dalam al-Qur'anul Karim. &lt;br /&gt;"Dan orang-orang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (kaum Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (kaum muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (kaum muhajirin); dan mereka mengutamakan (kaum muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung". (al-Hasyr:9) &lt;br /&gt;Isterinya adalah Khansa' binti Khanddam al-Anshariyah dari golongan al-Aus. Pada awalnya, ayahnya ingin mengawinkan putrinya itu dengan seorang dari bani Auf, namun putrinya sudah terlanjur cinta kepada Abu Lubabah. Akhirnya,ia pergi menghadap Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam dan melaporkan hasrat hatinya itu, lalu Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam memerintahkan kepada ayahnya supaya memberikan kebebasan kepada putrinya dalam memilih calon suaminya sendiri. Akhirnya,iapun dinikahkan dengan Abu Lubabah bin Abdil Mundzir radhiallaahu 'anhu. &lt;br /&gt;Perkawinan keduanya mendapat karunia seorang anak perempuan, Lubabah namanya. Demikinlah, akhirnya Abu Lubabah menjadi panggilan ayahnya. &lt;br /&gt;Lubabah diperistri oleh Zaid ibnul Khaththab radhiallaahu 'anhu yang dipercaya memegang panji kaum muslimin dalam peperangan di al-Yamamah yang mencemaskan seraya menyeru dengan suara nyaring,"Ya Allah, aku dapat menjawab dengan apa yang dikumandangkan Musailamah dan Muhkam Ibnu Thufail…..". &lt;br /&gt;Dengan panji dan pedang di tangan, ia menyerang lawannya dengan tangkas dan berani sehingga ia tewas sebagai syahid. Umar ibnul Khaththab radhiallaahu 'anhu berkomentar atasnya, "Allah akan merahmati saudaraku, Zaid radhiallaahu 'anhu, insya Allah. Dia masuk Islam sebelum aku dan tewas sebagai syahid sebelum aku juga." &lt;br /&gt;Abu Lubabah termasuk orang pertama yang masuk Islam, ketika beberapa orang anshar berjumpa dengan Mush'ab bin Umair di Yatsrib. Kepada mereka ditawarkan agama Islam, lalu mereka dengan spontan percaya kepada Muhammad Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam. &lt;br /&gt;Abu Lubabah salah seorang Anshor yang menghadiri bai'at al-'Aqabah II. Adapun orang pertama yang berbicara di majelis itu ialah Abbas bin Abdul Muthalib, padahal pada waktu itu ia menganut agama kaumnya (musyrik). Ini dilakukannya hanya karena ia ingin mengetahui dengan pasti dan meyakinkan kedudukan keponakannya, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam , dalam bai'at itu;Ia berkata: &lt;br /&gt;"Wahai kaum Khazraj, ketahuilah bahwa Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam adalah dari golongan kami dan kami telah mempertahankannya dari kaum kami yang masih sealiran dengan kami dan ternyata dia masih tetap dimuliakan tengah-tengah kaumnya dan terlindung dari Tanah Airnya. Akan tetapi, ia tetap saja mau pergi bersama kalian ke negeri kalian. Kalau kalian benar-benar mau menepati janji akan melindunginya dari orang-orang yang tidak sepaham dengan dia maka kami akan mempercayakannya kepada janjimu itu. Akan tetapi, kalau kalian akan menyerahkannya dan tidak akan mempertahankannya dari orang-orang yang tidak sepaham dengannya, setelah dia keluar dan pergi kepada kalian, maka dari sekarang, sebaiknyalah kalian membiarkannya dalam kemuliaan dan perlindungan dari kaumnya di negeri sendiri." &lt;br /&gt;Mereka berkata:"Kami telah mendengar apa yang anda katakan. Sekarang katakanlah ,wahai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam untuk dirimu dan Rabbmu, sesukamu!" &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam menjawab,"Aku akan membai'at kalian bahwa kalian melindungiku seperti kalian melindungi isteri-isteri dan anak-anakmu". &lt;br /&gt;Al-Barra' bin Ma'rur menjabat tangan beliau dan berkata,"Ya, Atas nama Yang mengutusmu dengan kebenaran, Kami berjanji akan melindungimu seperti melindungi isteri-isteri dan anak-anak kami, maka bai'atlah kami,wahai Rasulullah, karena kami sejak nenek moyang kami memang ahli perang." &lt;br /&gt;Selagi Al-Barra' berbicara dengan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam tiba-tiba Abul Haitsam bin an-Nahyan memotong pembicaraannya," wahai Rasulullah, antara kami dan segolongan kaumku (maksudnya, kaum yahudi) sudah terjalin ikatan dan kemungkinan kami memutuskannya. Apakah kalau kami memutuskannya, kemudian Allah berkenan memenangkanmu, apakah tidak mungkin engkau kembali kepada kaummu dan meniggalkan kami?" &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam tersenyum, lalu berkata menegaskan: "Darah dibayar dengan darah dan penghancuran dibayar dengan penghancuran. Aku bagian dari kalian dan kalian juga bagian dariku . Aku akan memerangi siapa yang kalian perangi dan akan berdamai dengan siapa yang berdamai dengan kalian." &lt;br /&gt;Abu Lubabah kemudian kembali ke Madinah setelah pertempurannya dengan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam itu. Ia merasa kagum sekali atas kepribadian dan keluhuran budi pekerti beliau. Ia kembali dari sana sebagai orang baru yang menjelma dari masa lalunya secara  keseluruhan, menjadi seorang yang berusaha keras yang merealisasikan isi Al-Qur'anul Karim dalam hidup dan sepak terjangnya. &lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam sudah berada di tengah-tengah mereka di Madinah, menyusun syariat dan menetapkan undang-undang yang dibawa oleh Jibril dari Rabbnya. Ternyata, kaum muslimin menyambutnya dengan gegap gempita, tidak seorangpun merasa berkeberatan atau hendak menyelewengkannya sedikitpun. &lt;br /&gt;Tak lama setelah itu, perang badar pun pecah antara kaum musyrikin dan kaum muslimin pilihan Allah Ta'ala itu. Abu Lubabah mengetahui persiapan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam , lalu ia mempersiapkan dirinya dan pergi menyandangkan senjatanya hendak menemui kaum kafir Quraisy bersama dengan kaum muslimin. Akan tetapi Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam tidak mengizinkan Abu Lubabah pergi bersamanya, tetapi ia diamanatkan mewakilinya di Madinah. Penjagaan keamanan dan ketertiban kota itu tidak kurang pentingnya dengan perang di medan laga. Ia di beri tanggung jawab memelihara keamanan dan keselamatan penduduk kota Madinah, anak-anak, kaum wanita, dan semua orang yang ada di dalamnya. Ia juga diberi amanat menjaga keamanan dan keselamatan buah-buahan, perkebunan, dan perbatasannya. Ia diberi tanggung jawab memberi warganya yang sedang kelaparan, memenuhi semua kebutuhan yang ada, baik anak-anak maupun oran tua, sampai pasukan yang berada di jalan Allah itu kembali. &lt;br /&gt;Abu Lubabah mematuhi perintah dan pengarahan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam dengan baik. Ia memimpin kota Madinah dengan baik, mempersiapkan juga bekal yang mungkin dibutuhkan oleh pasukan yang sedang berperang, dan menggalakkan pembuatan senjata perang siang dan malam, sehingga pasukan kaum muslimin memiliki persenjataan dan perbekalan yang lengkap. &lt;br /&gt;Tiap hari, ia pergi keluar kota Madinah untuk mengetahui terlebih dahulu berita jihad kaum muslimin. Akhirnya, berita kemenangan yang gilang-gemilang itu sampai diterimanya, lalu ia pergi bergegas-gegas memasuki kota untuk menyampaikan berita kemenangan itu. Penduduk kota Madinah bersuka cita dan bersyukur kepada Allah Ta'ala yang telah memenangkan saudara-saudaranya melawan musuh-musuhnya yang jauh lebih lengkap dan kuat. Akan tetapi, ada sekelompok penduduk kota Madinah yang tidak bergembira atas kemenangan yang telah diraih kaum muslimin itu. Mereka adalah orang-orang yang senang bermain di gelap gulita, orang-orang yang telah mengetahui kebenaran, namun menutup mata dan telinganya darinya. Mereka adalah segolongan kaum yahudi yang bertetangga dengan kaum muslimin di Madinah, yang dengan terang-terangan memperlihatkan rasa dengki dan hasudnya atas kemenangan yang diraih kaum muslimin dan tidak segan-segan melanggar perjanjian yang sudah mereka sepakati. &lt;br /&gt;Setelah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam mendengar dan melihat gelagat yang diperlihatkan kaum yahudi di Madinah, beliau lalu memerintahkan wakil-wakilnya untuk mengadakan pertemuan di sebuah pasar di perkampungan Bani Qainuqa', seraya berkata,"Apa yang menimpa kaum Quraisy hendaknya dijadikan pelajaran yang harus diwaspadai. Kalian sudah mengetahui bahwa aku ini adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah." &lt;br /&gt;Mereka menjawab dengan lantang,"Hai Muhammad, janganlah kau takabbur atas kemenangan yang engkau peroleh melawan orang-orang yang tidak memiliki keahlian dalam peperangan, lalu engkau berhasil memenangkannya". &lt;br /&gt;Ini merupakan ketegangan pertama dan terang-terangan antara kaum Yahudi dan kaum muslimin. Sesudah itu disusul kasus wanita muslimah yang sedang duduk di depan toko perhiasan seorang yahudi di pasar Bani Qainuqa', menunggu perhiasannya diselesaikan. Datanglah seorang diantara mereka menindihkan baju besinya dibagian belakang rok wanita itu sedangkan wanita itu tidak menyadarinya. Ketika ia bangun, tiba-tiba roknya tertarik kebelakang dan auratnyapun terlihat. Mereka sertamerta menertawakannya. Seorang muslim yang sedang kebetulan ada di tempat itu tidak sabar melihat peristiwa keji itu, lalu ia melompat dan membunuh salah seorang dari mereka. &lt;br /&gt;Dengan demikian, mereka telah melanggar perjanjian yang telah mereka sepakati bersama Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam karena takut pada dosanya itu, mereka mengurung diri dalam perbentengannya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam dan para sahabatnya datang mengepungnya selama lima belas hari. Akhirnya, mereka pun keluar dan menyatakan siap menerima hukumannya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam bermaksud hendak membunuh mereka. Mereka adalah sekutu golongan Khazraj. Abdullah bin Abi Salul lalu menghampiri Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam dan berbicara dengan beliau tentang mereka, seraya memasukkan tangannya ke dalam kantong Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam marah sekali kepadanya seraya menghardiknya,"Lepaskan aku!" &lt;br /&gt;Dia menjawab,"Aku tidak akan melepaskanmu hingga kau berbuat baik terhadap para sekutuku; 400 orang tak bersenjata dan 300 orang bersenjata lengkap. Mereka telah melindungiku dari berbagai peperangan yang memusnahkan segalanya dan aku khawatir terhadap masa depanku." &lt;br /&gt;Nabi Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam, bersabda lagi: "Mereka aku serahkan kepadamu! Keluarkan mereka, Allah melaknat mereka dan laknat Allah bersama dengan mereka." &lt;br /&gt;Mereka diusir keluar dari kota Madinah oleh Ubadah bin ash-Shamit. Mereka pergi menuju Adzri'at di negeri Syam. Tidak lama setelah itu, mereka pun tewas di sana. &lt;br /&gt;Pada waktu pengepungan terhadap perbentengan Bani Qainuqa' itu, Abu Lubabah diserahi tugas memimpin kota Madinah. Ternyata, dia melaksanakan tugasnya dengan baik. &lt;br /&gt;Kami sudah berbicara tentang perang badar, bagaimana kaum muslimin dalam perang itu telah meraih kemenangan gilang gemilang dan dan bagaimana kaum musyrikin hancur luluh disana. &lt;br /&gt;Sisa pasukan yang hancur itu kembali ke Mekah dibawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb yang setelah perang itu bernazar tidak akan membasahi rambutnya dengan air jinabah hingga berhasil membalas memerangi Muhammad. Tak lama setelah itu, ia keluar dengan dua ratus pasukan berkuda kaum Quraisy untuk memenuhi nazarnya itu hingga ke pinggiran kota Madinah pada malam hari. &lt;br /&gt;Pasukan kaum musyrikin dalam perang badar berjumlah hampir seribu orang. Walaupun begitu, mereka kembali dengan membawa kekalahan yang memalukan, lalu mengapa Abu Sufyan malah datang ke pinggiran kota Madinah dengan pasukan yang jauh lebih sedikit?. &lt;br /&gt;Kesimpulan yang bisa ditarik dari ulah Abu Sufyan itu adalah bahwa ia hanya menebus sumpahnya saja, bukan ingin mengadakan peperangan dengan kaum muslimin. Ia datang diam-diam pada malam hari menemui pimpinan yahudi Bani an-Nadhir di bawah pimpinan Salam bin Misykam. Walau pun begitu, beritanya tercium juga akhirnya. &lt;br /&gt;Pada malam itu juga pasukan tersebut pergi membakar kebun korma dan membunuh seorang anshor sekutu yahudi Bani an-Nadhir itu dan kembali ke Mekah. &lt;br /&gt;Mendengar berita itu, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam mengerahkan pasukannya untuk mengejar pasukan Abu Sufyan dan sekali lagi beliau mengangkat Abu Lubabah menjadi pimpinan pemerintahan di Madinah, namun pasukan kaum musyrikin itu tidak terkejar. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Abu Sufyan tahu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam tidak akan membiarkannya lari begitu saja. Ia melarikan kudanya dengan kecepatan yang diharapkan, ia meninggalkan sebagian perbekalannya supaya jangan sampai terkejar dan tertangkap. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam dan para sahabatnya kembali ke Madinah menunggu kesempatan baik untuk memberikan palajaran kepada para perusuh itu. &lt;br /&gt;Bagi orang yang mengamati sejarah Islam, selama masa itu akan berkesimpulan bahwa Abu Lubabah adalah seorang mukmin yang jujur, seorang pejuang yang ikhlas kepada agama, Nabi, dan Rabbnya. &lt;br /&gt;Dalam penyerbuan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam ke perbentengan yahudi Bani Quraizhah, Abu Lubabah ikut bersama beliau dan pimpinan pemerintahan di Madinah diserahkan kepada Abdullah ibnu Ummi Maktum. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam bersama para sahabatnya mengepung benteng Bani Quraizhah itu selama 25 malam sehingga mereka hidup dalam kekurangan dan ketakutan. &lt;br /&gt;Setelah mereka meyakini bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam tidak akan membiarkan mereka tanpa hukuman, akhirnya Ka'ab bin Asad bertindak sebagai penengah untuk mereka. Ia berkata:"Wahai orang-orang yahudi! kalian sudah mengetahui petaka apa yang telah menimpa kalian dan aku mencoba menawarkan tiga hal; terserah kalian untuk memilih yang mana diantaranya yang kalian senangi." &lt;br /&gt;"Apa itu ?" &lt;br /&gt;Kita mengikuti Muhammad dan mempercayainya. Demi Allah! sebenarnya kalian sudah mengetahui bahwa dia adalah seorang Nabi dan Rasul Allah, dan bahwa ciri-cirinya sudah dinyatakan dalam kitab kalian. Dengan demikian, kalian telah mengamankan darah, harta, anak-anak, dan istri-istri kalian semuanya. &lt;br /&gt;"Kami tidak akan meninggalkan hukum taurat dan tidak akan menggantikannya dengan hukum lainnya hingga kapanpun". &lt;br /&gt;"Kalau kalian menolak usulku itu, baiklah kita membunuh anak-anak dan istri-istri kita, lalu kita keluar dengan pedang terhunus melawan Muhammad dan para sahabatnya tanpa meninggalkan rasa berat sedikit pun, hingga Allah menentukan siapa diantara kita yang menjadi pemenangnya. Kalau kita tewas, kita tewas tanpa meninggalkan keturunan yang kita khawatirkan di belakang hari dan kalau kita menang, kita yakin masih bisa mendapatkan perempuan dan masih bisa mendapatkan anak-anak lagi". &lt;br /&gt;"Apakah kita akan membunuh anak-anak dan istri-istri kita? Apa artinya hidup tanpa mereka?" &lt;br /&gt;"Kalau kalian menolak juga usulku itu, ketahuilah bahwa malam ini adalah malam sabtu. Mungkin kalau kalian keluar menemui Muhammad dan para sahabatnya, mereka akan mau mengampuni kalian". &lt;br /&gt;Mereka lalu mengirim seorang utusan kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam meminta Abu Lubabah bin Abdil Mundzir dikirimkan kepada mereka untuk dimintakan pendapatnya karena mereka sekutu golongan kalian". &lt;br /&gt;Mengapa Abu Lubabah ? Apa yang mungkin diberikan kepada mereka oleh sahabat yang mulia ini? &lt;br /&gt;Mungkinkah sahabat ini akan mengkhianati Rasulullah dan mendurhakai Rabbnya, lalu memberikan nasihat yang bukan-bukan pada kaum yahudi itu? &lt;br /&gt;Hal ini karena kedudukan seorang penasihat itu harus dapat dipercaya. Semua hukum dan syariatpun menyatakan demikian. Sedangkan, kaum yahudi ingin menjadikan Abu Lubabah sebagai penasihatnya. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam memerintahkan kepada Abu Lubabah untuk pergi menemui hasrat mereka. Abu Lubabah pergi menemui pimpinan kaum yahudi itu. Begitu anak-anak dan istri-istri mereka melihat Abu Lubabah datang, mereka menangis meraung-raung memohon belas kasihannya. Sudah tentu, Abu Lubabah sebagai manusia tidak bisa menyembunyikan rasa iba dan harunya kepada mereka. &lt;br /&gt;Kami sudah mengatakan bahwa penduduk Madinah pada umumnya berhati lembut dan berjiwa pemaaf, kasih sayangnya sesamanya menggebu-gebu. &lt;br /&gt;Abu Lubabah sebagai manusia tidak bisa tidak terpengaruh oleh peristiwa itu. Begitu pimpinan yahudi bertanya kepadanya, "Apakah anda menyetujui hukuman Muhammad?". Ia menjawab:"Ya", Seraya mengisyaratkan dengan tangannya ke lehernya, yakni mereka akan dibunuh. &lt;br /&gt;Abu Lubabah berkata: "Demi Allah! belum beranjak kedua kakiku dari tempatnya melainkan aku menyadari bahwa aku sudah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam". &lt;br /&gt;Abu Lubabah lalu pergi ke masjid an-Nabawi dan tidak menemui Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam lagi. Ia mengikatkan dirinya di salah sebuah tiangnya di sana, seraya berkata: "Aku tidak akan meninggalkan tempatku ini sehingga Allah mengampuni apa yang telah aku perbuat dan telah bersumpah tidak akan pergi lagi ke perkampungan Bani Quraizhah, dan aku tidak akan melihat negeri yang pernah aku berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya untuk selama-lamanya". &lt;br /&gt;Baiklah, kita tinggalkan Abu Lubabah yang mengikatkan dirinya pada salah sebuah tiang masjid an-Nabawi dan mengikuti hukum apa yang dikenakan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam kepada yahudi Bani Quraizhah itu. &lt;br /&gt;Esok paginya, mereka keluar dari perbentengannya untuk menerima keputusan dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam; berdatanganlah pimpinan golongan al-Aus menghadap Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam. Mereka mengeluh, "wahai Rasulullah! mereka dahulu sekutu kami melawan al-Khazraj dan baginda telah berbuat terhadap sekutu saudara-saudara kami kemarin seperti yang baginda ketahui". &lt;br /&gt;Sesudah pimpinan al-Aus berbicara dengan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam, beliau bertanya kepada mereka: "Wahai pimpinan al-Aus, Apakah kalian ridha jika yang memberikan hukuman itu seorang dari kalian sendiri?". &lt;br /&gt;Mereka menjawab,"Ya, ridha". &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam bersabda: "panggil Sa'ad bin Mu'adz kesini!". &lt;br /&gt;Mereka memanggilnya dan berkata: "wahai Aba Umar! Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam memanggil anda menyerahkan hukuman sekutumu kepadamu". &lt;br /&gt;Sa'ad menjawab: "Kalian harus menyatakan sumpah setia kepada Allah Ta'ala bahwa kalian akan menerima keputusanku". &lt;br /&gt;Mereka menjawab,"Ya, kami menerimamu". &lt;br /&gt;Sa'ad selanjutnya bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam: "Apakah keputusanku akan diterima sebagai keputusan yang sah?". &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam pun menjawab: "Ya, Kami akan menerimamu". &lt;br /&gt;Sa'ad berkata: "Saya memutuskan agar semua laki-lakinya dibunuh, harta bendanya dirampas dan dibagi-bagikan, dan wanita-wanitanya di tawan". &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam bersabda kepadanya: "Engkau telah menjatuhkan hukuman terhadap mereka dengan hukuman Allah dari atas langit yang ketujuh!". &lt;br /&gt;Adapun kepada Abu Lubabah telah diberikan ampunan, baik Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam maupun dari Allah Ta'ala, dan dia pun ikut aktif bersama kaum muslimin lainnya dalam berbagai kerja dan peperangannya. Dalam penaklukan kota Mekah, ia memegang panji Bani Amru bin Auf dan ia menyaksikan masuknya orang berbondong-bondong ke dalam agama Islam. Demikianlah akhirnya, ia kembali ke rahmatullah pada zaman pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiallaahu 'anhu. semoga Allah Ta'ala menempatkannya di dalam surga-Nya, sesuai dengan jasa dan baktinya kepada agama Islam dan kaum muslimin. &lt;br /&gt;Sebab Turunnya Ayat &lt;br /&gt;Menurut sebagian mufasirin, ayat tersebut diturunkan untuk Abu Lubabah bin Abdil Mundzir al-Anshari. Hal itu terjadi ketika Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam sedang mengepung perbentengan Yahudi Bani Quraizhah selama 21 malam. Mereka lalu memohon berdamai dengan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam seperti yang pernah diberikan kepada saudara-saudaranya di Bani an-Nadhir………,mereka mohon diizinkan keluar dari Madinah untuk menyusul saudara-saudaranya ke Adzri'at atau ke Ariha di negeri Syam. Akan tetapi, mereka menolak menerima keputusannya. Mereka berkata, "Kami meminta Abu Lubabah dikirimkan kepada kami. Dia seorang sahabat karib dengan kami. Dahulu, harta dan anak-anaknya bersama dengan kami. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam lalu mengirimkannya kepada mereka. &lt;br /&gt;Mereka bertanya kepadanya: "wahai Abu Lubabah, bagaimana pendapatmu, apakah kami akan tunduk kepada keputusan Sa'ad Bin Mu'adz?" &lt;br /&gt;Abu Lubabah lalu mengisyaratkan kepada mereka dengan tangannya ke lehernya bahwa mereka akan disembelih, berarti jangan mau menerima. &lt;br /&gt;Abu Lubabah berkata: "Demi Allah, kedua kakiku belum beranjak dari tempatku melainkan telah mengetahui bahwa aku telah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya". Lalu, turunlah ayat itu. &lt;br /&gt;Sesudah ayat itu turun maka ia memperkeras ikatannya pada pilar masjid an-Nabawi, seraya berkata: "Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum hingga aku mati atau Allah mengampuni dosaku itu". &lt;br /&gt;Sudah tujuh hari lamanya ia tidak memakan makanan sehingga tidak sadarkan diri, kemudian Allah mengampuninya. Lalu, ada yang menyampaikan berita itu kepadanya, "wahai Abu Lubabah, Allah telah mengampuni dosamu!". &lt;br /&gt;Ia berkata: "Tidak. Aku tidak akan membuka ikatanku  sebelum Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam datang membukanya". &lt;br /&gt;Tak lama setelah itu, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam pun datang membukanya. Abu Lubabah lalu berkata kepadanya: "Kiranya akan sempurna tobatku kalau aku meninggalkan kampung halaman kaumku tempat aku melakukan dosa di sana dan aku sumbangkan seluruh hartaku?". &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam menjawabnya: " Kau hanya dibenarkan menyumbangkan sepertiganya saja" . &lt;br /&gt;Menurut riwayat ibnu Hisyam, sesudah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam mendengar ceritanya, hal itu sudah agak terlambat benar, maka beliau bersabda: "Kalau dia datang menemuiku, tentu aku akan memohonkan ampunan untuknya. Akan tetapi, karena ia bertindak sendiri maka aku tidak mungkin bisa melepaskannya dari tempatnya sehingga Allah melepaskannya". &lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa di terimanya tobat Abu Lubabah diberitahukan oleh Allah kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam ketika beliau berada di rumah Abu Salamah radhiallaahu 'anhu, Istri Abu Salamah, berkata: "Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam tertawa pada waktu sahur aku bertanya: 'wahai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam, apa gerangan yang baginda tertawakan? 'Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam menjawab, 'Allah telah mengampuni dosa Abu Lubabah. 'Aku bertanya kepadanya: 'Apakah aku boleh menyampaikan berita gembira itu kepadanya?. 'Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam menjawab: 'Boleh saja kalau kau mau'. Dia lalu berdiri di pintu kamarnya; kejadian itu terjadi sebelum kewajiban berhijab diundangkan. &lt;br /&gt;Aku berkata: 'wahai Abu Lubabah, bergemberilah, Allah telah mengampuni dosamu'. &lt;br /&gt;Setelah itu, banyaklah orang yang datang hendak melepaskan ikatannya, namun ia menolak seraya berkata: 'Tidak. Demi Allah, aku tidak mau sebelum Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam datang membebaskan aku dengan tangannya'. &lt;br /&gt;Ketika Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam hendak shalat shubuh, baginda menghampirinya dan membukakan ikatannya". &lt;br /&gt;Adapun ayat yang melepaskannya dari dosa ialah firman-Nya: &lt;br /&gt;"Dan (ada pula) orang-orang yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan yang lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang".(at-Taubah:102) &lt;br /&gt;Renungan &lt;br /&gt;Amanat adalah salah satu keutamaan seorang muslim yang lahir dari akidahnya dan yang membuktikan pada kejujuran hidupnya dan kemuliaan tujuannya. Karena itulah, amanat merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari keimanan dan berkhianat sebagai pertanda ingkar dan kafir, seperti yang dikatakan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam. &lt;br /&gt;"Tidak beriman siapa yang tidak memiliki amanat dan tidak beragama siapa yang tidak bisa dipegang janjinya". &lt;br /&gt;Amanat merupakan salah satu sifat orang baik dan salah sebuah unsur kesempurnaan pribadi, firman-Nya: &lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya". ( al-Mu'minuun:8) &lt;br /&gt;Dibawakan oleh Ubadah bin ash-Shamit radhiallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;"Jamin untukku enam perkara, aku akan menjamin untuk kalian surga: 1). berbicaralah dengan jujur, 2). Tepatilah janjimu, 3). Tunaikanlah amanatmu, 4). Tundukanlah pandanganmu, 5). Peliharalah kemaluanmu, dan 6). Peliharalah tangan (tindakkan)mu". &lt;br /&gt;Memisahkan diri dari keutamaan itu berarti memisahkan orang tersebut dari semua keutamaan, meskipun tidak bisa disangkal bahwa anak-anak Adam adalah pelaku kesalahan. Hal itu merupakan tabiat manusia yang tidak bisa di ingkari lagi dan tidak mungkin bisa ditutup-tutupi. &lt;br /&gt;Bertolak dari sanalah dicurahkan perhatian Allah kepada manusia ini, manusia yang kepadanya Allah memerintahkan malaikat-Nya bersujud, Yang mengangkatnya menjadi khalifah-Nya dimika bumi, dan yang memuliakannya diatas semua mahluk-Nya serta dipercaya untuk memakmurkan alam ini. &lt;br /&gt;Manusia bisa meningkatkan harkat dan martabat ke kelas malaikat kalau ia berpegang teguh kepada ajaran Agama Islam, namun ia bisa saja merosot ke kelas setan kalau ia menjauhkan diri dari ajaran Allah. Hikmah Allah menetapkan karena kasih-Nya kepada manusia-untuk mengirimkan para rasul dan munurunkan beberapa buah  Kitab-Nya adalah untuk menggiring manusia itu ke jalan-Nya yang lurus. Kalau sudah agak lama tidak turun nabi atau rasul, lalu manusia beranggapan bahwa selama masa itu tidak ada hisab dan tidak ada hukuman. &lt;br /&gt;Karena itulah, manusia selalu diberi peringatan supaya tidak terjerumus ke dalam tindakan yang di haramkan Rabbnya, yang selalu diperintahkan untuk dijauhinya, Firman-Nya: &lt;br /&gt;"Dan tetaplah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan bermanfaat bagi orang-orang yang beriman". (adz-Dzaariyaat:55) &lt;br /&gt;"Maka berilah peringatan karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan". (al-Ghaasyiyah:21) &lt;br /&gt;Shalat yang di wajibkan sehari semalam lima waktu itu untuk mendekatkannya dengan Rabbnya, untuk senantiasa mengingatkan dan menyadarkannya. &lt;br /&gt;Sungguhpun begitu, manusia selalu tergoda oleh gemerlapnya kehidupan duniawi ini. Ia mudah dibujuk rayu oleh setan untuk meninggalkan ajaran Rabbnya. Akhirnya, ia pun tersesat. Akan tetapi, kalau dalam hati nuraninya masih terdapat setitik keimanan, ia masih mudah digiring kembali ke jalan Allah, lalu ia kembali bertobat dan beristighfar kepada Rabbnya, Firman-Nya: &lt;br /&gt;"Katakanlah Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri: 'janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .'"(az-Zumar:53) &lt;br /&gt;Berkat ampunan dan kasih sayang Allah Ta'ala, manusia yang semula berlumuran dosa itu menjadi seorang maKhluk yang paling mulia, sesuai dengan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam,"Sebaik-baik pelaku kesalahan ialah yang bertobat". &lt;br /&gt;Dalam hal ini, Abu Lubabah radhiallaahu 'anhu adalah salah seorang sahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam yang hatinya didapati oleh keimanan. Ia termasuk orang pertama yang masuk Islam, yang menyambut panggilan Allah Ta'ala, namun ia tergelincir seperti halnya manusia lain ketika hatinya sedang lemah dan jiwanya sedang lengah, lalu ia berbuat sesuatu yang menimbulkan Allah dan Rasul-Nya gusar kepadanya karena ia memberi isyarat kepada orang-orang Yahudi bekas sekutunya di jaman jahiliyah supaya tidak mau menerima hukum yang hendak di berikan Rasulullah karena hal itu berati hukuman mati bagi mereka. &lt;br /&gt;Begitu awan mendung itu hilang diembus angin maka percikan cahaya menyinari kalbunya kembali. Pada saat itulah kesadarannya pulih kembali dan mulai merasakan bahwa ia telah terperosok mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, lalu ia menghukum dirinya sebagai kifarat atas dosanya, Firman-Nya: &lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) Janganlah kamu mengkhianati amanat-amanatyang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui". (al-Anfaal:27) &lt;br /&gt;Khianat kepada Allah Ta'ala dan kepada Rasul-Nya, dengan menjauhkan diri dari hidayah Allah dan hidayah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam artinya menolak melaksanakan syariat Allah dalam kehidupan dan mengabaikan apa-apa yang diwajibkan kepadanya, baik berupa kewajiban maupun ibadah-ibadah lainnya. &lt;br /&gt;Khianat kepada Allah dan Rasul-Nya berarti tidak membulatkan keikhlasan dan kesetiaan, lalu menyekutukan-Nya dengan kekuata-kekuatan lain yang tidak mampu memberikan manfaat dan mudarat, yang tidak bisa menentukan mati, hidup, dan kebangkitan, Firman-Nya: &lt;br /&gt;"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun walaupun mereka satu untuk menciptakannya. Dan, jika lalat itu, merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyebabkan dan amat lemah (pulalah) yang disembah".(al-Hajj:73). &lt;br /&gt;Induk semua khianat ialah kalau kita mengorupsi kewajiban kita atau meninggalkannya sama sekali, atau kita berpura-pura beriman padahal hati kita kafir, atau mengkhianati orang yang mempercayakan hal ihwalnya kepada kita, atau kita tidak menepati janji setia kawan kita. Padahal, Islam sudah jelas-jelas anti khianat dan mencemoohkan para pengkhianat yang suka melanggar janjinya. Islam juga tidak menyukai orang muslim yang mengkhianati janjinya demi mencapai maksudnya, meskipun maksudnya itu mulia, Firman-Nya : &lt;br /&gt;"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membaalkan sumpah-sumpah (mu) itu sesudah meneguhkannya sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat". (an-Nahl:91)  &lt;br /&gt;Amanat pemerintahan harus diberikan kepada orang-orang yang dapat dipercaya, yang kuat, yang cakap memerintah, dan ikhlas dalam melaksanakan tugasnya. Kalau ia memajukan orang yang seharusnya dimundurkan atau memundurkan orang yang seharusnya dimajukan maka orang itu telah mengundang maklumat perang dari Allah dan Rasul-Nya. &lt;br /&gt;Yazid bin Abi Sufyan berkata bahwa Abu Bakar ash-Ashiddiq radhiallaahu 'anhu berkata ketika mengutusnya ke Syam: "wahai Yazid! Sesungguhnya engkau mempunyai kerabat karib; mungkin engkau utamakan mereka dengan memberikan kekuasaan (pemerintahan), itulah yang saya takutkan atasmu setelah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam bersabda:"Siapa yang diberi kuasa mengurus kepentingan kaum muslimin, Lalu ia mengangkat seseorang dengan bertindak tidak jujur, maka laknat Allah baginya dan Allah tidak akan menerima tebusan atau imbalan pun hingga orang itu dimasukkan ke dalam api neraka". &lt;br /&gt;Ada seorang lelaki yang datang menemui Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam dan bertanya kepadanya: "Kapan datangnya hari kiamat itu?" &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa aalihi wasallam  menjawab: "Bilamana amanat sudah dihilangkan maka tunggulah saat (kehancuran) itu!" &lt;br /&gt;Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana amanat itu di hilangkan?" &lt;br /&gt;Baginda menjelaskan: "Apabila kekuasaan diserahkan kepada bukan ahlinya". &lt;br /&gt;Harta kekayaan negara adalah amanat di tangan penguasa. Penguasa berkewajiban untuk menempatkan di tempatnya dan menafkahkan sesuai dengan keperluannya, demi kepentingan rakyat dan masyarakatnya. Kalau ia berbuat lain dari itu, maka ia telah berkhianatdan telah melenceng dari syariat Allah. &lt;br /&gt;Kapan kiranya bendera amanat dan keamanan berkibar di tengah-tengah kaum muslimin? Kapan kaum muslimin akan merasa aman atas tanah airnya sehingga tidak merasa khawatir terhadap bumi dan hasil buminya dirampok orang sehingga harta benda dan kekayaan buminya tidak dirampas orang dari depan matanya? &lt;br /&gt;Kapan kehormatan umat dan masyarakatnya tidak dirobek-robek oleh media massa cetak dan elektronik yang terarah serta terpimpin karena hilangnya nilai-nilai dan akhlaknya? Ya, kapan hal itu akan terwujud? Kapan hal itu akan terjadi,Ya Rabb?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-6752389369199200663?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/6752389369199200663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=6752389369199200663&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/6752389369199200663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/6752389369199200663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/abu-lubabah-bin-abdil-mundzir.html' title='Abu Lubabah bin Abdil Mundzir radhiallâhu &apos;anhu'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-5504131739264782175</id><published>2008-08-06T02:36:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:36:20.936-07:00</updated><title type='text'>Abu Hurairah radhiallahu 'anhu</title><content type='html'>Abu Hurairah radhiallahu 'anhu&lt;br /&gt;OTAKNYA MENJADI GUDANG PERBENDAHARAAN  PADA MASA WAHYU&lt;br /&gt;Memang benar, bahwa kepintaran manusia itu mempunyai akibat yang merugikan dirinya sendiri. Dan orang-orang yang mempunyai bakat-bakat istimewa, banyak yang harus membayar mahal, justru pada waktu ia patut menerima ganjaran dan penghargaan… &lt;br /&gt;Shahabat mulia Abu Hurairah termasuk salah seorang dari mereka…….Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan dan kekuatan ingatan …..Abu Hurairah r.a. mempunyai kelebihan dalam seni menangkap apa yang didengarnya, sedang ingatannya mempunyai keistimewaan dalam segi menghafal dan menyimpan…. Didengarya, ditampungnya lalu terpatri  dalam  ingatannya  hingga dihafalkannya,  hampir tak pemah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari apa yang telah didengarnya, sekalipun usia bertambah dan masa pun telah berganti-ganti. Oleh karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah sehingga termasuk yang terbanyak menerima dan menghafal Hadits, serta eriwayatkannya. &lt;br /&gt;Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadits yang dengan sengaja membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah saw. mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalahgunakan ketenararnya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi saw., hingga sering mereka mengeluarkan sebuah "hadits", dengan menggunakan kata-kata: -- "Berkata Abu Hurairah... " &lt;br /&gt;Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan ketenaran Abu Hurairah dan kedudukannya selaku penyampai Hadits dari Nabi saw.  menjadi lamunan keragu-raguan dan tanda tanya, kalaulah tidak ada usaha dengan susah payah dan ketekunan yang luar biasa, serta banyak waktu yang telah di habiskan oleh tokoh-tokoh utama para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke dalamnya:') &lt;br /&gt;Di sana Abu Hurairah berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya…… &lt;br /&gt;****** &lt;br /&gt;Setiap anda mendengar muballigh atau penceramah atau khatib Jum'at mengatakan kalimat yang mengesankan dari Abu Hurairah r.a berkata ia, telah bersabda Rasulullah saw …..." Saya katakan ketika andamendengar nama ini dalam rangkaian kata tersebut, dan ketika anda banyak menjumpainya, yah banyak sekali dalam kitab-kitab Hadits, sirah, fiqih serta kitab-kitab Agama pada umumnya, maka diketahuilah bahwa anda sedang menemui suatu pribadi, antara sekian banyak pribadi yang paling gemar bergaul dengan Rasulullah dan mendengarkan sabdanya…..Karena itulah perbendaharaannya yang menakjubkan dalam hal Hadits dan pengarahan-pengarahan penuh hikmat yang dihafalkannya dari Nabi·saw. jarang diperoleh bandingannya ... Dan dengan bakat pemberian Tuhan yang dipunyainya beserta perbendaharaan Hadits tersebut, Abu Hurairah merupakan salah seorang  paling mampu membawa anda ke hari-hari  kehidupan Rasulullah saw beserta para sahabatnya dan membawa anda berkeliling, asal anda beriman teguh dan berjiwa siaga, mengitari pelosok dan berbagai ufuk yang membuktikan kehebatan Muhammad saw. beserta shahabat-shahabatnya itu dan memberikan makna kepada kehidupan ini dan memimpinnya ke arah kesadaran dan pikiran sehat. Dan bila garis-garis yang anda hadapi ini telah menggerakkan kerinduan anda untuk mengetahui lebih dalam tentang Abu Hurairah dan mendengarkan beritanya, maka silakan anda memenuhi keinginan anda tersebut…… &lt;br /&gt;Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam, dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakannya. Dari orang upahan menjadi induk semang atau majikan….. &lt;br /&gt;Dari seorang yang terlunta-lunta di tengah-tengah lautan manusia, menjadi imam dan ikutan …. ! Dan dari seorang yang sujud di hadapan batu-batu yang disusun, menjadi orang yang beriman kepada Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa …. Inilah dia sekarang bercerita dan berkata: - &lt;br /&gt;"Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin .... Aku menerima upah sebagai pembantu pada Busrah binti Ghazwan demi untuk mengisi perutku · · ! Akulah yang melayani keluarga itu bila mereka sedang menetap dan menuntun binatang tunggangannya bila sedang bepergian .... Sekarang inilah aku, Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Agama ini tiang penegak, dan menjadikan Abu Hurairah ikutan ummat…..!" &lt;br /&gt;***** * &lt;br /&gt;Ia datang kepada Nabi saw di tahun yang ke tujuh Hijrah sewaktu beliau berada di Khaibar ia memeluk Islam karena dorongan kecintaan dan kerinduan …. Dan semenjak ia bertemu dengan Nabi Saw; dan berbai'at kepadanya, hampir-hampir ia tidak berpisah lagi daripadanya kecuali pada saat-saat waktu tidur .... Begitulah berjalan selama masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah saw. yakni sejak ia masuk islam sampai wafatnya Nabi, pergi ke sisi Yang Maha Tinggi. Kita katakan: "Waktu yang empat tahun itu tak ubahnya bagai suatu usia manusia yang panjang lebar, penuh dengan segala yang baik, dari perkataan, sampai kepada perbuatan dan pendengaran... !'           &lt;br /&gt;***** &lt;br /&gt;Dengan fitrahnya yang kuat, Abu Hurairah mendapat kesempatan yang besar yang memungkinkannya untuk memainkan peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah. &lt;br /&gt;Pahlawan perang dikalangan shahabat, banyak....&lt;br /&gt;Ahli fiqih, juru da'wah dan para guru juga tidak sedikit .... &lt;br /&gt;Tetapi lingkungan dan masyarakat memerlukan tulisan dan penulis. Di masa itu golongan manusia pada umumnya,jadi bukan hanya terbatas pada bangsa Arab saja, tidak mementingkan tulis menulis. Dan tulis menulis itu belum Lagi merupakan bukti kemajuan di masyarakat manapun. &lt;br /&gt;Bahkan Eropah sendiri juga demikian keadaannya sejak kurun waktu yang belum lama ini. Kebanyakan dari raja-rajnya, tidak terkecuali Charlemagne sebagai tokoh utamanya, adalah orang-orang yang buta huruf, tak tahu tulis baca, padahal menurut ukuran masa itu, mereka memiIiki kecerdasan dan kemampuan besar.... &lt;br /&gt;***** &lt;br /&gt;Kembali kita pada pembicaraan bermula untuk melihat Abu Hurairah, baganana ia dengan fitrahnya dapat menyelami kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu kebutuhan akan orang-orang yang dapat melihat dan memelihara peninggalan dan ajaran-ajarannya. Pada waktu itu memang para shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk mencatat Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul. &lt;br /&gt;Sebenamya Abu Hurairah bukanlah seorang penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir, di samping memiliki kesempata atau mampu mengadakan kesempatan yang diperlukan itu, karena ia tak punya tanah yang akan digarap, dan tidak punya perniagaan yang akan diurus.... &lt;br /&gt;Ia pun menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang masuk Islam belakangan, maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalannya, dengan cara mengikuti Rasul terus menerus dan secara tetap menyertai majlisnya .. Kemudian disadarinya pula adanya bakat pemberian Allah ini pada dirinya, berupa daya ingatannya yang luas dan kuat, serta semakin bertambah kuat, tajam dan luas lagi dengan do'a Rasul ""·, agar pemilik bakat ini diberi Allah berkat. &lt;br /&gt;Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan kemampuan karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan memelihara peninggalan yang sangat penting ini dan mewariskannya kepada generasi kemudian .... &lt;br /&gt;**** &lt;br /&gt;Abu Hurairah bukan tegolong dalam barisan penulis, tetapi sebagaimana telah kita utarakan, ia adalahseorang yang terampil menghafal lagi kuat ingatan .... Karena ia tak punya tanah yang akan ditanami atau perniagaan yang akan menyibukkannya, ia tidak berpisah hengan Rasul, baik dalam perjalanan maupun di kala menetap.... &lt;br /&gt;Begitulah  ia  mempermahir  dirinya dan ketajaman daya ingatnya untuk menghafal Hadits-hadits Rasulullah saw dan pengarahannya. Sewaktu Rasul telah pulang ke Rafikul'Ala (wafat), Abu Hurairah terus-menerus menyampaikan Hadits hadits, yang menyebabkan sebagian shahabatnya merasa heran sambil bertanya-tanya di dalam hati, dari mana datangnya hadits-hadits ini, kapan didengarya dan diendapkannya dalam ingatannya .... &lt;br /&gt;Abu Hurairah telah memberikan penjelasan untuk menghilangkan kecurigaan ini, dan menghapus keragu-raguan yang menulari putra shahabatnya, maka katanya: "Tuan-tuan telah mengatakan bahwa Abu Hurairah banyak sekali mengeluarkan Hadits dari Nabi saw.... Dan tuan-tuan katakan pula orang-orang Muhajirin yang lebih dahulu daripadanya masuk Islam, tak ada menceritakan hadits-hadits itu…..? Ketahuilah, bahwa shahabat-sahahabatku orang-orang Muhajirin itu, sibuk dengan perdagangan mereka di pasar-pasar, sedang shahabat-shahabatku orang-orang Anshar sibuk degan tanah pertanian mereka…..Sedang  aku adalah seorang miskin, yang paling banyak menyertai majlis Rasulullah, maka aku hadir sewaktu yang lain absen ...dan aku selalu ingat seandainya mereka lupa karena kesibukan... &lt;br /&gt;Dan Nabi saw. pernah berbicara kepada kami di suatu hari, kata beliau: &lt;br /&gt;"Siapa yang membentangkan sorbannya hingga selesai pembicraanku, kemudian ia meraihnya ke dirinya, maka ia takkan  terlupa  akan suatu pun dari apa yang  telah didengarya dari padaku,.. !" &lt;br /&gt;Maka kuhamparkan kainku, lalu beliau berbicara kepadaku, kemudian kuraih kain itu ke diriku, dan demi Allah, tak ada suatu pun yang terlupa bagiku dari apa yang telah kudengar daripadanya ... ! Demi Allah kalau tidaklah karena adanya ayat di dalam Kitabullah niscaya tidak akan kukabarkan kepada kalian sedikit jua pun! Ayat itu ialah: &lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, sesudah Kami nyatakan kepada manusia di dalam Kitab mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh para pengutuk (Malaikat-malaikat) ….. !" &lt;br /&gt;Demikianlah Abu Hurairah menjelaskan rahasia kenapa hanya ia seorang diri yang banyak mengeluarkan riwayat dari Rasulullah saw. &lt;br /&gt;Yang pertama: karena ia melowongkan waktu untuk menyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat lainnya.&lt;br /&gt;Kedua, karena ia memiliki daya ingatan yang kuat, yang telah diberi berkat oleh Rasul, hingga ia jadi semakin kuat.... &lt;br /&gt;Ketiga, ia menceritakannya bukan karena ia gemar bercerita, tetapi karena keyakinan bahwa menyebarluaskan hadits-hadits ini, merupakan tanggung jawabnya terhadap Agama dan hidupnya.  Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan kebaikan dan haq, dan termasuk orang yang lalai yang sudah tentu akan menerima hukuman kelalaiannya ... ! &lt;br /&gt;Oleh sebab itulah ia harus saja memberitakan, tak suatupun yang menghalanginya dan tak seorang pun boleh melarangnya ... hingga pada suatu hari Amirul Mu'minin Umar berkata kepadanya: "Hendaklah kamu hentikan menyampaikan berita dari  Rasulullah!  Bila tidak, maka akan  kukembalikan  kau ke tanah Daus... !" (yaitu tanah kaum dan keluarganya). &lt;br /&gt;Tetapi larangan ini tidaklah mengandung suatu tuduhan bagi Abu Hurairah, hanyalah sebagai pengukuhan  dari.suatu pandangan yang dianut oleh Umar, yaitu agar orang-orang Islam dalam jangka waktu tersebut, tidak membaca dan menghafalkan yang lain, kecuali al-quran sampai ia melekat dan mantap dalam hati sanubari dan pikiran…. &lt;br /&gt;Al-quran adalah kitab suci Islam, Undang-undang Dasar dan kamus lengkapnya dan terlalu banyaknya' cerita tentang Rasulullah saw. teristimewa lagi pada tahun-tahun menyusul wafatnya Nabi saw., saat sedang dihimpunnya Al-Quran, dapat menyebabkan kesimpangsiuran dan campur-baur yang tidak berguna dan tak perlu terjadi ... ! &lt;br /&gt;Oleh karena ini, Umar berpesan: "Sibukkanlah dirimu dengan Al-Quran karena dia adalah kalam Allah…"'·. Dan katanya lagi : "Kurangilah olehmu meriwayatkan perihal Rasulullah kecuali yang mengenai amal perbuatannya!" &lt;br /&gt;Dan sewaktu beliau mngutus Abu Musa al-Asy'ari ke Irak ia berpesan,kepadanya: -- 'Sesungguhnya anda akan mendatangi suatu kaum yang dalam mesjid mereka terdengar bacaan al-quran seperti suara lebah. maka biarkanlah seperti itu dan jangan anda binbangkan merek adengan hadits-hadits, dan aku menjadi pendukung anda dalam hal ini….!" &lt;br /&gt;Al-qur'an sudah dihimpun dengan jalan yang sangat cermat, hingga terjamin keasliannya tanpa dirembesi oleh hal-hal lainnya….. Adapun hadits, maka umar tidak dapat menjamin bebasnya dari pemalsuan atau perubahan atau diambilnya sebagai alat untuk mengada-ada terhadap Rasulullah SAW dan merugikan Agama Islam….. &lt;br /&gt;Abu Hurairah menghargai pandangan Umar, tetapi ia juga percaya terhadap dirinya dan teguh memenuhi amanat, hingga ia tak hendak menyembunyikan suatu pun dari Hadits dan ilmu selama diyakininya bahwa menyembunyikannya adalah dosa dan kejahatan. &lt;br /&gt;Demikianlah, setiap ada kesempatan untuk menumpahkan isi dadanya berupa Hadits yang pemah didengar dan ditangkapnya tetap saja disampaikan dan dikatakannya.... &lt;br /&gt;****** &lt;br /&gt;Hanya terdapat pula suatu hal yang merisaukan, yang menimbulkan kesulitan bagi Abu Hurairah ini, karena seringnya ia bercerita dan banyaknya Haditsnya yaitu adanya tukang hadits yang lain yang menyebarkan Hadits-hadits dari Rasul saw. dengan menambah-nambah dan melebih-lebihkan hingga para shahabat tidak merasa puas terhadap sebagian besar dari Hadits-haditsnya. Orang itu namanya Ka'ab al-ahbaar, seorang Yahudi yang masuk Islam. &lt;br /&gt;***** &lt;br /&gt;Pada suatu hari Marwan bin Hakam bermaksud menguji kemampuan menghafal dari Abu hurairah. Maka dipanggilnya ia dan dibawanya duduk bersamanya, lalu dimintanya untuk mengabarkan hadits-hadits  dari Rasusullah saw. Sementara itu disuruhnya penulisnya menuliskan apa yang diceritakan Abu Hurairah dari balik dinding. Sesudah berlalu satu tahun, dipanggilnya  Abu  Hurairah kembali dan dimintanya membacakan lagi Hadits-hadits yang dulu itu yang telah  ditulis sekretarisnya. Ternyata tak ada yang terlupa oleh Abu Hurairah walau agak sepatah kata pun ……..! &lt;br /&gt;Ia berkata tentang dirinya: -- "Tak ada seorang pun dari sahabat-sahabat Rasul yang lebih banyak menghafal Hadits dari padaku, kecuali Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, karena ia pandai menuliskannya sedang aku tidak ..; ". Dan Imam Syafi'i mengemukakan pula pendapatnya tentang Abu Hurairah: -- "la seorang yang paling banyak hafal di antara seluruh perawi Hadits sesamanya". Sementara Imam Bukhari menyatakan pula: --"Ada delapan  ratus orang atau lebih dari shahabat tabi'in dan ahli ilmu yang meriwayatkan Hadits dari Abu Hurairah". &lt;br /&gt;Demikianlah Abu hurairah tak ubah bagai suatu perpustakaan besar yang telah ditaqdirkan kelestarian dan keabadiannya .... &lt;br /&gt;Abu Wuiairah termasuk orang ahli ibadat yang mendekatkan diri kepada Allah, selalu melakukan ibadat bersama isterinya dan anak-anaknya semalam-malaman secara bergiliran; mula-mula ia berjaga sambil shalat sepertiga malam kemudian dilanjutkan oleh isterinya sepertiga malam dan sepertiganya lagi dimanfaatkan oleh puterinya... " Dengan demikian, tak ada satu saat pun yang berlalu setiap malam di rumah Abu Hurairah, melainkan berlangsung di sana ibadat, dzikir dan shalat! &lt;br /&gt;Karena keinginannya memusatkan perhatian untuk menyertai Rasul saw. ia pernah menderita kepedihan lapar yang jarang diderita orang lain. Dan pernah ia menceritakan kepada kita bagaimana rasa lapar telah menggigit-gigit perutnya, maka diikatkannya batu dengan surbannya ke perutnya dan ditekannnya ulu hatinya dengan kedua tangannya, lalu terjatuhlah ia di mesjid rambil menggeliat-geliat kesakitan hingga sebagian sahabat menyangkanya ayan, padahal sama sekali bukan .. .! &lt;br /&gt;Semenjak ia menganut Islam tak ada yang memberatkan dan menekan perasaan Abu Huraiiah dari berbagai persoalan hidupnya ini, kecuali satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat memejamkan mata. Masalah itu ialah mengenai ibunya, karena waktu itu ia menolak untuk masuk Islam .... Bukan hanya sampai di sana saja, bahkan ia menyakitkan perasaannya dengan menjelek-jelekkan Rasulullah di depannya… &lt;br /&gt;Pada suatu hari ibunya itu kembali mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan bagi Abu Hurairah tentang Rasulullah saw., hingga ia tak dapat menahan tangisnya dikarenakan sedihnya, lalu ia pergi ke mesjid Rasul....Marilah kita dengarkan ia menceritakan lanjutan berita kejadian itu sebagai berikut: &lt;br /&gt;Sambil menangis aku datang kepada Rasulullah, lalu kataku: --''Ya Rasulallah, aku telah meminta ibuku masuk islam, Ajaranku itu ditolaknya, dan hari ini aku pun baru saja, memintanya masuk Islam. Sebagai jawaban ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak kusukai terhadap diri Anda. Karenanya mohon anda du'akan kepada Allah kiranya ibuku itu ditunjuki-Nya kepada Islam…." &lt;br /&gt;Maka Rasulullah saw. berdu'a: "Ya Alloh tunjukkilah ibu Abu Hurairah!" &lt;br /&gt;Aku pun berlari mendapatkan ibuku untuk menyampaikan kabar gembira tentang du'a Rasulullah itu. Sewaktu sampai di muka pintu, kudapati pintu itu terkunci. Dari luar kedengaran hunyi gemercik air, dan suara ibu memanggilku: "Hai Abu Hurairah, tunggulah ditempatmu itu... !" &lt;br /&gt;Di waktu ibu keluar ia memakai baju kurungnya, dan membalutkan selendangnya sambil mengucapkan: "Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan  'abduhu wa Rasuluh &lt;br /&gt;Aku pun segera berlari menemui Rasulullah raw. sambil menangis karena gembira, sebagaimana dahulu aku menangis karena berduka, dan kataku padanya: "Kusampaikan kabar suka ya Rasulallah, bahwa Allah telah mengabullkan du'a anda ..., Allah telah menunjuki ibuku ke dalam islam ... ". Kemudian kataku pula: "Ya Rasulallah, mohon anda du'akan kepada Allah, agar aku dan ibuku dikasihi oleh orang-orang Mu'min, baik laki-laki maupun perempuan!" Maka Rasul berdu'a: "Ya Allah,  mohon  engkau jadikan hambu-Mu  ini beserta ibunya dikasihi oleh sekalian orang-orang Mumin, laki-laki dan perempuan ...!" &lt;br /&gt;***** &lt;br /&gt;Abu Hurairah hidup sebagai seorang ahli ibadah dan seorang mujahid ... tak pernah ia ketinggalan dalam perang, dan tidak pula dari ibadat. Di zaman Umar bin Khatthab ia diangkat sebagai amir untuk daerah Bahrain, sedang Umar sebagaimana kita ketahui adalah seorang yang sangat keras dan teliti terhadap pejabat-pejabat yang diangkatnya.  Apabila ia mengangkat seseorang sedang ia mempunyai dua pasang pakaian maka sewaktu meninggalkan jabatannya nanti haruslah orang itu hanya mempunyai dua pasang pakaian juga…… malah lebih utama kalau ia hanya memiliki satu pasang saja! Apabila waktu meninggalkan jabatan itu terdapat tanda-tanda kekayaan, maka ia takkan luput dari interogasi Umar, sekalipun kekayaan itu berasal dari jalan halal yang dibolehkan syara'! Suatu dunia lain …. Yang diisi oleh Umar dengan hal-hal luar biasa dan mengagumkan… Rupanya sewaktu Abu Hurairah memangku jabatan sebagai kepala daerah Bahrain ia telah menyimpan harta yang berasal dari sumber yang halal. Hal ini diketahui oleh Umar, maka iapun dipanggilnya datang ke Madinah…...Dan mari kita dengarkan Abu Hurairah, memaparkan soal jawab ketus yang berlangsung antaranya dengan Amirul Mu'minin Umar: -- Kata Umar: - "Hai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, apa engkau telah  mencuri harta Allah?'· Jawabku;.  "Aku bukan musuh Allah dan tidak pula musuh kitab-Nya ._.hanya aku menjadi musuh orang yang memusuhi keduanya dan aku bukanlah orang yang mencuri harta Allah . . !'·- Dari mana,kau peroleh sepuluh ribu itu? -- Kuda kepunyaanku beranak-pinak dan pemberian orang berdatangan ....   Kembalikan harta itu ke perbendaharaan negara (baitul maal)... ! &lt;br /&gt;Abu Hurairah menyerahkan hartanya itu kepada Umar, kemudian ia mengangkat tangannya ke arah langit sambil berdu'a: "Ya Allah, ampunilah Amirul Mu'minin &lt;br /&gt;Tak selang beberapa lamanya. Umar memanggil Abu Hurairah kembali dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru. Tapi ditolaknya dan dimintanya maaf  karena tak dapat menerimanya. Kata Umar kepadanya: -- "Kenapa, apa sebabnya?" Jawab Abu Hurairah: "Agar kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak dirampas, punggungku tidak dipukul... !" &lt;br /&gt;Kemudian katanya lagi: "Dan aku takut menghukum tanpa ilmu dan bicara tanpa belas kasih ... !" &lt;br /&gt;Pada suatu hari sangatlah rindu Abu Hurairah hendak bertemu dengan Allah .... Selagi orang-orang yang mengunjunginya mendu'akannya cepat sembuh dari sakitnya, ia sendiri berulang-ulang memohan kepada Allah dengan berkata: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah sangat rindu hendak bertemu dengan-Mu, &lt;br /&gt;Semoga Engkau pun demikian ... !" Dalam usia 78 tahun, tahun yang ke-59 Hijriyah ia pun berpulang ke rahmatullah. &lt;br /&gt;Di sekeliling orang-orang shaleh penghuni pandam pekuburan Baqi', di tempat yang beroleh berkah, di sanalah jasadnya dibaringkan ... ! Dan sementara orang-orang yang mengiringkan jenazahnya kembali dari pekuburan, mulut dan lidah mereka tiada henti-hentinya membaca Hadits yang disampaikan Abu Hurairah kepada mereka dari Rasul yang mulia…….. &lt;br /&gt;Salah seorang di antara mereka yang baru masuk islam bertanya kepada temannya: "Kenapa syekh kita yang telah berpulang ini diberi gelar Abu Hurairah (bapak kucing)? Tentutemannya yang telah mengetahui akan menjawabnya: ·'Di waktu jahiliyah namanya dulu Abdu Syamsi, dan tatkala ia memeluk Islam, ia diberi nama oleh Rasul dengan Abdurrahman. Ia sangat penyayang kepada binatang dan mempunyai seekor kucing, yang &lt;br /&gt;selalu diberinya makan, digendongnya, dibersihkannya dan diberinya tempat. Kucing itu selalu menyertainya seolah-olah bayang bayangnya. Inilah sebabnya ia diheri gelar "Bapak Kucing", moga-moga Allah ridla kepadanya dan menjadikannya ridla kepada Allah……..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-5504131739264782175?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/5504131739264782175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=5504131739264782175&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5504131739264782175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/5504131739264782175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/abu-hurairah-radhiallahu-anhu.html' title='Abu Hurairah radhiallahu &apos;anhu'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-6786667474756408030</id><published>2008-08-06T02:35:00.003-07:00</published><updated>2008-08-06T02:35:51.352-07:00</updated><title type='text'>Abu Dzar Al Ghifari</title><content type='html'>Abu Dzar Al Ghifari &lt;br /&gt;(Tokoh Gerakan Hidup Sederhana) &lt;br /&gt;Ia datang ke Mekah terhuyung-huyung letih tetapi matanya bersinar bahagia…..Memang, sulitnya perjalanan dan panasnya telah menyengat badannya dengan rasa sakit udara padang pasir dan lelah, tetapi tujuan yang hendak dicapainya telah meringankan penderitaan dan meniupkan semangat serta rasa gembira dalam jiwanya. Ia memasuki kota dengan menyamar seolah-olah ia seorang yang hendak melakukan thawaf keliling berhala-berhala besar di Ka'bah atau seolah-olah musafir yang sesat dalam perjalanan atau lebih tepat orang yang telah menempuh jarak amat jauh, yang memerlukan istirahat dan manambah perbekalan. Padahal seandainya orang-orang Mekah mengetahui babwa kedatangannya itu untuk menemui Muhammad shallallahu alaihi wasalam dan mendengar keterangannya, pastilah mereka akan membunuhnya! Tetapi ia tak perduli akan dibunuh asal saja setelah melintasi padang pasir luas, ia dapat menjumpai laki-laki yang dicarinya dan menyatakan iman kepadanya. Kebenaran dan da'wah yang diberikan Muhammad shallallahu alaihi wasalam dapat memuaskan hatinya.&lt;br /&gt;a terus melangkah sambil memasang telinga, dan setiap didengarnya orang memperkatakan Muhammad shallallahu alaihi wasalam , ia pun mendekat dan menyimak dengan hati-hati; hingga dari cerita yang tersebar di sana-sini, diperolehnya petunjuk yang dapat menunjukkan tempat persembunyian Muhammad shallallahu alaihi wasalam , dan mempertemukannya dengan beliau.&lt;br /&gt;Di pagi suatu hari ia pergi ke tempat itu, didapatinya Muhammad shallallahu alaihi wasalam sedang duduk seorang diri. Didekatinya Rasulullah, katanya: "Selamat pagi wahai kawan sebangsa!" "Alaikum salam, wahai shahabat", ujar Rasulullah. Kata Abu Dzar: "Bacakanlah kepadaku hasil gubahan anda!" "Ia bukan sya'ir hingga dapat digubah, tetapi adalah Quran yang mulia!", Ujar Rasulullah. dibacakanlah oleh Rasulullah, sedang Abu Dzar mendengarkan dengan penuh perhatian, hingga tidak berselang lama iapun berseru: "Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh". "Anda dari mana, saudara sebangsa?", tanya rasulullah. "Dari Ghitar'', ujarnya. Maka terbukalah senyum lebar di kedua bibir Rasulullah, sementara wajahnya diliputi rasa kagum dan ta'jub. Abu dzar tersenyum pula, karena ia mengetahui rasa terpendam di balik rasa kagum Rasulullah demi mendengar bahwa orang yang telah mengaku Islam di hadapannya secara terus terang itu, seorang laki-laki dari Ghifar.&lt;br /&gt;Ghifar adalah suatu kabilah atau suku yang tak ada taranya dalam soal menempuh jarak. Mereka jadi tamsil perbandingan dalam melakukan perjalanan yang luar biasa. Malam yang kelam dan gelap gulita tak jadi soal bagi mereka, dan celakalah orang yang kesasar atau jatuh ke tangan kaum Ghifar di waktu malam! Sekarang, dikala agama Islam yang baru saja lahir dan berjalan sembunyi-sembunyi, mungkinkah ada diantara orang-orang Ghifar itu seorang yang sengaja datang untuk masuk Islam? Berkatalah Abu Dzar dalam menceritakan sendiri kisah itu: Maka pandangan Rasulullah pun turun naik, tak putus ta'jub memikirkan tabi'at orang-orang Ghifar, lalu sabdanya : "Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada yang disukainya…!" Benar, Allah menunjuki, siapa yang Ia kehendaki ! Abu dzar salah seorang yang, dikehendaki Allah beroleh petunjuk , orang yang dipilihNya akan mendapat kebaikan Dan memang, Abu Dzar ini seorang yang tajam pengamatannya tentang kebenaran.&lt;br /&gt;Menurut riwayat, ia termasuk salah seorang yang menentang pemujaan berhala di zaman jahiliyah, mempunyai kepercayaan akan Ketuhanan serta iman kepada Tuhan Yang Maha Esa lagi Perkasa, maka iapun menyiapkan bekal dan segera mengayunkan langkahnya. Abu Dzar telah masuk Islam tanpa ditunda-tunda lagi….! urutannya dikalangan Muslimin adalah yang kelima atau keenam. Jadi ia telah memeluk agam itu pada hari-hari pertama, bahkan pada saat-saat pertama agama Islam, hingga keIslamannya termasuk dalam barisan terdepan.&lt;br /&gt;Ketika ia masuk Islam, Rasulullah masih menyampaikan da'wahnya secara berbisik-bisik. Dibisikkannya kepada Abu Dzar begitupun kepada lima orang lainya yang telah iman kepadanya. Dan bagi Abu Dzar, tak ada yang dapat dilakukannya sekarang selain memendam keimanan itu dalam dada, lalu meninggalkan kota Mekah secara diam-diam dan kembali kepada kaumnya. Tetapi Abu Dzar yang nama aslinya Jundub bin Janadah, seorang radikal dan revolusioner. Telah menjadi watak dan tabi'atnya menentang kebathilan dimanapun ia berada. Dan sekarang kebathilan itu berada dihadapannya serta disaksikannya dengan kedua matanya sendiri….Batu-batu yang ditembok, yang dibentuk oleh para pemujanya, disembah oleh orang-orang yang menundukkan kepala dan merendahkan akal mereka, dan diseru mereka dengan ucapan yang muluk : Inilah kami , kami datang demi mengikuti titahmu! memang, ia melihat Rasulullah memilih cara bisik-bisik pada hari-hari tersebut, tetapi tidak dapat tidak harus ada suatu teriakan keras yang akan dikumandangkan pemberontak ulung ini sebelum ia pergi.&lt;br /&gt;Baru saja masuk Islam, ia telah menghadapkan pertanyaan kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, apa yang saya kerjakan menurut anda?" "Kembalillah kepada kaummu sampai ada perintahku nanti!", ujar Rasulullah. "Demi Tuhan yang menguasai nyawaku", kata Abu Dzar pula, "saya takkan kembali sebelum meneriakkan Islam dalam masjid!" Bukankah telah saya katakan kepada kalian…..? Jiwa yang radikal dan revolusioner! Apakah Abu Dzar pada saat terbukanya alam baru secara gamblang, yang jelas terlukis pada Rasulullah yang diimaninya, sertada'wah yang uraiannya disampaikan dengan lisannya…, apakah pada saat seperti itu ia mampu kembali kepada keluarganya dalam keadaan membisu seribu bahasa ? Sunguh, hal itu diluar kesanggupan dan kemampuannya! Abu Dzar pergi menuju masjidil haram dan menyerukan dengan sekeras-kerasnya suaranya: "Asyhadu Alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah". Setahu kita, teriakan ini merupakan teriakan pertama tentang Agama Islam yang menentang kesombongan orang-orang Quraisy dan memekakkan telinga mereka…., diserukan oleh seorang perantau asing yang di Mekkah tidak mempunyai bangsa, sanak keluarga maupun pembela. Dan sebagai akibatnya, ia mendapat perlakuan dari mereka yang sebetulnya telah dimaklumi akan ditemuinya…. Orang-orang musyrik mengepung dan memukulnya hingga rubuh.&lt;br /&gt;Berita mengenai peristiwa yang dialami Abu Dzar itu akhirnya sampai juga kepada paman Nabi, Abbas. Ia segera mendatangi tempat terjadinya peristiwa tersebut, tapi dirasanya ia tidak dapat melepaskan Abu Dzar dari cengkeraman mereka kecuali dengan menggunakan diplomasi halus, maka katanya kepada mereka : "Wahai kaum Quraisy! Anda semua adalah bangsa pedagang yang mau tak mau akan lewat dikampung Bani Ghifar. Dan orang ini salah seorang warganya, bila ia bertindak akan dapat menghasut kaumnya untuk merampok kafilah-kafilahmu nanti!" merekapun sama menyadari hal itu, lalu pergi meniggalkannya. Tetapi Abu Dzar yang telah mengenyam manisnya penderitaan dalam membela Agama Allah, tak hendak meninggalkan Mekkah sebelum beroleh tambahan dari darma baktinya.&lt;br /&gt;Demikianlah pada hari berikutnya, tampak olehnya dua orang wanita sedang thawaf keliling berhala-berhala Usaf dan Na-ilah sambil memohon padanya. Abu Dzar segera berdiri menghadangnya, lalu dihadapan mereka berhala-berhala itu dihina sejadi-jadinya. Kedua wanita itu memekik berteriak, hingga orang-orang gempar dan berdatangan laksana belalang, lalu menghujani Abu Dzar dengan pukulan hingga tak sadarkan diri. Ketika ia siuman, maka yang diserunya tiada lain hanyalah "bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah, dan bahwa Muhammad itu utusan Allah". Maklumlah sudah Rasulullah shallallahu alaihi wasalam akan watak dan tabi'at murid barunya yang ulung ini serta keberaniannya yang menakjubkan dalam melawan kebathilan. Hanya sayang saatnya belum lagi tiba, maka diulanginyalah perintah agar dia pulang, sampai bila telah didengarnya nanti Islam lahir terang-terangan ia dapat kembali dan turut mengambil bagian dalam percaturan dan aneka peristiwanya……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-6786667474756408030?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/6786667474756408030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=6786667474756408030&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/6786667474756408030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/6786667474756408030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/abu-dzar-al-ghifari.html' title='Abu Dzar Al Ghifari'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-7479705843587141903</id><published>2008-08-06T02:35:00.001-07:00</published><updated>2008-08-06T02:35:28.764-07:00</updated><title type='text'>ABU AIYUB AL-ANSHARI</title><content type='html'>ABU AIYUB AL-ANSHARI&lt;br /&gt;"PEJUANG DI WAKTU SENANG ATAU PUN SUSAH" &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Rasulullah memasuki kota Madinah, dan dengan demikian berarti beliau telah mengakhiri perjalanan hijrahnya dengan gemilang, dan memulai hari-harinya yang penuh berkah di kampung hijrah, untuk mendapatkan apa yang telah disediakan qadar nahi baginya, yakni sesuatu yang tidak disediakannya bagi manusia-manusia lainnya.... &lt;br /&gt;Dengan mengendauai untanya Rasulullah berjalan di tengah-tengah barisan manusia yang penuh sesak, dengan luapan semangat dari kalbu yang penuh cinta dan rindu ...,berdesak-desakan berebut memegang kekang untanya, karena masing-masingnya  menginginkan  untuk  menerima  Rasul sebagai tamunya. &lt;br /&gt;Rombongan Nabi itu mula-mula sampai ke perkampungan Bani Salim bin Auf; mereka mencegat jalan unta sembari berkata:&lt;br /&gt;"Wahai Rasul Allah tinggallah anda pada kami, bilangan kami banyak, persediaan cukup, serta keamanan terjamin ... !"&lt;br /&gt;Tawaran mereka yang telah mencegat dan memegang tali kekang unta itu, dijawab oleh Rasulullah: "Biarkanlah, jangan halangi jalannya, karena ia hanyalah melaksanahan perintah ... !" &lt;br /&gt;Kendaraan Nabi terus melewati perumahan Bani Bayadhah, lain ke kampung Bani Sa'idah, teuus ke kampung Bani Harits ibnul Khazraj, kemudian sampai di kampung Bani 'Adi bin Najjar .... Setiap suku atau kabilah itu mencoba mencegat jalan unta Nabi, dan tak henti-hentinya meminta dengan gigih agar Nabi shallallahu alaihi wasalam  sudi membahagiakan mereka dengan menetap di kampung mereka. Sedang Nabi menjawab tawaran mereka sambil tersenyum syukur di bibirnya ujarnya: "Lapangkan jalannya, harena ia terperintah ... !" &lt;br /&gt;Nabi sebenamya telah menyerahkan memilih tempat tinggalnya kepada qadar Ilahi, karena dari tempat inilah kelak kemasyhuran dan kebesarannya .... Di atas tanahnya bakal muncul suatu masjid yang akan memancarkan kalimat-kalimat Allah dan nur-Nya ke seantero dunia .... Dan di sampingnya akan berdiri satu atau beberapa bilik dari tanah dan bata kasar ...,tidak terdapat di sana harta kemewahan dunia selain barang-barang bersahaja dan seadanya ... ! &lt;br /&gt;Tempat ini akan dihuni oleh seorang Mahaguru dan Rasul yang akan meniupkan ruh kebangkitan pada kehidupan yang sudah padam, dan yang akan memberikan kemuliaan dan keselamatan bagi mereka yang berkata: - &lt;br /&gt;"Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap di atas pendirian ... bagi mereka yang beriman dan tidak mencampurkan keimanan itu dengan keaniayaan ...,bagi mereka yang mengikhlaskan Agama mereka semata-mata untuk Allah ...dan bagi mereka yang berbuat kebaikan di muka bumi dan tidak berbuat binasa.... &lt;br /&gt;Benarlah .... Rasul telah menyerahkan sepenuhnya pemilihan ini kepada qadar Ilahi yang akan memimpin langkah perjuangannya kelak .... Oleh karena inilah ia membiarkan saja tali  kekang  untanya terlepas  bebas,  tidak  ditepuknya kuduk unta itu tidak pula dihentikan langkahnya ... hanya dihadapkan hatinya kepada Allah, serta diserahkan dirinya kepada-Nya dengan berdo'a: -&lt;br /&gt;"Ya Allah, tunjukkan tempat tinggalku, pilihhanlah untukhu... !" &lt;br /&gt;Di muka rumah Bani Malik bin Najjar unta itu bersimpuh kemudian ia bangkit dan berkeliling di tempat itu, lain pergi ke tempat ia bersimpuh tadi dan kembali bersimpuh lalu tetap dan tidak beranjak dari tempatnya. Maka turunlah Rasul dari atasnya dengan penuh harapan dan kegembiraan .... &lt;br /&gt;Salah seorang Muslimin tampil dengan wajah berseri-seri karena sukacitanya ... ia maju lalu membawa barang muatan dan memasukkannya ke rumahnya kemudian mempersilakan Rasul masuk .... Rasul pun mengikutinya dengan diliputi oleh hikmat dan berkat. &lt;br /&gt;Maka tahukah anda sekalian siapa orang yang berbahagia ini, yang telah dipilih taqdir bahwa unta Nabi akan berlutut di muka rumahnya, hingga Rasul menjadi tamunya, dan semua penduduk Madinah akan sama merasa iri atas nasib mujurnya &lt;br /&gt;Nah, ia adalah pahlawan yang jadi pembicaraan kita sekarang ini ..., Abu Aiyub al-Anshari Khalid bin Zaid, cucu Malik bin Najjar. &lt;br /&gt;Pertemuan ini bukanlah pertemuan yang pertamanya dengan Rasulullah .... Sebelum ini, yakni sewaktu perutusan Madinah pergi ke Mekah untuk mengangkat sumpah setia atau bai'at, yaitu bai'at yang diberkati dan terkenal dengan nama "Bai'at Aqabah kedua", maka Abu Aiyub ai-Anshari termasuk di antara tujuh puluh orang Mu'min yang mengulurkan tangan kanan mereka ke tangan kanan Rasulullah serta menjabatnya dengan kuat, berjanji setia dan siap menjadi pembela. &lt;br /&gt;Dan sekarang ketika Rasululah sudah bermukim di Madinah dan menjadikan kota itu sebagai pusat bagi Agama Allah, maka nasib  mujur yang sebesar-besamya telah  melimpah kepada Abu Aiyub, karena rumahnya telah dijadikan rumah pertama yang didiami muhajir agung, Rasul yang mulia. &lt;br /&gt;Rasul telah memilih untuk menempati ruangan rumahnya tingkat pertama ....Tetapi begitu Abu Aiyub naik ke kamarnya di tingkat atas ia pun jadi menggigil, dan ia tak kuasa membayangkan dirinya akan tidur atau berdiri di suatu tempat yang lebih tinggi  dari tempat berdiri dan tidurnya Rasulullah itu.&lt;br /&gt;Ia lalu mendesak Nabi dengan gigih dan mengharapkan beliau agar pindah ke tingkat atas, hingga Nabi pun memperkenankannya pengharapannya itu .... &lt;br /&gt;Nabi akan berdiam di sana sampai selesai pembangunan masjid dan pembangunan biliknya di sampingnya .... Dan semenjak orang-orang Quraisy bermaksud jahat terhadap Islam dan berencana menyerang tempat hijrahnya di Madinah, menghasut kabilah-kabilah lain serta mengerahkan tentaranya untuk memadamkan nur Ilahi    semenjak itulah Abu Aiyub mengalihkan aktifitasnya kepada berjihad pada jalan Allah. Maka dimulainya dengan perang Badar, lalu Uhud dan Khandaq, pendeknya di semua medan tempur dan medan laga, ia tampil sebagai pahlawan yang sedia mengurbankan nyawa dan harta bendanya untukAllah Rabul 'alamin .... Bahkan sesudah Rasul wafat pun, tak pernah ia ketinggalan menyertai pertempuran yang diwajibkan atas Muslimin sekalipun jauh jaraknya yang akan ditempuh dan berat beban yang akan dihadapi ... ! &lt;br /&gt;Semboyan yang selalu diulang-ulangnya, baik malam ataupun siang ... dengan suara keras ataupun perlahan ... adalah firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;"Berjuanglah kalian, baik di waktu lapang, maupun di waktu sempit ... !" (Q·S.At-Taubat: 41) &lt;br /&gt;Satu kali saja ... ia absen tidak menyertai balatentara Islam, karena sebagai komandannya khalifah mengangkat salah seorang dari pemuda Muslimin, sedang Abu Aiyub tidak puas dengan kepemimpinannya. Hanya sekali saja, tidak lebih... ! Sekalipun demikian, bukan main menyesalnya atas sikapnya yang selalu menggoncangkan jiwanya itu, katanya: - &lt;br /&gt;"Tak jadi soal lagi bagiku, siapa orang yang akan jadi atasanku ... !" Kemudian tak pernah lagi ia ketinggalan dalam peperangan. Keinginannya hanyalah untuk hidup sebagai prajurit dalam tentara Islam, berperang di bawah benderanya dan membela kehormatannya... ! &lt;br /&gt;Sewaktu terjadi pertikaian antara Ali dan Mu'awiyah, ia berdiri di pihak Ali tanpa ragu-ragu, karena ialah Imam yang telah dibai'at oleh Kaum Muslimin .... Dan tatkala Ali syahid karena dibunuh, dan khilafat berpindah kepada Mu'awiyah,(Q.S.: At-Taubat: 41) &lt;br /&gt;Abi Aiyub menyendiri dalam kezuhudan, bertawakkal lagi bertaqwa. Tak ada yang diharapkannya dari dunia hanyalah tersedianya suatu tempat yang lowong untuk berjuang dalam barisan para pejuang .... &lt;br /&gt;Demikianlah, sewaktu  diketahuinya bala tentara Islam bergerak ke arah Konstantinopel, segeralah ia memegang kuda dengan membawa pedangnya, terus maju mencari syahid yang sudah lama didambakan dan dirindukannya ... ! &lt;br /&gt;Dalam pertempuran inilah ia ditimpa luka berat. Ketika komandannya pergi menjenguknya, nafasnya sedang berlomba dengan keinginannya hendak menemui Allah .... Maka bertanyalah panglima pasukan yang waktu itu Yazid bin Mu'awiyah:&lt;br /&gt;"Apa keinginan anda, wahai Abu Aiyub?" &lt;br /&gt;Aneh, adakah di antara kita yang dapat membayangkan atau mengkhayalkan apa keinginan Abu Aiyub itu...? Tidak sama sekali! Keinginannya sewaktu nyawa hendak berpindah dari tubuhnya ialah sesuatu yang sukar atau hampir tak kuasa manusia membayangkan atau mengkhayalkannya ... ! &lt;br /&gt;Sungguh, ia telah meminta kepada Yazid, bila ia telah meninggal, agar jasadnya dibawa dengan kudanya sejauh-jauh jarak yang dapat ditempuh ke arab musuh, dan di sanalah ia akan dikebumikan. Kemudian hendaklah Yazid berangkat dengan balatentaranya sepanjang jalan itu, hingga terdengar olehnya bunyi telapak kuda Muslimin di atas kuburnya dan diketahuinyalab bahwa mereka telah berhasil mencapai kemenangan dan keuntungan yang mereka cari ... ! &lt;br /&gt;Apakah anda kira ini hanya lamunan belaka... ?Tidak;dan ini bukan khayalan, tetapi kejadian nyata, kebenaran yang akan disaksikan dunia di suatu hari kelak, di mana ia menajamkan pandangan dan memasang telinganya, hampir-hampir tak percaya terhadap apa yang didengar dan dilihatnya ... ! &lt;br /&gt;Dan sungguh, wasiat Abu Aiyub itu telah dilaksanakan oleh Yazid! Di jantung kota Konstantinopel yang sekarang bernama Istanbul, di sanalah terdapat pandam pekuburan laki-laki besar, sungguh besar itu ... ! &lt;br /&gt;Hingga sebelum tempat itu dikuasai oleh orang-orang Islam, orang-orang  Romawi  penduduk  Konstantinopel  memandang Abu Aiyub di makamnya itu sebagai orang kudus suci ....Dan anda akan tercengang jika mendapati semua ahli sejarah yang mencatat peristiwa-peristiwa itu berkata: "Orang-orang Romawi sering mengunjungi dan berziarah ke kuburnya dan meminta hujan dengan perantaraannya, bila mereka mengalami kekeringan... " &lt;br /&gt;Sekalipun perang dan pertempuran sarat memenuhi kehidupannya, hingga tak pernah membiarkan pedangnya terletak beristirahat, namun corak kehidupannya adalah tenang tenteram laksana desiran bayu di kala fajar datang menjelma .... &lt;br /&gt;Sebabnya ia pernah mendengar ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  yang terpateri dalam hatinya: &lt;br /&gt;"Bila engkau shalat, maka shalatlah seolah-olah yang terakhir atau hendak berpisah .... Jangan sehali-hali mengucaphan kata-kata yang menyebabhan engkau harus meminta ma'af ... ! Lenyapkan harapan terhadap apa yang berada di tangan orang lain... !" &lt;br /&gt;Dan oleh karena itulah tak pernah lidahnya terlibat dalam suatu fitnah ... dan dirinya tidak terjerembab dalam kerakusan .... Ia telah menghabiskan hidupnya dalam kerinduan ahli ibadah dan ketahanan orang yang hendak berpisah. Maka sewaktu ajalnya datang tak ada keinginannya di sepanjang dan selebar dunia kecuali cita-cita yang melambangkan kepahlawanan dan kebesarannya selagi hidupnya: "Bawalah jasadku jauh-jauh ... jauh masuk ke tanah Romawi, kemudian kuburkan aku di sana ... !" &lt;br /&gt;Ia yakin sepenuhnya akan kemenangan, dan dengan mata hatinya dilihatnya bahwa wilayah ini telah termasuk dalam taman impian Islam, dalam lingkungan cahaya dan sinarnya…... &lt;br /&gt;Karena itulah ia menginginkannya sebagai tempat istirahatnya yang terakhir, yakni di ibukota negara itu, di mana akan terjadi pertempuran yang menentukan, dan dari bawah tanahnya yang subur, ia akan dapat mengikuti gerakan tentara Islam, mendengar kepakan benderanya, dan bunyi telapak kudanya serta gemerincing pedang-pedangnya Sekarang ini ia masih terkubur di sana .... Tetapi tidak lagi mendengar gemerincing pedang, atau ringkikan kuda! Keadaan telah berlalu, dan kapal telah berlabuh di tempat yang dituju, sejak waktu yang lama .... Tetapi setiap hari, dari pagi hingga petang didengarnya suara adzan yang berkumandang dari menara-menaranya yang menjulang di angkasa, bunyinya: -&lt;br /&gt;"Allah Maha Besar....Allah Maha Besar.... " &lt;br /&gt;Dan dengan rasa bangga, di dalam kampungnya yang kekal dan di mahligai kejayaannya ia menyahut: -&lt;br /&gt;"Inilah apa yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya ....Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya…!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4707705396725739429-7479705843587141903?l=bocahkemejing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/feeds/7479705843587141903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4707705396725739429&amp;postID=7479705843587141903&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7479705843587141903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4707705396725739429/posts/default/7479705843587141903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bocahkemejing.blogspot.com/2008/08/abu-aiyub-al-anshari.html' title='ABU AIYUB AL-ANSHARI'/><author><name>agus3anto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731258517669860731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_Lpy7V8SOc6E/SUrX4ZKDbSI/AAAAAAAAAdo/-waaDLZe9jQ/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4707705396725739429.post-710908846945231336</id><published>2008-08-06T02:34:00.002-07:00</published><updated>2008-08-06T02:35:09.699-07:00</updated><title type='text'>Abdurrahman bin 'Auf radhiallahu 'anhu</title><content type='html'>Abdurrahman bin 'Auf radhiallahu 'anhu&lt;br /&gt;Pada suatu hari, kota Madinah sedang aman dan tenteram,terlihat debu tebal yang mengepul ke udara, datang dari tempatketinggian di pinggir kota; debu itu semakin tinggi bergumpal-gumpai hingga hampir menutup ufuk pandangan mata. Anginyang bertiup menyebabkan gumpalan debu kuning dari butiran-butiran sahara yang lunak, terbawa menghampiri pintu-pintu kota, dan berhembus dengan kuatnya di jalan-jalan rayanya. &lt;br /&gt;Orang banyak menyangkanya ada angin ribut yang menyapu dan menerbangkan pasir. Tetapi kemudian dari balik tirai debu itu segera  mereka dengar suara hiruk pikuk, yang memberi tahu tibanya suatu iringan kafilah besar yang panjang. &lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, sampailah 700 kendaraan yang sarat dengan muatannya memenuhi jalan-jalan kota Madinah dan menyibukkannya. Orang banyak saling memanggil dan menghimbau menyaksikan keramaian ini serta turut bergembira dan bersukacita dengan datangnya harta dan rizqi yang dibawa kafilah itu ...... &lt;br /&gt;Ummul Mu'minin Aisyah r.a. demi mendengar suara hiruk pikuk itu ia bertanya: "Apakah yang telah terjadi di kota Madinah…..?" Mendapat jawaban, bahwa kafilah Abdurrahman bin 'Auf barn datang dari Svam membawa barang-barang dagangannya .  .. Kata Ummul Mu'minin lagi: -- "Kafilah yang telah menyebabkan semua kesibukan ini?" "Benar, ya Ummal Mu'minin ... karena ada 700 kendaraan...... !" Ummul Mu'minin menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari melayangkan pandangnya jauh menembus, seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat atau ucapan yang pernah didengarnya.&lt;br /&gt;Kemudian katanya: "Ingat, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: &lt;br /&gt;"Kulihat Abdurrahman bin'Auf masuk surga dengan perlahan-lahan!" &lt;br /&gt;Abdurrahman bin 'Auf masuk surga dengan perlahan-lahan... ? Kenapa ia tidak memasukinya dengan melompat atau berlari kencang bersama angkatan pertama para shahabat Rasul..  ? Sebagian shahabat menyampaikan ceritera Aisyah kepadanya, maka ia pun teringat pernah mendengar Nabi saw. Hadits ini lebih dari satu kali dan dengan susunan kata yangberbeda-beda. &lt;br /&gt;Dan sebelum tali-temali perniagaannya dilepaskannya,ditujukannya langkah-langkahnya ke rumah Aisyah lain berkata kepadanya: "Anda telah mengingatkanku suatu Hadits yang tak pernah kulupakannya....". Kemudian ulasnyalagi: "Dengan ini aku mengharap dengan sangat agar anda menjadi saksi, bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut kendaraan dan perlengkapannya, ku persembahkan di jalan Allah 'azza wajalla.....!" Dan dibagikannyalah seluruh muatan 700 kendaraan itu kepada semua penduduk Madinah dan sekitarnya sebagai perbuatan baik yang maha besar .... &lt;br /&gt;Peristiwa yang satu ini saja, melukiskan gambaran yang sempurna tentang kehidupan shahabat Rasulullah, Abdurahman bin  'Auf. Dialah saudagar yang berhasil. Keberhasilan yang paling besar dan lebih sempurna! Dia pulalah orang yang kaya raya. Kekayaan yang paling banyak dan melimpah ruah ...! Dialah seorang Mu'min yang bijaksana yang tak sudi kehilangan bagian keuntungan dunianya oleh kawna keuntungan Agamanya, dan tidak suka harta benda kekayaannya meninggalkannya dari kafilah iman dan pahala surga. Maka dialah r.a. yang membaktikan harta kekayaannya dengan kedermawanan dan pemberian yang tidakterkira, dengan hati yang puas dan rela ... ! &lt;br /&gt;****** &lt;br /&gt;Kapan dan bagaimana masuknya orang besar ini ke dalam Islam? Ia masuk Islam sejak fajar menyingsing.... Ia telah memasukinya di saat-saat permulaan da'wah, yakni sebelum Rasulullah saw. memasuki rumah Arqam dan menjadikannya sebagai tempat pertemuan dengan para shahabatnya orang-orang Mu'min ... &lt;br /&gt;Dia adalah salah seorang dari delapan orang yang dahulu masuk Islam.. . . Abu, Bakar datang kepadanya menyampaikan Islam, begitu juga kepada Utsman bin 'Affan, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubedillah, dan Sa'ad bin Abi Waqqash. Makatak ada persoalan yang tertutup bagi mereka, dan tak ada keragu-raguan yang menjadi penghalang, bahkan mereka segera pergi bersama Abu Bakar Shiddiq menemui RasuIullah saw. menyatakan bai'at dan memikul bendera Islam.... &lt;br /&gt;Dan semenjak keislamannya sampai berpulang menemui Tuhannya dalam umur tujuhpuluh lima tahun, ia menjadi teladan yang cemerlang sebagai Seorang Mu'min yang besar. Hal ini menyebabkan Nabi saw. memasukkannya dalam sepuluh orang Yang telah diberi kabar gembira sebagai ahli surga. &lt;br /&gt;Dan Umar r.a. mengangkatnya pula sebagai anggota kelompok musyawarah yang berenam yang merupakan calon khalifah yang akan dipilih sebagai penggantinya, seraya katanya: "Rasulullah wafat dalam keadaan ridla kepada mereka!" &lt;br /&gt;****** &lt;br /&gt;Segeralah  Abdurrahman  masuk  Islam  menyebabkannya menceritakan nasib malang berupa penganiayaan dan penindasan dari Quraisy .... Dan sewaktu Nabi saw., memerintahkan para shahabatnya hijrah ke Nabsyi, Ibnu 'Auf ikut berhijrah kemudian kembali lagi ke Mekah, lalu hijrah untuk kedua kalinya ke Habsyi dan kemudian hijrah ke Madinah . . .  ikut bertempur di perang Badar, Uhud dan peperangan-peperangan lainnya. &lt;br /&gt;******** &lt;br /&gt;Keberuntungannya dalam perniagaan sampai suatu batas yang membangkitkan dirinya pribadi ketakjuban dan keheranan, hingga katanya: &lt;br /&gt;"Sungguh, kulihat diriku, seandainya aku mengangkat batu niscaya kutemukan di bawahnya emas dan perak......!" &lt;br /&gt;Perniagaan bagi Abdurrahman bin 'Auf r.a. bukan berarti rakus dan loba   ..   Bukan pula suka menumpuk harta atau hidup mewah dan ria! Malah itu adalah suatu amal dan tugas kewajibanyang keberhasilannya akan menambah dekatnya jiwa kepada Allah dan berqurban di jalan-Nya ... · &lt;br /&gt;Dan Abdurrahman bin 'Auf seorang yang berwatak dinamis, kesenangannya dalam amal yang mulia di mana juga adanya ....Apabila ia tidak sedang shalat di mesjid, dan tidak sedang berjihad  dalam  mempertahankan  Agama  tentulah  ia  sedang mengurus perniagaannya yang berkembang pesat, kafilah-kafilahnya membawa ke Madinah dari Mesir dan Syria barang-barang muatan yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh jazirah Arab berupa pakaian dan makanan ..... &lt;br /&gt;Dan watak dinamisnya ini terlihat sangat menonjol, ketika Kaum Muslimin hijrah ke Madinah ....Telah menjadi kebiasaan Rasul pada  waktu itu  untuk mempersaudarakan dua orang shahabat, salah seorang dari muhajirin warga Mekah dan yang lain dari Anshar penduduk Madinah. &lt;br /&gt;Persaudaraan ini mencapai kesempurnaannya dengan cara yang harmonis yang mempesonakan hati. Orang-orang Anshar penduduk Madinah membagi dua seluruh kekayaan miliknya dengan saudaranya orang muhajirin ..   , sampai-sampai soal rumahtangga. Apabila ia beristeri dua orang diceraikannya yang seorang untuk memperisteri saudaranya ......! &lt;br /&gt;Ketika itu Rasul yang mulia mempersaudarakan antara Abdurrahman bin 'Auf dengan Sa'ad bin Rabi'.... Dan marilah kita dengarkan shahabat yang mulia Anas bin Malik r.a. meriwayatkan kepada kita apa yang terjadi: &lt;br /&gt;" ... dan berkatalah Sa'ad kepada Abdurrahman: "Saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang kaya raya, silakan pilih  separoh hartaku dan ambillah! Dan aku mempunyai dua orang isteri, coba perhatikan yang lebih menarik perhatian anda, akan kuceraikan ia hingga anda dapat memperisterinya......!&lt;br /&gt;Jawab Abdurrahman bin 'Auf:  "Moga-moga Allah memberkati anda, isteri dan harts anda ! Tunjukkanlah letaknya pasar agar aku dapat berniaga....!&lt;br /&gt;Abdurrahman pergi ke pasar, dan berjual belilah di sana.......ia pun beroleh keuntungan ...! &lt;br /&gt;Kehidupan Abdurrahman bin 'Auf di Madinah baik semasa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam maupun sesudah wafatnya terus meningkat · · · Barang apa Saja yang ia pegang dan dijadikannya pokok perniagaan pasti menguntungkannya. Seluruh usahanya ini ditujukan untuk mencapai ridla Allah semata, sebagai bekal di alam baqa kelak.....! &lt;br /&gt;Yang menjadikan perniagaannya berhasil dan beroleh berkat karena ia selalu bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari perbuatan haram bahkan yang syubhat  Seterusnya yang menambah kejayaan dan diperolehnya berkat, karena labanya bukan untuk Abdurrahman sendiri . · ·  tapi di dalamnya terdapat bagian Allah yang ia penuhi dengan setepat-tepatnya, pula digunakannya untuk memperkokoh hubungan kekeluargaan serta membiayai sanak saudaranya, serta menyediakan perlengkapan yang diperlukan tentara Islam ...... &lt;br /&gt;Bila jumlah modal niaga dan harta kekayaan yang lainnya ditambah keuntungannya yang diperolehnya, maka jumlah kekayaan Abdurrahman bin 'Auf itu dapat dikira-kirakan apabila kita memperhatikan  nilai  dan jumlah yang dibelanjakannya pada jalan Allah Rabbul'alamin!&lt;br /&gt;Pada suatu hati ia mendengar Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;"Wahai ibnu 'Auf! anda termasuh golongan orang kaya dan anda akan masuk surga secara perlahan-lahan ....! Pinjamknnlah kekayaan itu kepada Allah, pasti Allah mempermudah langkah anda....!" &lt;br /&gt;Semenjak ia mendengar nasihat Rasulullah ini dan ia menyedia kan bagi AIlah pinjaman yang balk, maka Allah pun memberi ganjaran kepadanya dengan berlipat ganda. &lt;br /&gt;Di suatu hari ia menjual tanah seharga 40 ribu dinar, kemudian uang itu dibagi-bagikannya semua untuk keluarganya dari Bani Zuhrah, untuk para isteri Nabi dan untuk kaum fakir miskin. &lt;br /&gt;Diserahkannya pada suatu hari limaratus ekor kuda untuk perlengkapan balatentara islam ...dan di hari yang lain seribu limaratus kendaraan. Menjelang wafatnya ia berwasiat lima puluh ribu dinar untuk jalan Allah, lain diwasiatkannya pula bagi setiap orang yang ikut perang Badar dan masih hidup, masing-masing empat ratus dinar, hingga Utsman bin Affan r.a. yang terbilang kaya juga mengambil bagiannya dari wasiat itu, serta katanya:&lt;br /&gt;"Harta Abdurrahman bin 'Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat". &lt;br /&gt;****** &lt;br /&gt;Ibnu 'Auf adalah seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya .... Sebagai buktinya, ia tidak mau celaka dengan mengumpulkannya dan tidak pula dengan menyimpannya ....Bahkan ia mengumpulkannya secara santai dan dari jalan yang halal ....Kemudian ia tidak menikmati sendirian .... tapi ikut menikmatinya bersama keluarga dan kaum kerabatnya serta saudara·saudaranya dan masyarakat seluruhnya. Dan karena begitu luas pemberian serta pertolongannya, pernah dikatakan orang: &lt;br /&gt;"Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin 'Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya kepada mereka .   . Sepertiga lagi dipergunakannya untuk membayar hutang-hutang mereka. Dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi-bagikannya kepada mereka". &lt;br /&gt;Harta kekayaan ini tidak akan mendatangkan kelegaan dan kesenangan pada dirinya, selama tidak memungkinkannya untuk membela Agama dan membantu kawan-kawannya. Adapun untuk lainnya, ia selalu takut dan ragu. &lt;br /&gt;Pada suatu hari dihidangkan kepadanya makanan untuk berbuka, karena waktu itu ia sedang shaum .... Sewaktu pandangannya jatuh pada hidangan tersebut, timbul selera makannya, tetapi iapun menangis sambil mengeluh: &lt;br /&gt;"Mushab bin Umeir telah gugur sebagai syahid, ia seorang yang jauh lebih baik daripadaku, ia hanya mendapat kafan sehelai burdah; jika ditutupkan ke kepalanya maka kelihatan kakinya, dan jika ditutupkan kedua kakinya terbuka kepalanya! &lt;br /&gt;Demikian pula Hamzah yang jauh lebih baik daripadaku, ia pun gugur sebagai syahid, dan di saat akan dikuburkan hanya terdapat baginya sehelai selendang. Telah dihamparkan bagi kami dunia seluas-luasnya, dan telah diberikan pula kepada kami hasil sebanyak-banyaknya. Sungguh kami khawatir kalau-kalau telah didahdukan pahala kebaikan kami...!" &lt;br /&gt;Pada suatu peristiwa lain sebagian shahabatnya berkumpul bersamanya menghadapi jamuan di rumahnya. Tak lama sesudah makanan diletakkan di hadapan mereka, ia pun menangis; karena itu mereka bertanya: "Apa sebabnya anda menangis wahai Abu Muhammad ... ?" Ujarnya: "Rasulullah saw. telah wafat dan tak pernah beliau berikut ahli rumahnya sampai kenyang makan roti gandum, apa harapan kita apabila dipanjangkan usia tetapi tidak menambah kebaikan bagi kita ... ?" &lt;br /&gt;Begitulah ia, kekayaannya yang melimpah-limpah, sedikitpun tidak membangkitkan kesombongan dan takabur dalam dirinya .... ! Sampai-sampai dikatakan orang tentang dirinya: &lt;br /&gt;"Seandainya seorang asing yang belum pernah mengenalnya, kebetulan melihatnya sedang duduk-duduk bersama pelayan-pelayannya, niscaya ia tak akan sanggup membedakannya dari antara mereka!" &lt;br /&gt;Tetapi bila orang asing itu mengenal satu segi saja dari perjuangan ibnu 'Auf dan jasa-jasanya, misalnya diketahuinya bahwa di badannya terdapat duapuluh bekas luka di perang Uhud, dan bahwa salah satu dari bekas luka ini meninggalkan cacad pincang yang tidak sembuhsembuh pada salah satu kaki nya......sebagaimana pula beberapa gigi seri rontok di perang Uhud, yang menyebabkan kecadelan yang jelas pada ucapan dan pembicaraannya .... Di waktu itulah orang baru akan menyadari bahwa laki·laki yang berperawakan tinggi dengan air muka berseri dan kulit halus, pincang serta cadel, sebagai tanda jasa dari perang Uhud, itulah orang yang bernama Abdurrahman bin 'Auf ... ! Semoga Allah ridla kepadanya dan ia pun ridla kepada Allah ... ! &lt;br /&gt;****** &lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan pada tabi'at manusia bahwa harta kekayaan mengundang kekuasaan ... artinya bahwa orang-orang kaya selalu gandrung untuk memiliki pengaruh guna melindungi kekayaan mereka dan melipat gandakannya, dan untuk memuaskan nafsu, sombong, membanggakan dan mementingkan diri sendiri, yakni sifat-sifat yang biasa dibangkitkan oleh kekayaan... ! &lt;br /&gt;Tetapi bila kita melihat Abdurrahman bin 'Auf dengan kekayaannya yang melimpah ini, kita akan menemukan manusia ajaib yang sanggup menguasai tabi'at kemanusiaan dalam bidang ini dan melangkahinya ke puncak ketinggian yang unik ... ! &lt;br /&gt;Peristiwa ini terjadi sewaktu Umar bin Khatthab hendak berpisah dengan ruhnya yang suci dan ia memilih enam orang tokoh dari para shahabat Rasulullah saw. sebagai formatur agar mereka memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah yang baru.... &lt;br /&gt;Jari-jari tangan sama-sama menunjuk dan mengisyaratkan Ibnu 'Auf .... Bahkan sebagian shahabat telah menegaskan bahwa dialah orang yang lebih berhak dengan khalifah di antara yang enam itu, maka ujamya: "Demi Allah, daripada aku menerima jabatan tersebut, lebih balk ambil pisau lain taruh ke atas leherku, kemudian kalian tusukkan sampai tembus ke sebelah. ..!" &lt;br /&gt;Demikianlah, baru saja kelompok Enam formatur itu mengadakan pertemuan untuk memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah yang akan menggantikan al-Faruk, Umar bin Khatthab maka kepada kawan-kawannya yang lima dinyatakannya bahwa ia telah melepaskan haknya yang dilimpahkan Um
